Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rektor UMS: Pendidikan Hebat, Indonesia Kuat

Rektor UMS: Pendidikan Hebat, Indonesia Kuat

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar seminar nasional secara daring, Sabtu (2/5) melalui Zoom Meeting. Seminar ini menghadirkan pengamat pendidikan dari berbagai universitas serta pemangku kebijakan, termasuk Direktur Pendidikan Profesi Guru.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa peringatan hari seperti ini menunjukkan rasa hormat dan kepedulian kepada para pendahulu di bidang pendidikan yang dimotori oleh Ki Hajar Dewantara. Menurutnya, kemajuan kualitas pendidikan akan menentukan kemajuan Indonesia.

“Saya menyampaikan hakikatnya pendidikan maju. Kalau pendidikannya maju, Indonesia akan maju. Kalau pendidikannya hebat, Indonesia akan kuat. Kalau pendidikannya maju dan kuat, kira-kira harapannya bangsa dan masyarakatnya menjadi bermartabat,” kata Harun.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan yang bermartabat bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga mencerahkan. Di dalamnya terdapat nilai, kemanfaatan, serta prinsip khairunnas anfa’uhum linnas. Selain itu, pendidikan bermartabat juga mengandung unsur keberlanjutan.

Lebih lanjut, Harun menyinggung pesan dari pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, tentang pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat.

“Teruslah belajar, teruslah sekolah. Tuntutlah ilmu pengetahuan di mana pun, dari mana pun, dan kapan pun. Jadilah guru, jadilah insinyur, jadilah master. Ketika itu kan belum menyebut jadilah dokter, belum ada; jadilah profesor, belum ada. Di-closing dengan kalimat, ‘Kembalilah ke rumah besar pendidikan’, dalam hal ini rumah besar Muhammadiyah,” ujar Harun mengutip perkataan pendiri Muhammadiyah itu.

Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa guru yang telah tersertifikasi tetap harus terus belajar. Begitu pula dosen, meskipun telah menyandang gelar profesor, harus terus berinovasi dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Sementara itu, Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., selaku direktur, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Upaya tersebut dilakukan melalui pemberian tunjangan profesi serta sertifikasi melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Ia menjelaskan bahwa guru profesional setidaknya memiliki tiga kriteria utama, yaitu berpendidikan minimal S1, memiliki kompetensi, dan memiliki sertifikat pendidik.

“PPG sebagai bagian integral dari kerangka tata kelola guru nasional,” ujar Ferry.

Ferry juga sependapat dengan Rektor UMS bahwa sertifikasi bukanlah akhir dari proses peningkatan kompetensi guru.

“Betul sekali apa yang dikatakan Pak Rektor, guru yang bersertifikat itu baru awal sebagai guru, karena dia harus mengembangkan kompetensinya terus, terus mengembangkan kinerjanya. Karena di situlah mulai guru yang bersertifikat itu untuk segera meningkatkan kualitas, melakukan pengembangan kompetensi, kinerja, yang secara berkelanjutan,” kata dia.

Direktur Direktora Pendidikan Profesi Guru Ferry Maulana Putra menyampaikan materinya di seminar nasional

Selanjutnya, Dekan FKIP, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menekankan bahwa aspek digital tidak boleh ditinggalkan dalam membahas kompetensi guru profesional.

“Oleh karena itu, transformasi peran guru itu menjadi penting dan guru sebagai aktivator, guru sebagai kolaborator, sebagai pengembang budaya belajar, itu menjadi perhatian tersendiri. Sehingga guru sebagai aktivator itu menstimulasi peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan kriteria kesuksesan dengan strategi yang beragam, termasuk pendekatan berbasis digital,” ungkap Anam.

Menurutnya, guru profesional di era digital bukanlah yang paling mahir teknologi, melainkan yang adaptif, konektif, kreatif, dan reflektif, serta mau terus belajar menggunakan berbagai alat dan platform baru.

Ia juga mengungkapkan bahwa data menunjukkan sebanyak 43% guru belum mahir digital, sehingga cenderung menjadi penonton dan kurang adaptif terhadap teknologi. Selain itu, beban administrasi yang mencapai 60% juga menjadi persoalan nasional.

“Jadi saya kira beban guru terkait dengan administrasi ini harus betul-betul menjadi perhatian dan perhatian yang besar. Ada miskonsepsi, bukan siswa dan salah gurui, sistemnya yang harus kita akselerasi,” tegas Anam.

Dalam seminar ini, hadir juga para pembicara dari berbagai kampus, yaitu Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., (FKIP Unismuh), Prof. Dr. Chandra Anugrah Putra (FKIP UMPR), dan Dr. Muhammad Nizaar, S.Pd., M.Pd. (FKIP UMMAT). (Maysali/Humas)

Editor : Amtsal Ajhar

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fakultaria FIK UMS Kenalkan Lingkungan Fakultas dan Layanan BPJS Kesehatan kepada Mahasiswa Baru

    Fakultaria FIK UMS Kenalkan Lingkungan Fakultas dan Layanan BPJS Kesehatan kepada Mahasiswa Baru

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Fakultaria sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan, layanan, serta sistem yang ada di fakultas, Senin (7/9/2026). Ketua Panitia Fakultaria FIK UMS 2026, Keisha Marcia, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah […]

  • Ketika Masalah Menjadi Peluang: Belajar Problem Solving dari Al-Qur’an Melalui Kesabaran.

    Ketika Masalah Menjadi Peluang: Belajar Problem Solving dari Al-Qur’an Melalui Kesabaran.

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Oleh: Fitria Latifah Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari berbagai masalah, baik dalam aspek personal, sosial, maupun spiritual. Dalam konteks modern, kompleksitas kehidupan justru meningkatkan tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, hingga krisis identitas, terutama pada usia produktif (Suatin dkk. 2024). Fenomena ini menunjukkan bahwa manusia membutuhkan strategi problem solving yang tidak hanya rasional, tetapi juga […]

  • Belasan Tahun Berjalan, Pengajian Bulanan Muhammadiyah Kukar Terus Konsisten

    Belasan Tahun Berjalan, Pengajian Bulanan Muhammadiyah Kukar Terus Konsisten

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pengajian Bulanan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kabupaten Kutai Kartanegara kembali digelar sebagai bagian dari agenda rutin PDM Kukar dalam pembinaan umat. Kegiatan yang berlangsung Ahad, 1 Februari 2026, di PCM Muara Badak ini menegaskan konsistensi Persyarikatan dalam menjaga tradisi dakwah kolektif. Pengajian bulanan tersebut dilaksanakan secara bergilir di 14 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kukar. Setiap bulan, […]

  • Karmic Views Surrounding Lucky Jet Game in UK Gaming Culture

    Karmic Views Surrounding Lucky Jet Game in UK Gaming Culture

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Gambling and folk beliefs frequently clash, and the UK’s world for crash-style games like Lucky Jet presents a clear example https://lucky-jet.co.uk/. At its core, Lucky Jet is a game of luck, driven by Random Number Generators. Yet many players wrap their experience in wider concepts, particularly karma. Through a modern Western lens, they sense their […]

  • Berikan Beasiswa S3 di Malibujari UMS, Rektor UMS Tekankan Lulusan Dapat Belajar Sepanjang Hayat

    Berikan Beasiswa S3 di Malibujari UMS, Rektor UMS Tekankan Lulusan Dapat Belajar Sepanjang Hayat

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — Ria Nata Kusuma, wisudawati asal Jambi, menjadi sorotan saat menghadiri Malibujari (Malam Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bagi wisudawan periode IV Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini digelar di Hall Lantai 2, Gedung Induk Siti Walidah UMS, Jumat (13/6), dengan diikuti 129 wisudawan Malibujari dari berbagai daerah […]

  • KKN MAs Kelompok 15 Edukasi Warga Koto Ringin Cegah DBD dengan Larvasida Alami

    KKN MAs Kelompok 15 Edukasi Warga Koto Ringin Cegah DBD dengan Larvasida Alami

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Koto Ringin, Siak – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 15 menggelar kegiatan edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Posyandu Sejahtra, Desa Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini meliputi penyuluhan, praktik pembuatan larvasida alami berbahan daun pepaya dan daun kemangi, serta aksi bersih lingkungan untuk […]

expand_less