Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Andri Nirwana, Ph.D., menegaskan bahwa persoalan kebangsaan modern tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum positif dan ideologi formal. Menurutnya, akar persoalan bangsa saat ini justru terletak pada krisis etika publik dan moralitas sosial.

Hal tersebut disampaikan Andri dalam Jumpa Pers Pengukuhan Guru Besar UMS bertajuk “Ilmu Tafsir dan Tanggung Jawab Etika Kebangsaan: Membaca Asta Cita dalam Horizon Al-Qur’an”. Ia menilai maraknya kasus korupsi, polarisasi politik, hingga konflik berbasis agama menunjukkan lemahnya fondasi etika masyarakat.

“Regulasi antikorupsi kita sudah sangat ketat, operasi tangkap tangan dilakukan di mana-mana. Tapi kenapa korupsi tidak selesai-selesai? Masalahnya bukan di hukumnya, tapi etika publik kita yang lemah,” ungkapnya, Senin, (19/1).

Ia menambahkan, sistem demokrasi prosedural juga belum mampu meredam polarisasi politik. Bahkan, konflik berbasis agama tetap muncul meski kebebasan beragama telah dijamin konstitusi. Kondisi tersebut, kata Andri, menunjukkan bahwa pendekatan normatif legal belum menyentuh akar persoalan bangsa.

Ia mengutip Q.S. al-Ḥujurāt [49]: 13) yang artinya “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal”. Ayat ini adalah pernyataan universal tentang kemajemukan dan tanggung jawab moral manusia untuk hidup berdampingan dalam harmoni.

“Dalam konteks bangsa Indonesia yang majemuk, ayat ini menegaskan bahwa perbedaan bukan sumber pertentangan, melainkan ruang untuk membangun etika sosial yang saling menghormati. Di sinilah Ilmu Tafsir memiliki relevansi besar, karena ia berfungsi menjembatani nilai-nilai wahyu dengan realitas kebangsaan yang kompleks,” ujar Andri.

Andri menawarkan ilmu tafsir sebagai sistem penalaran etis berbasis wahyu. Menurutnya, tafsir tidak hanya berhenti pada penjelasan makna ayat, tetapi mampu menghadirkan nilai-nilai moral yang memandu tindakan korektif dalam kehidupan berbangsa.

“Tafsir itu bukan sekadar menjelaskan teks Al-Qur’an, tapi menguak nilai-nilai moral di dalamnya. Nilai-nilai itulah yang bisa kita jadikan sumber dalam menyelesaikan problem kebangsaan,” ujarnya.

Ia mencontohkan persoalan korupsi yang sejatinya berbeda dengan pencurian biasa. Korupsi merupakan penyalahgunaan wewenang yang kerap dilakukan secara berjamaah. Karena itu, pendekatan hukum semata tidak cukup, melainkan perlu pemaknaan lebih dalam melalui tafsir maqashidi, yakni memahami tujuan dan hikmah di balik ayat-ayat Al-Qur’an.

“Dalam Al-Qur’an memang ada konsep potong tangan bagi pencuri. Tapi kita perlu mencari maqashid-nya, tujuannya apa. Bagaimana punishment yang efektif sehingga korupsi bisa benar-benar hilang, tanpa melahirkan masalah sosial baru,” jelasnya.

Andri juga menekankan pentingnya menjaga kemaslahatan umat sebagai validasi utama dalam etika kebangsaan. Ia mencontohkan berbagai persoalan lingkungan seperti penebangan pohon, pengerukan tanah, hingga kerusakan laut yang sejatinya bertentangan dengan semangat Al-Qur’an.

“Al-Qur’an jelas melarang perusakan di bumi setelah diperbaiki. Baik itu kerusakan laut, darat, maupun tatanan sosial seperti korupsi. Semua itu merusak kemaslahatan umum,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai disiplin ilmu sebenarnya sudah menunjukkan bahwa perusakan lingkungan adalah kesalahan. Nilai-nilai tersebut sejatinya sejalan dengan spirit Al-Qur’an.

Lebih jauh, Andri merekomendasikan agar ilmu tafsir diposisikan sejajar dengan pendidikan moral, Pancasila, dan pendidikan karakter bangsa. Ia berharap tafsir dapat menjadi bagian dari kurikulum pembentukan karakter generasi muda.

“Ilmu tafsir idealnya masuk sebagai ilmu etika kebangsaan. Dulu ada PPKN, tapi sekarang bagaimana Pancasila dipahami sebagai nilai, bukan sekadar hafalan. Tafsir bisa memperkuat itu,” katanya.

Ia menilai, selama ini pakar tafsir masih berada di ranah masyarakat dan belum banyak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan publik. Padahal, nilai-nilai Qurani sangat relevan untuk merumuskan regulasi yang berkeadilan dan beretika.

“Pakar tafsir belum masuk ke stakeholder kebijakan. Ini kendala kita. Padahal nilai-nilai Al-Qur’an bisa menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan publik,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Guru Besar Ilmu Tafsir UMS itu menegaskan bahwa ilmu tafsir perlu diteguhkan sebagai disiplin etika kebangsaan. Tafsir harus bergerak melampaui penafsiran tekstual menuju konstruksi nilai publik yang menopang kehidupan bernegara.

“Ilmu tafsir harus berdialog dengan ilmu sosial, kebijakan publik, dan studi kebangsaan tanpa kehilangan akar metodologisnya. Inilah yang kami tawarkan: tafsir sebagai ilmu etika kebangsaan,” pungkasnya.

Kontributor: Fika/Humas

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Inovasi Digital, UMS Hadirkan Pakar dari Jepang

    Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Inovasi Digital, UMS Hadirkan Pakar dari Jepang

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan narasumber internasional, Prof. Jun Sakamoto dari Faculty of Science and Engineering, Kochi University, Jepang. Dekan FKIP UMS, Prof. Anam Sutopo, M.Sc., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Prof. Sakamoto. Anam menekankan bahwa kegiatan […]

  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan “75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah” dari Suara Merdeka Network

    Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan “75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah” dari Suara Merdeka Network

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menerima apresiasi sebagai salah satu dari 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah dalam peringatan HUT ke-75 Suara Merdeka yang diselenggarakan di Kota Semarang. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam mendorong pendidikan melalui pendekatan humanis dan kolaboratif. Acara ini sekaligus menjadi penegas bahwa kemajuan suatu daerah […]

  • Selamat Jalan Ir Mohammad Nadjikh

    Selamat Jalan Ir Mohammad Nadjikh

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.270
    • 0Komentar

    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185). “Semoga amal dan Ibadah Pak Najikh diterima Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.” KABARMUH.COM – CEO PT Kelola Mina Laut, Ir Mohammad Nadjikh (57) meninggal dunia, Jumat (17/4/2020) pukul 10.05 WIB. Mohammad Nadjikh dilahirkan di Gresik, 8 Juni 1962. Munarjo, ayahnya, […]

  • SMP Muhammadiyah Bligo Tebar Apresiasi! Beasiswa Prestasi Senilai Rp3.600.000 Disalurkan untuk Para Juara Hebat

    SMP Muhammadiyah Bligo Tebar Apresiasi! Beasiswa Prestasi Senilai Rp3.600.000 Disalurkan untuk Para Juara Hebat

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bligo – Peningkatkan pemberian beasiswa kepada peserta didik adalah satu dari sekian cara bagaimana investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan berjalan. Bulan Agustus ini menjadi momen penuh kebanggaan bagi SMP Muhammadiyah Bligo. Sebanyak Rp3.600.000,- telah dikucurkan dalam bentuk Beasiswa Prestasi kepada siswa-siswi terbaik yang telah mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang, baik akademik maupun […]

  • Tangan-tangan santri PPTQ Shirathun Najah sedang memasukkan bibit rimpang ke dalam gelas plastik bekas yang dijadikan pot tanaman apotek hidup dalam kegiatan Green Ramadhan di Polokarto.

    Green Ramadhan: Santri Kreatif, Sampah Produktif

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Polokarto — Ramadhan seringkali identik dengan peningkatan konsumsi. Mulai dari tumpukan kantong plastik saat berburu takjil hingga sisa makanan yang terbuang saat berbuka puasa. Padahal, inti dari puasa adalah menahan diri. Menjalankan Green Ramadhan bukan berarti mengurangi khidmatnya ibadah, justru menambah nilai pahala dengan menjaga lingkungan. ​ Dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan di […]

  • Isi Piringku Jadi Media Edukasi Gizi, Mahasiswa UMS Ajari Anak Perantauan di Malaysia

    Isi Piringku Jadi Media Edukasi Gizi, Mahasiswa UMS Ajari Anak Perantauan di Malaysia

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 31
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana kelas yang biasanya tenang berubah menjadi riuh penuh semangat ketika Dhini Hilyati, mahasiswi KKN Internasional Batch 3 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dari Program Studi Ilmu Gizi, mulai membuka sesi “10 Pedoman Gizi Seimbang” di Sanggar Bimbingan (SB) Kelana Jaya, Malaysia, pada Sabtu, 13 Juni 2026. Dhini menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan […]

expand_less