Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Kenapa Anak Pimpinan Muhammadiyah, Banyak yang Tidak Menjadi Kader?

Kenapa Anak Pimpinan Muhammadiyah, Banyak yang Tidak Menjadi Kader?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
  • visibility 944
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Faishal Hazza

Potensi dan Bakat

Dalam suatu forum tentang mapping diri, aku dapat insight menarik soal potensi dan bakat bagi seorang manusia. Dua hal ini adalah faktor pembentuk seorang manusia dalam menemukan kapasitas dirinya. Potensi adalah peluang seorang manusia untuk mencapai suatu kepandaian. Sebagai contoh, Lionel Messi adalah pemain sepak bola kelas dunia, maka anak dari Messi berpotensi untuk menjadi pemain sepak bola kelas dunia pula. Meskipun potensi menujukkan adanya peluang, hal ini tak menjamin seorang manusia dapat mencapainya.

Sebut saja contohnya founding fathers Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, apakah anaknya ada yang meneruskan beliau jadi Ketua Umum PP Muhammadiyah? Sependek pengetahuan saya tidak ada. Justru yang melanjutkan posisi Muhammadiyah 01 itu adalah saudara dan murid dari KH Ahmad Dahlan sendiri. Padahal jika dipikir, anak-anak KH Ahmad Dahlan memiliki potensi besar untuk melanjutkan kepemimpinannya di Muhammadiyah. Perlu kita pahami bahwa potensi yang dimiliki seorang manusia itu bukanlah suatu jaminan, terlebih jika seorang manusia itu tak memiliki bakat yang sesuai dengan potensinya.

Berbanding terbalik dengan potensi, bakat adalah kepandaian seorang manusia yang sudah melekat sejak lahir. Menurut Prof. Dr. Sukarni Catur, bakat adalah kepandaian bawaan dari seorang manusia yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi keahlian. Jika potensi adalah peluang, maka bakat adalah penyempurna dari peluang itu sendiri. Bila kita kembali pada konteks tidak adanya sosok Ketua Umum PP Muhammadiyah dari anak-anak KH Ahmad Dahlan, maka hal ini mungkin akan menjawab kritik dari sebagian kader ortom Muhammadiyah.

“Kenapa Anak Pimpinan Muhammadiyah, Banyak yang Tidak Menjadi kader?”

Kritik ini mungkin tak salah, karena memang realitanya seperti itu hari ini. Banyak pimpinan Muhammadiyah yang anaknya justru tidak menjadi kader penerus, padahal sebagian besar dari mereka adalah jebolan dari sekolah Muhammadiyah yang unggul. Hari ini kader ortom Muhammadiyah memang didominasi oleh mereka yang secara biologis tidak lahir dari orang tua pimpinan Muhammadiyah. Apakah hal ini adalah masalah? Tentu saja tidak. Kembali ke topik, bagi mereka yang mengeluhkan soal minimnya kader dari anak pimpinan Muhammadiyah, kenapa kritik ini bisa ada?

Mereka beranggapan bahwa anak dari pimpinan Muhammadiyah memiliki banyak privellege dalam ber-Muhammadiyah, yang apabila dimaksimalkan akan sangat membantu kinerja organisasi dalam banyak lini. Sehingga kritik ini bisa dikatakan ada sebagai bentuk “kegregetan” atas mubazirnya potensi anak seorang pimpinan Muhammadiyah. Namun, apakah bagi mereka kader yang bukan anak pimpinan Muhammadiyah tidak bisa berkesempatan demikian? Tentu saja sama-sama bisa. Namun secara potensi yang berbeda.

Hal ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa menjadi kader Muhammadiyah itu tidak bisa asal-asalan, tapi juga menghendaki adanya kapasitas pada diri seseorang. Memang pada faktanya, potensi dan bakat dalam diri seseorang lah yang akan menentukan kapasitas dirinya. Faktanya, banyak anak pimpinan Muhammadiyah yang secara potensi diunggulkan dan dielu-elukan untuk jadi kader penerus, namun ternyata tak memiliki bakat atas potensi itu. Karena tak berbakat, sebagian dari mereka biasanya memilih untuk jadi simpatisan saja. Namun di sisi lain, mereka yang terlahir bukan dari anak seorang pimpinan Muhammadiyah, faktanya justru lebih banyak yang berbakat menjadi kader penerus.

Dua fakta memiliki satu kesamaan jika dilihat dari perspektif psikologi, yaitu sama-sama tentang seorang yang memilih jalan hidupnya. Hal ini sejalan dengan konsep Self-Determination Theory atau teori penentuan nasib sendiri yang dikemukakan oleh Edward Deci dan Richard Ryan. Teori ini menjelaskan bahwa siapapun berhak memilih jalan hidupnya tanpa tendesi dari orang lain.

Dalam konteks ini, anak seorang pimpinan Muhammadiyah pun berhak dan sah-sah saja menentukan diri dalam ber-Muhammadiyah, mau itu jadi kader, jama’ah pengajian, donatur, atau bahkan simpatisan. Kita tak boleh terus-terusan memberikan tendensi bagi anak seorang pimpinan Muhammadiyah untuk bisa sama dengan orang tuanya.

Sebaliknya, kita juga tak boleh meremehkan kader Muhammadiyah yang tidak ditakdirkan lahir dari seorang pimpinan. Mereka juga berhak untuk menjadi kader penerus dari seorang pimpinan Muhammadiyah. Pada akhirnya, setiap manusia berhak memilih atas jalan hidupnya. Begitupun dengan Muhammadiyah, ia berhak diteruskan oleh siapapun yang berjiwa ikhlas membesarkan!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDM Ponorogo Luncurkan E-Library GenS-Mu di Milad Muhammadiyah ke 111

    PDM Ponorogo Luncurkan E-Library GenS-Mu di Milad Muhammadiyah ke 111

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 309
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo mengadakan resepsi Milad Muhammadiyah yang ke 111 yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada Ahad 19 November 2023. Yang menarik dari resepsi tadi yaitu launching e-library genS-Mu. GenS-MU adalah Digital library Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo diinisiasi oleh Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi yang dirancang untuk memberikan akses […]

  • BroWinner Casino platform Lets You Experience the Excitement of Cash Wins in Canada

    BroWinner Casino platform Lets You Experience the Excitement of Cash Wins in Canada

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 24
    • 0Komentar

    I’ve invested numerous hours browsing online casinos that serve Canadian players, and I can say with absolute certainty that locating a platform where real money wins seem genuinely achievable is rare. BroWinner Casino changes that equation entirely. From the moment I signed in, I noticed how the entire experience is built around offering players a […]

  • Kolaborasi Berkemajuan: ‘Aisyiyah Grogol Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Jenang Krasikan

    Kolaborasi Berkemajuan: ‘Aisyiyah Grogol Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Jenang Krasikan

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo, Sabtu 26 Juli 2025 – Majelis Pengembangan Kader (MPK) bersama Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Grogol, Sukoharjo, bekerja sama dengan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Pondok menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan pembuatan makanan tradisional jenang krasikan. Kegiatan ini berlangsung di Home Industry Jenang Krasikan Bunga Kamboja, Tangkisan, Sukoharjo. Pelatihan diikuti oleh 40 anggota pengajian […]

  • Summary – 8338

    Summary – 8338

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Welcome to our website. We are dedicated to providing quality content and services to our visitors. iWild Casino

  • Membaca Realitas Pelajar Hari Ini: Tantangan IPM ke Depan

    Membaca Realitas Pelajar Hari Ini: Tantangan IPM ke Depan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Sejak didirikannya pada tahun 1961, Ikatan Pelajar Muhammadiyah telah banyak menunjukkan eksistensinya hingga kini, di usianya yang hampir berusia 65 tahun. Usia yang cukup matang bagi sebuah organisasi untuk menjaga keberlanjutan, meluaskan dampak, ber-inovasi, dan meregenerasi kader berkualitas sepanjang zaman. IPM didirikan dengan sebuah amanah besar yaitu dakwah amar ma’ruf nahi munkar di […]

  • Ketum PP Muhammadiyah Ingatkan SUMU Harus Bawa Manfaat: Jangan Slogan Saja, Tak Ada Tindak Lanjut

    Ketum PP Muhammadiyah Ingatkan SUMU Harus Bawa Manfaat: Jangan Slogan Saja, Tak Ada Tindak Lanjut

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 153
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. mengingatkan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) yang sedang melaksanakan kopdarnas agar bisa membawa manfaat, tak hanya slogan tapi tak ada tindak lanjut. Pesan itu disampaikan melalui Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. mewakili Prof. Haedar yang berhalangan menghadiri Kopdarnas […]

expand_less