BeritaInspirasi

Rayakan Milad ke-43 dengan Tabligh Akbar dan Temu Alumni: Pondok Shabran UMS Teguhkan Dakwah, Ilmu, dan Kepedulian Sosial

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebagai lembaga kaderisasi ulama dan intelektual bangsa, melalui momentum Temu Alumni dan Milad ke-43, Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Tabligh Akbar, Ahad (11/1). Bertajuk tema “Dari Shabran untuk Umat dan Bangsa” tema ini menjadi pengingat bahwa alumni pondok Shabran memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan, dakwah, Pendidikan, sosial, dan kebangsaan. Berdasarkan karakter gerakan Muhammadiyah.

Kepala pondok Shabran UMS, dalam sambutannya, K.H Yayuli, S.Ag.,M.Pi., mengatakan bahwa pelaksanaan Tabligh Akbar dalam rangka temu alumni dan milad ke-43 menjalin hubungan baik antara pondok Shabran dengan masyarakat yang merupakan sinergi dan menjadi modal penting dalam menyelesaikan masalah.

Sambutan kepala pondok Shabran UMS K.H Yayuli, S.Ag.,M.Pi.,

“Kehadiran Bapak Ibu di tabligh akbar yang diadakan oleh pondok Shabran UMS ini adalah merupakan bentuk simbiosis mutualisme antara pondok Shabran dengan masyarakat. Sehingga dengan hubungan harmonis ini, segala persoalan bisa diselesaikan dengan baik dan bijaksana antara pondok,” ujarnya. Senin, (12/1)

Alumni pondok Shabran sekaligus pemateri dalam kegiatan ini, K.H. Ahmad Sulaiman, M.Hum., menekankan pentingnya nilai keislaman, keilmuan, dan pengabdian sosial sebagai bekal santri dan alumni shabran dalam menyikapi dinamika zaman.

Hal tersebut disampaikan dengan mengutip hadis yang menjelaskan bahwa seluruh umat nabi Muhammad SAW akan masuk surga kecuali yang enggan menaati ajaran beliau. Pemateri juga menggarisbawahi pentingnya ilmu pengetahuan sebagai salah satu tolak ukur utama keberhasilan hidup seorang muslim.

“Man arada dunya fa’alaihi bil ‘ilmi, barangsiapa yang ingin hidupnya sukses, senang, Bahagia di dunia, maka harus dengan ilmu. ‘wa man aradal akhirah fa’alaihi bil ‘ilmi, barangsiapa ingin selamat hidupnya di akhirat, ya juga harus dengan ilmu. ‘wa man aradahuma fa’alaihi bil ’ilmi, barangsiapa yang ingin Bahagia di dunia selamat di akhirat, maka juga harus dengan ilmu,” ungkapnya.
Selaras dengan hal itu, pemateri menekankan bahwa jalan menuju keselamatan dan surga hanya dapat ditempuh melalui ketaatan kepada Rasulullah SAW.

“Surga itu merindukan empat. Apa saja itu? Yang pertama talil qur’an, kedua hafidzil lisan, ketiga opo? Mut’imul jiya’, terakhir shaum fi syahri Ramadhan”, pungkasnya.

suasana pengajian tabligh akbar milad pondok shabran ke 43

Pemateri juga menekankan petingnya pemahaman dan pengalaman Al-Qur’an secara mendalam. Tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga memahami makna, tadarus dan tadabbur.
Selain itu, pemateri menjelaskan bahwa pendalam Al-Qur;an menjadi fondasi lahirnya Gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

Ia juga mengajak jamaah untuk menguatkan nilai kepedulian sosial, khususnya dengan membantu dan memberi makan orang yang membutuhkan.

Melalui kegiatan tersebut, Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS diharapkan terus memberikan manfaat, memperkuat peran dakwah, serta menghadirkan keberkahan bagi pondok, alumni dan masyarakat luas.

Kontributor: Zahfa Almedina

Editor: Muhammmad Farhan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button