Kaltim

Rakerpimwil Muhammadiyah Kaltim 2025 Dorong Sinergi Antar-UPP

Rakerpimwil 2025 menegaskan pentingnya kerja terpadu antar-UPP untuk memastikan program 2026 lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui forum Rakerpimwil, PWM Kaltim merumuskan pola kolaborasi lintas majelis sebagai strategi memperkuat gerakan Muhammadiyah.

Samarinda — Rapat Kerja Pimpinan Wilayah (Rakerpimwil) Muhammadiyah Kalimantan Timur Tahun 2025 kembali menghadirkan semangat baru dalam upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi program lintas unsur pembantu pimpinan (UPP). Kegiatan yang diselenggarakan pada Ahad, 30 November 2025 di Balai Lansia Aisyiyah Kaltim, Samarinda ini menjadi titik temu seluruh elemen Muhammadiyah tingkat wilayah untuk menyamakan arah gerakan satu tahun ke depan.

Ketua PWM Kaltim, KH. Siswanto, menegaskan bahwa keberhasilan gerakan Muhammadiyah bukan hanya ditentukan oleh kuatnya program masing-masing majelis, tetapi juga kemampuan bekerja bersama.
“Program harus sederhana, tetapi dapat terlaksana. Kuncinya adalah sinergi dan kolaborasi antar-UPP,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Menurutnya, pengalaman selama 2025 menunjukkan adanya program yang berjalan baik karena didukung koordinasi yang kuat, namun ada pula yang tertunda akibat kurangnya komunikasi antarlembaga. Karena itu, Rakerpimwil ini diarahkan untuk memperkuat pola kerja terpadu agar kesinambungan program dapat terjaga.

Sementara itu, Sekretaris PWM Kaltim, Ir. H. Amir Hady, menambahkan bahwa forum ini merupakan ruang resmi untuk mengatur distribusi tugas organisasi.
“Rakerpimwil adalah forum yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah untuk membahas pelaksanaan program dan membagikan tugas kepada UPP. Di sinilah mekanisme kerja antarlembaga ditata,” jelasnya.

Dalam sesi pleno, masing-masing UPP menyampaikan evaluasi program kerja 2025. Paparan tersebut disusun dalam format Key Performance Indicator (KPI) yang menampilkan sasaran strategis, indikator keberhasilan, target, dan realisasi. Format ini memudahkan pimpinan wilayah untuk melihat tingkat keberhasilan dan ruang perbaikan pada setiap bidang.

Forum kemudian berlanjut pada diskusi lintas UPP yang difokuskan pada sinergi program. Beberapa rencana kerja 2026 yang dianggap berpotensi besar untuk kolaborasi antara lain penguatan kaderisasi terpadu, perluasan gerakan filantropi, peningkatan layanan pendidikan berbasis digital, serta penguatan dakwah komunitas, serta peningkatan pemberdayaan UMKM.

Pada sesi lanjutan, forum membahas penyelarasan rencana kerja 2026 dengan kemampuan sumber daya yang tersedia. PWM Kaltim menekankan bahwa program harus disusun secara realistis, tidak berlebihan, namun tetap memberi manfaat besar bagi masyarakat.

Dalam diskusi itu, para peserta sepakat bahwa keterpaduan yg program akan menciptakan efisiensi dan dampak yang lebih besar. Misalnya, program ekonomi dapat dipadukan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan Majelis Tabligh, Majelis Pendidikan, serta Lazismu.

KH. Siswanto kembali menegaskan bahwa Muhammadiyah Kaltim harus melangkah dengan realitas kemampuan yang dimiliki.
“Kita harus menyusun program kerja 2026 berdasarkan kemampuan finansial dan SDM yang tersedia. Tidak perlu banyak program, tetapi harus fokus dan terlaksana,” ujarnya.

PWM Kaltim memantapkan konsolidasi gerakan melalui Rakerpimwil 2025 yang dihadiri seluruh pimpinan wilayah, UPP, dan Ortom.

Tema Rakerpimwil tahun ini, “Konsolidasi Gerakan Menuju Muhammadiyah yang Berkemajuan,” menjadi bingkai utama dalam pembahasan. Sinergi dipandang sebagai kata kunci agar gerakan Muhammadiyah tetap relevan, adaptif, dan memiliki kemampuan menjawab tantangan zaman.

Dengan berakhirnya rapat pada petang hari, para peserta membawa semangat baru untuk membangun sinergi yang lebih kokoh demi kemajuan persyarikatan dan kemaslahatan masyarakat luas.(Ay.1)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button