Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Andri Nirwana, Ph.D., menegaskan bahwa persoalan kebangsaan modern tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum positif dan ideologi formal. Menurutnya, akar persoalan bangsa saat ini justru terletak pada krisis etika publik dan moralitas sosial.

Hal tersebut disampaikan Andri dalam Jumpa Pers Pengukuhan Guru Besar UMS bertajuk “Ilmu Tafsir dan Tanggung Jawab Etika Kebangsaan: Membaca Asta Cita dalam Horizon Al-Qur’an”. Ia menilai maraknya kasus korupsi, polarisasi politik, hingga konflik berbasis agama menunjukkan lemahnya fondasi etika masyarakat.

“Regulasi antikorupsi kita sudah sangat ketat, operasi tangkap tangan dilakukan di mana-mana. Tapi kenapa korupsi tidak selesai-selesai? Masalahnya bukan di hukumnya, tapi etika publik kita yang lemah,” ungkapnya, Senin, (19/1).

Ia menambahkan, sistem demokrasi prosedural juga belum mampu meredam polarisasi politik. Bahkan, konflik berbasis agama tetap muncul meski kebebasan beragama telah dijamin konstitusi. Kondisi tersebut, kata Andri, menunjukkan bahwa pendekatan normatif legal belum menyentuh akar persoalan bangsa.

Ia mengutip Q.S. al-Ḥujurāt [49]: 13) yang artinya “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal”. Ayat ini adalah pernyataan universal tentang kemajemukan dan tanggung jawab moral manusia untuk hidup berdampingan dalam harmoni.

“Dalam konteks bangsa Indonesia yang majemuk, ayat ini menegaskan bahwa perbedaan bukan sumber pertentangan, melainkan ruang untuk membangun etika sosial yang saling menghormati. Di sinilah Ilmu Tafsir memiliki relevansi besar, karena ia berfungsi menjembatani nilai-nilai wahyu dengan realitas kebangsaan yang kompleks,” ujar Andri.

Andri menawarkan ilmu tafsir sebagai sistem penalaran etis berbasis wahyu. Menurutnya, tafsir tidak hanya berhenti pada penjelasan makna ayat, tetapi mampu menghadirkan nilai-nilai moral yang memandu tindakan korektif dalam kehidupan berbangsa.

“Tafsir itu bukan sekadar menjelaskan teks Al-Qur’an, tapi menguak nilai-nilai moral di dalamnya. Nilai-nilai itulah yang bisa kita jadikan sumber dalam menyelesaikan problem kebangsaan,” ujarnya.

Ia mencontohkan persoalan korupsi yang sejatinya berbeda dengan pencurian biasa. Korupsi merupakan penyalahgunaan wewenang yang kerap dilakukan secara berjamaah. Karena itu, pendekatan hukum semata tidak cukup, melainkan perlu pemaknaan lebih dalam melalui tafsir maqashidi, yakni memahami tujuan dan hikmah di balik ayat-ayat Al-Qur’an.

“Dalam Al-Qur’an memang ada konsep potong tangan bagi pencuri. Tapi kita perlu mencari maqashid-nya, tujuannya apa. Bagaimana punishment yang efektif sehingga korupsi bisa benar-benar hilang, tanpa melahirkan masalah sosial baru,” jelasnya.

Andri juga menekankan pentingnya menjaga kemaslahatan umat sebagai validasi utama dalam etika kebangsaan. Ia mencontohkan berbagai persoalan lingkungan seperti penebangan pohon, pengerukan tanah, hingga kerusakan laut yang sejatinya bertentangan dengan semangat Al-Qur’an.

“Al-Qur’an jelas melarang perusakan di bumi setelah diperbaiki. Baik itu kerusakan laut, darat, maupun tatanan sosial seperti korupsi. Semua itu merusak kemaslahatan umum,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai disiplin ilmu sebenarnya sudah menunjukkan bahwa perusakan lingkungan adalah kesalahan. Nilai-nilai tersebut sejatinya sejalan dengan spirit Al-Qur’an.

Lebih jauh, Andri merekomendasikan agar ilmu tafsir diposisikan sejajar dengan pendidikan moral, Pancasila, dan pendidikan karakter bangsa. Ia berharap tafsir dapat menjadi bagian dari kurikulum pembentukan karakter generasi muda.

“Ilmu tafsir idealnya masuk sebagai ilmu etika kebangsaan. Dulu ada PPKN, tapi sekarang bagaimana Pancasila dipahami sebagai nilai, bukan sekadar hafalan. Tafsir bisa memperkuat itu,” katanya.

Ia menilai, selama ini pakar tafsir masih berada di ranah masyarakat dan belum banyak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan publik. Padahal, nilai-nilai Qurani sangat relevan untuk merumuskan regulasi yang berkeadilan dan beretika.

“Pakar tafsir belum masuk ke stakeholder kebijakan. Ini kendala kita. Padahal nilai-nilai Al-Qur’an bisa menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan publik,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Guru Besar Ilmu Tafsir UMS itu menegaskan bahwa ilmu tafsir perlu diteguhkan sebagai disiplin etika kebangsaan. Tafsir harus bergerak melampaui penafsiran tekstual menuju konstruksi nilai publik yang menopang kehidupan bernegara.

“Ilmu tafsir harus berdialog dengan ilmu sosial, kebijakan publik, dan studi kebangsaan tanpa kehilangan akar metodologisnya. Inilah yang kami tawarkan: tafsir sebagai ilmu etika kebangsaan,” pungkasnya.

Kontributor: Fika/Humas

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Riyan Betra Delza Terpilih Jadi Ketua Umum DPP IMM 2024-2026

    Riyan Betra Delza Terpilih Jadi Ketua Umum DPP IMM 2024-2026

    • calendar_month Minggu, 3 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 437
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Palembang – Riyan Betra Delza menorehkan sejarah baru dalam dunia pergerakan mahasiswa.  Riyan akhirnya dengan kemenangan gemilang, terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) periode 2023-2025. Dalam Muktamar ke-XX IMM yang berlangsung di Palembang, Sabtu malam (2/3), Riyan memenangkan kursi tertinggi dengan perolehan suara mencengangkan, meraih dukungan sebanyak 782 […]

  • Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMS Dorong Alumni Jadi Pilar Utama Pengembangan Kampus

    Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMS Dorong Alumni Jadi Pilar Utama Pengembangan Kampus

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS) bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMS menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang merupakan alumni UMS. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Mohammad Djazman pada Jumat (10/4) dan dihadiri ratusan alumni yang kini mengabdi di lingkungan kampus. Acara ini […]

  • PRM Ketenong Resmikan TPQ Matahari Fajar, Siapkan Generasi Qurani Sejak Dini

    PRM Ketenong Resmikan TPQ Matahari Fajar, Siapkan Generasi Qurani Sejak Dini

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 106
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Semangat dakwah Muhammadiyah terus bergema dari pelosok negeri, bahkan dari daerah terpencil di lereng Bukit Barisan. Pada momen Ramadhan tahun ini, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ketenong kembali menunjukkan eksistensinya dalam membangun peradaban Islam melalui pendidikan. Hari ini (9/04/2025), PRM Ketenong meresmikan berdirinya TPQ Matahari Fajar, sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an yang menjadi Amal […]

  • Makna Filosofis Keris Naga Sapta dalam Gelaran POMNAS XIX di UMS

    Makna Filosofis Keris Naga Sapta dalam Gelaran POMNAS XIX di UMS

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perhelatan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 cabang olahraga pencak silat yang berlangsung di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ditutup dengan nuansa filosofis yang kental. Simbol yang dihadirkan pada pembukaan hingga penutupan adalah keris Naga Sapta, pusaka sarat makna yang menjadi representasi keseimbangan dan kebijaksanaan. Dalam penutupan […]

  • Pondok Pesantren dan SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari Raih Dua Penghargaan Nasional IGPA di UGM

    Pondok Pesantren dan SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari Raih Dua Penghargaan Nasional IGPA di UGM

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA — Kiprah sekolah Muhammadiyah dalam membangun pendidikan berkelanjutan berbasis pelestarian lingkungan kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Pondok Pesantren dan SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari, Lampung Timur, sukses meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Green Principal Award (IGPA) Batch 8 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Perdagangan Dunia Universitas Gadjah Mada (PSPD UGM), […]

  • Bedah Kriteria Pemimpin Ideal, BEM KASTRAT FAI UMS Gelar Diskusi Lintas Ormawa

    Bedah Kriteria Pemimpin Ideal, BEM KASTRAT FAI UMS Gelar Diskusi Lintas Ormawa

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle Putri Oktaviana Susanti
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pentingnya kompetensi dan integritas dalam kepemimpinan menjadi sorotan dalam diskusi publik bertajuk Incompetence is a Crime yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bidang Kajian Strategis (KASTRAT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa (Ormawa) FAI UMS ini menghadirkan perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi […]

expand_less