Dari Samarinda ke Banjarmasin: Catatan Perjalanan Muhibbah PWM Kaltim
Perjalanan darat panjang dari Samarinda menuju Banjarmasin menjadi bagian penting dari muhibbah PWM Kaltim ke PWM Kalsel.

Kegiatan muhibbah PWM Kalimantan Timur ke Kalimantan Selatan pada 12–15 November 2025 menjadi perjalanan penuh makna yang mencakup aspek organisasi, spiritual, hingga kebudayaan. Perjalanan darat yang dimulai dari Kantor PWM Kaltim pada Rabu pukul 13.00 WITA itu mencerminkan semangat kebersamaan dan kesungguhan para peserta untuk belajar dari PWM Kalsel dalam suasana persaudaraan antarwilayah Muhammadiyah .
Setibanya di Masjid Sabilal Muhtadin keesokan paginya pukul 10.00 WITA, rombongan mengawali kunjungan dengan salat Dhuha bersama. “Setelah perjalanan panjang, kami merasa segar kembali,” kata seorang peserta. Setelah beristirahat sejenak dan bersih-bersih, mereka melanjutkan agenda menuju hotel untuk bersiap menghadiri acara resmi.
Pada siang hari, PWM Kaltim menghadiri pembukaan Rakernas LPCR dan Kongres CRM 2025. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua PWM Kalsel, diikuti sambutan Jamaluddin selaku Ketua LPCR PP Muhammadiyah, serta sambutan pemerintah daerah melalui Staf Ahli Gubernur. Suasana semakin penuh semangat ketika Ahmad Dahlan Rais menyampaikan amanah sekaligus membuka acara secara resmi .
Suasana persaudaraan terasa semakin kental pada malam harinya ketika PWM dan PWA Kaltim diterima secara khusus dalam resepsi ramah tamah di UMB. Salah satu pimpinan Kalsel menyampaikan, “Kami ingin tamu dari Kaltim merasakan suasana kekeluargaan kami. Ini bukan sekadar agenda formal, tetapi pertemuan hati.”
Pada Jumat pagi, rombongan kembali mendapat pengalaman khas daerah dengan mengikuti wisata susur sungai menuju pasar terapung Lok Baintan. Aktivitas pedagang di atas jukung dan pemandangan pagi hari di sungai memberikan pengalaman budaya yang berkesan. “Ini pertama kalinya saya melihat langsung pasar terapung. Luar biasa,” ungkap salah satu anggota rombongan dengan antusias .
Meskipun padat, rangkaian kegiatan muhibbah memberikan banyak wawasan baru. PWM Kaltim mencatat beberapa hal yang bisa diadopsi, terutama terkait penguatan cabang dan ranting. Selain itu, sinergi antara PWM dan PWA di Kalsel juga menjadi inspirasi untuk memperkuat koordinasi serupa di Kaltim.
Pada akhir kunjungan, para peserta sepakat bahwa perjalanan muhibbah bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga perjalanan batin yang mempererat persaudaraan. “Yang paling berkesan adalah kebersamaan kami selama perjalanan dan sambutan hangat saudara-saudara kami di Kalsel,” ujar salah satu peserta sebelum bertolak kembali ke Samarinda.(Ay.1)


