
KABARMUH.ID, Sukoharjo – Upaya memperkuat lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak terus digalakkan melalui Workshop Penyusunan Panduan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) bagi guru dan kader Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di PPTQ Muhammadiyah Shiratunnajah.
Workshop ini merupakan kolaborasi antara Rahima, Nasyiatul Aisyiyah, dan PPTQ Shiratunnajah sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun sistem perlindungan dari kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan komunitas kader perempuan muda.
Kegiatan difasilitasi oleh Pera Shoparianti dan Wanda Raxone dari Rahima, yang memandu peserta dalam merumuskan panduan berbasis perspektif perlindungan korban, keadilan gender, serta nilai-nilai keislaman yang berkemajuan. Para peserta yang terdiri dari guru, santri dan kader aktif terlibat dalam diskusi, studi kasus, serta simulasi penanganan situasi kekerasan seksual.
Ketua PDNA Sukoharjo, Ninin Karlina, menegaskan pentingnya keberanian institusi pendidikan dan organisasi perempuan dalam membangun mekanisme perlindungan yang jelas.
“Panduan PPKS ini bukan sekadar dokumen, tetapi komitmen moral dan sosial kita untuk memastikan ruang belajar dan ruang kaderisasi menjadi tempat yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PPTQ Muhammadiyah Shiratunnajah, Awaludin Mufti Efendi, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk budaya saling menghormati dan melindungi.
“Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan sistem perlindungan. Dengan panduan ini, kami ingin memastikan santri dan seluruh civitas merasa aman dan terlindungi,” tuturnya.
Workshop ini diharapkan menghasilkan panduan operasional yang dapat diimplementasikan secara nyata di sekolah, pesantren, dan komunitas kader, sekaligus menjadi model praktik baik bagi lembaga lain di Kabupaten Sukoharjo.



