Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Fahdhi Fauzi Akbar

(Mahasiswa Progam Doktor Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka Jakarta)

Melihat kabar berita beberapa pekan belakang Indonesia sedang tidak baik, seperti politik ,kriminal, korupsi dan masih lain lain. Pendidikan pun tidak lepas dari isu isu atau berita yang negatif mulai dari kasus pegawai negeri sipil yang diberhentikan oleh pemerintah karena membantu guru honor lewat iuran orang tua atau wali mudir yang nominalnya hanya 20 ribu rupiah dan sudah sama sama disepakati oleh semua orang tua wali murid. Yang kedua kasus percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri 72 Kepala Gading. Ketiga Kasus bullying di perguruan tinggi yang paling menonjol pada tahun 2025 adalah yang menimpa mahasiswa Universitas Udayana (Unud).

Indonesia kembali dihadapkan pada realitas pahit di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat teraman kedua bagi anak-anak sekolah. Dalam satu pekan terakhir, deretan kasus kekerasan dan perundungan yang mencuat mulai dari tingkatan dasar hingga perguruan tinggi bukan hanya menjadi trending topic, tetapi juga alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan institusi pendidikan. Dari lembaga formal yang diagungkan, tiba-tiba menjelma menjadi ruang pengujian mental dan fisik bagi sebagian siswa yang rentan.

Gambaran Kasus Bully pada tahun 2025 Sumber Data: KPAI, JPPI

Data 2025 menunjukkan bahwa masalah kekerasan di dunia pendidikan telah bertransformasi menjadi ancaman yang mematikan dan sistemik. Kasus-kasus fatal tidak lagi terbatas pada jenjang tertentu, melainkan menjadi perhatian utama publik dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.

Benang merah isu dalam satu pekan

Isu-isu yang baru saja kita saksikan, mulai dari sanksi terhadap kepala sekolah yang dianggap lalai, hingga ancaman serius dari Kementerian yang menuntut penanganan perundungan, menunjukkan adanya dua masalah mendasar: kegagalan sistem pencegahan dan buruknya respon pasca-kejadian.

Kita melihat sebuah anomali. Di satu sisi, pemerintah gencar meluncurkan program digitalisasi dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Namun, di sisi lain, infrastruktur psikososial di lingkungan pendidikan masih rapuh. Peristiwa kekerasan yang berulang kali terjadi membuktikan bahwa kurikulum canggih atau fasilitas mewah tidak akan berarti apa-apa jika lingkungan belajarnya dipenuhi rasa takut. Jeritan korban perundungan pekan lalu adalah penanda bahwa fokus kita selama ini terlalu banyak pada capaian kognitif, namun abai terhadap pembentukan karakter dan keamanan emosional peserta didik.

Mengubah Agenda Menjadi Aksi Konkret

Menyambut pekan ke depan, isu keamanan lingkungan pendidikan harus bergeser dari sekadar wacana menjadi agenda prioritas tanpa kompromi. Ada tiga langkah mendesak yang harus dilakukan. Pertama, Audit Keamanan dan Psikososial menyeluruh setiap Lembaga Pendidikan harus diwajibkan melakukan Audit Keamanan dan Psikososial (bukan hanya fisik) secara berkala. Audit ini harus melibatkan pihak independen untuk menilai seberapa efektif mekanisme pelaporan, penanganan, dan sanksi terhadap pelaku kekerasan. Hasil audit ini harus menjadi dasar pemetaan kerentanan di setiap satuan pendidikan.

Kedua, Kesejahteraan dan Pelatihan tenaga pendidik baik di lingkungan sekolah tau pun perguruan tinggi . Mereka harus diperkuat, baik dari segi jumlah, pelatihan, maupun kesejahteraan. Tenaga Pendidik (Guru BK dan Dosen) tidak boleh lagi dianggap sebagai “tenaga,” melainkan sebagai fasilitator dan mediator yang kompeten dalam menangani isu kesehatan mental dan konflik siswa. Pelatihan khusus tentang trauma healing dan deteksi dini perundungan wajib diimplementasikan. Ketiga, Sanksi Tegas dan Transparan bagi Lembaga Jika ultimatum instansi pendidikan aman dari kementerian benar-benar serius, maka sanksi harus ditegakkan secara transparan dan tegas, baik kepada pelaku maupun lembaga yang terbukti lalai. Sanksi ini bisa berupa peninjauan kembali akreditasi sekolah atau perguruan tinggi pencopotan jabatan pimpinan yang gagal menciptakan lingkungan yang aman.

Membangun Budaya Lembaga  yang Baru

Kasus-kasus perundungan yang baru-baru ini terjadi telah menghabiskan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Mengubah persepsi ini membutuhkan lebih dari sekadar janji. Pekan depan, kita tidak hanya menanti pengumuman kebijakan baru, tetapi menantikan aksi nyata. Sekolah dan Perguruan Tinggi  harus bertransformasi menjadi ekosistem yang responsif, di mana setiap peserta didik merasa aman, didengar, dan dihargai. Fokus pada keamanan, empati, dan inklusivitas adalah investasi jangka panjang yang jauh lebih berharga daripada gedung baru atau kurikulum yang berganti-ganti. Jangan biarkan jeritan para korban pekan lalu hanya menjadi noise yang hilang ditelan hiruk pikuk berita lainnya. Sudah saatnya kita menempatkan keselamatan jiwa anak didik sebagai nilai tertinggi dalam sistem pendidikan kita.

Editor: Choiril Amirah Farida

 

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturahmi Pemuda Muhammadiyah Lampung Tengah ke Kantor DPRD Lampung Tengah

    Silaturahmi Pemuda Muhammadiyah Lampung Tengah ke Kantor DPRD Lampung Tengah

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMPUNG – Ketua DPRD Lampung Tengah Febriyantoni menuturkan, sebagai lembaga penyelenggara Pemerintahan menginginkan kontribusi langsung Pemuda Muhammadiyah dalam memajukan Lampung Tengah. Hal ini disampaikan Feb -sapaan karibnya- dalam agenda audiensi dan silaturahmi antara Lembaga yang dipimpinnya dengan jajaran Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Lampung Tengah di Kantor DPRD Lampung Tengah, Rabu 25 Juni 2025. “Lembaga […]

  • Tim RisetMu UMS Edukasi Ketahanan Pangan bagi ‘Petani Cilik’ melalui AgroSchooling

    Tim RisetMu UMS Edukasi Ketahanan Pangan bagi ‘Petani Cilik’ melalui AgroSchooling

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana berbeda terlihat di TK Aisyiyah Banyudono, Boyolali. Puluhan anak-anak tampak asyik bermain tanah dan bibit tanaman. Rupanya, mereka sedang mengikuti program AgroSchooling yang digagas oleh tim pengabdian masyarakat RisetMu dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Program yang dipimpin oleh Dinda Safitri Ramadhani, S.T., M.Eng., ini hadir untuk mengenalkan “Literasi Hijau” atau […]

  • FKM UMKT dan Pemkab Kutai Timur Inisiasi Kerja Sama Bidang Kesehatan*

    FKM UMKT dan Pemkab Kutai Timur Inisiasi Kerja Sama Bidang Kesehatan*

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 67
    • 0Komentar

    SANGATTA (23 Juni 2026) – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (FKM UMKT) melakukan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebagai langkah awal menginisiasi kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Rombongan FKM UMKT diterima oleh Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Tri Anggara Murti, S.P., bersama jajaran […]

  • Kritik Karl Marx (Materialisme): Menggugat Mahalnya Biaya Kuliah (UKT) dan Membela Kaum Lemah

    Kritik Karl Marx (Materialisme): Menggugat Mahalnya Biaya Kuliah (UKT) dan Membela Kaum Lemah

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Oleh: Abdullah Tsaqif Imtiyazi Kader PK IMM Shabran Kenaikan harga UKT yang kian melonjak mahal di berbagai perguruan tinggi pada waktu lalu menuai banyak kritik. Majalah Tempo.co menyebutkan bahwa pada awal tahun 2025, berbagai mahasiswa di sejumlah kampus ramai melakukan demonstrasi atas kenaikan biaya UKT. Melonjaknya biaya perkuliahan membuat banyak mahasiswa yang tidak mampu semakin […]

  • Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur Bagikan Bantuan Paket Sembako

    Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur Bagikan Bantuan Paket Sembako

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM  – Merebaknya wabah covid-19 dan kebijakan Social distancing di Kalimantan Timur berdampak pada ekonomi masyarakat menengah ke bawah, terutama masyarakat berpenghasilan harian menjerit dengan situasi ini. maka dalam upaya membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak akibat covid-19 tersebut, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur dengan Programnya Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19 membagikan bantuan paket […]

  • Mahasiswa UMS Ukir Prestasi Qur’ani di Ajang Nasional SEMAR I-FEST 2025, Raih Medali Lengkap

    Mahasiswa UMS Ukir Prestasi Qur’ani di Ajang Nasional SEMAR I-FEST 2025, Raih Medali Lengkap

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID., SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi pada cabang kompetisi Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) 10 Juz tingkat Nasional dalam gelaran Sebelas Maret Islamic Festival Competition 2025 (SEMAR I-FEST). Kompetisi ini diselenggarakan oleh Organisasi Kerohanian Islam Universitas Sebelas Maret (OKI UNS). Kompetisi Hifdzil Quran ini bertemakan “Derap Muslim Berkarya: Harmoni Intelektual, Spiritual […]

expand_less