Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari Sampah Jadi Solusi: Pemuda Lintas Iman Banyuwangi Bikin Sabun dan Ventilasi Roster Dari Plastik Bekas

Dari Sampah Jadi Solusi: Pemuda Lintas Iman Banyuwangi Bikin Sabun dan Ventilasi Roster Dari Plastik Bekas

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Banyuwangi — Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar Pelatihan Pembuatan Ventilasi Roster dan Sabun Ramah Lingkungan yang berlangsung di Balai Desa Glagahagung, Purwoharjo, Banyuwangi pada Sabtu (12/7). Kegiatan tersebut menjadi puncak sekaligus penutup program Inisiatif Bersama untuk Aksi Keagamaan yang Strategis (Joint Initiative for Strategic Religious Action) yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah & Nasyiatul Aisyiyah di Banyuwangi, sebuah perjalanan kolaboratif lintas iman yang peduli terhadap pelestarian lingkungan.

Diikuti sebanyak 45 orang peserta, Regional Manager Eco Bhinneka Banyuwangi, Windarti, menyebutkan pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan praktis pemuda lintas iman dan masyarakat dalam memproduksi produk ramah lingkungan, sekaligus mendorong penggunaan bahan baku lokal yang aman bagi kesehatan dan alam. “Setelah mengikuti sesi pemaparan materi, peserta berkesempatan melakukan praktik pembuatan produk tersebut didampingi fasilitator,” ujar Windarti.

Pelatihan pembuatan ventilasi roster berbahan plastik multilayer difasilitasi oleh Siti Muyasaroh, Executive Director Envitrust Indonesia. Jenis plastik multilayer yang digunakan berasal dari limbah plastik kemasan sachet, seperti bekas minuman serbuk atau makanan ringan, yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Roster dipilih sebagai metode pengolahan plastik multilayer karena dinilai lebih efisien dan mudah diterapkan di berbagai konteks,” jelas Siti. Selain biaya produksinya yang relatif lebih murah dibandingkan metode lain, produk hasil daur ulang ini dapat langsung dimanfaatkan sebagai material bangunan. Siti yang juga merupakan akademisi Universitas PGRI Argopuro Jember menambahkan, metode ini bersifat inklusif karena dapat diterapkan oleh berbagai kalangan, baik di tingkat komunitas kecil maupun lembaga skala besar.

Adapun Pelatihan membuat sabun organik, difasilitasi oleh Zahrotul Janah, Fasilitator Daerah Eco Bhinneka PDNA Banyuwangi. “Sabun yang dibuat memungkinkan kita memilih sendiri bahan-bahannya, mengetahui dengan pasti isi dan kandungannya, serta tidak menggunakan bahan kimia sintetis berbahaya,” katanya. Zahro, yang juga sebagai inisiator Gerakan Merdeka Sampah, mengungkapkan bahwa pembuatannya tidak menghasilkan limbah berbahaya, mengurangi penggunaan kemasan plastik sehingga tidak menambah timbulan sampah, dan air bekas bilasannya pun lebih ramah lingkungan.

Perkenalan 3 Buku Eco Bhinneka di Banyuwangi

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, turut diperkenalkan tiga buku penting: Jejak Eco Bhinneka Banyuwangi, Perempuan Penggerak Perdamaian, dan Modul Eco Bhinneka Muhammadiyah–Nasyiatul Aisyiyah. Ketiganya merangkum pengalaman lapangan, narasi perubahan, serta refleksi lintas iman dan gender selama pelaksanaan program.

Buku Jejak Eco Bhinneka disusun oleh tim fasilitator daerah Banyuwangi, menampilkan aksi nyata kaum muda lintas iman di Banyuwangi dalam merawat kerukunan melalui isu lingkungan. Buku ini rencana akan diluncurkan saat Milad Muhammadiyah November 2025 mendatang. Sementara itu, buku Perempuan Penggerak Perdamaian memuat kisah inspiratif dari berbagai organisasi mitra JISRA di Indonesia, termasuk sosok Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiarti, sebagai pemimpin perempuan yang tangguh, toleran, dan peduli lingkungan.

Terkait modul, Lia Kharisma Saraswati, Regional Staff Eco Bhinneka Banyuwangi menjelaskan bahwa, buku ini telah digunakan sebanyak tiga kali Training of Trainer dan melahirkan 25 orang kader anggota AMONG. ”Modul ini juga akan digunakan dalam pelatihan nasional kepada 250 kader NA pada akhir Juli 2025, sebagai bagian dari program massifikasi Eco Bhinneka oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah,” imbuhnya.

Pelantikan Anggota Komunitas AMONG Angkatan II dan III

Pada acara ini juga dilaksanakan pelantikan anggota AMONG (Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan Banyuwangi) Angkatan ke II dan ke III, yang telah mengikuti TOT sebelumnya. Kini AMONG yang diketuai oleh Mahatma, seorang aktivis Pemuda Hindu, memiliki 25 orang anggota yang berasal dari beragam organisasi pemuda lintas iman lainnya, seperti: Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, Pemuda Kristen -Heaven Joy Voice, Pemuda Tri Jati, Pemuda Katholik, PDNA Banyuwangi, dan Organisasi Pecinta Alam (Orspala) SMK Muhammadiyah 8 Siliragung.

Cendera Mata Produk APUNA dan Tempat Sampah Pilah

Sebagai bentuk apresiasi dan simbol kolaborasi, Eco Bhinneka Muhammadiyah menyerahkan cendera mata berupa produk dari APUNA (Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah) Kalibaru kepada Kepala Desa Glagahagung. APUNA merupakan kelompok usaha yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan melalui kewirausahaan. Penyerahan ini dilanjutkan dengan pemberian tempat sampah pilah sebagai upaya edukasi berkelanjutan tentang pentingnya memilah sampah basah dan kering sejak dari rumah.

Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan

Lebih lanjut, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, melalui Green Nasyiah ia berharap NA mengembangkan inovasi green terkait energi, livelihood, dan kesejahteraan perempuan. “Semoga hal baik yang sudah kita lakukan bisa dilanjutkan, syukur-syukur ada koperasi yang arahnya ke penguatan ekonomi,” harapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Glagahagung, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ketua PWNA Jawa Timur, Ketua PDNA Banyuwangi, perwakilan tokoh lintas agama, dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Banyuwangi.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampanye Bebas TBC: UNISA Yogyakarta bersama Dinas Kesehatan DIY selenggarakan Pelatihan Kader ‘Satriya’

    Kampanye Bebas TBC: UNISA Yogyakarta bersama Dinas Kesehatan DIY selenggarakan Pelatihan Kader ‘Satriya’

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 163
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dinas Kesehatan DIY, melalui program Kampus Bebas TBC, mencanangkan pelatihan kader dengan nama Kader “Satriya,” singkatan dari Siaga Tanggap TBC di Yogyakarta, dengan tagline “Mentes” (Menuju Eliminasi Tuberkulosis). Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Kesehatan DIY, Yayasan Siklus Indonesia, dan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Pada hari Jumat, 2 Agustus 2024, Universitas […]

  • MPAI UMS Hadirkan Seminar Strategi Magister: Studi Cepat dan Beasiswa Bergengsi

    MPAI UMS Hadirkan Seminar Strategi Magister: Studi Cepat dan Beasiswa Bergengsi

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI)  Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan seminar “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja Lancar, & Beasiswa Didapat” pada 6 Juni 2026 di Ruang Amphitheater Fakultas Agama Islam. Seminar ini bertujuan membekali mahasiswa pascasarjana dengan strategi manajemen studi efektif dan akses beasiswa unggulan. […]

  • Satukan Langkah Bersama, PCM & PCA Grogol Agendakan Baitul Arqam Pimpinan

    Satukan Langkah Bersama, PCM & PCA Grogol Agendakan Baitul Arqam Pimpinan

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 218
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Grogol (PCM & PCA Grogol) melaksanakan Baitul Arqam tingkat Pimpinan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu hingga Ahad 7 September 2024 hingga 8 Septemer 2024 di Tawangmangu Kab Karanganyar. Dengan tema “Bergerak Bersama menuju Kader yang Berkemajuan”. Acara ini diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari 70 […]

  • SUMU Kembali Saladin Camp Bersama Pakar Pembebas Baitul Maqdis

    SUMU Kembali Saladin Camp Bersama Pakar Pembebas Baitul Maqdis

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 175
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) kembali menggelar Saladin Camp bertajuk “Rodmap” Nabawiyah Pembebasan Baitul Maqdis pada 23-29 September 2024 di Asrama Haji Yogyakarta. Acara Saladin Camp ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, akademisi, aktivis yang tersebar di seluruh Indonesia, hingga dari negara luar seperti Malaysia dan Palestina. Ghufron Mustaqim Sekretaris Jenderal […]

  • Metody transakcji i zasady bonusów w kasynie CrystalRoll w Polsce

    Metody transakcji i zasady bonusów w kasynie CrystalRoll w Polsce

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 3
    • 0Komentar

    W kasynie CrystalRoll wiemy, że poznanie sposobów płatności i zasad premii jest niezbędne do satysfakcjonującej gry crystalroll-casino.eu. Z możliwościami dostosowanymi do potrzeb polskich graczy, od kart bankowych po portfele elektroniczne, takie jak Skrill, jest wiele do zbadania. Jednak szczegóły premii, w tym trudne warunki obrotu, mogą komplikować sprawę. Ważne jest, aby w pełni zrozumieć te […]

  • Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

    Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Oleh: Kukuh Prakosa Agustian, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu K.H. Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh pembaharu Islam paling berpengaruh di Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Ia lahir di Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Sejak kecil, ia hidup di lingkungan keluarga religius dan mendapat pendidikan agama secara tradisional. Perjalanan intelektualnya berkembang pesat […]

expand_less