Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dosen UMS Tegaskan AI Hanyalah Tools, Pendidikan Tinggi Tetap Diperlukan!

Dosen UMS Tegaskan AI Hanyalah Tools, Pendidikan Tinggi Tetap Diperlukan!

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
  • visibility 207
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, China – Bagaimana memposisikan AI dalam pendidikan tinggi menjadi tema QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2024 di Macau University of Science and Technology (MUST), Macau SAR, China.

Memasuki hari terakhir, tema Ethical AI in Education : New Technologies Responsible Integration and Student Engagement mendapatkan tanggapan dari tiga delegasi UMS : Rois Fatoni, S.T., M.Sc.,Ph.D., kemudian Fajar Suryawan, Ph.D dan Dr., Umi Budi Rahayu, SSTFT.,M.Kes yang bergabung dalam acara tahunan QS itu.

Dekan Fakultas Teknik UMS, Rois Fatoni, S.T., M.Sc., Ph.D mengungkapkan, teknologi AI, terutama generative AI seperti Chat GPT, membuat insan pendidik terutama di pendidikan tinggi harus memikirkan kembali business process pendidikan tinggi. Beberapa bahkan melihatnya sebagai ancaman, dan memprediksi matinya pendidikan tinggi.

“Namun, sebenarnya AI hanyalah tools, alat yang membantu manusia melakukan aktivitasnya,” papar Rois, Kamis (7/11).

Seperti jaman dulu, lanjut dia, ketika ditemukan mobil, pesawat, yang bisa mengantarkan manusia ke tempat tempat yang jauh. Bukan berarti kemudian manusia tidak lagi membutuhkan kaki untuk mengantarkan mereka ke mana mana. Tetap saja manusia membutuhkan kaki.

“Demikian juga dengan AI. AI hanyalah tools yang sesungguhnya membantu dosen dalam tugas mereka,” katanya.

Keberadaan AI, menurutnya, justru membuat mahasiswa belajar, how to make student learn. Dengan AI, bukan berarti anak anak kita tidak lagi perlu kuliah di perguruan tinggi. Justru sebaliknya, pendidikan tinggi menjadi lebih menyenangkan sebab ada tools baru yang membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan bervariasi.

Pada bagian lain, Fajar Suryawan, Ph.D., mengungkapkan bahwa generative AI (AI yang dapat membuat artefak yang umumnya hanya dapat dibuat oleh manusia, seperti percakapan interaktif, teks puisi, prosa, artikel penelitian, lukisan, foto, video) mempunyai dampak disruptif pada pendidikan.

“Sisi positifnya cukup jelas, yakni siswa bisa belajar lebih mudah, lebih cepat, dan mungkin bahkan lebih berkualitas,” kata Fajar yang juga Ketua Delegasi UMS itu.

Namun dampak negatifnya juga cukup menantang, lanjutnya, yakni siswa bisa mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen dengan meminta bantuan AI.

“Solusinya bukanlah mendeteksi ini dikerjakan oleh siswa sendiri, ataukah ini dikerjakan oleh AI,” tegasnya.

Namun solusinya, menurutnya, lebih kepada memberi motivasi dan kesadaran bagi siswa bahwa motivasinya seharusnya menjadikan AI untuk menjadi lebih pintar, bukannya menggunakan AI untuk sekedar mengumpulkan tugas. Institusi pendidikan harus juga memasukkan AI ke dalam kurikulum dan mendidik siswa bagaimana cara belajar ‘learning to learn’.

Adapun, Dekan Ilmu Kesehatan UMS, Dr., Umi Budi Rahayu mengatakan, sebenarnya beberapa hal harus dilihat untuk reputasi universitas, yaitu bagaimana perguruan tinggi mempersiapkan lulusan yang adaptif dan diterima dalam menghadapi tantangan global.

“Setidaknya harus dipersiapkan bagaimana mendesain kurikulum yang mencakup penguasaan digital, teknologi AI, dan economy green,” jelasnya.

Menurut dia, penting juga pada akhirnya universitas mampu menghadirkan inovasi – inovasi yg diperlukan pengguna. (san/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aisyiyah Jepara dorong efisiensi energi dan pengurangan risiko bencana, teguhkan peran perempuan sebagai penjaga bumi di tengah krisis iklim.

    Aisyiyah Jepara dorong efisiensi energi dan pengurangan risiko bencana, teguhkan peran perempuan sebagai penjaga bumi di tengah krisis iklim.

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JEPARA — Upaya memperkuat peran perempuan dalam menjaga bumi dan menumbuhkan kesadaran mitigasi bencana menjadi sorotan dalam kegiatan Triwulan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Jepara yang digelar Ahad (5/10/2025), bertepatan dengan 13 Rabi’ul Akhir 1447 H. Acara berlangsung di SMA Muhammadiyah Mayong dan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pimpinan cabang ‘Aisyiyah (PCA), unsur […]

  • Kabut Asap Jadi Ancaman, KKN UMRI dan Pemdes Buluh Rampai Gaungkan Gerakan Pakai Masker

    Kabut Asap Jadi Ancaman, KKN UMRI dan Pemdes Buluh Rampai Gaungkan Gerakan Pakai Masker

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARUH.ID; BULUH RAMPAI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 143 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama Pemerintah Desa Buluh Rampai mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah desa. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah menurunnya kualitas udara. Kondisi kabut asap yang terjadi menjadi perhatian bersama […]

  • Gagas Museum Perjuangan Dai, LDK Muhammadiyah Dorong Edukasi Sejarah Dakwah

    Gagas Museum Perjuangan Dai, LDK Muhammadiyah Dorong Edukasi Sejarah Dakwah

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Gagasan pendirian Museum Perjuangan Dai mencuat sebagai upaya memperkuat pemahaman sejarah dakwah Islam di Indonesia. Usulan tersebut disampaikan oleh Aulia Asmul, anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai bentuk kepedulian terhadap minimnya literasi sejarah perjuangan para dai di kalangan santri dan pegiat Islam. Aulia menilai bahwa peran para dai tidak […]

  • Transformasi Pendidikan: FKIP UMS Dampingi Guru MTsN 1 Sragen Hadapi Era Digital

    Transformasi Pendidikan: FKIP UMS Dampingi Guru MTsN 1 Sragen Hadapi Era Digital

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Di tengah arus perubahan pendidikan yang kian cepat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas guru melalui program penguatan kompetensi yang berkelanjutan. Melalui Balai Pengembangan dan Penguatan Guru dan Tenaga Kependidikan (BP2GTK), FKIP UMS menggandeng MTs Negeri 1 Sragen dalam sebuah in-house training […]

  • Grand Opening Gudeg Ceker Seturan “SR” Milik Mardiana Indraswati Eks DPR RI : The Legend Is Back

    Grand Opening Gudeg Ceker Seturan “SR” Milik Mardiana Indraswati Eks DPR RI : The Legend Is Back

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Yogyakarta – Gudeg Ceker Seturan “SR” kembali dibuka di Jalan Prayan 1 No 91 Condongcatur, Yogyakarta. Kedai Gudeg Sedep Raos yang dikelola oleh Eks DPR RI, Mardiana Indraswati tersebut kembai beroperasi setelah tutup sejak pandemi covid 19. Kedai Sedep Raos ini menyuguhkan cita rasa lezat masakan Nusantara yang kaya rempah, khususnya masakan khas Yogyakarta. Kedai […]

  • ‘Aisyiyah Ranting se Gondokusuman Yogyakarta Tingkatkan Keterampilan Pengurangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

    ‘Aisyiyah Ranting se Gondokusuman Yogyakarta Tingkatkan Keterampilan Pengurangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk pengelolaan pengurangan plastik sekali pakai di Pasar Demangan Kota Yogyakarta, Ibu-Ibu anggota Ranting ‘Aisyiyah se Cabang Gondokusuman dan warga sekitarnya, mengikuti kegiatan Capacity Building bertajuk ‘Pasarku Tempat Ibadahku’, pada Minggu (14/9). Pertemuan yang berlangsung di SD Muhammadiyah Demangan – Yogyakarta ini, merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian Program […]

expand_less