Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pondok Pesantren dan SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari Raih Dua Penghargaan Nasional IGPA di UGM

Pondok Pesantren dan SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari Raih Dua Penghargaan Nasional IGPA di UGM

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA — Kiprah sekolah Muhammadiyah dalam membangun pendidikan berkelanjutan berbasis pelestarian lingkungan kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Pondok Pesantren dan SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari, Lampung Timur, sukses meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Green Principal Award (IGPA) Batch 8 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Perdagangan Dunia Universitas Gadjah Mada (PSPD UGM), Kamis–Sabtu (7–9/5/2026).

Dua penghargaan prestisius tersebut yakni Best Circular School Creator and Innovator serta Outstanding Dedicated Principal on Circular School Initiatives yang diberikan kepada Kepala SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari, M. Romadona, S.Pd., Gr., atas dedikasi dan inovasinya dalam mengembangkan konsep sekolah sirkular berbasis pesantren.

Penghargaan ini menjadi capaian penting, tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi dunia pendidikan Muhammadiyah di daerah. Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, krisis sampah, dan degradasi lingkungan, sekolah berbasis pesantren di Lampung Timur tersebut berhasil menunjukkan bahwa institusi pendidikan mampu hadir sebagai pusat inovasi ekologis sekaligus laboratorium pembentukan karakter generasi muda.

Ajang IGPA sendiri merupakan program nasional yang mempertemukan kepala sekolah, pegiat pendidikan, serta penggerak lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendorong lahirnya kepemimpinan pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan (sustainability).

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan di Kampus Biru UGM, para peserta mengikuti serangkaian lokakarya, diskusi, hingga presentasi inovasi terkait pengembangan ekosistem hijau di lingkungan pendidikan. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan air hujan mandiri, pengurangan limbah sekolah, pengembangan energi ramah lingkungan, hingga strategi penguatan ekonomi sirkular berbasis komunitas pendidikan.

Dalam forum tersebut, delegasi SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari tampil membawakan program bertajuk “Green Boarding Circular di Jantung Pesantren”. Program ini menitikberatkan pada integrasi nilai-nilai Islam, budaya pesantren, dan inovasi lingkungan dalam kehidupan sehari-hari para santri.

Melalui konsep tersebut, lingkungan pesantren tidak hanya dijadikan sebagai tempat belajar agama dan akademik, tetapi juga sebagai ruang praktik nyata pendidikan ekologis yang berkelanjutan.

Dewan juri memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan sekolah yang dinilai berhasil menghubungkan pendidikan karakter, nilai spiritual Islam, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup dalam satu ekosistem pendidikan yang aplikatif.

Salah satu daya tarik utama presentasi tersebut adalah hadirnya produk-produk inovatif berbasis ekonomi sirkular yang dikembangkan langsung oleh para santri.

Adapun tiga produk unggulan yang dipresentasikan meliputi:

1. Pensil Ajaib (Sprout Pencil)

Produk ini merupakan pensil ramah lingkungan yang pada bagian ujungnya disisipkan kapsul kecil berisi benih sayuran. Ketika ukuran pensil sudah pendek dan tidak lagi digunakan, pensil dapat ditanam ke tanah sehingga benih di dalamnya tumbuh menjadi tanaman.

Konsep ini menjadi simbol edukasi sederhana bahwa setiap barang yang digunakan manusia tetap dapat memberikan manfaat baru bagi lingkungan.

2. Seed Greeting Cards

Produk berikutnya berupa kartu ucapan berbahan dasar bubur kertas hasil daur ulang limbah administrasi kantor tata usaha sekolah. Menariknya, kartu tersebut tidak berakhir menjadi sampah setelah digunakan, melainkan dapat ditanam dan tumbuh menjadi bunga marigold.

Inovasi ini dinilai berhasil mengubah limbah kertas menjadi produk kreatif bernilai ekonomi sekaligus memiliki dampak ekologis.

3. Eco-Business Card

Santri juga mengembangkan kartu nama profesional berbahan kertas daur ulang yang di dalamnya tersimpan benih tanaman siap tumbuh. Produk ini dirancang sebagai alternatif kartu nama konvensional yang umumnya langsung dibuang setelah digunakan.

Melalui inovasi tersebut, sekolah ingin menanamkan kesadaran bahwa konsep bisnis dan profesionalitas tetap dapat berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Kepala SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari, M. Romadona, S.Pd., Gr., menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang berhasil diraih sekolahnya. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pesantren, mulai dari guru, ustadz, tenaga kependidikan, hingga para santri.

“Penghargaan ini bukan hanya milik kepala sekolah, tetapi hasil kerja bersama seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari. Kami percaya bahwa pendidikan tidak cukup hanya membentuk kecerdasan akademik, tetapi juga harus melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap bumi dan lingkungan,” ujarnya.

Romadona menambahkan bahwa gerakan sekolah hijau yang dikembangkan di pesantrennya merupakan bagian dari implementasi nilai dakwah Muhammadiyah dalam menjaga alam sebagai amanah Allah SWT.

“Sebagai manusia, kita memiliki tanggung jawab sebagai khalifah fil ardh. Karena itu, menjaga lingkungan bukan sekadar program sekolah, tetapi bagian dari nilai ibadah dan dakwah yang harus ditanamkan kepada para santri sejak dini,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai inovasi yang dikembangkan sekolah lahir dari proses pembiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari santri, seperti memilah sampah, mendaur ulang barang bekas, mengurangi penggunaan plastik, hingga memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai guna.

Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih efektif apabila dilakukan melalui praktik langsung dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.

Ke depan, SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari berkomitmen untuk terus mengembangkan konsep green boarding school berbasis ekonomi sirkular dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penguatan pendidikan lingkungan hidup.

Melalui raihan dua penghargaan nasional ini, sekolah tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya, khususnya di Provinsi Lampung dan Indonesia secara umum, untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang berkemajuan, berkelanjutan, dan berpihak pada kelestarian alam.

Di tengah tantangan krisis lingkungan global, langkah kecil dari sebuah pesantren di Lampung Timur itu menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang-ruang pendidikan.

Editor : Amtsal Ajhar

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eco Bhinneka Muhammadiyah Bangun Sinergi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

    Eco Bhinneka Muhammadiyah Bangun Sinergi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Depok – Eco Bhinneka Muhammadiyah kembali menunjukkan perannya dalam penguatan gerakan lingkungan melalui kegiatan Silaturahmi Gerakan Shadaqah Sampah yang telah dijalankan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Depok di TK & PG Aisyiyah Bustanul Athfal 9 Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (24/05). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyatukan penggerak komunitas dan memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah di […]

  • Fatwa Muhammadiyah Sebut Hukum Percepat Salat Demi Meringankan Jamaah Itu Tidak Dibenarkan

    Fatwa Muhammadiyah Sebut Hukum Percepat Salat Demi Meringankan Jamaah Itu Tidak Dibenarkan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tarjih secara daring dengan menghadirkan Dr. Imron Rosyadi, M.Ag sebagai narasumber. Dalam kajian kali ini, pembahasan difokuskan pada tema hukum mempercepat salat dengan alasan meringankan jamaah, yang kerap terjadi di tengah masyarakat. Imron Rosyadi menjelaskan bahwa permasalahan tersebut berawal dari sebuah pertanyaan yang kemudian dibahas […]

  • Kemeriahan FORTASI & MATAMUDA 2026: Sambut Murid Baru dengan Keakraban, Pohon Harapan, dan Pesan Menyentuh

    Kemeriahan FORTASI & MATAMUDA 2026: Sambut Murid Baru dengan Keakraban, Pohon Harapan, dan Pesan Menyentuh

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 112
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Suasana penuh keceriaan, kehangatan, dan semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) & Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MTs Muhammadiyah Tawangsari tahun pelajaran 2026/2027. Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari—terdiri dari satu hari pra-acara dan empat hari kegiatan utama—ini dirancang khusus untuk menyambut peserta didik baru melalui […]

  • Hizbul Wathan UMS Menjadi Pemateri pada Perkemahan Pandu Pengenal SMP Muhammadiyah Kottabarat.

    Hizbul Wathan UMS Menjadi Pemateri pada Perkemahan Pandu Pengenal SMP Muhammadiyah Kottabarat.

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 314
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) menjadi pemateri pada kegiatan Perkemahan Pandu Pengenal pada tanggal 2-3 Februari 2024. Bertempat di SMP Muhammadiyah program khusus Kottabarat Surakarta. Pada kegiatan perkemahan yang diikuti oleh 126 siswa, Hizbul Wathan UMS mengirim sepuluh personil untuk menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Bapak Ihsan Hidayanto selaku ketua […]

  • Pesantren Mualaf KIAM Perkuat Keislaman di Bali

    Pesantren Mualaf KIAM Perkuat Keislaman di Bali

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bali – Pesantren Mualaf berupa Kajian Intensif Al Islam untuk Mualaf (KIAM) sukses digelar di Denpasar, Bali pada Selasa, 18 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keislaman para mualaf serta membimbing mereka dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim di lingkungan yang mayoritas non-Muslim. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat […]

  • MPM PWM Kaltim Salurkan 4.000 Bibit Buah untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Sangkulirang

    MPM PWM Kaltim Salurkan 4.000 Bibit Buah untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Sangkulirang

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat dengan menyalurkan 4.000 bibit tanaman buah di Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren At Tanwir Sangkulirang pada Ahad, 8 Februari 2026. Bibit buah tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua PWM Kaltim […]

expand_less