Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan akselerasi percepatan perguruan tinggi agar lebih adaptif, inovatif, berdampak dan berkelanjutan. Akselerasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem riset yang akan menjawab permasalahan di masyarakat.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menjelaskan ekosistem penelitian Indonesia mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan butuh perhatian khusus dari berbagai pihak, khususnya pemerintah.

“Sebetulnya inovasi di Indonesia ini secara ekosistem mulai berkembang dan kita mengharapkan betul-betul bisa membantu untuk menyelesaikan tantangan di masyarakat,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah, di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, Rabu (11/2).

Setidaknya terdapat tiga kekuatan riset Indonesia yang harus terus mendapat dukungan pemerintah. Ketiga pilar itu ialah kolaborasi riset kampus dan industri, kebijakan dan budaya kewirausahaan, serta skala pasar domestik.

Indonesia juga menduduki peringkat 8 dari 36 negara dengan jumlah luaran inovasi terbanyak pada negara berpendapatan menengah atas. “Indonesia ini masuk kategori over performer. Ini tergolong baik dibanding negara-negara lain dan relatif terhadap pendapatan negara kita. Artinya kita tidak begitu jauh dengan negara yang setara,” imbuh dia

Untuk mengakselerasikan ekosistem riset Indonesia, pemerintah akan menjalankan akselerasi dua jalur: riset prioritas dan riset strategis. Riset prioritas akan berfokus pada pemerataan riset di Indonesia. Sementara riset strategis akan berfokus pada penyelesaian masalah kritis di Indonesia, seperti persoalan pangan, energi, pertumbuhan ekonomi, hingga pengolahan sampah.

Fauzan optimis Indonesia tidak termasuk negara yang tertinggal dalam urusan riset dan inovasi. Kendati demikian, masih banyak yang perlu diperbaiki untuk mewujudkan ekosistem penelitian yang lebih baik. Kuncinya adalah kemauan untuk adaptif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.

Pemerintah, kata dia, terus mengupayakan sejumlah stimulus keuangan untuk mendukung ekosistem riset dalam negeri. Total anggaran riset periode 2025/2026 mencapai Rp81,4 triliun. Naik 21,4 persen dari periode sebelumnya.

Sebanyak 25 persen atau sekitar Rp500 miliar dari anggaran penelitian akan dialokasikan untuk insentif peneliti. Honorarium itu dapat digunakan pada kegiatan penelitian, hilirisasi penelitian, dan pengabdian. Targetnya adalah meningkatnya kesejahteraan para peneliti dan produktivitas riset yang dapat dimulai per tahun 2026.

“Honor ini dibangun sebetulnya dengan harapan ekosistem riset kita bisa positif. Ini memang arahan langsung dari Bapak Presiden untuk menomorsatukan kesejahteraan guru dan dosen,” jelas dia.

Fauzan mengatakan prioritas riset akan digeser, dari riset konsumtif, menjadi riset produktif. Riset produktif diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membawa dampak bagi masyarakat.

Riset saat ini, katanya, harus diarahkan pada pemecahan masalah di masyarakat. Pemerintah turut melakukan intervensi riset lewat kemitraan multipihak dengan badan usaha milik negara, industri dalam negeri, pemerintah daerah, hingga industri mancanegara.

“Kami melihat kampus sebagai simpul pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak melupakan masyarakat dan lingkungan,” tutur Fauzan.

Fauzan berharap program pendanaan riset tersebut akan membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia. “Yang sangat dinantikan oleh masyarakat itu ada beberapa bidang, yaitu bidang pertanian, kemudian tentunya pangan di dalamnya, kesehatan, dan juga pengentasan kemiskinan,” tandas dia. (Gede/Humas)

Editor: Nurul Ramadhani

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiai Saad Ibrahim: Dakwah Muhammadiyah Harus Bijak, Ilmiah, dan Penuh Hikmah

    Kiai Saad Ibrahim: Dakwah Muhammadiyah Harus Bijak, Ilmiah, dan Penuh Hikmah

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Kiai Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, mengingatkan para dai Muhammadiyah untuk memperkuat pengetahuan ilmiah selain ilmu agama, serta menyampaikan dakwah dengan cara yang lembut dan penuh hikmah. Pesan ini disampaikan dalam acara Silaturahim Nasional (Silatnas) yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah di BPMP DKI Jakarta. Kiai Saad […]

  • Manipulasi Kebaikan: Permainan Moral di Balik Jebakan Rasa “Nggak Enakan”

    Manipulasi Kebaikan: Permainan Moral di Balik Jebakan Rasa “Nggak Enakan”

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Penulis: M. Nur Isholattudin Pernahkah anda ketika sesorang meminta bantuan kepada kita, kita hamper tidak bisa menolaknya padahal ingin menolak? Ya, itu perasaan sungkan atau sering kita sebut tidak enakan (people pleser) yang mungkin tanpa sadar kita sudah termasuk golongan people pleasure. Sering terjadi di kehidupan kita, mungkin sesorang akan menganggap kita orang yang jahat […]

  • Pendidikan Sebagai Upaya Pembebasan

    Pendidikan Sebagai Upaya Pembebasan

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 700
    • 0Komentar

    Oleh : Intan Dwi Rahmah (202110230311005) Paulo Freire adalah salah satu filsuf pendidikan paling berpengaruh abad kedua puluh. Dia bekerja dengan sepenuh hati untuk membantu orang baik melalui filosofinya dan praktik pedagogi kritisnya. Berasal dari Brasil, tujuan Freire adalah untuk memberantas buta huruf di antara orang-orang dari negara dan benua yang sebelumnya dijajah. Wawasannya berakar […]

  • Idulfitri 1447 H: Muhammadiyah Cabang Bumiayu Perkuat Dakwah Lewat 35 Titik Salat pada 15 Desa

    Idulfitri 1447 H: Muhammadiyah Cabang Bumiayu Perkuat Dakwah Lewat 35 Titik Salat pada 15 Desa

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID ~ Bumiayu, Brebes || Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiayu, Kabupaten Brebes, menggelar pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di 35 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Bumiayu, Jumat (20/3/2026). Kegiatan ini melibatkan 25 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) sebagai upaya memberikan kemudahan akses ibadah bagi masyarakat. Pelaksanaan Idulfitri tersebut merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah […]

  • Hemat Energi, Gaya Hidup Islami: Peran Ibu dalam Mewujudkan Rumah yang Berkelanjutan

    Hemat Energi, Gaya Hidup Islami: Peran Ibu dalam Mewujudkan Rumah yang Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dalam upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghematan energi di lingkungan rumah tangga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) bekerja sama dengan Program 1000 Cahaya Muhammadiyah dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyelenggarakan Sosialisasi Konservasi […]

  • P2AD MARS UMS Perkuat Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar

    P2AD MARS UMS Perkuat Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) dari Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas manajerial dan kepemimpinan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Program ini mengangkat tema “Penguatan Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan Kepala Unit RS: Sinergi Multidisiplin untuk Kinerja Unggul”. Kegiatan ini […]

expand_less