PRM Babulu Darat Gelar Salat Id, Khutbah Soroti Makna Takbir dan Perubahan Diri
- account_circle Kabar Muhammadiyah
- calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, Penajam Paser Utara – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Babulu Darat menyelenggarakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H yang bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026 M di Lapangan Muhammadiyah Babulu, dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat yang memadati lokasi pelaksanaan sejak pagi hari.
Bertindak sebagai khatib, Najihus Salam, S.Ag, yang juga merupakan Ketua Divisi Kajian Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Nasional (KM3Nas) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), menyampaikan khutbah yang menggugah kesadaran spiritual jamaah, khususnya terkait makna takbir dan kesinambungan amal setelah Ramadan.
Dalam khutbahnya, Najihus Salam menegaskan bahwa takbir yang dikumandangkan pada hari raya bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk komitmen atas perubahan diri yang telah ditempa selama Ramadan.
“Untuk itulah kita bertakbir saat ini, karena takdir kita adalah komitmen kita untuk mengamalkan apa yang telah kita lakukan selama Ramadan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, apabila seseorang tetap bertakbir namun meninggalkan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan suci, maka ada yang belum sempurna dalam pemaknaan takdir tersebut. Menurutnya, takbir memiliki dimensi syukur yang dalam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai bentuk pengagungan kepada Allah atas hidayah yang diberikan.
“Takbir disebut agar kita bersyukur, karena Allah telah memberikan hidayah kepada kita untuk berubah selama Ramadan. Maka dengan perubahan itulah kita menunjukkan rasa syukur kepada-Nya,” lanjutnya.
Khutbah tersebut juga mengajak jamaah untuk menjaga konsistensi ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadikan Idulfitri sebagai momentum awal untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dilatih selama Ramadan.
Pelaksanaan Salat Idulfitri ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Babulu Darat. Suasana kebersamaan tampak dari interaksi hangat antarjamaah yang saling bersalaman dan bermaafan usai salat.
Melalui kegiatan ini, PRM Babulu Darat berharap semangat Ramadan tetap terjaga dan terus menginspirasi kehidupan sehari-hari umat Islam, tidak hanya di momen Idulfitri, tetapi juga dalam perjalanan panjang pasca-Ramadan.
- Penulis: Kabar Muhammadiyah
Saat ini belum ada komentar