Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Menilik Religiusitas Organisasi Mahasiswa Islam

Menilik Religiusitas Organisasi Mahasiswa Islam

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, – Organisasi mahasiswa seperti pisau bermata ganda, bisa membuat grow up iman, tapi juga bisa dengan atau tanpa sadar membuat down grade iman. Beberapa mahasiswa yang mungkin idealis saat menjadi maba pada kenyataannya jika pondasi tak kuat, akan terbawa arus dengan sendirinya. Bertemu segala bentuk manusia, campur baur terus menerus, berbagai perkaderan yang diikuti baik formal maupun non formal perlahan merubah pola pikir, ada sebagian ke arah yang baik, namun tak sedikit ke arah yang buruk.

Segala yang baik pasti bisa dirasakan, namun tetaplah yang buruk akan terus menjadi sorotan. Begitulah kenyataan, cara manusia biasa memandang.

Organisasi mahasiswa adalah ruang bagi mahasiswa berekspresi dari berbagai latar belakang yang berbeda. Namun tak jarang ada sebagian budaya buruk menjamur di ruang yang seharusnya bersih. Dan pada akhirnya budaya atau kebiasaan buruk itu menyebabkan downgrade iman.

Contohnya budaya menunda sholat ketika rapat, ini contoh yang sering ditemui. Pertanyaannya, manakah yang lebih penting, panggilan dari Tuhanmu atau rapatmu yang full duniawi itu? Oke iya, tidak full duniawi, tapi memikirkan kemaslahatan umat, tapi sadarlah Tuhan saja kau sepelekan. Lebih lucu lagi ketika organisasi mahasiswa yang berlandaskan Islam tapi masih menyepelekan hal seperti ini. Tak jarang ditemui dari tingkat bawah sampai atas melanggengkan budaya seburuk ini.

Ada pula budaya buruk yang lain. Organisasi mahasiswa adalah ruang paling rentan terjadinya ikhtilat. Campur baur ikhwan dan akhwat tanpa kepentingan syar’i. Entah sudah budayanya dari dulu seperti itu atau memang zamannya mudah sekali menormalisasi hal-hal demikian. Kebiasaan ini outputnya tak jarang adalah cinlok di organisasi. Dan output paling sial bagi organisasinya adalah ketidakprofesionalan saat menjalankan amanah. Ini sering ditemukan diberbagai organisasi, dan sungguh akan lebih ironi jika terjadi di organisasi mahasiswa Islam.

Sebagian menganggap hal seperti ikhtilat adalah bentuk perkaderan non-formal yang paling efektif dilakukan untuk mempertahankan ghiroh berorganisasi para kader-kadernya. Padahal ada banyak teknik menaikkan ghiroh dan semangat kader tanpa harus melanggar syari’at Islam. Misal pimpinan akhwat berbaur mengkader secara non-formal kepada kader-kader yang juga akhwat, dan sebaliknya. Sehingga tidak menimbulkan fitnah dan bentuk upaya dari menjalankan misi sebagai hamba yang taat juga bentuk implementasi dari visi religiusitas yang dibawa.

Dengan beberapa contoh ini, dapat dilihat bahwa tak jarang religiusitas yang diangkat dalam visi organisasi mahasiswa berlandaskan Islam tak sejalan pada implementasinya.

Solusi paling relevan dari fenomena ini adalah, sejatinya para kader yang tergabung dalam organisasi tersebut menguatkan pondasi keimanan terlebih dahulu sebelum terjun lebih jauh ke dalam organisasi yang diikuti, agar ketika nanti didepan sana ada arus tak terduga kamu tak terseret jauh.

Dan bagi yang sudah jauh di dalam sana, mulailah untuk merenungi visi atau arah gerakan organisasi yang diikuti, kembali pada tujuan awal, bukan malah terlena oleh budaya-budaya buruk yang semakin dilanggengkan semakin lama membuat downgrade iman. Jika kamu sebagai kader menyadari hal tersebut, tetaplah sadar dan bangunkan mereka yang tak sadar. Jangan malah ikut tertidur pulas sambil puk puk kemunduran.

Kontributor: Rahma Aprilia Sari

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lelucon Jadi Guru: Tertawa di Tengah Laporan Keuangan Negara

    Lelucon Jadi Guru: Tertawa di Tengah Laporan Keuangan Negara

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Oleh: Khosiyatika, M.Pd, (Ketua Bidang IMMawati Jawa Tengah, Guru SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga) Jadi guru itu kadang seperti jadi pelawak, harus tetap menghibur meski isi dompet dan kepala sama-sama kosong. Tapi siapa sangka, lelucon terbesar datang bukan dari kelas, tapi dari gedung kementerian. Belum lama ini, Sri Mulyani Menteri Keuangan yang terkenal tegas dan […]

  • PWNA Lampung Dorong Penguatan Negara Terkait Persoalan Konstitusi

    PWNA Lampung Dorong Penguatan Negara Terkait Persoalan Konstitusi

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 241
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Jeni Rahma selaku Sekretaris Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Lampung menyatakan bahwa sebagai organisasi Perempuan yang berkomitmen dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kesejahteraan dan kebenaran, merasa perlu menyampaikan pandangan terkait situasi terkini tentang persoalan konstitusi. Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi yang mendorong penguatan Negara hukum berkeadilan, egaliter, dan non diskriminatif serta penguatan peran perempuan dalam […]

  • Kokohkan Identitas Dakwah: LDM-PM UMS Sukses Gelar Daurah Islamiyah 

    Kokohkan Identitas Dakwah: LDM-PM UMS Sukses Gelar Daurah Islamiyah 

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA  – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah dan Pengabdian Masyarakat ( LDM-PM ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menyelenggarakan acara Daurah Islamiyah 1 pada Sabtu-Minggu, (6-7/12). Acara ini bertempat di Gedung Double Degree UMS dan diikuti oleh 12 peserta.  Acara ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars […]

  • Sinergi FK UMS dan Mitra Kesehatan Dorong Eradikasi Pesantren Bebas Skabies

    Sinergi FK UMS dan Mitra Kesehatan Dorong Eradikasi Pesantren Bebas Skabies

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Deteksi Dini Skabies – Menuju Indonesia Bebas Skabies (DESKAB–MIBS), Pesma Internasional KH Mas Mansur UMS, dan dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar kegiatan Deteksi Dini dan Eradikasi Skabies sebagai bagian dari program nasional menuju Indonesia Bebas Skabies 2030, Minggu (23/11). Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang […]

  • Ketum PP Muhammadiyah Ingatkan SUMU Harus Bawa Manfaat: Jangan Slogan Saja, Tak Ada Tindak Lanjut

    Ketum PP Muhammadiyah Ingatkan SUMU Harus Bawa Manfaat: Jangan Slogan Saja, Tak Ada Tindak Lanjut

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. mengingatkan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) yang sedang melaksanakan kopdarnas agar bisa membawa manfaat, tak hanya slogan tapi tak ada tindak lanjut. Pesan itu disampaikan melalui Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. mewakili Prof. Haedar yang berhalangan menghadiri Kopdarnas […]

  • Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi

    Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pukulan, tendangan, dan bantingan dari perempuan tomboy dan pecicilan ternyata membawanya menapaki arena besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Dialah Febrila Widya Noer Azizah, pesilat putri kontingen Jawa Tengah, yang akrab dipanggil Bela oleh rekan-rekannya. Di kontingen Jawa Tengah, Bela dikenal sebagai atlet […]

expand_less