Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menjadi, Bukan Sekadar Ada: Stadium General Musykom XLI IMM Shabran UMS Tekankan Individuasi Kader

Menjadi, Bukan Sekadar Ada: Stadium General Musykom XLI IMM Shabran UMS Tekankan Individuasi Kader

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Rangkaian Musyawarah Komisariat (Musykom) XLI Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) diwarnai dengan penyelenggaraan Stadium General yang menghadirkan refleksi mendalam tentang intelektualitas, tanggung jawab kader, serta arah gerakan IMM ke depan.

Bertempat di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung Pascasarjana Fakultas Psikologi UMS pada Sabtu (27/12) kegiatan itu mengusung tema “Meretas Teh Ikatan untuk Menyambut Sinar Fajar Musim Semi.” Kegiatan ini berlangsung setelah agenda Musykom resmi dibuka dan Stadium General dimoderatori oleh Immawan Muhammad Zein.

Stadium General kali ini mengundang dua Pemateri hebat, yakni Akbar, S.H., Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik (HPKP) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah, juga Alumni Pondok Shabran Angkatan tahun 2019 dan Azizah Fatmawati, M.Cs., S.T., selaku Kabid Kaderisasi, Pembinaan Ortom, dan Beasiswa Kader Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan dan Alumni (LP3A) sekaligus alumni Pondok Shabran Angkatan tahun 2000.

Dalam pemaparannya, Akbar menyampaikan bahwa IMM tidak cukup hanya dipahami sebagai organisasi yang “ada”, tetapi harus menjadi organisasi yang “menjadi”. Ia menekankan bahwa Musykom bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif kader.

“IMM tidak sekadar ada, melainkan memilih untuk menjadi. Musyawarah adalah momentum kesadaran kolektif.  IMM dibentuk bukan hanya untuk memberi pengalaman berorganisasi, tetapi untuk membentuk karakter kader secara utuh,” ujarnya.

Akbar menegaskan bahwa setiap kader memikul tanggung jawab untuk tidak memaknai IMM secara formalitas semata.

“IMM bukan hanya dibentuk untuk sekadar ada atau sekadar pengalaman berorganisasi. IMM ada untuk menjadi sebuah organisasi yang bisa membentuk semua kadernya,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong agar setiap kader membawa nilai yang menyertai gagasan unggul guna memajukan Muhammadiyah dan bangsa melalui kekhasan intelektualitas IMM.

Ia juga menyoroti fenomena kebanggaan berlebihan pada label intelektual yang disematkan kepada IMM Shabran UMS. Banyak pihak mengakui bahwa IMM Shabran merupakan komisariat yang dikenal dengan tradisi intelektualnya. Namun, menurut Akbar, penilaian tersebut berpotensi menjerumuskan kader pada zona nyaman.


“Momentum ini harus menjadi semangat baru untuk senantiasa membangun tradisi intelektual, bukan hanya sekadar penilaian dari luar,” tuturnya.

Sebagai alumni, Akbar juga mengajak para Immawan dan Immawati untuk menyadari bentuk pengabdian terhadap persyarikatan Muhammadiyah, terutama melalui IMM. Ia menafsirkan tema Musykom yang mengangkat frasa “sinar fajar” sebagai simbol harapan dan keberanian melangkah.

“Sinar fajar dalam tema ini saya artikan sebagai harapan, bukan kepastian, melainkan keberanian melangkah bersama,” ungkapnya.

Dalam konteks keilmuan, ia juga mengingatkan bahwa bertanya adalah ibadah dan berpikir merupakan jalan menuju ilmu.

Sesi Stadium General kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Azizah, yang pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Kader  PK IMM Shabran UMS periode 2000–2002. Ia mengawali materinya dengan menceritakan pengalaman awal menjadi kader IMM di Shabran, yang menurutnya banyak membentuk cara pandang dan kepribadian hingga saat ini.

Dalam paparannya, ia mengangkat pesan QS Al-Hasyr ayat 18 mengenai pentingnya pertanggungjawaban dalam kehidupan organisasi.

“QS Al-Hasyr ayat 18 mengingatkan kita bahwa pertanggungjawaban itu penting dalam berjalannya sebuah ikatan maupun organisasi. Karena masa kini adalah gambaran masa depan sebuah ikatan,” jelasnya. 

Ayat tersebut, menurutnya, relevan dengan dinamika kaderisasi IMM hari ini. Ia menegaskan bahwa tri kompetensi dasar IMM, yaitu religiusitas, intelektualitas, dan humanitas, harus menjadi pegangan utama dalam setiap aktivitas kader. Ketiga nilai tersebut bukan hanya jargon, tetapi pedoman yang mengarahkan pilihan sikap kader IMM dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Azizah juga menguraikan konsep individuasi dalam proses pembentukan kader. Ia menolak pandangan bahwa individuasi akan melemahkan kolektivitas organisasi. Sebaliknya, individuasi justru menguatkan IMM.

“Individuasi akan menguatkan kolektif, bukan merusak. Individuasi bukan memisahkan kader dari IMM, tetapi mematangkan kader agar berkontribusi secara sadar,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan tahapan individuasi yang ideal bagi kader IMM, mulai dari kesadaran diri, internalisasi nilai, kemandirian berpikir, tanggung jawab sosial, hingga komitmen kolektif. Tahapan-tahapan tersebut dinilai penting untuk membentuk kader IMM yang matang secara intelektual, emosional, dan sosial.

Melalui Stadium General ini, para peserta Musykom XLI diajak untuk kembali meneguhkan tradisi keilmuan, keberanian berpikir kritis, dan kepedulian sosial sebagai ciri khas kader IMM. Tema Musykom “Meretas Tali Ikatan untuk Menyambut Sinar Fajar Musim Semi” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi energi bersama dalam membangun peradaban yang lebih baik melalui IMM, Muhammadiyah, dan bangsa. (Adi/Humas)

 

 

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rawat Toleransi Lewat Fikih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya Bersama Kiai Cepu

    Rawat Toleransi Lewat Fikih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya Bersama Kiai Cepu

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, TULUNGAGUNG – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Tulungagung sukses menggelar agenda “Ngobrol Budaya” bertajuk “Budaya Tanpa Sekat: Membangun Dialog, Merawat Toleransi” pada Sabtu (15/8/2026). Bertempat di Warunk Salman, acara ini menjadi ruang perjumpaan pemikiran yang inklusif bagi generasi muda Tulungagung. Diskusi ini menghadirkan akademisi lintas disiplin sekaligus Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya […]

  • Eco Bhineka Muhammadiyah Gelar Festival Lintas Iman untuk Keselamatan Lingkungan

    Eco Bhineka Muhammadiyah Gelar Festival Lintas Iman untuk Keselamatan Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 215
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dalam rangka mempromosikan kerukunan antar umat beragama melalui pendekatan pelestarian lingkungan, Eco Bhineka Muhammadiyah selenggarakan Festival Eco Bhinneka 2024 dengan tema “Surakarta Beragam” digelar pada Sabtu (21/09) di Balai kota Surakarta. Turut hadir dalam acara tersebut beberapa instansi, tokoh masyarakat lintas agama, aktivis dan para pegiat lingkungan. Festival Eco Bhinneka merupakan sebuah […]

  • Pemanfaatan AI Yang Tepat Guna dan Optimal, UMS Gelar Konferensi Internasional 10th ISETH

    Pemanfaatan AI Yang Tepat Guna dan Optimal, UMS Gelar Konferensi Internasional 10th ISETH

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 130
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan konferensi internasional 10th International Summit on Science, Technology and Humanity (ISETH) 2024 yang berlangsung di Auditorium Mohammad Djazman UMS pada Rabu, 20 November. Konferensi kali ini melibatkan 13 acara internasional di berbagai bidang, termasuk teknologi, mekanika, geografi, ekonomi, medis, dan lainnya. Assoc. Prof. Dr. Masduki, M.Si, Wakil […]

  • Cegah Bullying dan Penguatan Pendidikan Islam, UMS Jalin Kerja Sama Strategis dengan Sekolah di Selangor Malaysia

    Cegah Bullying dan Penguatan Pendidikan Islam, UMS Jalin Kerja Sama Strategis dengan Sekolah di Selangor Malaysia

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Agama Menengah Tengku Ampuan Jamaah Sungai Besar, Selangor, Malaysia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat internasionalisasi UMS sekaligus implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat lintas negara. Penandatanganan MoU […]

  • Menanti Al-Mahdi: Mengapa Umat Islam Tidak Boleh Menjadi Penonton Zaman?

    Menanti Al-Mahdi: Mengapa Umat Islam Tidak Boleh Menjadi Penonton Zaman?

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Oleh: Najib Maulana Alfikri Dengan melihat rentetan berita akhir-akhir ini, banyak dari kita telah menyaksikan teater tragedi yang diputar berulang-ulang. Jet tempur serta rudal selalu ada di langit malam dan warga sipil serta anak-anak tak berdosa menangis di atas puing-puing peradaban mereka sendiri. Di sisi lain, para pemimpin negara berbalut jas rapi sedang menandatangani kesepakatan […]

  • Adakan Diskusi dan Silaturahmi, AMM Jembrana Tekankan Spirit Kolaborasi

    Adakan Diskusi dan Silaturahmi, AMM Jembrana Tekankan Spirit Kolaborasi

    • calendar_month Rabu, 8 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 244
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jembrana – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Technopreneur ITBM Bali menggelar diskusi OBSERVASI (Obrolan Seru Menginspirasi) yang bertajuk “Ikut Organisasi, Apa Untungnya?”. Kegiatan yang dirangkaikan dengan silaturahmi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) se-Kabupaten Jembrana ini diadakan pada Selasa, (07/11/23). Diskusi ini dimoderatori oleh Galih Pramana Ciputra, selaku Ketua Bidang Riset Pengembangan Keilmuan (RPK) […]

expand_less