Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Kenapa Anak Pimpinan Muhammadiyah, Banyak yang Tidak Menjadi Kader?

Kenapa Anak Pimpinan Muhammadiyah, Banyak yang Tidak Menjadi Kader?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
  • visibility 1.015
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Faishal Hazza

Potensi dan Bakat

Dalam suatu forum tentang mapping diri, aku dapat insight menarik soal potensi dan bakat bagi seorang manusia. Dua hal ini adalah faktor pembentuk seorang manusia dalam menemukan kapasitas dirinya. Potensi adalah peluang seorang manusia untuk mencapai suatu kepandaian. Sebagai contoh, Lionel Messi adalah pemain sepak bola kelas dunia, maka anak dari Messi berpotensi untuk menjadi pemain sepak bola kelas dunia pula. Meskipun potensi menujukkan adanya peluang, hal ini tak menjamin seorang manusia dapat mencapainya.

Sebut saja contohnya founding fathers Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, apakah anaknya ada yang meneruskan beliau jadi Ketua Umum PP Muhammadiyah? Sependek pengetahuan saya tidak ada. Justru yang melanjutkan posisi Muhammadiyah 01 itu adalah saudara dan murid dari KH Ahmad Dahlan sendiri. Padahal jika dipikir, anak-anak KH Ahmad Dahlan memiliki potensi besar untuk melanjutkan kepemimpinannya di Muhammadiyah. Perlu kita pahami bahwa potensi yang dimiliki seorang manusia itu bukanlah suatu jaminan, terlebih jika seorang manusia itu tak memiliki bakat yang sesuai dengan potensinya.

Berbanding terbalik dengan potensi, bakat adalah kepandaian seorang manusia yang sudah melekat sejak lahir. Menurut Prof. Dr. Sukarni Catur, bakat adalah kepandaian bawaan dari seorang manusia yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi keahlian. Jika potensi adalah peluang, maka bakat adalah penyempurna dari peluang itu sendiri. Bila kita kembali pada konteks tidak adanya sosok Ketua Umum PP Muhammadiyah dari anak-anak KH Ahmad Dahlan, maka hal ini mungkin akan menjawab kritik dari sebagian kader ortom Muhammadiyah.

“Kenapa Anak Pimpinan Muhammadiyah, Banyak yang Tidak Menjadi kader?”

Kritik ini mungkin tak salah, karena memang realitanya seperti itu hari ini. Banyak pimpinan Muhammadiyah yang anaknya justru tidak menjadi kader penerus, padahal sebagian besar dari mereka adalah jebolan dari sekolah Muhammadiyah yang unggul. Hari ini kader ortom Muhammadiyah memang didominasi oleh mereka yang secara biologis tidak lahir dari orang tua pimpinan Muhammadiyah. Apakah hal ini adalah masalah? Tentu saja tidak. Kembali ke topik, bagi mereka yang mengeluhkan soal minimnya kader dari anak pimpinan Muhammadiyah, kenapa kritik ini bisa ada?

Mereka beranggapan bahwa anak dari pimpinan Muhammadiyah memiliki banyak privellege dalam ber-Muhammadiyah, yang apabila dimaksimalkan akan sangat membantu kinerja organisasi dalam banyak lini. Sehingga kritik ini bisa dikatakan ada sebagai bentuk “kegregetan” atas mubazirnya potensi anak seorang pimpinan Muhammadiyah. Namun, apakah bagi mereka kader yang bukan anak pimpinan Muhammadiyah tidak bisa berkesempatan demikian? Tentu saja sama-sama bisa. Namun secara potensi yang berbeda.

Hal ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa menjadi kader Muhammadiyah itu tidak bisa asal-asalan, tapi juga menghendaki adanya kapasitas pada diri seseorang. Memang pada faktanya, potensi dan bakat dalam diri seseorang lah yang akan menentukan kapasitas dirinya. Faktanya, banyak anak pimpinan Muhammadiyah yang secara potensi diunggulkan dan dielu-elukan untuk jadi kader penerus, namun ternyata tak memiliki bakat atas potensi itu. Karena tak berbakat, sebagian dari mereka biasanya memilih untuk jadi simpatisan saja. Namun di sisi lain, mereka yang terlahir bukan dari anak seorang pimpinan Muhammadiyah, faktanya justru lebih banyak yang berbakat menjadi kader penerus.

Dua fakta memiliki satu kesamaan jika dilihat dari perspektif psikologi, yaitu sama-sama tentang seorang yang memilih jalan hidupnya. Hal ini sejalan dengan konsep Self-Determination Theory atau teori penentuan nasib sendiri yang dikemukakan oleh Edward Deci dan Richard Ryan. Teori ini menjelaskan bahwa siapapun berhak memilih jalan hidupnya tanpa tendesi dari orang lain.

Dalam konteks ini, anak seorang pimpinan Muhammadiyah pun berhak dan sah-sah saja menentukan diri dalam ber-Muhammadiyah, mau itu jadi kader, jama’ah pengajian, donatur, atau bahkan simpatisan. Kita tak boleh terus-terusan memberikan tendensi bagi anak seorang pimpinan Muhammadiyah untuk bisa sama dengan orang tuanya.

Sebaliknya, kita juga tak boleh meremehkan kader Muhammadiyah yang tidak ditakdirkan lahir dari seorang pimpinan. Mereka juga berhak untuk menjadi kader penerus dari seorang pimpinan Muhammadiyah. Pada akhirnya, setiap manusia berhak memilih atas jalan hidupnya. Begitupun dengan Muhammadiyah, ia berhak diteruskan oleh siapapun yang berjiwa ikhlas membesarkan!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemegahan Edutorium UMS Sebagai Tuan Rumah POMNAS XIX 2025 Cabor Pencak Silat

    Kemegahan Edutorium UMS Sebagai Tuan Rumah POMNAS XIX 2025 Cabor Pencak Silat

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMU.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membuktikan kemampuannya sebagai penyelenggara event nasional dengan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 cabang olahraga Pencak Silat. Kemegahan Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS menjadi sorotan atlet-atlet di seluruh di Indonesia dalam menunjang kesuksesan kegiatan ini, baik dari segi kemudahan akses hingga fasilitas […]

  • UMS-University of Otago: Rintis Kerja Sama Kolaborasi Pengembangan Akademik, SDM, Riset, & Publikasi

    UMS-University of Otago: Rintis Kerja Sama Kolaborasi Pengembangan Akademik, SDM, Riset, & Publikasi

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama akademik dengan sejumlah perguruan tinggi di Selandia Baru. Dalam agenda tersebut, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., melakukan pertemuan dengan Southern Institute of Technology (SIT), University of Otago, hingga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama University of Waikato. […]

  • LDM-PM UMS Ajak Mahasiswa Berani Jadi Baik: Lawan Bullying dan Overthinking

    LDM-PM UMS Ajak Mahasiswa Berani Jadi Baik: Lawan Bullying dan Overthinking

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat (LDM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Tabligh Akbar, yang bertajuk “Berani Jadi Baik: Melawan Bullying dan Overthinking” di Auditorium Mohamad Djazman Kampus 1 UMS. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Departemen Syiar LDM-PM UMS sebagai upaya menghadirkan dakwah yang edukatif, relevan, […]

  • Pererat Kebersamaan Antar Angkatan dan Alumni, Magister Manajemen UMKT Gelar Buka Puasa Bersama

    Pererat Kebersamaan Antar Angkatan dan Alumni, Magister Manajemen UMKT Gelar Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 291
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Samarinda – Keluarga Besar Magister Manajemen Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi Bisnis dan Politik Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menggelar kegiatan buka puasa bersama, Sabtu (23/3/2025) di Five Premier, Samarinda. Kegiatan buka puasa bersama ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan antar angkatan dan alumni. Hadir secara langsung dalam kegiatan buka pusa bersama ini para Dosen Magister […]

  • Tingkatkan Kepedulian Sosial, BikersMu Chapter Sragen Gelar Aksi Donor Darah

    Tingkatkan Kepedulian Sosial, BikersMu Chapter Sragen Gelar Aksi Donor Darah

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 71
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, SRAGEN – BikersMu Chapter Sragen menggelar aksi donor darah di PMI Kabupaten Sragen, Minggu, 28 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya komunitas meningkatkan kepedulian sosial sekaligus membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Para anggota BikersMu Chapter Sragen mengikuti proses donor darah secara bergantian dengan difasilitasi oleh petugas PMI Kabupaten Sragen. Kegiatan berlangsung tertib […]

  • Dorong Budaya Baca, Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS Hidupkan Kembali Perpustakaan MTs Muhammadiyah 3 Kerjo

    Dorong Budaya Baca, Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS Hidupkan Kembali Perpustakaan MTs Muhammadiyah 3 Kerjo

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 67
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perpustakaan sekolah menjadi salah satu sarana strategis dalam menumbuhkan kebiasaan membaca dan memperluas wawasan siswa, mahasiswa KKN-Dik FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang ditugaskan di MTs Muhammadiyah 3 Kerjo Karanganyar, mengadakan kegiatan revitalisasi pada perpustakaan di sekolah tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa peserta didik sebagai upaya dorongan budaya literasi dan minat […]

expand_less