Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Cetak Doktor PAI ke-66, Angkat Isu Toleransi dan Pendidikan Antaragama

UMS Cetak Doktor PAI ke-66, Angkat Isu Toleransi dan Pendidikan Antaragama

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Di tengah menguatnya polarisasi sosial dan sensitifnya isu perbedaan keyakinan di Indonesia, konsep Religious Multicultural Education (RME) dinilai dapat menjadi jalan tengah untuk menjaga relasi antaragama tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing pemeluk agama.

Gagasan tersebut disampaikan Erham Budi Wiranto dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Kamis (7/5).

Menurut Erham, masyarakat Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan yang mampu membela ortodoksi agama sekaligus menghargai keragaman. Ia menilai pendekatan multikulturalisme Barat yang sekuler-liberal sering kali tidak kompatibel dengan masyarakat Indonesia yang religius.

“Indonesia membutuhkan RME karena masyarakat kita beragama. Kita memerlukan pendekatan yang tetap menjaga iman, tetapi juga ramah terhadap perbedaan,” ujarnya.

Dalam disertasinya, Erham mengkritisi pendidikan multikultural Barat yang cenderung memosisikan agama hanya sebagai produk budaya. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat seluruh agama dianggap relatif dan sama sehingga klaim kebenaran agama sering dipandang sebagai ancaman terhadap keberagaman.

Di sisi lain, pendidikan multikultural berbasis teologi tertentu juga dinilai belum sepenuhnya menjadi solusi karena cenderung bersifat apologetik dan polemik.

“Atas dasar itu diperlukan jalan tengah yang tidak sekuler-liberal, tetapi juga tidak apologetik dan polemik,” jelasnya.

Melalui pendekatan filsafat dan studi agama-agama, Erham kemudian merumuskan konsep RME. Konsep ini dibangun melalui integrasi transdisipliner antara studi agama-agama dan pendidikan multikultural.

Secara ontologis, RME mengakui keragaman agama sekaligus menghormati klaim kebenaran masing-masing pemeluk agama. Secara epistemologis, pendekatan ini bersifat konstruktivis, multidisipliner, dan inklusif. Adapun secara aksiologis, RME diarahkan untuk menghormati keragaman, menjadi resolusi konflik, serta memperkuat moralitas masyarakat.

Erham menilai pendidikan menjadi ruang paling strategis untuk menanamkan nilai tersebut. Menurutnya, tantangan terbesar penerapan RME di Indonesia adalah masih adanya kelompok-kelompok eksklusif yang belum terbuka terhadap perbedaan.

“Kalau pendidikan sudah bagus, dampak sosialnya juga akan bagus. Jadi, fokus RME dimulai dari pendidikan,” katanya.

Promovendus Erham Budi Wiranto dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) PAI FAI UMS

Dalam sesi wawancara, ia juga menanggapi fenomena keluarga beda agama yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk dikaitkan dengan lagu “Mangu”. Menurutnya, keluarga dengan keyakinan berbeda tetap dapat hidup harmonis selama membangun komunikasi dialogis tanpa paksaan.

“Pendekatannya harus dialogis dan kekeluargaan. Jangan ada pemaksaan karena itu bertentangan dengan prinsip RME,” ungkapnya.

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin promotor Prof. Dr. Waston, M.Hum., dengan ko-promotor sekaligus sekretaris sidang Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd.

Mohamad Ali menyampaikan bahwa Erham dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,93 dan menjadi doktor ke-66 dari Program Studi S3 Fakultas Agama Islam UMS.

Dalam nasihat akademiknya, ia menegaskan bahwa kajian multikulturalisme dan studi agama-agama merupakan bidang yang sensitif karena kerap bersinggungan dengan dimensi politik dan sosial masyarakat. Ia pun mengingatkan pentingnya kerendahan hati dan semangat belajar sepanjang hayat bagi seorang akademisi.

“Jangan cepat puas, jangan berhenti belajar, dan terus membimbing diri sendiri agar dunia di sekitar menjadi lebih terbuka dan lebih baik,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspiratif!!! Rayakan Milad Muhammadiyah 108, Muhammadiyah Sebulu Gelar Khitan Massal

    Inspiratif!!! Rayakan Milad Muhammadiyah 108, Muhammadiyah Sebulu Gelar Khitan Massal

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.525
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – SEBULU, Milad Muhammadiyah ke 108 yang berlangsung di Cabang Muhammadiyah Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara disemarakan dengan kegiatan senam bersama, pembagian sembako dan khitan massal. “Alhamdulillah pekan kemarin tepatnya hari ahad tanggal 22 November 2020 kita sudah melaksanakan kegiatan senam bersama dan pembagian 108 paket sembako serentak di Cabang Sebulu, Loa Janan dan Kota […]

  • Wakil Ketua MPR RI Tekankan Peran IMM DKI dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

    Wakil Ketua MPR RI Tekankan Peran IMM DKI dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Daerah Khusus Ibukota Jakarta menggelar seminar Empat Pilar Kebangsaan dalam rangka penutupan atau Closing Ceremony Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) bertema “Mempersiapkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta Timur, Ahad (19/10/25). […]

  • Mahasiswa KKN Kelompok 3 Bersama Posyandu Sukomoro Layani 60 Balita melalui Pemantauan Tumbuh Kembang

    Mahasiswa KKN Kelompok 3 Bersama Posyandu Sukomoro Layani 60 Balita melalui Pemantauan Tumbuh Kembang

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUUH.ID, SUKOMORO – Pemantauan kesehatan anak usia dini terus digencarkan. Pada tanggal 9 Juli lalu, kegiatan Posyandu Balita telah sukses diselenggarakan oleh pihak Kecamatan Sukomoro. Guna memastikan layanan dasar ini berjalan dengan lancar, mahasiswa KKN Kelompok 3 turun langsung ke lapangan untuk berkolaborasi bersama Bidan Kecamatan dan para Kader Posyandu. Tujuan utama dari penyelenggaraan Posyandu […]

  • Kader IMM Soroti Wacana Penghapusan Prodi Tak Relevan Industri, Dorong Kajian Akademik Komprehensif

    Kader IMM Soroti Wacana Penghapusan Prodi Tak Relevan Industri, Dorong Kajian Akademik Komprehensif

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA, 2 Mei 2026 — Wacana pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengevaluasi hingga kemungkinan menghapus program studi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri menuai respons kritis dari kalangan mahasiswa. Sorotan tersebut disampaikan oleh Akmal Basyir, Ketua IMM DIY Bidang Pengembangan Jaringan Perguruan Tinggi (PJPT), yang menilai kebijakan itu perlu […]

  • Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

    Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Pendidikan Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik atau banyaknya peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan harus menjadi instrumen dakwah yang melahirkan manusia beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikan Drs. H. Jaswadi, M.Si. dalam Pengajian Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Timur di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Sabtu (18/7/2026). […]

  • Guru Muhammadiyah Anggana Teguhkan Komitmen Dakwah Pendidikan

    Guru Muhammadiyah Anggana Teguhkan Komitmen Dakwah Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 22
    • 0Komentar

    ANGGANA – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Anggana menyelenggarakan kegiatan Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, 14–15 Maret 2026, di SD Muhammadiyah 1 Anggana. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar konsolidasi ideologis dan penguatan spiritualitas bagi […]

expand_less