Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » KECENDERUNGAN SESAT MENUMPUK KEKAYAAN KARNA NISTA KEPADA ORANGTUA

KECENDERUNGAN SESAT MENUMPUK KEKAYAAN KARNA NISTA KEPADA ORANGTUA

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
  • visibility 471
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Annisa Putri Gita Cahyani*

Harta saat ini telah menjadi faktor utama dalam menilai keberhasilan seseorang. Masyarakat saat ini bisa dikatakan buta karna tidak mempertimbangkan prinsip moral dan spiritual dalam meraih kekayaan yang bersifat duniawi. Ketika dihubungkan dengan kecenderungan manusia untuk menumpuk kekayaan kosong sebagai akibat dari nista terhadap orang tua, fenomena ini menjadi semakin kompleks. Masalah ini sangat penting karena merusak hubungan pribadi dan mengganggu keseimbangan antara duniawi dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan tidak dapat dipungkiri lagi jika banyak yang sampai menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah kesuksesan dengan cepat atau instan.

Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah ini karena mencerminkan pergeseran nilai dalam masyarakat yang semakin cenderung memprioritaskan materi daripada nilai-nilai inti. Kecenderungan untuk mengejar kekayaan tanpa memberikan perhatian yang cukup pada nilai-nilai keluarga dan kasih sayang terhadap orang tua menciptakan ketidakseimbangan yang merugikan tidak hanya individu tetapi juga jaringan sosial yang lebih luas.

Orang-orang yang percaya bahwa materi dan kekayaan adalah satu-satunya ukuran kesuksesan hidup sering terjebak dalam rantai konsumerisme yang tidak berujung. Konsep ini sering dikaitkan dengan teori psikologi konsumerisme, yang menekankan kecenderungan manusia untuk mencari kepuasan materi sebagai faktor utama yang menentukan keberhasilan hidup. Dampak keluarga dan sosial seringkali diabaikan seiring masyarakat semakin berfokus pada pencapaian materi. Ada kemungkinan konflik sosial yang berlangsung lama antara orang kaya dan orang miskin. Selain itu, terlalu berfokus pada kekayaan sering mengorbankan nilai-nilai dasar seperti kasih sayang, kebahagiaan keluarga, dan solidaritas. Oleh karena itu, agar masyarakat dapat mencapai kesuksesan yang berkelanjutan dan bermakna, perlu ada keseimbangan yang lebih baik antara pencapaian materi, dampak sosial, dan pencapaian keluarga.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang terlalu tertumpu pada kekayaan material cenderung melupakan nilai-nilai kemanusiaan. Ketidakpedulian terhadap orang tua dapat dijelaskan dengan teori alienasi sosial. Manusia yang hidup dalam kehidupan materialistis menjadi terasing dari nilai-nilai keluarga, dan nilai moral, melupakan bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga adalah bagian dari kekayaan sejati. Kondisi ini merugikan bukan hanya individu itu sendiri, tetapi juga keluarga. Dampak yang diterima dalam hak ini juga sampai pada lingkungan masyarakat, di mana Ketika seseorang bertindak tidak baik atau bisa dikatakan durhaka dengan orangtua, maka menimbulkan opini buruk di lingkungan sekitar tempat tinggal bahkan sampai pekerjaan.

Perbaikan budaya memerlukan tindakan konkret. Pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kekeluargaan dan kepedulian terhadap orang tua harus ditingkatkan. Paradigma kesuksesan materi harus diubah menjadi kombinasi kesuksesan keuangan dan hubungan keluarga yang baik. Ketika seseorang memiliki hubungan yang baik dengan keluarga maka pastinya memiliki hubungan baik pula dengan masyarakat, bisa dikatakan pendidikan dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Selain itu, efek individualisme yang merajalela di masyarakat modern harus dipertimbangkan. Orang-orang mungkin terjerumus ke dalam individualisme ekstrem, mengabaikan pentingnya dukungan keluarga dalam menghadapi tantangan hidup, karena pemikiran bahwa keberhasilan seseorang diukur dari pencapaian pribadi dan kekayaan mereka sendiri dapat mengganggu nilai-nilai sosial dan solidaritas keluarga. Banyak pribadi yang melupakan jasa dari keluarga terutama orangtua, asumsi Ketika orang tersebut sudah mencapai titik tertinggi maka merasa hebat dan tidak memperdulikan atau memerlukan bantuan pihak lain termasuk keluarga, mereka lupa bahwasanya peran keluarga adalah poin penting dan utama.

Membutuhkan pendekatan holistik untuk mengatasi masalah yang muncul sebagai akibat dari penekanan berlebihan pada materi dan kekayaan. Pendidikan tidak hanya harus meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga harus mengajarkan siswa bagaimana berinteraksi dengan orang lain, memahami orang lain, dan menemukan keseimbangan dalam hidup mereka. Langkah pertama yang sangat penting adalah memperbaiki hubungan dengan keluarga, terutama orang tua. Keluarga dengan hubungan yang harmonis tidak hanya memberikan dukungan emosional tetapi juga membangun dasar untuk pertumbuhan individu. Saat seseorang dapat memperbaiki hubungannya dengan keluarganya, mereka dapat merasakan makna di dunia nyata, karena banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk merasakan kasih sayang keluarga. Kita dapat membentuk masyarakat yang menghargai keseimbangan antara keberhasilan material dan kesejahteraan sosial dan keluarga dengan memasukkan pendidikan yang menyeluruh dan memperbaiki hubungan keluarga.

Agama dan spiritualitas juga dapat menjadi landasan yang kuat untuk mengatasi masalah ini. Banyak agama mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan pentingnya membantu sesama, yang dapat membantu membangun masyarakat yang seimbang antara kekayaan material dan kebahagiaan keluarga. Agama menjadi poin penting untuk memperbaiki kaidah dan akhlak seorang individu, ketika individu tersebut sudah mengetahui bahwa keluarga adalah rezeki yang tidak dapat diuangkan atau menjadi material, maka individu tersebut tidak akan melakukan kesalahan yang bisa dikatakan nista atau durhaka dengan orangtua atau pihak keluarga lainnya. Lalu bisa juga melakukan kegiatan dengan berbagi dengan sesama sehingga paham apa itu arti kebahagiaan dan kekayaan yang sesungguhnya.

Solusi holistik dan berkelanjutan sangat penting untuk mengatasi fenomena manusia seperti keinginan untuk menyimpan harta tanpa manfaat dan perilaku nista terhadap orang tua. Masyarakat dapat melakukan perubahan budaya yang lebih baik dengan memahami pengaruh media, mengatasi individualisme yang berlebihan, dan menggabungkan pendidikan, psikologi, dan spiritualitas. Untuk membentuk masyarakat yang harmonis dan berdaya, masyarakat harus memiliki kesadaran kolektif akan nilai-nilai keluarga serta kesuksesan yang seimbang antara kekayaan material dan kebahagiaan keluarga.

Hubungan interpersonal dan nilai keluarga telah terpengaruh secara negatif sebagai akibat dari pergeseran nilai masyarakat menuju prioritas materi. Perubahan budaya yang lebih besar diperlukan, dengan pendidikan nilai-nilai kekeluargaan dan penggantian paradigma kesuksesan. Identifikasi masalah ini menunjukkan hal itu. Untuk mengatasi perilaku mengejar kekayaan kosong, pendekatan holistik, termasuk perubahan perilaku individual, peran agama, dan pendekatan kesejahteraan emosional, sangat penting. Oleh karena itu, kita dapat membangun fondasi yang lebih berkesan melalui upaya kolektif masyarakat. Fondasi ini akan menggabungkan kekayaan material dengan kebajikan dalam hubungan keluarga, yang akan menghasilkan masyarakat yang harmonis dan seimbang.

*seorang mahasiswa

Ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Anemia Ibu Hamil, Tim Kesmas UMS Kembangkan Aplikasi ANECMA

    Cegah Anemia Ibu Hamil, Tim Kesmas UMS Kembangkan Aplikasi ANECMA

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya ibu hamil, tim pengabdian Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memanfaatkan aplikasi ANECMA dalam memberikan edukasi dan menanggulangi terjadinya anemia pada ibu hamil. Kegiatan terselenggara di Aula Puskesmas Sangkrah. Anemia merupakan masalah sering terjadi pada ibu hamil, kurangnya sel darah merah dapat menyebabkan komplikasi […]

  • Lazismu Balikpapan Salurkan Beasiswa Bersinar dan Paket Sembako

    Lazismu Balikpapan Salurkan Beasiswa Bersinar dan Paket Sembako

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 263
    • 1Komentar

    Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Balikpapan menyelenggarakan serah terima beasiswa bersinar dan penyaluran paket sembako pada sabtu (03/09). Program beasiswa bersinar merupakan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang kurang mampu dan kader persyarikatan berprestasi di Ortom Muhammadiyah. Adapun program paket sembako merupakan program santunan sembako bagi yatim, lansia dan dhuafa. Turut […]

  • Ramah Tamah dan Talkshow Alumni Shabran Perkuat Sinergi Lintas Generasi untuk Kesejahteraan Umat dan Bangsa

    Ramah Tamah dan Talkshow Alumni Shabran Perkuat Sinergi Lintas Generasi untuk Kesejahteraan Umat dan Bangsa

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Ramah Tamah dan Talkshow Alumni dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Alumni Lintas Generasi sebagai Upaya Memajukan Kesejahteraan Umat dan Bangsa” pada Sabtu malam (10/01/2026) di halaman Pondok Timur Hajjah Nuriyah Shabran. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan komitmen alumni […]

  • Seminar Kebangsaan PC IMM Tulungagung: Kuatkan Politik dan Ekonomi, Menuju Indonesia yang Berdaulat

    Seminar Kebangsaan PC IMM Tulungagung: Kuatkan Politik dan Ekonomi, Menuju Indonesia yang Berdaulat

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, TULUNGAGUNG – Senin, 17 November 2025 Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  (PC IMM) Tulungagung menyelenggarakan Seminar Kebangsaan pada Senin, 17 November 2025 di Lotu’s Garden Tulungagung. Acara ini merupakan kelanjutan dari seremonial Pelantikan PC IMM Tulungagung periode 2025–2026 yang diadakan pada Jum’at, 7 November 2025 di Aula Praja Mukti PEMDA Tulungagung. Bertemakan “Penguatan Politik […]

  • SUMU Sidoarjo Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Kopdar Bertema “Big Deal, Big Opportunity”

    SUMU Sidoarjo Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Kopdar Bertema “Big Deal, Big Opportunity”

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIDOARJO – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Sidoarjo kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui penyelenggaraan Kopdar SUMU Sidoarjo bertajuk “Big Deal, Big Opportunity”. Kegiatan yang berlangsung pukul Sabtu (1/8/26) ini mempertemukan para pelaku usaha, UMKM, profesional, serta komunitas bisnis dari berbagai sektor untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih […]

  • Berikan Arahan Strategis, Rektor UMS Dorong Penguatan SDM dan Kelembagaan

    Berikan Arahan Strategis, Rektor UMS Dorong Penguatan SDM dan Kelembagaan

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan pada Senin (29/12) di Ruang Seminar Dr.H. Syamsudin Lt 8 Gedung Ahmad Syafii Maarif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS sebagai agenda evaluasi akhir tahun sekaligus perumusan strategi pengendalian dan pengembangan institusi ke depan. Rapat dipimpin langsung oleh Rektor […]

expand_less