Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 84
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan akselerasi percepatan perguruan tinggi agar lebih adaptif, inovatif, berdampak dan berkelanjutan. Akselerasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem riset yang akan menjawab permasalahan di masyarakat.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menjelaskan ekosistem penelitian Indonesia mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan butuh perhatian khusus dari berbagai pihak, khususnya pemerintah.

“Sebetulnya inovasi di Indonesia ini secara ekosistem mulai berkembang dan kita mengharapkan betul-betul bisa membantu untuk menyelesaikan tantangan di masyarakat,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah, di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, Rabu (11/2).

Setidaknya terdapat tiga kekuatan riset Indonesia yang harus terus mendapat dukungan pemerintah. Ketiga pilar itu ialah kolaborasi riset kampus dan industri, kebijakan dan budaya kewirausahaan, serta skala pasar domestik.

Indonesia juga menduduki peringkat 8 dari 36 negara dengan jumlah luaran inovasi terbanyak pada negara berpendapatan menengah atas. “Indonesia ini masuk kategori over performer. Ini tergolong baik dibanding negara-negara lain dan relatif terhadap pendapatan negara kita. Artinya kita tidak begitu jauh dengan negara yang setara,” imbuh dia

Untuk mengakselerasikan ekosistem riset Indonesia, pemerintah akan menjalankan akselerasi dua jalur: riset prioritas dan riset strategis. Riset prioritas akan berfokus pada pemerataan riset di Indonesia. Sementara riset strategis akan berfokus pada penyelesaian masalah kritis di Indonesia, seperti persoalan pangan, energi, pertumbuhan ekonomi, hingga pengolahan sampah.

Fauzan optimis Indonesia tidak termasuk negara yang tertinggal dalam urusan riset dan inovasi. Kendati demikian, masih banyak yang perlu diperbaiki untuk mewujudkan ekosistem penelitian yang lebih baik. Kuncinya adalah kemauan untuk adaptif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.

Pemerintah, kata dia, terus mengupayakan sejumlah stimulus keuangan untuk mendukung ekosistem riset dalam negeri. Total anggaran riset periode 2025/2026 mencapai Rp81,4 triliun. Naik 21,4 persen dari periode sebelumnya.

Sebanyak 25 persen atau sekitar Rp500 miliar dari anggaran penelitian akan dialokasikan untuk insentif peneliti. Honorarium itu dapat digunakan pada kegiatan penelitian, hilirisasi penelitian, dan pengabdian. Targetnya adalah meningkatnya kesejahteraan para peneliti dan produktivitas riset yang dapat dimulai per tahun 2026.

“Honor ini dibangun sebetulnya dengan harapan ekosistem riset kita bisa positif. Ini memang arahan langsung dari Bapak Presiden untuk menomorsatukan kesejahteraan guru dan dosen,” jelas dia.

Fauzan mengatakan prioritas riset akan digeser, dari riset konsumtif, menjadi riset produktif. Riset produktif diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membawa dampak bagi masyarakat.

Riset saat ini, katanya, harus diarahkan pada pemecahan masalah di masyarakat. Pemerintah turut melakukan intervensi riset lewat kemitraan multipihak dengan badan usaha milik negara, industri dalam negeri, pemerintah daerah, hingga industri mancanegara.

“Kami melihat kampus sebagai simpul pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak melupakan masyarakat dan lingkungan,” tutur Fauzan.

Fauzan berharap program pendanaan riset tersebut akan membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia. “Yang sangat dinantikan oleh masyarakat itu ada beberapa bidang, yaitu bidang pertanian, kemudian tentunya pangan di dalamnya, kesehatan, dan juga pengentasan kemiskinan,” tandas dia. (Gede/Humas)

Editor: Nurul Ramadhani

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MPM PWM Lampung Bentuk Kader Penggerak Melalui SEKAM

    MPM PWM Lampung Bentuk Kader Penggerak Melalui SEKAM

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 186
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menyelenggarakan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) wilayah Lampung Angkatan Pertama dengan tema Membentuk Kader Penggerak Untuk Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Yang Berkemajuan pada tanggal 6 – 8 Desemeber 2024, di Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Kegiatan dihadiri MPM Pimpinan Pusat (PP), PWM Lampung, Pimpinan […]

  • Eco Smart School Resmi Jadi Program Nasional PP IPM, Akan Diterapkan di 65 Titik Seluruh Indonesia

    Eco Smart School Resmi Jadi Program Nasional PP IPM, Akan Diterapkan di 65 Titik Seluruh Indonesia

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; JAKARTA – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) resmi meluncurkan Eco Smart School sebagai program nasional Bidang Lingkungan Hidup pada Sabtu, (18/07/2026). Program yang berawal dari inisiatif Pimpinan Wilayah IPM Lampung tersebut kini akan diterapkan di 65 titik di berbagai daerah di Indonesia setelah dinilai berhasil melalui tahap uji coba di Provinsi Lampung. […]

  • Difabel Ambil Peran dalam Aksi Damai Lintas Iman untuk Keadilan Iklim

    Difabel Ambil Peran dalam Aksi Damai Lintas Iman untuk Keadilan Iklim

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dalam semangat kesetaraan dan keberlanjutan, kaum muda lintas iman bersama penyandang disabilitas mengambil langkah nyata menuntut keadilan iklim dalam kegiatan Walk for Peace and Climate Justice yang digelar Sabtu (5/7) di Jakarta. Aksi yang diinisiasi oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah, HIDIMU (Himpunan Difabel Muhammadiyah) Pusat, dan GreenFaith ini menegaskan bahwa keadilan iklim bukan […]

  • Dorong Lahirnya Pengusaha Berkemajuan, SUMU Tulungagung Sukses Gelar Rakerda dan Halal Bihalal

    Dorong Lahirnya Pengusaha Berkemajuan, SUMU Tulungagung Sukses Gelar Rakerda dan Halal Bihalal

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal, mengusung tema “Menyatukan Langkah untuk Menjadi Pengusaha Berkemajuan Bersama SUMU Tulungagung.” Kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid Al Fattah Tulungagung pada Jum’at (17/4/26) ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota SUMU Tulungagung. Acara berjalan lancar dengan suasana […]

  • Pembukaan Daurah Tahfidz Qur’an Angkatan XI Santriwan MBS Bumiayu 

    Pembukaan Daurah Tahfidz Qur’an Angkatan XI Santriwan MBS Bumiayu 

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 111
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu Brebes menggelar Daurah Tahfidz Qur’an Angkatan XI di Wisma Qur’an Insan al-Muwahhid Beji Kedungbanteng Banyumas selama satu bulan, Kamis, 6 Februari 2025. Ketua Panitia, Ustadz Ilham Dwi Setiawan, SM menjelaskan bahwa Daurah Tahfidz Qur’an Angkatan XI Santriwan MBS Bumiayu pada tahun ini dilaksanakan di Wisma Insan […]

  • DEAR K-POPERS: MOVE ON YUK!

    DEAR K-POPERS: MOVE ON YUK!

    • calendar_month Sabtu, 14 Nov 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 15.645
    • 0Komentar

    Oleh: Andi Rezti M* Masyarakat Indonesia terkhusus para muda-mudi generasi milenial dan generasi Z sudah tak asing lagi dengan budaya Korea. Selain terkenal dengan genre musiknya, Korea juga identik dengan drama serta life style-nya yang kekinian. Sehingga tak aneh jika banyak digandrungi oleh anak muda Indonesia bahkan dunia. Menurut John Storey, konsumsi atas suatu budaya […]

expand_less