Belasan Tahun Berjalan, Pengajian Bulanan Muhammadiyah Kukar Terus Konsisten
- account_circle Redaksi Kabarmuh
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dalam ceramahnya, Masumi menyoroti realitas sosial masyarakat yang dinilainya semakin mudah melukai satu sama lain, terutama melalui ucapan dan tulisan. Menurutnya, kemajuan teknologi komunikasi tidak selalu diiringi dengan kematangan akhlak. “Dunia hari ini semakin bising oleh komentar dan penilaian manusia, tetapi justru banyak yang kehilangan kendali dalam adab dan sopan santun,” ujarnya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tradisi pengajian rutin yang telah berjalan belasan tahun terus dijaga Muhammadiyah Kukar sebagai sarana pembinaan umat.
Pengajian Bulanan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kabupaten Kutai Kartanegara kembali digelar sebagai bagian dari agenda rutin PDM Kukar dalam pembinaan umat. Kegiatan yang berlangsung Ahad, 1 Februari 2026, di PCM Muara Badak ini menegaskan konsistensi Persyarikatan dalam menjaga tradisi dakwah kolektif.
Pengajian bulanan tersebut dilaksanakan secara bergilir di 14 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kukar. Setiap bulan, salah satu PCM menjadi tuan rumah, sehingga pengajian tidak hanya menjadi forum kajian keislaman, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar pimpinan dan jamaah.
Ketua PCM Muara Badak yang diwakili Suharman selaku sekretaris PCM Muara Badak, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan menjadi tuan rumah. Ia menilai pengajian bulanan memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas dan soliditas Muhammadiyah di daerah. “Pengajian ini bukan hanya rutinitas, tetapi ruang menyatukan gerak dakwah,” ujarnya.
Hadir sebagai penceramah, Ustadz Ir. Masumi menyampaikan materi tentang pentingnya akhlak sosial di tengah perubahan zaman. Ceramah tersebut dinilai relevan dengan tantangan organisasi dan masyarakat yang semakin kompleks.
Selain dihadiri pimpinan cabang dan ranting, pengajian juga diikuti unsur organisasi otonom, pengelola amal usaha Muhammadiyah, serta perwakilan PWM dan PWA Kalimantan Timur. Kehadiran lintas struktur ini memperlihatkan kuatnya sinergi internal Muhammadiyah di Kutai Kartanegara.
Pengajian bulanan menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan Persyarikatan, baik yang bersifat keagamaan maupun kebangsaan. Dalam konteks ini, Muhammadiyah Kukar dinilai berhasil menjaga kesinambungan dakwah yang terstruktur, berkelanjutan, dan membumi.(ay.1)
- Penulis: Redaksi Kabarmuh
Saat ini belum ada komentar