Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menyemai Semangat Literasi di Hari Buku Nasional

Menyemai Semangat Literasi di Hari Buku Nasional

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Di tengah era serba digital, Impian Nopitasari, Dosen Tidak Tetap (DTT) Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), terus menyalakan semangat literasi melalui tulisan dan karya. Tak hanya mengajar di kelas, ia juga produktif menulis dan telah menerbitkan lima buku, yakni Kembang Pasren, Si Jlitheng, Payung Biru Jeta, Simbar Menjangan, dan Hidup di Zaman Konten.

Perempuan yang juga dikenal sebagai penulis ini menyampaikan bahwa Hari Buku Nasional menjadi momen penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa literasi masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa. “Sebenarnya banyak orang suka membaca, hanya saja akses terhadap buku masih menjadi kendala. Terlebih di daerah-daerah, ongkos distribusi buku itu mahal sekali,” ujarnya, Sabtu (17/5).

Menurut Impian, rendahnya angka literasi bukan semata-mata karena minat baca yang rendah. Ia menilai data statistik yang menempatkan Indonesia pada posisi bawah sering kali tidak mencerminkan kondisi lapangan secara utuh.

“Kalau pakai ukuran ranking, ya kita pasti kalah. Tapi faktanya, banyak kok yang ingin membaca. Hanya saja buku itu mahal. Orang-orang lebih memilih beli beras daripada buku,” tutur dosen yang memiliki perhatian besar terhadap literasi mahasiswa ini.

Sebagai akademisi, Impian melihat tantangan besar dalam menumbuhkan budaya baca di era digital, khususnya di kalangan generasi muda.

“Mahasiswa sekarang lebih suka nonton video pendek. Untuk menyuruh mereka baca artikel panjang saja susah, apalagi buku. Ini menjadi tantangan besar, apalagi dengan hadirnya teknologi seperti ChatGPT yang kadang disalahgunakan,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa generasi sekarang tumbuh tanpa mengalami masa transisi dari analog ke digital, sehingga paparan informasi instan dan cepat menjadi makanan sehari-hari.

“Zaman saya dan generasi X masih sempat merasakan transisi. Tapi generasi Alpha dan Z sekarang, sejak bayi sudah dicekeli HP. Itu membuat kemampuan analisis mereka tidak terasah karena informasi langsung ditelan mentah-mentah,” kata dia.

Sebagai bentuk kontribusi kecil, ia kini mulai menginisiasi diskusi rutin bersama beberapa mahasiswa yang tertarik membaca. “Mereka sering main ke rumah, dan saya punya banyak buku. Rencana diskusi pertama akan membedah buku saya dulu, untuk menarik minat awal.”

Ia berharap ke depan UMS bisa menjadi kampus yang lebih literatif. “Saya bermimpi UMS punya budaya diskusi rutin. Mahasiswa cinta buku, dan tidak malu untuk membaca. Karena dari membaca, cara berpikir, cara menulis, bahkan cara berbicara mereka akan terbentuk lebih dalam.”

Menurutnya, buku bukan hanya alat untuk memperluas pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter. Cara orang berpikir akan sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka baca. Terlebih buku-buku sastra itu bisa melembutkan hati dan mengasah empati.

Ia mencontohkan bahwa mahasiswa teknik yang terbiasa dengan logika dan perhitungan, jika juga membaca sastra, maka kemampuannya dalam menyampaikan ide akan lebih kuat dan menarik.

“Buku juga membuka wawasan. Kita bisa memahami dunia lain tanpa harus ke sana. Dari sastra Latin, Jepang, India, kita tahu bagaimana sejarah dan budaya mereka. Itu yang membuat pembaca buku sejati biasanya lebih rendah hati karena makin sadar bahwa banyak hal yang belum ia ketahui,” tambahnya.

Impian telah melahirkan lima buku yang masing-masing memiliki cerita dan perjuangannya sendiri. Dalam wawancara terbarunya, Impian mengungkapkan bahwa proses menjadi penulis tidak bisa dilepaskan dari budaya membaca yang ia tekuni sejak usia dini.

“Saya bisa membaca sejak umur tiga tahun, dan sejak kecil sudah terbiasa membaca buku dari perpustakaan SD tempat ayahku mengajar,” ujarnya.
Impian menekankan bahwa kemampuan menulis bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, melainkan hasil dari pembiasaan membaca dalam jangka panjang.

Menurutnya, banyak orang ingin menjadi penulis, namun enggan membaca. “Kalau nggak ada yang masuk, ya nggak bisa keluar. Seperti tubuh kita, hanya bisa membuang kalau ada yang dimakan. Sama dengan tulisan,” ucapnya memberi analogi.

Impian juga menyatakan bahwa dirinya bukan produk dari kelas-kelas menulis, melainkan murni hasil dari kegemaran membaca dan berlatih menulis sejak kecil. Ia mulai mempublikasikan karya di media nasional saat masih SMA, tepatnya sekitar tahun 2006–2007.

Tentang buku-bukunya, Impian menyebut bahwa setiap karyanya memiliki karakter dan nilai emosional yang unik. Buku pertamanya, Kembang Pasren, adalah kumpulan cerpen berbahasa Jawa yang pernah dimuat di berbagai media seperti Solopos, Penyebar Semangat, (Jaya Baya), dan Djaka Lodang. Meskipun ia mengakui masih “cupu” dalam pengemasan, buku ini menjadi tonggak awalnya di dunia penulisan. (ada tambahan Jaya Baya dan revisi nama Djaka Lodang).

Namun dari kelima bukunya, Si Jlitheng menjadi yang paling berkesan. Buku dongeng anak berbahasa Jawa ini ia tulis dan kolaborasikan dengan ilustrator ternama Na’imatur Rofiqoh (Nai Rinaket). Terbit pada masa pandemi, buku ini justru mendapat sambutan luas.

“Niatnya cuma untuk hore-hore, tapi ternyata meledak di pasaran. Banyak guru dan orang tua yang beli, bahkan sampai dibedah di berbagai forum dan dibaca oleh KH. Mustofa Bisri (Gus Mus),” kenangnya.

Tak hanya itu, Si Jlitheng sempat mewakili Indonesia dalam pameran ilustrasi internasional di Bratislava, Eropa Timur (Slovakia), dan menjadi buku yang menghubungkan dunia anak-anak dengan budaya lokal Jawa.

Impian menutup pernyataannya dengan satu keyakinan kuat: “Saya percaya, orang yang dari kecil sudah suka membaca, jika dilanjutkan dan dilatih, pasti bisa menulis. Tinggal mau memulai atau tidak,” tegasnya.

Buku-buku Impian tidak hanya menyuarakan kreativitas, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya dan bahasa ibu yang jarang disentuh penulis generasi muda. Kini, meski ia masih aktif di Solo, karya-karyanya telah melanglang buana hingga ke Paris (Leiden) dan Bratislava membuktikan bahwa tulisan yang baik tak mengenal batas geografi. (Fika/Humas)

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BAZNAS RI Dukung Pembinaan Mualaf LDK Muhammadiyah di Kulon Progo

    BAZNAS RI Dukung Pembinaan Mualaf LDK Muhammadiyah di Kulon Progo

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kulon Progo – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah kembali menguatkan komitmennya dalam pendampingan mualaf melalui kegiatan pembinaan rutin yang dilaksanakan di wilayah Kulon Progo. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BAZNAS RI melalui Program Kemitraan Dakwah untuk Mualaf. Pembinaan mualaf tersebut dilaksanakan secara rutin sepekan sekali, dengan pelaksanaan perdana terdokumentasi pada pekan pertama […]

  • Hukum Kewajiban Suami Memberi Nafkah kepada Istri

    Hukum Kewajiban Suami Memberi Nafkah kepada Istri

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 147
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Tarjih Online dengan menghadirkan Yayuli, S.Ag., M.P.I., Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS. Kajian tarjih kali ini secara spesifik membahas permasalahan berkenaan dengan hubungan suami-istri dalam perihal kebutuhan ekonomi. Pembahasan Kajian Tarjih kali ini berangkat dari permasalahan yang diajukan salah satu anggota Muhammadiyah kepada Majelis Tarjih […]

  • BikersMu Chapter Wonosobo Jateng Gelar Touring Silaturahmi dan Tadabbur Alam di Gunung Lanang, Salurkan 66 Mushaf Al-Qur’an

    BikersMu Chapter Wonosobo Jateng Gelar Touring Silaturahmi dan Tadabbur Alam di Gunung Lanang, Salurkan 66 Mushaf Al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, WONOSOBO — Dalam semangat ukhuwah dan dakwah, Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Wonosobo menggelar kegiatan Touring Silaturahmi ke PCM Kalibawang yang berlokasi di Desa Mergolangu, Kecamatan Kaliwiro, sekaligus mengadakan Tadabbur Alam di obyek wisata Gunung Lanang, Ahad (14/09/25). Kegiatan touring ini menjadi ajang silaturahmi, dakwah, dan kepedulian sosial dengan menyalurkan 66 mushaf Al-Qur’an, 69 buku […]

  • Inovasi GEASY Karya Mahasiswa UMS Raih Gold Medal IPITEx 2026 Thailand

    Inovasi GEASY Karya Mahasiswa UMS Raih Gold Medal IPITEx 2026 Thailand

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Inovasi digital berbasis kecerdasan buatan bertajuk GEASY: AI Smart Sustainable Nutrition 4-in-1 Ecosystem for Healthier Future menjadi sorotan dalam ajang internasional Intellectual Property Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 di Thailand. Inovasi ini dirancang sebagai solusi terpadu untuk pencegahan penyakit tidak menular melalui pendekatan nutrisi cerdas yang mudah diakses masyarakat. GEASY […]

  • Inovasi Mahasiswa UMS Diakui Dunia, 5 Tim Berprestasi di IPITEX Thailand 2026

    Inovasi Mahasiswa UMS Diakui Dunia, 5 Tim Berprestasi di IPITEX Thailand 2026

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 108
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional. Sebanyak lima tim UMS berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) Thailand 2026 yang berlangsung pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC). Ajang bergengsi […]

  • Kajian Rutin 14an Aisyiyah Nguter: Dukungan Bupati Sukoharjo untuk Pendirian Panti Lansia dan Semangat Kemandirian Ekonomi

    Kajian Rutin 14an Aisyiyah Nguter: Dukungan Bupati Sukoharjo untuk Pendirian Panti Lansia dan Semangat Kemandirian Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 227
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Kajian rutin 14an yang diadakan setiap tanggal 14 setiap bulannya kembali digelar di Gedung Setya Jaya, Gatak Rejo, Nguter. Acara ini dihadiri lebih dari 1.000 jamaah, terutama ibu-ibu Aisyiyah dari berbagai ranting di Kecamatan Nguter. (14/10/2024) Acara diawali dengan sambutan Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Nguter, Ibu Hj. Samsiti, yang menyampaikan […]

expand_less