UMS Gelar Play-Based Fun Activities di Korea Selatan, Perkuat Identitas Anak Muslim Diaspora
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan kiprah globalnya melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI). Mengusung tema “Play-Based Fun Activities bagi Anak-Anak Muslim di Korea Selatan”, kegiatan ini melibatkan anak-anak dari komunitas Muslim Indonesia yang tinggal di Korea Selatan.
Secara teknis, kegiatan ini dipimpin oleh Qonitah Faizatul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) UMS, yang didukung oleh tim dosen dan mahasiswa. Program ini terselenggara dengan dukungan berbagai mitra internasional, antara lain Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Korea Selatan, Ikatan Keluarga Muslim Indonesia Korea Selatan, serta komunitas Rumah Muslimah Indonesia (RUMAISA) Korea Selatan.
“Kolaborasi ini menghadirkan ruang edukatif yang mengintegrasikan unsur pendidikan, budaya, dan permainan dalam suasana yang menyenangkan,” ungkapnya, Senin (20/4).
Kegiatan Play-Based Fun Activities dirancang sebagai pembelajaran berbasis bermain yang menekankan partisipasi aktif anak. Beragam permainan tradisional Indonesia dimodifikasi secara kreatif agar relevan dengan konteks lingkungan internasional.
“Melalui aktivitas tersebut, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga mengembangkan kemampuan motorik, sosial, emosional, serta keterampilan berpikir secara simultan,” tambahnya.
Qonitah menyebut, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengalaman belajar yang holistik bagi anak usia dini, khususnya dalam meningkatkan aktivitas motorik melalui pendekatan yang menyenangkan.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada anak-anak diaspora sekaligus memperkuat identitas dan kebersamaan dalam komunitas Muslim Indonesia di luar negeri.
“Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Anak-anak terlihat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, dengan peningkatan signifikan pada keterlibatan fisik, koordinasi gerak, serta kemampuan interaksi sosial,” papar dosen UMS itu.
Para orang tua dan pendidik, lanjutnya, juga memberikan respons positif karena kegiatan ini dinilai menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan menyenangkan di luar kelas.
Dosen PGPAUD UMS itu juga menyebut sinergi yang kuat antara akademisi dan mitra internasional menjadikan kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam keterangannya, Qonitah berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi awal kerja sama berkelanjutan antara UMS dan komunitas Muslim Indonesia di Korea Selatan. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan model pembelajaran berbasis bermain sebagai sarana stimulasi tumbuh kembang anak sekaligus penguatan karakter dan kecintaan terhadap budaya Indonesia di lingkungan global.
Sementara itu, perwakilan mitra dari RUMAISA Korea Selatan, Fistyarinda, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, mempererat silaturahmi antar keluarga Indonesia, serta menghadirkan suasana positif bagi generasi muda diaspora untuk tetap mengenal budaya bangsanya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap Play-Based Fun Activities dapat terus dikembangkan sebagai model pembelajaran yang adaptif dan inovatif, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Fistyarinda. (Fika/Humas)
Editor: Nurul Fahri



