Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Green Youth Quake: Pemuda NU dan Muhammadiyah Bergerak Lawan Krisis Iklim

Green Youth Quake: Pemuda NU dan Muhammadiyah Bergerak Lawan Krisis Iklim

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, BOGOR — Krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan. Ia sudah menjadi kenyataan yang dirasakan di banyak sudut dunia, termasuk Indonesia. Cuaca ekstrem, gagal panen, banjir rob, polusi udara, dan penyakit tropis yang meningkat adalah bagian dari dampaknya. Namun, kesadaran publik, khususnya kalangan muda, masih belum memadai.

Menjawab tantangan itu, Greenfaith Indonesia, Enter Nusantara, dan Pesantren Ekologi Misykat al Anwar menyelenggarakan pelatihan Green Youth Quake pada 25–29 Juli 2025 di Dramaga, Kabupaten Bogor. Pelatihan ini ditujukan bagi pemuda-pemudi berusia 18–35 tahun, terutama yang memiliki latar belakang pesantren, aktif di organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah, serta memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Diikuti 30 peserta dari 8 provinsi, kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman yang kokoh mengenai hubungan antara iman, lingkungan, dan keadilan iklim.

“Krisis iklim harus dilihat bukan hanya sebagai masalah teknis, tetapi juga sebagai persoalan moral dan spiritual,” kata Hening Parlan, Koordinator Greenfaith Indonesia yang juga menjadi fasilitator utama pelatihan.

Energi Fosil dan Agama dalam Pusaran Krisis Iklim

Berbagai laporan ilmiah, termasuk dari IPCC, menunjukkan bahwa krisis iklim bergerak semakin cepat. Permukaan laut naik dalam kecepatan yang belum pernah terjadi selama 3.000 tahun terakhir. Gunung es mencair, pulau-pulau kecil terancam tenggelam, dan suhu global terus meningkat.

Kontributor utamanya adalah penggunaan energi fosil seperti batubara dan minyak bumi. Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah PLTU batubara terbanyak di dunia. Data endcoal.org mencatat 171 PLTU batubara beroperasi di Indonesia hingga 2020, menyumbang puluhan juta ton CO₂ ke atmosfer setiap tahunnya.

Ironisnya, di tengah komitmen global untuk mengurangi emisi karbon, pemerintah Indonesia justru membuka ruang partisipasi ormas keagamaan dan perguruan tinggi dalam pengelolaan tambang batubara. Ini menjadi sorotan penting dalam pelatihan Green Youth Quake.

“Kita perlu memberi otokritik pada kecenderungan beragama yang kehilangan kepekaan ekologis,” ujar Roy Murtadho, pengasuh Pesantren Ekologi Misykat al Anwar. “Agama tidak boleh absen dalam menyuarakan keadilan lingkungan,” lanjutnya.

Dari Dakwah ke Aksi: Peran Strategis Generasi Muda

Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritik. Peserta juga diajak menyusun strategi kampanye, mengasah kemampuan menulis, serta memahami metode dakwah lingkungan berbasis keislaman. Materi disampaikan oleh berbagai narasumber lintas organisasi dan latar belakang, seperti Iqbal Damanik (Greenpeace Indonesia), Siti Barokah, Parid Ridwanuddin, Taufik Murtadho, dan Melky Nahar (JATAM).

Menurut laporan UNICEF The Climate Crisis is a Child Rights Crisis, Indonesia masuk dalam daftar negara berisiko tinggi terhadap dampak krisis iklim. Anak-anak Indonesia terpapar risiko penyakit tular vektor, polusi udara, gelombang panas, dan akses terbatas ke layanan esensial. Jika generasi muda tidak dibekali sejak dini, maka mereka akan menjadi korban yang tak berdaya dalam gelombang perubahan iklim yang terus membesar.

Merawat Bumi, Menjaga Iman

Pelatihan Green Youth Quake menjadi langkah awal membentuk jaringan aktivis muda Islam yang memahami bahwa menjaga bumi adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan. Dengan pemahaman yang kuat dan kemampuan komunikasi yang baik, mereka diharapkan menjadi penyambung suara bumi dari mimbar masjid hingga kanal media sosial.

“Krisis iklim adalah persoalan lintas iman dan generasi. Kita perlu menyiapkan agen perubahan yang memahami relasi antara iman, ilmu, dan aksi,” tegas Syahrul Ramadhan dari Greenfaith Indonesia.

Ke depan, pelatihan semacam ini diharapkan menjadi model pembelajaran ekoteologi yang kontekstual, relevan, dan berdampak. Sebab menyelamatkan lingkungan tidak cukup hanya dengan ilmu pengetahuan. Ia juga butuh keyakinan, komitmen moral, dan keberanian untuk mengambil sikap.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluncuran Buku Spiritual Changemakers: Lentera Perubahan dari Keberagaman untuk Bumi dan Kemanusiaan

    Peluncuran Buku Spiritual Changemakers: Lentera Perubahan dari Keberagaman untuk Bumi dan Kemanusiaan

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Ashoka Indonesia bersama Eco Bhinneka Muhammadiyah dan GreenFaith Indonesia meluncurkan buku Spiritual Changemakers: Lentera Perubahan dari Keberagaman untuk Bumi dan Kemanusiaan di Jakarta, Kamis (11/9). Buku ini merekam perjalanan kolaboratif lintas iman dalam merawat bumi, memperkuat empati, serta memperjuangkan keadilan sosial-ekologi. Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, dalam kata […]

  • Zendo Serang-Cilegon Resmi Diluncurkan, Siap Jadi Tonggak Ekonomi Lokal

    Zendo Serang-Cilegon Resmi Diluncurkan, Siap Jadi Tonggak Ekonomi Lokal

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SERANG – Zendo Kota Serang-Cilegon, sebuah layanan on-demand berbasis ojek resmi diluncurkan di Kota Serang. Peresmian Zendo Serang-Cilegon dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia di Kompleks Griya Gemilang Sakti Caracas pada Sabtu (12/7/25). Dalam sambutannya, Nur Agis Aulia menyampaikan bahwa kehadiran Zendo menjadi salah satu kabar gembira untuk masyarakat Kota Serang. […]

  • BikersMu Raih Anugerah Insan Dakwah untuk Negeri 2026 di Rakornas II LDK PP Muhammadiyah

    BikersMu Raih Anugerah Insan Dakwah untuk Negeri 2026 di Rakornas II LDK PP Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. SEMARANG – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2026 menjadi momentum penting penguatan dakwah berbasis komunitas. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, LDK PP Muhammadiyah menganugerahkan Insan Dakwah untuk Negeri 2026 kepada sejumlah tokoh dan komunitas inspiratif yang dinilai konsisten menghadirkan dakwah yang membumi dan berdampak nyata. Salah satu […]

  • Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

    Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kepulauan Mentawai dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang tidak ringan. Akses transportasi terbatas, jarak antarpulau berjauhan, jaringan komunikasi belum merata, serta kondisi umat Islam sebagai minoritas menjadi realitas sehari-hari. Dalam situasi seperti inilah Muhammadiyah dituntut untuk tidak sekadar hadir sebagai organisasi, tetapi benar-benar hidup dan berperan bagi umat. Tantangan itulah yang kini dihadapi […]

  • UMS Lahirkan Doktor Baru, Gagas Media IPAS Hybrid Profetik untuk Asah Daya Kritis Anak SD

    UMS Lahirkan Doktor Baru, Gagas Media IPAS Hybrid Profetik untuk Asah Daya Kritis Anak SD

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Program Doktor, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melahirkan Doktor baru. Promovenda Naumi Fahma, M.Pd., resmi menyandang gelar Doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Promosi Doktor dengan disertasi berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran IPAS Hybrid Berbasis Profetik untuk Menumbuhkembangkan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar”. […]

  • MathEdu UMS Gandeng Akademisi Brunei Bahas Inovasi Asesmen Matematika Berbasis Teknologi

    MathEdu UMS Gandeng Akademisi Brunei Bahas Inovasi Asesmen Matematika Berbasis Teknologi

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta (MathEdu UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak pendidik masa depan yang adaptif dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program internasional bertajuk Mathematics Learning Assessment yang menghadirkan akademisi dari University of Brunei Darussalam dalam rangkaian kegiatan Visiting Lecturer. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui […]

expand_less