Revitalisasi Peran Masjid: IMM KH Mas Mansur UMS Gelar TPA hingga Cek Kesehatan Gratis
- account_circle hanif
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto: kegiatan cek kesehatan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURAKARTA — Kali ini belajar mengaji dan memeriksakan kesehatan bisa dilakukan dalam satu rangkaian kegiatan di Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kegiatan bertajuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan cek kesehatan ini digelar oleh Tim Penelitian dan Pengabdian Ormawa (PPO) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) KH Mas Mansur sebagai bagian dari upaya merevitalisasi masjid. Revitalisasi masjid dalam kegiatan ini dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali fungsi masjid, tidak sekadar sebagai tempat salat, tetapi juga pusat pembelajaran, pelayanan sosial, dan kepedulian terhadap kesehatan umat.
Ketua PPO, Hanif Najmi, mengatakan bahwa program ini lahir dari keinginan IMM untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya lewat pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan warga.
“Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai humanitas dan religiusitas, IMM berusaha hadir di tengah masyarakat lewat TPA dan cek kesehatan. Harapannya, kemampuan membaca Al-Qur’an meningkat dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terwujud,” ujarnya.
Menurut Hanif, TPA diselenggarakan untuk membantu warga yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Para pengajarnya adalah anggota IMM Pesma yang mendampingi peserta selama pembelajaran berlangsung di masjid.
Pemeriksaan kesehatan mencakup tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Pemeriksaan dilakukan bersama anggota IMM yang berlatar belakang keilmuan kesehatan. Kegiatan diikuti 32 peserta yang terdiri atas warga sekitar, staf kantin dan kebersihan, serta civitas akademika UMS. Peserta belajar membaca Al-Qur’an terlebih dahulu, lalu menjalani pemeriksaan kesehatan secara bergiliran.
Rangkaian itu membuat peserta dapat memperoleh pembinaan rohani dan layanan kesehatan dalam satu waktu dan satu tempat. Cara ini terasa praktis, terutama bagi warga dan pekerja kampus yang waktunya terbatas.
Salah satu peserta, Bu Asih, staf kantin, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi warga lanjut usia.
“Saya berterima kasih kepada teman-teman IMM karena sudah mengadakan TPA dan cek kesehatan ini, hal ini sangat bermanfaat, apalagi bagi kami yang sudah lansia,” katanya.
Dengan menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an dan layanan kesehatan dalam satu rangkaian, masjid diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan warga dan menjadi ruang yang ramah bagi semua kalangan, dari mahasiswa hingga lansia.
Sebagai ketua program PPO, Hanif berharap program serupa dapat berlanjut di masa mendatang dan menumbuhkan kebiasaan belajar Al-Qur’an serta hidup sehat, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.
- Penulis: hanif