Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Mengenal Lebih Dalam Corak Penafsiran Falsafi

Mengenal Lebih Dalam Corak Penafsiran Falsafi

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
  • visibility 2.407
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tafsir falsafi menjadi corak penafsiran yang berkembang pada pertengahan periode dimulai dengan munculnya produk penafsiran yang sistematis dalam bentuk buku atau terkodifikasi dengan baik dan sekilas menggunakan teori filsafat dalam interpretasi Al-Quran.

Adapun filsafat adalah hasil aktivitas berpikir manusia yang radik hingga ke akar-akarnya, rasional serta komprehensif. Dalam perkembangannya ada beberapa aliran yang lahir, yakni ada dua aliran besar, materialisme dan idealisme.

Bertrand Russel  menjelaskan bahwa filsafat merupakan jenis pengetahuan yang memberikan kesatuan dan sistem melalui pengujian kritis terhadap dasar-dasar keputusan, prasangka prasangka dan kepercayaan.

Hal ini disebabkan pemikiran filsafat bersifat mengakar yang mencoba memberikan jawaban menyeluruh dari A-Z, mencari yang sedalam dalamnya sehingga melintasi fisik dan non fisik.

Dalam sudut pandang seorang beragama, dapat dikatakan bahwa untuk mengetahui hal yang berkenaan dengan manusia dibutuhkan pengetahuan dari pencipta yang maha mengetahui melalui wahyu, karena memang manusia adalah satu satunya makhluk yang diciptakan atas peta gambaran tuhan yang dihembuskan kepadanya ruh ciptaanya. Tidak sedikit ayat Al-Quran yang berbicara tentang manusia,bahkan manusia adalah makhluk pertama yang telah disebut dua kali dalam rangkaian wahyu pertama.

Tafsir falsafi  dalam Tafsir Al-Mizan Fii Tafsir Al Quran adalah bagaimana para filsuf membawa pemikiran pemikiran filsafat dalam memahami ayat ayat al quran. Tafsir falsafi adalah penafsiran yang menggunakan pisau filsafat dalam membedah ayat Al-Quran.

Tokoh-tokoh filsafat muslim diantaranya Al Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd. Diantara gagasan asing telah dipaksakan ke dalam Al-Qur’an oleh para filsuf Muslim, dapat dilihat dalam penjelasan mereka mengenai kebangkitan manusia di akhirat kelak.

Tafsir Falsafi juga kategori Tafsir Tahlili

Jika ditinjau dari segi kecenderungan para penafsir. Tafsir falsafi termasuk kategori tafsir tahlili, yakni salah satu metode tafsir yang bermaksud menjelaskan kandungan ayat ayat Al-Quran dari seluruh aspeknya. Tafsir falsafi muncul  setelah filsafat berkembang pesat di dunia Islam.

Kelompok yang menolak ilmu yang bersumber dari buku-buku karangan para filsuf. Mereka tidak mau menerima filsafat karena mereka menganggap bahwa filsafat bertentangan dengan agama, maka mereka melarang orang untuk
mempelajarinya.

Dari pembahasan tentang tafsir falsafi dapat ditarik satu konklusi bahwa tafsir falsafi yang lebih berkembang serta dapat di telusuri interpretasi ayat ayat qauliyah lebih cenderung pada penafsiran pemikiran filsafat atau teori filsafat yang dijadikan sebagai bahan untuk menafsirkan dan memahami ayat Al-Quran. Jika ditelusuri dari karya tafsir pada mufassir tidak ada satu karya lengkap yang bercorak tafsir murni. Oleh sebab itu, interpretasi filosofis didominasi oleh para filsuf yang benar benar memahami seluk beluk dunia filsafat sebagai pisau untuk menghasilkan interpretasi filosofis.

Hal di atas adalah salah satu faktor berkembangnya corak tafsir falsafi. Faktor lain yang menyebabkan kurang berkembangnya adalah kurang adanya keberanian umat muslim saat itu yang kompeten dalam bidang tafsirul quran untuk menginterpretasi ayat al quran dengan pisau filsafat.

Ciri-ciri Tafsir Falsafi

Setiap corak ataupun metode dalam penafsiran Al-Qur’an, memiliki ciri masing-masing. Muhammad Ali ar-Ridhā’ȋ al-Isfāhani memberikan karakteristik tafsir falsafi sebagai berikut.

  1. Penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an berhubungan dengan wujud Allah dan sifat-sifat-Nya.
  2. Memperhatikan ayat-ayat mutasyābihāt.
  3. Menakwilkan zahir Al-Qur’an dan merekonsiliasikan antara pendapat filsafat dengan ayat-ayat Al-Qur’an, serta mengambil ayat-ayat yang sesuai dengan filsafat.
  4. Memanfaatkan akal dan bukti (burhan) dan mengadopsi pendekatan ijtihad dan rasional dalam tafsir.

Motif untuk interpretasi adalah pertahanan pandangan filosofis dan teori-teori filsafat pada khususnya.

Kita harus paham bahwasannya yang menjadi ciri khas dari kajian tafsir falsafi adalah penafsirannya yang dominan terkait wujud dan sifat Allah melalui pendekatan filsafat. Selain itu tafsir falsafi cenderung menjelaskan penafsiran dari ayat-ayat mutasyābihāt, menakwilkan zahir ayat-ayat Al Qur’an, dan merekonsiliasikannya dengan filsafat.

Artinya, penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an harus sejalan dan sealur dengan filsafat. Dengan demikian, pendekatan ini mutlak memanfaatkan akal serta mengadopsi pendekatan ijtihad dalam menafsirkan Al-Qur’an.

Hal yang menarik untuk dikritisi dari ciri yang diberikan ar-Radha’i di atas adalah motif interpretasi dengan pendekatan filasafat adalah untuk mempertahankan pandangan filosofis dan teori-teori filsafat pada khususnya.

Ciri-ciri tafsir falsafi yang telah dikemukan oleh ar-Radhā’ȋ, sesuai dengan yang disebutkan oleh Al-Dzahabi. Al-Dzahabi mengatakan bahwa tafsir falsafi menggunakan pentakwilan terhadap nushus al-diniyah dan hakikat syariah, menyesuaikan dengan pemikiran filsafat, dan atau menggunakan pendekatan filsafat dalam menafsirkan Al-Qur’an.

Editor: Najih

Penulis: Tiffani Lovely

Mahasiswi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UMS

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BAZNAS RI Dukung Pembinaan Mualaf LDK Muhammadiyah di Kulon Progo

    BAZNAS RI Dukung Pembinaan Mualaf LDK Muhammadiyah di Kulon Progo

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kulon Progo – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah kembali menguatkan komitmennya dalam pendampingan mualaf melalui kegiatan pembinaan rutin yang dilaksanakan di wilayah Kulon Progo. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BAZNAS RI melalui Program Kemitraan Dakwah untuk Mualaf. Pembinaan mualaf tersebut dilaksanakan secara rutin sepekan sekali, dengan pelaksanaan perdana terdokumentasi pada pekan pertama […]

  • Lanjutkan Kepemimpinan Profetik, PK IMM Ibnu Taimiyah UMPwr Gelar Musykom ke-XVIII

    Lanjutkan Kepemimpinan Profetik, PK IMM Ibnu Taimiyah UMPwr Gelar Musykom ke-XVIII

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 229
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purworejo – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Purworejo mengadakan Musyawarah Komisariat yang ke 18 tahun 2024 diruang A3.3.1 Kampus Barat pada hari Jumat (12/07/2024). Musykom merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat komisariat dalam organisasi IMM. Forum ini diadakan setiap akhir periode kepemimpinan, yang bertujuan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus komisariat selama 1 periode 2023 […]

  • Tim Satpam UMS Angkat Trofi Mini Soccer Milad ke-67

    Tim Satpam UMS Angkat Trofi Mini Soccer Milad ke-67

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lapangan Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendadak ramai pada Senin-Selasa (8-9/9) saat gelaran turnamen antar-karyawan digulirkan untuk memeriahkan Milad ke-67 kampus. Pertandingan puncak mempertemukan dua tim kebanggaan: Satpam UMS berhadapan dengan Parkir UMS. Sejak peluit kick off dibunyikan, Tim Satpam tampil garang. Nomor punggung 11 tak butuh waktu lama untuk membuka […]

  • Melampaui Sejarah, Menembus Idealisme Semu: Pesan Optimisme di Pembukaan DAP IMM

    Melampaui Sejarah, Menembus Idealisme Semu: Pesan Optimisme di Pembukaan DAP IMM

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Darul Arqam Paripurna (DAP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tahun 2026 resmi dibuka dengan semangat transformasi di Universitas Muhammadiyah Semarang pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai agenda formal organisasi, melainkan sebagai momentum strategis untuk membentuk arah baru kepemimpinan kader muda IMM di masa produktif mereka. Mengusung semangat melampaui […]

  • Ketua PP Muhammadiyah Bangga dan Berterima Kasih kepada LDK PP Muhammadiyah atas Akademi Dai Digital

    Ketua PP Muhammadiyah Bangga dan Berterima Kasih kepada LDK PP Muhammadiyah atas Akademi Dai Digital

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Saad Ibrahim MA, menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih kepada Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah yang telah menyelenggarakan Akademi Dai Digital Muhammadiyah. Kegiatan yang dibuka pada Sabtu (30/8/2025) di BPSDM Jawa Timur ini mengusung tema “Dakwah Transformatif di Era Digital” dan diikuti ratusan peserta dari […]

  • Mahasiswi PGSD UMS : Menyemai Semangat Literasi lewat Narasi Tour IPM Jateng

    Mahasiswi PGSD UMS : Menyemai Semangat Literasi lewat Narasi Tour IPM Jateng

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Di tengah geliat gerakan literasi pelajar yang terus digelorakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), nama Agita Asri Kusumawardani mencuat sebagai representasi intelektual muda yang menginspirasi. Mahasiswi Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini tampil memikat dalam agenda Narasi Tour yang digelar Pimpinan Wilayah IPM Jawa Tengah pada (7/7/ 2025) di Wedangan TS, […]

expand_less