Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » SERU! MAHASISWA MM UMKT GELAR SEMINAR ENTREPRENEUR DALAM RANGKA KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT

SERU! MAHASISWA MM UMKT GELAR SEMINAR ENTREPRENEUR DALAM RANGKA KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 16 Okt 2022
  • visibility 627
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.COM-Balikpapan, Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Politik Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pondok Pesantren Terpadu Al-Mujahidin Balikpapan (16/10).

Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun, dan juga sebagai kontribusi nyata dalam mengembangkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Adapun bentuk kegiatan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Magister Manajemen UMKT ini diwujudkan dengan kegiatan seminar entrepreneur dengan mengangkat tema “Membangun Jiwa  entrepreneur di waktu muda”, yang diikuti oleh para santri kelas akhir yang berjumlah kurang lebih 80 orang.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin, Samino, dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat baik. Olehkarenanya penting para siswa untuk dapat aktif dan memperhatikan materi yang akan disampaikan.

“ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya, karena ini merupakan kegiatan pertama dan sangat baik, setelah baru kemarin dilantik dan mendapat amanah untuk menjadi Kepala Sekolah. Maka tolong diperhatikan, aktif dan digunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, agar bisa dipakai dan bermanfaat kedepannya.”

Diawali dengan sesi ice breaking setelah acara pembukaan, seminar ini berjalan dengan penuh keseruan. Terlihat para santri yang begitu antusias dan bersemangat menyambut penyampaian materi inti.

Rolly Rezki Ananda, pemateri pertama tampil memberikan penjelasan tentang entrepreneur, peluang bisnis, tantangan-tantangannya, sikap yang harus dimiliki seorang pengusaha sampai pada faktor kunci sukses dalam sebuah usaha.

Setelah sesi pertama selesai, seminar kembali dicairkan dengan praktek yel-yel dari Rahiman, yang membuat aula pondok menggema dengan tepuk tangan dan suara yel-yel santri yang penuh semangat.

Keseruan terus bertambah setelah masuk disesi materi akhir. Sesi ini diisi oleh Iwan Sulistia, Mahasiswa dan juga merupakan alumni pondok. Iwan banyak bercerita dan berbagi pengalamannya dalam menjalani banyak bisnis usaha, baik kegagalan-kegagalan yang pernah dialami, sampai pada kesuksesan-kesuksesan yang sudah didapatkan.

Dalam penyampaiannya ia juga berpesan bahwa menjadi santri itu harus rajin. Baik rajin beribadah dan juga rajin berusaha dalam melakukan apapun.

“Jadi santri itu harus rajin, rajin semuanya. Baik ibadah maupun usaha lainnya. Kita kalau sudah ndak pintar itu harus tau diri. Saya dulu juga begitu. Karena saya tau kalau saya ndak pintar, maka saya rajin. Kemudian apa-apa yang kita pelajari di pondok, khususnya ilmu agama, kedisiplinan dan ilmu umum lainnya, menjadi modal dan itu nanti yang mencetak kita menjadi sosok muslim yang kuat dan berkarakter, punya pondasi yang kuat. Sehingga nantinya ketika mengalami kegagalan tidak mudah sedih dan putus asa. Bisa bangkit dan mulai dari nol lagi” jelas Iwan.

Sesi seminar kemudian berakhir setelah selesai sesi diskusi dan pembagian doorprize bagi para santri yang aktif bertanya maupun santri yang dapat menjawab dan memberikan penjelasan dari pertanyaan yang diberikan pemateri.

| Red : RAS | Editor : ARM |

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walk for Peace! Aksi Kaum Muda Lintas Iman dan Difabel untuk Keadilan Iklim

    Walk for Peace! Aksi Kaum Muda Lintas Iman dan Difabel untuk Keadilan Iklim

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Eco Bhinneka Muhammadiyah, HIDIMU (Himpunan Difabel Muhammadiyah) Pusat, GreenFaith berjalan kaki menapaki rute bersejarah di Jakarta dalam kegiatan Walk for Peace and Climate Justice, Sabtu (5/7). Aksi damai ini menegaskan bahwa keadilan iklim adalah hak setiap manusia, tanpa kecuali termasuk mereka yang spesial atau difabel. Diikuti sekitar 50 peserta, kegiatan ini dimulai […]

  • Jangkau Pedalaman Kalimantan, Dai LDK Muhammadiyah Kenalkan Tapak Suci Hingga Daerah 3T

    Jangkau Pedalaman Kalimantan, Dai LDK Muhammadiyah Kenalkan Tapak Suci Hingga Daerah 3T

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 157
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Landak – Ustadz Rahmad Raki, sosok Dai dari Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Kalimantan Barat, menjalankan tugas mulianya di Dusun Belimbing, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, yang termasuk dalam kategori daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). Setiap hari, beliau mengajarkan anak-anak mengaji dan membina warga kampung yang muallaf, yang berjumlah 15 orang. Selain […]

  • Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026, Kaji Tren AI untuk Kesehatan Ibu

    Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026, Kaji Tren AI untuk Kesehatan Ibu

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Adam Fauzi Akbar, M.Biomed. Ia berhasil meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The 4th Indonesia Scientific Meeting in Obstetric Anesthesia and Critical Care (ISMOAC) 2026 yang berlangsung pada 10-13 Mei 2026 di Surakarta. ISMOAC merupakan […]

  • Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

    Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Oleh: Kukuh Prakosa Agustian, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu K.H. Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh pembaharu Islam paling berpengaruh di Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Ia lahir di Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Sejak kecil, ia hidup di lingkungan keluarga religius dan mendapat pendidikan agama secara tradisional. Perjalanan intelektualnya berkembang pesat […]

  • Mahasiswa Teknik Kimia UMS Jadi Delegasi di Forum Internasional, Serap Ilmu Peremajaan Kelapa Sawit

    Mahasiswa Teknik Kimia UMS Jadi Delegasi di Forum Internasional, Serap Ilmu Peremajaan Kelapa Sawit

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Johor Bahru – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi delegasi di forum internasional untuk menyerap ilmu dan menularkannya saat kembali ke kampus dan masyarakat. Forum tersebut adalah forum International Smallholders Workshop (ISW) 2025 yang diselenggarakan oleh Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) di Johor Bahru, Malaysia, 2 – 3 Mei 2025. Delegasi peserta […]

  • UMS Kukuhkan 65 Dokter Baru: Harun Joko Gaungkan Dokter Berjiwa “PT IMAM”

    UMS Kukuhkan 65 Dokter Baru: Harun Joko Gaungkan Dokter Berjiwa “PT IMAM”

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 65 dokter baru resmi dikukuhkan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (30/7) dalam upacara pelantikan dan sumpah dokter Fakultas Kedokteran ke-55. Di hadapan tamu undangan dari rumah sakit jejaring, tokoh institusi medis, dan orang tua wisudawan, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno melontarkan satu rumusan yang menggugah, dokter bukan sekadar […]

expand_less