Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » IPMAWATI Bersuaralah! Menghapus Tabu, Menyalakan Perubahan

IPMAWATI Bersuaralah! Menghapus Tabu, Menyalakan Perubahan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Aulia Rahma, Ketua Bidang Ipmawati PD IPM Lampung Timur

Sejak dahulu bahkan hingga saat ini, suara perempuan sering dianggap tidak penting, dibatasi, bahkan dibungkam oleh konstruksi sosial dan budaya patriarki. Tidak jarang, perempuan yang berbicara lantang dianggap tidak sopan, melawan kodrat, atau “tidak tahu tempat”. Padahal, berbicara bukan hanya sekadar hak, tetapi juga bagian dari harga diri dan martabat kita sebagai manusia.

Bersuara adalah hak setiap orang. Maka Perempuan juga berhak menyampaikan ide, memberikan kritik, membela diri, dan mengemukakan pendapat tanpa rasa takut atau rasa bersalah. Dalam ruang publik, kehadiran suara perempuan dapat menghadirkan keputusan yang lebih adil dan tidak berat sebelah.

Di tengah arus informasi yang begitu cepat dan terbuka seperti sekarang, seharusnya tidak ada lagi ruang untuk membungkam suara perempuan. Namun kenyataannya, stigma bahwa “perempuan harus diam” masih ada. Banyak yang akhirnya memilih bungkam karena khawatir mendapat penilaian negatif. Padahal, diam tidak membuat masalah hilang. Justru sebaliknya ketidakadilan, kekerasan, dan diskriminasi akan semakin mengakar apabila kita tidak bersuara.

Saat ini kita hidup di era yang menuntut keterlibatan semua pihak dalam membangun peradaban. Dunia modern bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang mampu bekerja sama dan membawa perspektif beragam ke dalam meja diskusi. Perempuan yang berbicara adalah perempuan yang peduli. Ia peduli pada masa depan generasi, pada kebijakan yang adil, pada lingkungan yang lestari, dan pada nilai-nilai yang harus dijaga.

Dalam konteks ini, diam di tengah ketidakadilan sama saja dengan memberi ruang bagi masalah untuk tumbuh tanpa batas. Saat isu-isu seperti kekerasan berbasis gender, ketimpangan ekonomi, pernikahan anak, dan pelecehan seksual masih terjadi, suara perempuan justru sangat dibutuhkan. Media sosial, forum publik, dan ruang komunitas bisa menjadi alat yang efektif untuk menyuarakan kebenaran, selama digunakan dengan bijak.

Sejarah telah mencatat banyak perempuan menjadi pelopor perubahan dari pejuang kemerdekaan seperti Cut Nyak Dien dan R.A. Kartini, pendidik hebat seperti Rohana Kudus, hingga aktivis kemanusiaan masa kini yang berjuang melalui advokasi digital. Mereka membuktikan bahwa suara perempuan mampu menggerakkan massa, mempengaruhi kebijakan, dan mengubah cara pandang masyarakat.

Lalu, mengapa di zaman yang serba terbuka ini, masih ada yang menganggap perempuan bersuara adalah tabu? Jawabannya ada pada stigma lama yang belum sepenuhnya hilang. Stereotip “perempuan harus diam” masih diwariskan, baik secara sadar maupun tidak, melalui kebiasaan, candaan, atau aturan yang membatasi partisipasi perempuan.

Sebagai perempuan yang cerdas kita tidak boleh membiarkan warisan stigma itu terus membelenggu. Setiap perempuan berhak didengar tidak hanya di rumah, tetapi juga di ruang kelas, rapat organisasi, forum publik, dan bahkan di ruang digital. Kita perlu membangun ruang aman, baik di sekolah, organisasi, maupun masyarakat, di mana perempuan bebas mengemukakan pendapat tanpa takut dihakimi atau dibungkam.

Padahal sudah jelas didalam ajaran Islam maupun nilai-nilai kemanusiaan universal, perempuan diberikan kedudukan mulia. Rasulullah ﷺ pun mendengar pendapat perempuan, bahkan menjadikannya bahan pertimbangan penting. Itu artinya, ruang bagi perempuan untuk menyampaikan pendapat bukan hanya boleh, tetapi juga dibutuhkan.

Karna Islam hadir untuk menghapus tradisi jahiliah yang merendahkan perempuan dan menempatkannya sebagai mitra sejajar dalam membangun peradaban. Rasulullah ﷺ pun memberi teladan dengan mendengar pendapat perempuan, bahkan menjadikannya bahan pertimbangan penting dalam mengambil keputusan.

Salah satu contoh yang terkenal adalah kisah Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha pada peristiwa Perjanjian Hudaibiyah. Ketika para sahabat enggan melaksanakan instruksi Rasulullah karena kekecewaan atas isi perjanjian, Ummu Salamah memberi saran:

“Wahai Rasulullah, keluarlah, sembelih hewan kurbanmu, dan cukurlah rambutmu. Niscaya mereka akan mengikutimu.”

Saran ini Rasulullah ikuti, dan benar, para sahabat segera melaksanakan perintah beliau. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi bukti bahwa suara perempuan tidak hanya diakui, tetapi bisa menjadi solusi di saat genting. Rasulullah ﷺ

Menghapus tabu tentang suara perempuan itu berarti membangun budaya dialog yang sehat budaya di mana setiap orang, tanpa memandang gender, bisa berbicara dan didengar dengan hormat. Sebab, kemajuan masyarakat bukan ditentukan oleh siapa yang paling banyak bicara, melainkan oleh seberapa adil ruang itu dibagi untuk semua suara.

Maka sebagai IPMAWATI,  inilah saatnya kita bersuara . Karena suara itu adalah kekuatan kita. Jangan biarkan rasa takut atau stigma membuat kita membisu. Kita punya hak untuk bicara, punya alasan untuk memperjuangkan kebenaran, dan punya tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi.

IPMAWATI Bersuaralah !

Bersuara bukan berarti melawan demi menjatuhkan, tapi melawan demi membangun.

Bersuara bukan untuk merendahkan, tapi untuk menguatkan.

Bersuara bukan tanda tidak sopan, tapi tanda kepedulian dan keberanian.

Mari kita buktikan bahwa suara perempuan adalah cahaya yang akan menuntun jalan perubahan. Suara yang tidak hanya sekadar bunyi, tetapi kekuatan yang mampu menggerakkan hati, membuka wawasan, dan mengatasi masalah.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salat Iduladha 1446 H di Edutorium UMS: Meriah, Khidmat, dan Penuh Kebersamaan

    Salat Iduladha 1446 H di Edutorium UMS: Meriah, Khidmat, dan Penuh Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Salat Iduladha 1446 Hijriah di halaman Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Jumat pagi, (6/6). Sejak sebelum matahari terbit, ribuan jemaah mulai berdatangan. Mulai dari mahasiswa dan mahasiswi UMS, civitas academica, warga sekitar kampus, hingga mahasiswa asing dari berbagai negara. Momentum penuh makna ini menjadi […]

  • Kolaborasi Texplorum, Smartfren Community, dan PP GPMB Nasional Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa UIN Jakarta tentang IoT dan Karir Digital

    Kolaborasi Texplorum, Smartfren Community, dan PP GPMB Nasional Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa UIN Jakarta tentang IoT dan Karir Digital

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 September 2024 – Dalam rangka mendorong literasi digital dan kesiapan mahasiswa menghadapi revolusi industri 4.0, Texplorum berkolaborasi dengan Smartfren Community dan PP GPMB Nasional menggelar seminar bertajuk “IT For Career: Transforming Ambitions Into Reality”. Acara yang berlangsung di Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini menghadirkan narasumber ternama dan dihadiri […]

  • Kokam Dan Khitan Massal Maridan Part 3

    Kokam Dan Khitan Massal Maridan Part 3

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 574
    • 0Komentar

    | Oleh : Fuad | Balikpapan – “Ayo kita foto bareng. Mumpung formasi lengkap,” ujar Rahiman. Khitanan kali ini memang terasa berbeda. Hampir seluruh anggota BPO Kokam Kaltim bisa hadir. “Ini tempat terakhir pelaksanaan khitanan khusus untuk wilayah pedalaman,” kata Iwan sambil menyerahkan laporan panitia kepada KSO Kokam Kaltim. Dimana tahun ini ada tiga tempat […]

  • Bencana Tak Halangi Pendidikan, LAZISMU UMS Bantu Mahasiswa Sumatera dengan Beasiswa

    Bencana Tak Halangi Pendidikan, LAZISMU UMS Bantu Mahasiswa Sumatera dengan Beasiswa

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Bencana banjir besar yang terjadi di Aceh dan Sumatera meninggalkan jejak kerugian baik secara psikologis dan material kepada para korban. Menanggapi hal tersebut, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara resmi menyerahkan bantuan beasiswa kepada delapan mahasiswa yang terdampak bencana banjir Aceh dan Sumatera. Penyerahan beasiswa […]

  • Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Stigma masih menjadi tembok besar yang membatasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk tumbuh dalam ruang pendidikan yang setara. Meski banyak sekolah telah mengklaim diri sebagai sekolah inklusif, praktiknya masih jauh dari nilai-nilai keberagaman yang adil dan ramah. Isu inilah yang menjadi fokus Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., yang baru akan dikukuhkan sebagai […]

  • Gubernur NTB Kunjungi Kantor Zendo Mataram, Dorong Inovasi dan Daya Saing

    Gubernur NTB Kunjungi Kantor Zendo Mataram, Dorong Inovasi dan Daya Saing

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, melakukan kunjungan ke Kantor Zendo Mataram yang berada dalam satu gedung dengan Kantor Lombok Post, pada Selasa (26/8/25). Meski berdurasi singkat, kunjungan tersebut sarat makna karena memberikan dorongan semangat bagi Zendo Mataram sebagai salah satu startup transportasi lokal yang sedang berkembang di NTB. Dalam kunjungannya, […]

expand_less