Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Benarkah Aku Beban Keluarga yang Tak Berguna?

Benarkah Aku Beban Keluarga yang Tak Berguna?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2020
  • visibility 2.860
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andi Rezti Maharani*

Media sosial nampak tak sama. Wajah baru sekaligus menipu. Semakin pesat perkembangan teknologi. Semakin tak ada filternya lagi. Banyak yang menebar kebaikan.  Pun sebaliknya. Tak sedikit pula yang sibuk memamerkan harta. Mata jahat mengincar di mana-mana. Antar saudara saling beradu begitu mudahnya. Hoax bertebaran. Pesimisme dibalut motivasi. Cacian, makian, depresi, hingga bunuh diri.

Media sosial memang seperti itu, iya kan? Membuatmu tak bersyukur. Membuatmu memaksakan kehendakmu. Membuatmu merasa tak berdaya. Sampai-sampai dengan mudahnya kamu berkata, “Biar ku mati saja!”. Lancang sekali kamu.

“Tetaplah hidup walaupun tidak berguna”

Kudapati kalimat itu sering dijadikan motivasi, oleh kalian yang mengatasnamakan diri sebagai “sad people”. Kala itu, tak sadar dirimu sedang menghina ciptaan-Nya. Seakan apa yang Ia ciptakan tak ada gunanya. Lalu, kamu membuat analogi seperti kipas yang tak berputar namun masih dapat menyala. Bagaimana bisa kamu samakan manusia dengan benda mati? Kalimat itu kudapati banyak di media sosial. Dengan bangga kamu mempostingnya. Saling beradu nasib. Menampakkan kesedihan. Untuk apa? Untuk siapa? Manusia? Kamu berharap mereka memedulikanmu? Tidak. Kamu salah. Kamu hanya akan mendapati kekecewaan jika berharap pada manusia. Tak bisa makhluk rapuh seperti itu kamu jadikan sandaran. Masing-masing telah ada jalan dan ujian. Sama halnya, ketika kamu sedang ujian sekolah dengan soal yang berbeda tiap siswa. Apakah kamu mau jika temanmu meminta untuk mengerjakan soalnya? Tentu tidak. Karena kamu saja masih belum selesai dengan ujianmu sendiri.

Kawan, manusia hanya bisa memberi rumus (cara menyelesaikan). Dan rumus itu pun berasal dari al-Qur’an dan Hadits. Manusia hanya mengingatkan dan menyampaikan rumus itu. Sedang sisanya, antara kamu dan penciptamu.

“Aku beban keluarga, selalu dibanding-bandingkan!”

Tak ada namanya beban keluarga. Jauh sebelum kamu ada di dunia ini. Allah telah memberi amanah dengan menjadikanmu berada dalam keluargamu saat ini. Seorang anak tak pernah memilih ingin dilahirkan dan berada di keluarga seperti apa.  Seorang ibu tak pernah memilih ingin melahirkan anak seperti apa. Bagaimanapun kondisi orangtuamu. Bagaimanapun perilaku dan bahasa mereka yang mungkin menyakiti hatimu. Mereka tetap orang tuamu. Mereka mungkin tak paham kondisimu. Namun pernah kah kamu berpikir, bahwa di setiap doa mereka selalu terselip namamu?

Pengorbanan mereka untukmu tak sebanding dengan keluhanmu. Mari kita berpositif thinking. Jika perlakuan mereka sudah terlampau batas. Well, tak ada yang dapat merubah mereka. Kecuali doamu sebagai anak yang sholeh ataupun sholehah. Bahkan, aku kagum dengan keikhlasan Nabi Ibrahim yang terlahir sebagai anak seorang pembuat berhala. “Nabi Ibrahim kan nabi, aku kan manusia biasa”. Bisa jadi, ketika kamu mampu ikhlas seperti Nabi Ibrahim. Allah akan mengangkat derajatmu dan memasukkanmu ke dalam surga-Nya. Tak usahlah membandingkan sesuatu yang tak perlu. Karena itu hanya akan menimbulkan penyakit di hatimu.

Aku yakin, semua pemikiran negatif kamu tak lain hanyalah hawa nafsu. Sedang  media sosial dengan mudahnya turut menaklukkanmu. Hingga akhirnya kamu pun tersesat jauh. Sangat jauh. Sampai terfikir dalam benakmu, bahwa solusi terbaik adalah mengakhiri hidupmu.

Rumusku untukmu…

Kawan, aku tahu ini tak mudah. Aku pun sedih sekaligus marah. Mental apa yang tercipta dari pemikiran yang pesimis. Katanya kamu mengakui Allah, namun dirimu jarang melibatkan-Nya. Mengaku beragama, namun diperbudak dunia. Layaknya pembunuhan mental kamu dibuatnya. Dunia adalah fatamorgana. “..Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS al-Hadid : 20)

Ketika ternyata ujianmu terasa berat. Jangan mengeluh di media sosial. Jangan merasa kamu yang paling lemah. Jangan merasa Allah tak adil karena keadaan yang menimpamu. Bersyukurlah! Seseorang yang ingin naik kelas pasti akan mengalami ujian. Semakin tinggi tingkatannya, tentu akan semakin sulit ujiannya. “Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah mengetahui orang-orang yang benar dan pendusta” (QS Al-Ankabut : 2-3)

Hai! Terimakasih telah membaca sampai akhir. Siapapun kamu yang sedang mencoba struggle dengan ujianmu. Kuatkan imanmu. Teruslah berdoa, ikhlas dan sabar.  Kata orang makasar,  “Jeneka ninik, ia tonja nanaik ia tonja nanaung”. Artinya, “Lihatlah air, ada kalanya pasang, ada kalanya surut.” Sama halnya dengan kehidupan kita. Ada kalanya senang, ada kalanya susah. Yakinlah bahwa ujian itu lambat laun akan berlalu. Tunggu tiba masanya akan berganti, bagai musim gugur menjadi musim semi. Pada saat itu bunga-bunga akan bermekaran memancarkan senyum kebahagiaan.

Kawan, tak ada yang sia-sia dari ciptaan-Nya. Pun dengan dirimu jika mau berbenah diri. Ingatlah jua bahwa tak ada yang instan di dunia ini. Semua butuh proses untuk mencapai kesempurnaan. Sesuatu yang manis pasti menunggumu di akhir perjuangan. Dan jangan lupa niat yang sungguh-sungguh. Kalau kata ustadzahku di pesantren, “Luruskan niat karena Allah!”. Semangat! Kamu pasti bisa!

*Penulis merupakan santri pondok pesantren Mujahidin Balikpapan

Editor: M. Andhim

Ilustrasi: Amazonnews.com

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah KDRT, Mahasiswa UMS Edukasi Warga tentang Kesadaran Hukum dan Perlindungan Hak Perempuan

    Cegah KDRT, Mahasiswa UMS Edukasi Warga tentang Kesadaran Hukum dan Perlindungan Hak Perempuan

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Hukum dan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan workshop bertema “Peningkatan Kesadaran Hukum dan Perlindungan Hak-Hak Perempuan dalam Lingkup Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (BA) 5, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Acara ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) […]

  • Perkuat Pondasi Pendidikan di Pekalongan, Pembangunan TK ABA Aisyiyah 2 Kajen Resmi Dimulai

    Perkuat Pondasi Pendidikan di Pekalongan, Pembangunan TK ABA Aisyiyah 2 Kajen Resmi Dimulai

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 5
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; KAJEN, PEKALONGAN – Pembangunan Gedung TK ABA Aisyiyah 2 Kajen resmi dimulai yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Ahad (17/5/2026). Acara yang berlangsung penuh khidmat dan semangat kebersamaan ini dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Sofwan Sumadi. Selain pihak legislatif, agenda ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, keluarga besar […]

  • Jangkau Pedalaman Kalimantan, Dai LDK Muhammadiyah Kenalkan Tapak Suci Hingga Daerah 3T

    Jangkau Pedalaman Kalimantan, Dai LDK Muhammadiyah Kenalkan Tapak Suci Hingga Daerah 3T

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 155
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Landak – Ustadz Rahmad Raki, sosok Dai dari Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Kalimantan Barat, menjalankan tugas mulianya di Dusun Belimbing, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, yang termasuk dalam kategori daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). Setiap hari, beliau mengajarkan anak-anak mengaji dan membina warga kampung yang muallaf, yang berjumlah 15 orang. Selain […]

  • Rainbet Casino – Experience Lightning-Fast Slot Action

    Rainbet Casino – Experience Lightning-Fast Slot Action

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Why Short, High‑Intensity Sessions Matter at Rainbet Rainbet has carved a niche for players who crave instant gratification and adrenaline‑filled bursts of play. In the world of online casino gaming, not every session needs to stretch into hours. Instead, many players opt for quick, high‑intensity bursts that deliver immediate outcomes and keep the heart racing. […]

  • CHILDFREE : INDONESIA DAN JEPANG PART DUA?

    CHILDFREE : INDONESIA DAN JEPANG PART DUA?

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Belakangan ini diketahui seorang influencer muda memberikan pernyataan yang cukup kontroversial di tengah masyarakat Indonesia. Dirinya menyebutkan bahwa tidak memiliki anak adalah anti-aging terbaik atau resep awet muda versinya, “Not having kids is indeed natural anti-aging. You can sleep for 8 hours every day, no stress hearing kids screaming. And when you finally got wrinkles, you […]

  • Musyker HMP IQT UMS: Pondasi Awal untuk Mengoptimalkan Kinerja

    Musyker HMP IQT UMS: Pondasi Awal untuk Mengoptimalkan Kinerja

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 333
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Himpunan Mahasiswa  Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMP IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musyker) HMP IQT 2024 dengan mengambil tema “Musyawarah kerja sebagai fondasi Awal untuk optimalisasi kinerja HMP IQT”, yang dimana acara tersebut diselenggarakan pada hari Ahad, 18 Februari 2024 dilakasankan di Ruang […]

expand_less