Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Bullying Bukan Bakat, Tapi Perilaku yang Dipelajari: Sebuah Tinjauan Behavioristik

Bullying Bukan Bakat, Tapi Perilaku yang Dipelajari: Sebuah Tinjauan Behavioristik

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Annisa Nur Rohmah, Mahasiswa Aktif Magister Sains Psikologi UMS

Di balik senyum anak yang terlihat datar, sering kali menyembunyikan luka yang mendalam akibat terjadinya bullying. Hal tersebut memang tidak selalu terlihat secara fisik namun meninggalkan luka yang tidak dapat terlihat oleh kasat mata pula, meskipun hal ini dapat lebih menghancurkan psikologis anak melalui mental dan emosional. Karakteristik penting dari bullying merupakan adanya kesenjangan posisi dan kekuasan (power) antara korban dan pelaku bullying. Hal ini yang membedakan perilaku bullying dari perselisihan yang biasa, serta bullying dapat bersifat sosial, psikologis, verbal maupun fisik.

Fenomena ini masih terus menerus terjadi di berbagai generasi, yang meliputi generasi z hingga gerenasi alpha. Perilaku bullying sangat memberikan dampak yang negatif terhadap kesejahteraan psikologis diri. dalam beberapa hari yang lalu, banyak kasus menunjukkan bahwa bullying tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial dan proses akademik anak namun memiliki konsekuensi yang serius terhadap kesehatan mental mereka. Bullying dapat muncul dari suatu perilaku yang ditiru, kemudian disimpan dalam pikiran, serta dipicu oleh emosi sehingga menjadi suatu pembalasan. Dengan adanya hal tersebut maka menunjukkan bahwa bullying dapat disebabkan oleh pengalaman psikologis, sosial, serta emosional yang terserap tetapi belum terselesaikan.

Bullying yang paling umum terjadi saat ini adalah secara verbal. Namun bullying verbal sering diremehkan, padahal dampaknya sangat signifikan terhadap kesejahteraan individu mereka. Banyak orang yang mengganggap bahwa ketika tidak ada luka fisik maka belum dianggap serius atau tidak berbahaya. Bullying secara verbal dapat berupa dengan kata-kata, tidak sedikit pula kata-kata tersebut yang meninggalkan luka secara mendalam dan memiliki memori jangka panjang terhadap psikologis anak. Tindakan perilaku bullying ini dilakukan baik secara sadar dan disengaja. Perlu diketahui bahwa dalam hal ini pelaku sering memiliki motivasi tertentu dalam melakukan hal tersebut. Salah satu faktor terjadinya bullying selain faktor sosial yakni adanya faktor individu pula.

Terkadang memang anak-anak yang memiliki kurangnya rasa empati terhadap orang lain akan menyebabkan individu tersebut memiliki perasaan tertutup, serta ketidakmampuan individu dalam melawan guna pembelaan diri akan memicu adanya rasa dendam yang berpotensi terjadinya pembullyan. Di sisi lain, individu yang pernah menjadi korban bullying maka akan rentan pula menjadi pelaku billying. Hal tersebut sering terjadi di lingkungan pendidikan maupun lingkungan sosialnya.

Lingkungan pendidikan memang memiliki peran krusial dalam kasus bullying. Namun tidak hanya lingkungan pendidikan yang memiliki dampak terhadap perilaku bullying. Faktor-faktor di luar lingkungan pendidikan juga turut berperan, yang meliputi adanya perbedaan budaya, sosial, kepribadian antara diri pribadi nya dengan orang lain, lingkungan keluarga hingga pola asuh.  Hal ini lah yang menjadi tantangan serius dalam psikologi terkait merancang intervensi yang efektif. Karena dampaknya yang sangat mendalam terhadap kesejahteraan mental anak.

Merujuk pada aliran psikologi yang mempelajari perilaku manusia yakni teori behavioristik. Pada teori tersebut menyatakan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan atau pengaruh eksternal. Dalam kerangka behavioristik bullying dilihat sebagai hasil dari proses pembelajaran dimana perilaku diperkuat oleh respon lingkungan. Respon tersebut dapat memiliki dampak yang negatif yakni berhasilnya menghindari tekanan sosial namun juga dapat memberikan dampak yang positif seperti hal nya dukungan dari teman sebaya.

Dalam hal ini pendekatan behaviorisme dapat menjadi menjadi dasar intervensi dalam mengubah konsekuensi terhadap perilaku bullying. Perlu kita ketahui pula, bahwa pendekatan ini ketika diterapkan secara interdisipliner maka akan dapat memberikan solusi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari bullying.

Sependapat dengan pemikiran teori behavioristik yang menekankan bahwa perilaku bullying terbentuk dan dipertahankan melalui proses penguatan dan hukuman dari lingkungan. Maka solusi terhadap perilaku bullying dapat dilakukan dengan literasi dan edukasi hukum untuk menyadarkan anak stop melakukan tindakan bullying.

Dengan demikian, beberapa hal perlu diterapkan dalam rangka mewujdkan lingkungan yang sehat dan bebas bullying dengan menggunakan pendekatan behavioristik. Pertama, melakukan pendekatan behavioristik dengan teknik diskusi. Hal tersebut melalui penyampaian materi terkait bahaya bullying terhadap kesejahteraan mental korban dan juga pelaku yang dapat mengakibatkan konsekuensi hukum.

Kedua, menerapkan teknik behavior modification dengan melakukan konseling behavior. Hal ini guna merubah perilaku individu yang tidak diinginkan menjadi perilaku yang lebih baik dengan prinsip belajar yang meliputi penguatan positif, hukuman dan juga belajar dengan meniru perilaku orang lain yang baik.

Ketiga, membangun lingkungan yang inklusif dan mendorong perilaku positif. Dengan adanya lingkungan yang inklusif akan menciptakan suasana yang positif seperti menghargai satu sama lain dan juga saling bekerja sama.

Nah, dari berbagai solusi diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan teori behavioristik maka lingkungan pendidikan dan lingkungan sosial akan mendorong perilaku yang positif dan menghilangkan perilaku bullying.

Bullying merupakan perilaku yang dipelajari dan didukung oleh lingkungan sekitar. Dengan demikian bullying dapat dicegah dan diubah, hal tersebut dapat dilakukan dengan korban yang memiliki keberanian untuk berbicara, pelaku menyadari konsekuensi dari tindakannya, serta saksi memiliki keberanian dalam memperingatkan pelaku bahwa perilaku yang dilakukan tersebut salah. Namun bullying juga merupakan kebiasaan yang tidak disadari. Seperti hal nya peraturan yang memiliki kelonggaran, individu yang memberikan kebebasan dalam suatu tindakan, dan juga pengawasan yang kurang memadai.

Dengan membangun lingkungan yang mendorong keberanian dalam bersuara, maka dapat menghilangkan perilaku bullying dan meningkatkan budaya saling menghargai dengan orang lain. Demikian adanya tulisan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kita semua tentang bahaya bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat agar dapat memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan mental dan emosional kita.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Sensitivitas Insulin, Permen Yogurt Karya Mahasiswa UMS Raih Medali Emas di Ajang WICE 2025

    Tingkatkan Sensitivitas Insulin, Permen Yogurt Karya Mahasiswa UMS Raih Medali Emas di Ajang WICE 2025

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih medali emas melalui inovasi dan kreativitas mahasiswa dari Tim Baharat, pada kompetisi World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Kompetisi berlangsung pada 21-25 September 2025 di SEGi University, Kuala Lumpur, Malaysia. World Invention Competition and Exhibition (WICE) […]

  • Syawalan & Silaturahmi Kader Angkatan Muda Muhammadiyah Kulon Progo : Sinergi Pererat Ukhuwah, Teguhkan Peran dalam Dakwah Pencerahan

    Syawalan & Silaturahmi Kader Angkatan Muda Muhammadiyah Kulon Progo : Sinergi Pererat Ukhuwah, Teguhkan Peran dalam Dakwah Pencerahan

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kulon Progo – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kulon Progo sukses menyelenggarakan “Syawalan dan Silaturahmi Kader AMM” di Rest Area Kembang Tebu, Girimulyo (27/4). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini mengambil tema “Mempererat Ukhuwah, Meneguhkan Peran AMM dalam Dakwah Pencerahan” dan dihadiri ratusan kader lintas organisasi otonom Muhammadiyah di wilayah Kulon […]

  • Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Layanan Fisioterapi Digital, Boyong Silver Medal di Ajang IID 2025

    Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Layanan Fisioterapi Digital, Boyong Silver Medal di Ajang IID 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kebutuhan layanan fisioterapi di Indonesia semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemulihan dan perawatan fisik. Namun, akses terhadap layanan ini masih terbatas, terutama di wilayah pedesaan. Melihat fenomena tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas inovasi aplikasi fisioterapi digital bernama Physio Connect : Sm art and Intelligent of Self […]

  • Webinar Diplomacy Day I: PPNA Pertajam Aksi untuk Perempuan dan Anak

    Webinar Diplomacy Day I: PPNA Pertajam Aksi untuk Perempuan dan Anak

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 166
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) melalui Departemen Kerjasama dan Kehumasan gelar Webinar Diplomacy Day I bertajuk Membingkai Narasi Mempertajam Aksi pada 27 Oktober lalu. Dalam acara yang diikuti oleh ratusan kader NA se-Indonesia tersebut, Ariati Dina Puspitasari Ketua Umum PPNA menerangkan bahwa webinar ini bertujuan untuk memperkuat posisi NA dalam analisis kritis isu-isu perempuan […]

  • DRUMBAND GITA SURYA NADA SMA MUHIPO SUKSES IRINGI UPACARA HARI GURU NASIONAL

    DRUMBAND GITA SURYA NADA SMA MUHIPO SUKSES IRINGI UPACARA HARI GURU NASIONAL

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 245
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Tim drumband Gita Surya Nada SMA Muhipo ikut andil dalam kemeriahan upacara Hari Guru Nasional yang diadakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo di SMA Muhipo (25/11). Penampilan apik peserta didik dalam balutan seragam khas serta kepiawan tim dalam memainkan drum bertalu-talu dan mengatur irama yang ditampilkan Drumband Gita Surya Nada […]

  • Raih Akreditasi Baik Sekali, Magister Manajemen UMKT Gelar Acara Tasyakuran

    Raih Akreditasi Baik Sekali, Magister Manajemen UMKT Gelar Acara Tasyakuran

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 409
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur menggelar acara tasyakuran atas hasil akreditasi baik sekali di Pantai Manggar Segarasari, Kota Balikpapan (19/11). Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Prodi, Dr. Fenty Fauziah, Para Dosen, diantaranya; Prof. Anis Rachma Utary, Dr. H. Fitriansyah dan Dr. Muhammad Risal. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri […]

expand_less