Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 83
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan akselerasi percepatan perguruan tinggi agar lebih adaptif, inovatif, berdampak dan berkelanjutan. Akselerasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem riset yang akan menjawab permasalahan di masyarakat.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menjelaskan ekosistem penelitian Indonesia mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan butuh perhatian khusus dari berbagai pihak, khususnya pemerintah.

“Sebetulnya inovasi di Indonesia ini secara ekosistem mulai berkembang dan kita mengharapkan betul-betul bisa membantu untuk menyelesaikan tantangan di masyarakat,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah, di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, Rabu (11/2).

Setidaknya terdapat tiga kekuatan riset Indonesia yang harus terus mendapat dukungan pemerintah. Ketiga pilar itu ialah kolaborasi riset kampus dan industri, kebijakan dan budaya kewirausahaan, serta skala pasar domestik.

Indonesia juga menduduki peringkat 8 dari 36 negara dengan jumlah luaran inovasi terbanyak pada negara berpendapatan menengah atas. “Indonesia ini masuk kategori over performer. Ini tergolong baik dibanding negara-negara lain dan relatif terhadap pendapatan negara kita. Artinya kita tidak begitu jauh dengan negara yang setara,” imbuh dia

Untuk mengakselerasikan ekosistem riset Indonesia, pemerintah akan menjalankan akselerasi dua jalur: riset prioritas dan riset strategis. Riset prioritas akan berfokus pada pemerataan riset di Indonesia. Sementara riset strategis akan berfokus pada penyelesaian masalah kritis di Indonesia, seperti persoalan pangan, energi, pertumbuhan ekonomi, hingga pengolahan sampah.

Fauzan optimis Indonesia tidak termasuk negara yang tertinggal dalam urusan riset dan inovasi. Kendati demikian, masih banyak yang perlu diperbaiki untuk mewujudkan ekosistem penelitian yang lebih baik. Kuncinya adalah kemauan untuk adaptif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.

Pemerintah, kata dia, terus mengupayakan sejumlah stimulus keuangan untuk mendukung ekosistem riset dalam negeri. Total anggaran riset periode 2025/2026 mencapai Rp81,4 triliun. Naik 21,4 persen dari periode sebelumnya.

Sebanyak 25 persen atau sekitar Rp500 miliar dari anggaran penelitian akan dialokasikan untuk insentif peneliti. Honorarium itu dapat digunakan pada kegiatan penelitian, hilirisasi penelitian, dan pengabdian. Targetnya adalah meningkatnya kesejahteraan para peneliti dan produktivitas riset yang dapat dimulai per tahun 2026.

“Honor ini dibangun sebetulnya dengan harapan ekosistem riset kita bisa positif. Ini memang arahan langsung dari Bapak Presiden untuk menomorsatukan kesejahteraan guru dan dosen,” jelas dia.

Fauzan mengatakan prioritas riset akan digeser, dari riset konsumtif, menjadi riset produktif. Riset produktif diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membawa dampak bagi masyarakat.

Riset saat ini, katanya, harus diarahkan pada pemecahan masalah di masyarakat. Pemerintah turut melakukan intervensi riset lewat kemitraan multipihak dengan badan usaha milik negara, industri dalam negeri, pemerintah daerah, hingga industri mancanegara.

“Kami melihat kampus sebagai simpul pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak melupakan masyarakat dan lingkungan,” tutur Fauzan.

Fauzan berharap program pendanaan riset tersebut akan membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia. “Yang sangat dinantikan oleh masyarakat itu ada beberapa bidang, yaitu bidang pertanian, kemudian tentunya pangan di dalamnya, kesehatan, dan juga pengentasan kemiskinan,” tandas dia. (Gede/Humas)

Editor: Nurul Ramadhani

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Gelar Audit Surveillance II ISO 21001:2018, Tegaskan Komitmen terhadap Mutu Pendidikan Berkelanjutan

    UMS Gelar Audit Surveillance II ISO 21001:2018, Tegaskan Komitmen terhadap Mutu Pendidikan Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam penguatan mutu dan tata kelola pendidikan melalui penyelenggaraan Audit Surveillance II ISO 21001:2018, yang resmi dibuka di Ruang Seminar Lt 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, auditor eksternal, serta unit kerja yang menjadi auditi. ISO 21001:2018 merupakan […]

  • Tertindasnya Pendidikan di Rakyat Kecil

    Tertindasnya Pendidikan di Rakyat Kecil

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Oleh : Dwi Ananda Nurmaulydina (202110230311027) Pendidikan merupakan wadah yang sangat penting yang menjadi titik pembentukan mental, spititual, sekaligus intelektualitas bagi generasi bangsa. Jika berbicara mengenai pendidikan yang ada di Indonesia memang tidak ada habisnya. Mulai dari prestasi-prestasi anak didik di tingkat nasional maupun international hingga rendahnya kualitas pendidikan di daerah terpencil. Masih kurangnya sarana […]

  • Mahasiswa FK UMS Raih Juara Favorit Poster Publik di INTERMEDISCO 2025

    Mahasiswa FK UMS Raih Juara Favorit Poster Publik di INTERMEDISCO 2025

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS). Tiga mahasiswa FK UMS, yakni Syabinna Azzahra Rosalanie, Rengganis Sungsang K, dan Aurora Revi Samantha, berhasil meraih Juara Favorit Poster Publik dalam ajang International Medical Education and Scientific Competition (INTERMEDISCO) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII). […]

  • “Pelepasan Touring BikersMu Chapter Surabaya : Semangat Milad Muhammadiyah ke-113 Menggetarkan Jalanan Menuju Malang!”

    “Pelepasan Touring BikersMu Chapter Surabaya : Semangat Milad Muhammadiyah ke-113 Menggetarkan Jalanan Menuju Malang!”

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURABAYA – Pada tanggal 5 Oktober 2025 Dalam rangka Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 dan Launching BikersMu Chapter Surabaya, para anggota BikersMu diberangkatkan dalam sebuah touring yang penuh semangat dan kebersamaan dari Gedung Dakwah Muhammadiyah PDM Surabaya menuju Taman Rekreasi Sengkaling Malang, pada Ahad pagi. Pelepasan para bikers dilakukan dengan penuh khidmat oleh Ketua Pimpinan Daerah […]

  • Husein, Santri Ponpes Al-Mujahidin Raih Medali Perunggu pada Kejurnas Remaja 2023 di Sumbar

    Husein, Santri Ponpes Al-Mujahidin Raih Medali Perunggu pada Kejurnas Remaja 2023 di Sumbar

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 612
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID – Muhammad Husein Firdaus, Santri Pondok Pesantren Al-Mujahidin kelas 11 C SMA Muhamamdiyah 2 Al-Mujahidin merupakan salahsatu atlet Kontingen Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah 042 Kota Balikpapan yang meraih medali perunggu di kategori remaja kelas B putra pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Remaja 2023 di Payakumbuh, Sumatra Barat (Sumbar). Bisa bertanding di kancah nasional […]

  • Maarif House: Kita Butuh Pemimpin yang Tak Hanya Mengandalkan Pencitraan

    Maarif House: Kita Butuh Pemimpin yang Tak Hanya Mengandalkan Pencitraan

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Maarif House menggelar diskusi seri keempat bertema Agama, Kebudayaan, dan Moralitas Publik. Salah satu penyataan yang muncul adalah kebutuhan akan pemimpin yang mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai yang kuat. KABARMUH.ID, Jakarta – Di tengah hiruk pikuk Kota Jakarta, Rabu (11/9/2024) Maarif Institute menggelar sebuah diskusi terbatas dan mendalam tentang “Agama, Kebudayaan, dan Moralitas Publik”. Di […]

expand_less