BeritaJateng

Workshop Peduli Lingkungan PDA Aisyiyah Sukoharjo Dorong Gaya Hidup Hijau, Ekonomi Sirkular, dan Kemandirian Pangan Berbasis Komunitas

KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) menyelenggarakan Workshop Peduli Lingkungan bertema Gaya Hidup Hijau dan Keterlibatan Komunitas yang bertempat di Yoso Farm, Klaten.

Kegiatan diselenggarakan pada hari Selasa, 23 Desember 2025. Acara ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan pembelajaran bersama bagi kader Aisyiyah dalam memperkuat peran organisasi di bidang pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Workshop ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari unsur LLHPB PDA Sukoharjo serta LLHPB PCA se-Kabupaten Sukoharjo dari 12 cabang Aisyiyah.

Kegiatan diawali dengan penyerahan piagam penghargaan kepada LLHPB PDA Sukoharjo atas capaian Juara 1 Bidang Fisiko Sosial pada ajang Jambore Nasional. Selain piagam, LLHPB PDA Sukoharjo juga menerima uang pembinaan sebesar tiga juta rupiah, yang sebagian dimasukkan ke kas organisasi dan sebagian besar diberikan kepada tim yang mewakili lomba sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras yang telah dilakukan.

Ketua LLHPB PDA Sukoharjo, Ismokoweni, M.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum ini sebagai ruang belajar bersama.

“Kita sebagai bagian dari masyarakat dunia mempunyai tanggung jawab untuk menjaga dunia yang kita cintai, dan inilah tugas kita untuk terus belajar bersama,” tuturnya, Selasa (23/12/2025).

 Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari studi tiru LLHPB untuk menangkap peluang dan praktik baik pengelolaan lingkungan yang dapat dikembangkan di wilayah Sukoharjo.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Izza Mafruchah,SE, M.Si., Wakil Ketua PDA Aisyiyah Sukoharjo. Dalam penyampaiannya, beliau mengaitkan isu lingkungan dengan nilai-nilai keislaman serta realitas bencana alam yang terjadi di berbagai daerah.

“Sampah sisa makanan adalah sumber utama pencemaran, sehingga kita perlu membangun ekonomi sirkular, di mana sisa justru menjadi input produksi berikutnya,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Dr. Indiah Dewi Murni, M.Pd., selaku Ketua Umum PDA Aisyiyah Sukoharjo. Ia menyampaikan apresiasi kepada LLHPB atas inisiatif dan kesungguhan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Harapan kami, setelah belajar di sini, pulang langsung action dan menerapkan pengelolaan lingkungan serta maggot di lahan yang sudah disiapkan PDA,” tegasnya.

Selain itu, Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan lingkungan perlu disinergikan dengan aspek ekonomi agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi dakwah dan gerakan Aisyiyah.

Pada acara inti, materi pertama yang disampaikan oleh  Nurul, selaku owner Yoso Farm. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Yoso Farm dibangun dari lingkup rumah tangga dengan pendekatan software dan hardware.

 “Kami mulai dari kesadaran lingkungan, karena dengan merawat lingkungan sebenarnya kita sedang merawat diri kita sendiri,” jelasnya.

Ia juga berbagi pengalaman tentang penerapan gaya hidup homestead serta pengelolaan sampah berbasis tanggung jawab pribadi melalui upaya pencegahan, pemilahan, dan pengolahan sampah agar selesai di rumah, tuturnya.

Kemudian, materi juga dilanjutkan oleh Sri Widodo, selaku suami dari Nurul sekaligus owner Yoso Farm, yang menyampaikan konsep kemandirian pangan keluarga secara aplikatif. Ia menekankan pentingnya membangun sistem pertanian terpadu yang saling terhubung.

“Di Yoso Farm kami menerapkan konsep MUDAKHIR, yaitu mulai dari akhir, bagaimana input produksi bisa kita upayakan secara mandiri dari sumber daya di sekitar,” terangnya.

Menurutnya, pemanfaatan limbah rumah tangga dan lingkungan sekitar dapat mengurangi ketergantungan pada pasar sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga, imbuhnya.

Melalui workshop ini, para peserta diharapkan tumbuhnya kesadaran dan semangat untuk melakukan perubahan dengan memanfaatkan limbah sekitar. Selain itu, kegiatan ini menjadi sebuah langkah awal lahirnya aksi-aksi kecil yang berkelanjutan di lingkungan Masyarakat serta memperkuat peran komunitas Aisyiyah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan gaya hidup hijau yang berkemajuan.

Kontributor: Muhammad Zein

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button