
KABARMUH.ID, PADANG – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Salahuddin Al-Ayyubi sukses menyelenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) sebagai upaya memperkuat basis ideologi mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Ahad, 16–19 April 2026, bertempat di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat.
Mengusung tema “Transformasi Kader dari Krisis Identitas Menuju Gerakan Berkemajuan di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam membentuk karakter kader yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga memiliki landasan ideologis yang kuat. Sebanyak 29 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat turut ambil bagian, di antaranya berasal dari UIN Imam Bonjol Padang, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, UPI YPTK Padang, Universitas Adzkia, dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan materi yang mencakup Ideologi IMM, Kemuhammadiyahan, Keislaman, serta peran strategis mahasiswa dalam merespons tantangan global. Proses pembelajaran dilakukan secara dialogis dan partisipatif melalui diskusi kelompok, forum refleksi, serta kajian studi kasus yang relevan dengan realitas sosial kontemporer.

Master of Training, Mhd. Alim Saputra, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Darul Arqam Dasar bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembentukan kesadaran kritis dan penguatan karakter kader. “Kami melihat adanya kesungguhan, kedalaman berpikir, serta militansi yang tumbuh selama proses berlangsung. Bahkan, saya menilai DAD PK IMM Salahuddin Al-Ayyubi tahun ini merupakan salah satu yang terbaik yang pernah saya kawal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PK IMM Salahuddin Al-Ayyubi, Hamidun Majid, menekankan pentingnya kesadaran identitas kader di tengah arus digitalisasi yang semakin kompleks. Ia menyebut bahwa kader IMM harus memiliki kompas nilai yang jelas agar tidak mudah terombang-ambing oleh dinamika zaman. “DAD merupakan titik awal bagi kader untuk mengenal dirinya dan menentukan arah perjuangan. Kami tidak ingin melahirkan kader yang hanya aktif secara administratif, tetapi juga harus memiliki kedalaman intelektual dan komitmen terhadap nilai-nilai ke-IMM-an,” ungkapnya.
Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Kota Padang, Basri Hanafi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perkaderan terletak pada implementasi nilai di ruang nyata. “Keberhasilan perkaderan ini bukan diukur dari seberapa baik acara dilaksanakan, tetapi sejauh mana kader mampu menjaga komitmen dan mengimplementasikan nilai-nilai yang didapat setelah kembali ke kampus dan masyarakat. IMM membutuhkan kader yang hadir sebagai pelopor gerakan, bukan sekadar pengikut arus,” tegasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, PK IMM Salahuddin Al-Ayyubi secara resmi melahirkan 29 kader baru yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan. Berbekal nilai religiusitas, intelektualitas, dan humanitas yang telah ditanamkan selama proses perkaderan, para kader diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi tampil sebagai pelaku aktif dalam membangun peradaban yang berkemajuan.
Keberhasilan penyelenggaraan DAD ini sekaligus menegaskan komitmen PK IMM Salahuddin Al-Ayyubi dalam menjaga tradisi intelektual dan militansi gerakan. Ke depan, kader-kader yang lahir dari proses ini diharapkan mampu merawat nalar kritis, memperkuat integritas, serta konsisten menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas.
Editor: Choiril Amirah Farida



