Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Pendidikan Karakter vs Kejar Nilai: Mencari Titik Tengah Krisis Empati Generasi Z

Pendidikan Karakter vs Kejar Nilai: Mencari Titik Tengah Krisis Empati Generasi Z

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

oleh: Muhammad Fahdhi Fauzi Akbar,

(Mahasiswa Doktoral Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)

Dunia pendidikan sekarang sedang berada dalam keadaan dualisme, yang mana satu menuntut nilai pencapaian nilai secara akademis (nilai, skor UN/asesmen, kelulusan PTN) sementara sisi lain fokus pada pembentukan karakter, moral, dan etika (diperkuat dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan isu sosial seperti bullying dan kurangnya empati di kalangan pelajar).

Generasi Z, yang tumbuh di era digital, sering diidentifikasi mengalami “krisis empati,” ditunjukkan dari meningkatnya kasus perundungan siber dan degradasi nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini berupaya menganalisis bagaimana orientasi sekolah yang berlebihan pada “kejar nilai” (penekanan kognitif) dapat berkontribusi pada penumpulan empati, dan mencari model integrasi yang efektif antara pendidikan karakter dan tuntutan akademis.

Melihat beberapa update berita dalam dunia maya dan media sosial sekarang krisis mental yang terjadi dalam dunia pendidikan menyebabkan, sogok-menyogok demi mendapatkan kursi dalam PTN untuk masuk dan tidak menggunakan nilai akademis, kekerasan dan bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan yang menyebabkan jatuhnya korban, dan masih banyak contoh yang lain terjadi di dunia pendidikan saat ini.

Sudah banyak tulisan tulisan teori teori atau pun artikel ilmiah yang membahas tentang potensi akademik , nilai nilai karakter akan tetapi apakah hanya menjadi tulisan yang bisa di baca oleh kalangan akademis tapi tidak ada perubahan, oleh karna itu timbul sebuah pertanyaan “Bagaimana Generasi Z membangun karakter agar menggali potensi akademik untuk mendapatkan nilai nilai pendidikan?

Dalam era perkembangan teknologi yang semakin pesat, kreativitas dan inovasi menjadi kunci utama dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan ditengah perkembangan tersebut, pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting dalam menggali potensi kreativitas dan inovasi. Pendidikan karakater berfokus berfokus pada nilai nilai moral etika, dan sikap positif yang dapat membentuk kepribadian secara holistic, oleh karna itu pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi, kemampuan berkomunikasi yang baik, serta keterampilan sosial dan emosional yang kuat.

Pendekatan pendidikan yang sering kali berfokus pada hasil akademik semata kini harus diperbaharui dengan cara yang lebih holistik. Pendekatan holistik dalam pendidikan karakter memandang bahwa pembelajaran akademik dan pembentukan karakter harus dilakukan secara seimbang dan terintegrasi. Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga bijaksana, penuh empati, dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan mereka. Melalui pendekatan holistik, nilai-nilai karakter seperti rasa hormat, tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, kerja sama, dan kepemimpinan dapat dipelajari oleh generasi sekarang dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari, termasuk melalui interaksi sosial, kegiatan ekstrakurikuler, dan sikap mereka dalam menghadapi tantangan akademik.

Secara pribadi tulisan ini muncul dengan adanya realita yang ada di lingkungan sekitar. Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh studi program doktoral (S3) , nilai-nilai aktualisasi dalam dunia pendidikan dan penanaman karakter, moral dan budaya sudah sangat hilang dalam dunia pendidikan. Bukan lagi saling menyalahkan menteri pendidikan dan sistem pendidikan tidak bisa di salahkan. Perlu adanya konsentrasi dan pendampingan secara berkala yang sistematis agar menciptakan cita-cita yang di inginkan bersama.

Kesimpulannya Generasi Z bukanlah kegagalan individu, melainkan terperangkap dalam sebuah sistem yang ada dalam menyelaraskan antara tuntutan pragmatis abad ke-21 dengan kebutuhan dasar manusia akan koneksi dan moralitas. Generasi Z dapat mencapai keseimbangan holistik antara potensi akademik dan nilai-nilai pendidikan dengan membangun karakter melalui disiplin, kerja keras, dan kemandirian, yang merupakan prasyarat untuk keunggulan kognitif. Nilai-nilai ini diperkaya oleh kreativitas, tanggung jawab, dan keterampilan komunikatif yang diperoleh dari interaksi sosial dan pengalaman, seperti yang dicerminkan dalam permainan tradisional yang menuntut kerja sama dan ketaatan pada aturan. Intinya, pembangunan karakter bagi Gen Z adalah proses di mana nilai moral berfungsi sebagai katalisator yang memungkinkan potensi akademik digali secara optimal, menghasilkan bukan hanya nilai tinggi, tetapi juga pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan berempati.

Editor: Farhan Shiddiq

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Luluskan Dua Doktor PAI, Angkat Isu Toleransi dan Demokrasi

    UMS Luluskan Dua Doktor PAI, Angkat Isu Toleransi dan Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program studi Doktor Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan doktor ke-60 dan 61 setelah dinyatakan lulus dari sidang terbuka promosi doktor. Sidang dan pengukuhan ini dilaksanakan di Ruang Amphiteater FAI UMS, Selasa (30/12). Doktor PAI UMS ke-60, Heru Wibowo, mengangkat disertasi yang berjudul “Model Pembelajaran Pendidikan […]

  • Eco-Surya Sukoharjo Tanam 1000 Pohon Sebagai Aksi Peduli Lingkungan

    Eco-Surya Sukoharjo Tanam 1000 Pohon Sebagai Aksi Peduli Lingkungan

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 116
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo sukses melaksanakan kegiatan “Tanam 1000 Pohon” yang digelar di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kreatif Bulu Sukoharjo, pada Sabtu, 30 November 2024. Kegiatan ini mengusung tema “Eco-Resilience: Aksi Tanam 1000 Pohon sebagai Amal Jariyah Lingkungan” dan menjadi bagian dari program Eco-Surya […]

  • UMS dan BI Solo Perkuat Sinergi Pengembangan Halal Center dan Literasi Kebanksentralan

    UMS dan BI Solo Perkuat Sinergi Pengembangan Halal Center dan Literasi Kebanksentralan

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat sinergi strategis dengan lembaga negara. Kali ini, UMS menerima kunjungan dari rombongan Bank Indonesia Solo, Kamis (15/5) kemarin. Lawatan dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, dan didampingi oleh Kepala Seksi Kehumasan, Condro Nugroho Permono Adi, serta Kepala Tim KEKDA, Hesti […]

  • TK Aisyiyah Bustanul Athfal Metro Pusat sukses menggelar kegiatan Outing Class bertajuk “Fun Nature Day”

    TK Aisyiyah Bustanul Athfal Metro Pusat sukses menggelar kegiatan Outing Class bertajuk “Fun Nature Day”

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMPUNG TIMUR –  pada Sabtu (23/5/2026). Berkolaborasi dengan Canda Ceria Kids Club, acara yang mengusung tema “Belajar dan Bermain Asyik di Alam Terbuka” ini dilaksanakan di destinasi wisata Griya Kebun, Lampung Timur. Kegiatan ini diikuti oleh seluruhTK Aisyiyah Bustanul Athfal Metro Pusat sukses menggelar kegiatan Outing Class bertajuk “Fun Nature Day” siswa dari empat […]

  • Cegah Stunting Berbasis Keluarga, PPK Ormawa PRISMA UMS Gandeng Pemkab Sukoharjo Perkuat Pendampingan 1.000 HPK

    Cegah Stunting Berbasis Keluarga, PPK Ormawa PRISMA UMS Gandeng Pemkab Sukoharjo Perkuat Pendampingan 1.000 HPK

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (UKM PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk mengembangkan program pencegahan stunting berbasis keluarga di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Program […]

  • Riset PKM-RE UMS: Potensi Minyak Biji Alpukat Sebagai Nanocarrier DNA pada Sel Kanker Payudara

    Riset PKM-RE UMS: Potensi Minyak Biji Alpukat Sebagai Nanocarrier DNA pada Sel Kanker Payudara

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berupaya menjawab tantangan atas banyaknya kasus kanker utamanya kanker payudara. Mahasiswa ini tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dan mendapatkan hibah dana dari Kemendiktisaintek. Tim ini diketuai oleh Nadya Putri Adisty bersama dengan rekannya Lutfiana Zulfa (Farmasi), Yudha Pratama (Kedokteran), Maryam Mahdiyyah (Farmasi), dan Obiet […]

expand_less