Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Nilai Kebangsaan Terkikis, PK IMM Pondok Shabran UMS Ajak Mahasiswa Melek Politik Hukum

Nilai Kebangsaan Terkikis, PK IMM Pondok Shabran UMS Ajak Mahasiswa Melek Politik Hukum

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID SURAKARTA – Ditengah hiruk-pikuk dinamika politik di Indonesia dan nilai-nilai hukum yang semakin mengikis. Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran menawarkan solusi, dengan menggelar Seminar Kebangsaan bertemakan “Revitalisasi Nilai Kebangsaan: Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia” di Ruang Pascasarjana UMS.

Kegiatan ini sebagai ajang edukasi kepada mahasiswa agar melek terhadap isu-isu politik dan dinamika pemerintahan di Indonesia. Karena mahasiswa merupakan Agent Of Change, yang tak bisa luput dari isu-isu yang marak, untuk menjadi solusi atas problematika bangsa dan negara.

Dalam Sambutannya, Oyan Sugianto, Selaku ketua panitia, membedah tema yang diusung pada seminar kebangsaan ini “Revitalisasi Nilai Kebangsaan: Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia”.

Sambutan Ktua Pelaksana Seminar Kebangsaan PK IMM Shabran UMS, Immawan Oyan Sugiyanto

“Revitaslisasi Nilai Kebangsaan sebagai bentuk ikhitar atau upaya untuk terwjudnya eskalasi pemahaman-pemahaman ideologi kebangsaan. Sedangkan Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia untuk memahamkan bahwa pada abad ke-15 ada istilah bahwa politik adalah ilmu tertinggi dari segala ilmu, sehingga banyak kebijakan-kebijakan hukum yang keluar atas dasar kepentingan-kepentingan politik sendiri,” terangnya Rabu, (21/10).

Selaras dengan itu, Ketua Umum PK IMM Pondok Hajjah Nuriah Shabran, Muhammad Fikri Azka, menjelaskan bahwa banyak kader-kader IMM atau Muhammadiyah yang berdiaspora ke dunia perpolitakan dan pemerintahan, sehingga harus dijadikan teladan dan acuan untuk lebih melek terhadap dunia politik dan dinamika pemerintahan.

“Banyak dari kader-kader IMM atau Muhammadiyah yang sudah berkecimpung di dunia politik, sehingga bisa berdiaspora di pemerintahan. Maka langkah-langkah ini harus menjadi acuan bagi para kader IMM saat ini, agar lebih melek terhadap dinamika politik dan pemerintahan bangsa ini,” pungkasnya.

Dalam pemaparan materinya, Zia Khakim, S.H., M.H., menyampaikan kritik terhadap kondisi politik di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa demokrasi di Indonesia masih belum matang. Hal ini sejalan dengan pernyataan Buya Syafi’i Ma’arif yang menilai bahwa ketidakmatangan demokrasi di Indonesia disebabkan oleh kualitas politisi yang belum ideal serta maraknya praktik politisasi agama yang justru merusak nilai-nilai demokrasi itu sendiri.

Sebagai solusi atas persoalan tersebut, Zia menegaskan pentingnya keterlibatan langsung generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam dunia politik. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai agent of control pengawas jalannya kekuasaan. Dengan terlibat langsung dan berada dekat dengan pusat kekuasaan, maka akses untuk menyuarakan kebenaran akan lebih terbuka dan aspirasi masyarakat bisa lebih mudah didengar.

Zia mencontohkan sosok Din Syamsuddin sebagai tokoh yang aktif mendorong perubahan dengan menempatkan kader-kader umat di posisi strategis melalui program kaderisasi, guna mencetak individu yang berwawasan global dan berdaya saing tinggi.

Senada dengan itu Anas Asy’ari Nasuha, S.H., selaku pemateri yang kedua juga menjelaskan politik hukum di Indonesia sebagai refleksi kebangsaan.

Pemaparan Materi Seminar kebangsaan oleh Zia Khakim, S.H., M.H dan Anas Asy’ari Nasuha, S.H

“Indonesia adalah negara hukum yang artinya ketika kita ingin menumbukan sebuah kebijakan atau menyuarakan suara yang menyangkut hak orang lain ada satu yang paling mahal yaitu tanda tangan karena berfungsi sebagai persetujuan dan bukti otensitas dokumen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anas menyampaikan bahwa hukum di Indonesia sering kali tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

“Hukum cenderung lemah terhadap rakyat kecil namun tegas terhadap pihak pemegang kekusaaan. Saya juga menyoroti bahwa banyak kebijakan hukum diwarnai oleh kepentingan politik. Oleh karena itu, menurut saya, aktivis mahasiswa perlu memahami kondisi dan arah politik di Indonesia agar bisa bersikap kritis dan tepat dalam menyikapi berbagai isu,” tutupnya.

Harapan diadakannya seminar kebangsaan yang dilaksanakan pada Selasa (21/10) itu, agar para mahasiswa, yang sejatinya adalah seorang aktivis, tidak buta akan dunia politik. Karena dengan memahami dunia politik kita bisa tahu kebijakan-kebijakan nyeleneh yang dibuat oleh pemerintah, dan tugas kita sebagai mahasiswa adalah meluruskan kebijakan tersebut. (Farhan/Adi/Humas).

Editor: Nurul Ramadhani

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Muhammadiyah Banyumas: Merawat Dakwah Negarawan, Mencerahkan dan Menggerakkan Umat

    Pemuda Muhammadiyah Banyumas: Merawat Dakwah Negarawan, Mencerahkan dan Menggerakkan Umat

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purwokerto — Dalam rangka Milad ke-93, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema besar “Pemuda Negarawan: Totalitas untuk Indonesia Raya”, Sabtu (10/5/2025). Bertempat di Café Kemakmuran Masjid 17 Purwokerto, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus afirmasi peran strategis Pemuda Muhammadiyah dalam membangun bangsa melalui dakwah mencerahkan. Dialog ini menghadirkan jajaran […]

  • Hadirkan Noe Letto, PC IMM Banyumas selenggarakan Diskusi Sambung Rasa bersama elemen masyarakat Banyumas

    Hadirkan Noe Letto, PC IMM Banyumas selenggarakan Diskusi Sambung Rasa bersama elemen masyarakat Banyumas

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 307
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banyumas menggelar diskusi sambung rasa orang biasa dengan menghadirkan Sabrang Mowo DP, sang Musisi dan Intelektual Muda pada hari Minggu (28/4/2024) di Warunge Dewek, Rempoah, Kecamatan Baturraden. Diskusi Sambung Rasa yang di gelar oleh PC IMM Banyumas mengusung tema “Tuhan bersama orang biasa”. Diangkatnya tema tersebut […]

  • NutriAI Pro Resmi Diluncurkan, Alumni UMS Hadirkan Platform AI untuk Transformasi Layanan Gizi

    NutriAI Pro Resmi Diluncurkan, Alumni UMS Hadirkan Platform AI untuk Transformasi Layanan Gizi

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Transformasi digital di bidang kesehatan kembali menunjukkan perkembangan signifikan dengan diluncurkannya NutriAI Pro, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di Indonesia yang dirancang khusus untuk profesi ahli gizi. Peluncuran ini digelar melalui webinar bertajuk “Resolusi Gizi Berbasis Teknologi AI” pada Minggu (19/4), yang diikuti lebih dari 250 peserta dari kalangan mahasiswa, praktisi, […]

  • Dari Samarinda ke Banjarmasin: Catatan Perjalanan Muhibbah PWM Kaltim

    Dari Samarinda ke Banjarmasin: Catatan Perjalanan Muhibbah PWM Kaltim

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Kegiatan muhibbah PWM Kalimantan Timur ke Kalimantan Selatan pada 12–15 November 2025 menjadi perjalanan penuh makna yang mencakup aspek organisasi, spiritual, hingga kebudayaan. Perjalanan darat yang dimulai dari Kantor PWM Kaltim pada Rabu pukul 13.00 WITA itu mencerminkan semangat kebersamaan dan kesungguhan para peserta untuk belajar dari PWM Kalsel dalam suasana persaudaraan antarwilayah Muhammadiyah . […]

  • Ilustrasi cat air seorang pria memancarkan cahaya kebaikan kepada orang-orang di sekitar halaman masjid, melambangkan konsep menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

    Bukan Seberapa Kaya, Inilah Makna Manfaat bagi Orang Lain Menurut Ust. Yayuli

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Makna kehidupan sesungguhnya tidak terletak pada seberapa bernilai diri kita secara materi, melainkan seberapa besar manfaat bagi orang lain yang bisa kita berikan. Prinsip etika sosial ini menjadi sorotan utama dalam Kajian Menjelang Berbuka di Masjid Al Munajat pada Ramadhan 1447 H ini. Ust. Yayuli menekankan bahwa standar minimal seorang muslim adalah […]

  • Wamen Dikdasmen RI Fajar Riza Ul Haq Kunjungi SMKS 6 Muhammadiyah Lebong Utara, Suntik Semangat Guru dan Siswa

    Wamen Dikdasmen RI Fajar Riza Ul Haq Kunjungi SMKS 6 Muhammadiyah Lebong Utara, Suntik Semangat Guru dan Siswa

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan ke SMKS 6 Muhammadiyah Lebong Utara pada Ahad (10/8/2025). Kehadiran Wamen disambut hangat oleh Kepala Sekolah Marten Scandaryanto, M.Pd., jajaran dewan guru, serta para siswa. Dalam kunjungan tersebut, Fajar Riza Ul Haq memberikan motivasi kepada para guru […]

expand_less