Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Menilik Religiusitas Organisasi Mahasiswa Islam

Menilik Religiusitas Organisasi Mahasiswa Islam

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, – Organisasi mahasiswa seperti pisau bermata ganda, bisa membuat grow up iman, tapi juga bisa dengan atau tanpa sadar membuat down grade iman. Beberapa mahasiswa yang mungkin idealis saat menjadi maba pada kenyataannya jika pondasi tak kuat, akan terbawa arus dengan sendirinya. Bertemu segala bentuk manusia, campur baur terus menerus, berbagai perkaderan yang diikuti baik formal maupun non formal perlahan merubah pola pikir, ada sebagian ke arah yang baik, namun tak sedikit ke arah yang buruk.

Segala yang baik pasti bisa dirasakan, namun tetaplah yang buruk akan terus menjadi sorotan. Begitulah kenyataan, cara manusia biasa memandang.

Organisasi mahasiswa adalah ruang bagi mahasiswa berekspresi dari berbagai latar belakang yang berbeda. Namun tak jarang ada sebagian budaya buruk menjamur di ruang yang seharusnya bersih. Dan pada akhirnya budaya atau kebiasaan buruk itu menyebabkan downgrade iman.

Contohnya budaya menunda sholat ketika rapat, ini contoh yang sering ditemui. Pertanyaannya, manakah yang lebih penting, panggilan dari Tuhanmu atau rapatmu yang full duniawi itu? Oke iya, tidak full duniawi, tapi memikirkan kemaslahatan umat, tapi sadarlah Tuhan saja kau sepelekan. Lebih lucu lagi ketika organisasi mahasiswa yang berlandaskan Islam tapi masih menyepelekan hal seperti ini. Tak jarang ditemui dari tingkat bawah sampai atas melanggengkan budaya seburuk ini.

Ada pula budaya buruk yang lain. Organisasi mahasiswa adalah ruang paling rentan terjadinya ikhtilat. Campur baur ikhwan dan akhwat tanpa kepentingan syar’i. Entah sudah budayanya dari dulu seperti itu atau memang zamannya mudah sekali menormalisasi hal-hal demikian. Kebiasaan ini outputnya tak jarang adalah cinlok di organisasi. Dan output paling sial bagi organisasinya adalah ketidakprofesionalan saat menjalankan amanah. Ini sering ditemukan diberbagai organisasi, dan sungguh akan lebih ironi jika terjadi di organisasi mahasiswa Islam.

Sebagian menganggap hal seperti ikhtilat adalah bentuk perkaderan non-formal yang paling efektif dilakukan untuk mempertahankan ghiroh berorganisasi para kader-kadernya. Padahal ada banyak teknik menaikkan ghiroh dan semangat kader tanpa harus melanggar syari’at Islam. Misal pimpinan akhwat berbaur mengkader secara non-formal kepada kader-kader yang juga akhwat, dan sebaliknya. Sehingga tidak menimbulkan fitnah dan bentuk upaya dari menjalankan misi sebagai hamba yang taat juga bentuk implementasi dari visi religiusitas yang dibawa.

Dengan beberapa contoh ini, dapat dilihat bahwa tak jarang religiusitas yang diangkat dalam visi organisasi mahasiswa berlandaskan Islam tak sejalan pada implementasinya.

Solusi paling relevan dari fenomena ini adalah, sejatinya para kader yang tergabung dalam organisasi tersebut menguatkan pondasi keimanan terlebih dahulu sebelum terjun lebih jauh ke dalam organisasi yang diikuti, agar ketika nanti didepan sana ada arus tak terduga kamu tak terseret jauh.

Dan bagi yang sudah jauh di dalam sana, mulailah untuk merenungi visi atau arah gerakan organisasi yang diikuti, kembali pada tujuan awal, bukan malah terlena oleh budaya-budaya buruk yang semakin dilanggengkan semakin lama membuat downgrade iman. Jika kamu sebagai kader menyadari hal tersebut, tetaplah sadar dan bangunkan mereka yang tak sadar. Jangan malah ikut tertidur pulas sambil puk puk kemunduran.

Kontributor: Rahma Aprilia Sari

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mainstreaming 1000 Cahaya: Muhammadiyah Perkuat Peran Umat Jaga Lingkungan

    Mainstreaming 1000 Cahaya: Muhammadiyah Perkuat Peran Umat Jaga Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Pembukaan Mainstreaming Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah di Kalimantan Timur berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Hotel Grand Sawit, Jalan Basuki Rahmat No.34A, Samarinda, Jumat (5/12/2025). Kegiatan yang digagas Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM Kaltim itu menjadi tonggak penting perluasan edukasi lingkungan dan energi bersih di wilayah timur Indonesia. Gerakan 1000 Cahaya merupakan program nasional Muhammadiyah […]

  • PD IPM Kota Kediri Kawal Pelaksanaan Fortasi di Seluruh Sekolah Muhammadiyah

    PD IPM Kota Kediri Kawal Pelaksanaan Fortasi di Seluruh Sekolah Muhammadiyah

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kediri – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Kediri turut berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) di seluruh sekolah Muhammadiyah se-Kota Kediri pada 17 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menjadi sarana penyambutan dan pembinaan peserta didik baru di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Fortasi memiliki tujuan […]

  • Upaya Lestarikan Warisan Budaya Indonesia, Mahasiswa UMS Kenalkan Batik Jumputan di Selangor Malaysia

    Upaya Lestarikan Warisan Budaya Indonesia, Mahasiswa UMS Kenalkan Batik Jumputan di Selangor Malaysia

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Mangunsari Goes Abroad. Program ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah. Hanifah Herawati dan Naswa Labibah, dua mahasiswa UMS yang tergabung dalam KKN Internasional Mangunsari Goes Abroad menggelar kegiatan edukatif berupa pelatihan […]

  • Generasi Muda Bijak Kelola Sampah melalui Workshop dan Edukasi TPS 3R di Jimbung

    Generasi Muda Bijak Kelola Sampah melalui Workshop dan Edukasi TPS 3R di Jimbung

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Klaten, 15 Agustus 2026 — KKN AKSARA Kelompok 4 Universitas Muhammadiyah Klaten menggelar Workshop Bijak Kelola Sampah di Balai Desa Jimbung dan TPS 3R Jimbung, Sabtu (15/8). Kegiatan diikuti 30 pemuda-pemudi Dusun Sorobujan dan AMM Jimbung untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam pengelolaan sampah. Khannan Rizqi selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa kegiatan […]

  • Korban Kesalahan Sistem Pendidikan

    Korban Kesalahan Sistem Pendidikan

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Oleh : Anda Restu Nagiri (202110230311041) Pendidikan merupakan salah satu kunci dalam meraih kesuksesan sebuah bangsa, jika dalam suatu negara memiliki metode pendidikan yang baik maka dapat dipastikan bahwa generasi penerusnya bisa menjadi lebih unggul dibandingkan negara – negara lain yang memiliki sistem pendidikan yang buruk. Berbicara mengenai Pendidikan tentunya nama Paulo Freire tidak terdengar […]

  • Gubernur Jawa Timur Resmi Buka Simposium Immawati Nasional

    Gubernur Jawa Timur Resmi Buka Simposium Immawati Nasional

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi membuka pelaksanaan Simposium Immawati Nasional yang berlangsung pada Jumat malam, 25 April 2025, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kegiatan ini menjadi pusat perhatian kader-kader perempuan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pelaksanaan simposium ini […]

expand_less