BeritaKaltim

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Ketua PWM Kaltim periode 2022–2027

Kepergian K.H. Siswanto meninggalkan kehilangan besar bagi keluarga Muhammadiyah dan masyarakat Kalimantan Timur.

K.H. Siswanto, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur (Dok. Muhammadiyah Kaltim)

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Timur. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur periode 2022–2027, K.H. Siswanto, wafat pada Rabu, 20 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WITA di Samarinda dalam usia 58 tahun.

Informasi wafatnya tokoh Muhammadiyah tersebut disampaikan secara resmi melalui press release PWM Kalimantan Timur. Kepergian almarhum sontak mengundang rasa kehilangan mendalam dari berbagai kalangan, baik warga Muhammadiyah, tokoh masyarakat, maupun umat Islam di Kalimantan Timur.

Almarhum dikenal sebagai sosok ulama yang aktif berdakwah dan membina umat. Selain memimpin PWM Kaltim, K.H. Siswanto juga mengemban amanah sebagai anggota Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Dalam kesehariannya, ia rutin mengisi ceramah agama, pengajian, dan majelis taklim di berbagai wilayah Samarinda.

Sekretaris PWM Kaltim, Ir. H. Amir Hady, mengatakan bahwa almarhum merupakan figur yang sederhana dan penuh keteladanan. Menurutnya, K.H. Siswanto tidak hanya menjadi pemimpin organisasi, tetapi juga guru dan sahabat bagi banyak orang.

“Beliau memberikan keteladanan dalam banyak hal, terutama dalam pengamalan ilmu agama khususnya, dan sangat banyak memberikan manfaat bagi orang lain. Beliau memang orang baik, orang soleh,” ujar Amir Hady.

Amir Hady menjelaskan, selama memimpin PWM Kaltim, almarhum dikenal konsisten memperkuat dakwah Muhammadiyah di daerah. Ia juga aktif mendorong pengembangan amal usaha Muhammadiyah, termasuk bidang pendidikan dan pembinaan kader.

K.H. Siswanto disebut sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat. Banyak warga mengenalnya sebagai ustadz yang ramah dan mudah bergaul. Sikap rendah hati yang dimilikinya membuat almarhum dihormati oleh berbagai kalangan.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ia meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Dua anaknya telah berkeluarga, sementara dua lainnya masih menempuh pendidikan.

Rencananya, jenazah akan disemayamkan di Masjid Ad-Dakwah Pusat Dakwah Muhammadiyah Kaltim pada Kamis, 21 Mei 2026 mulai pukul 10.00 WITA hingga waktu Zuhur. Setelah salat Zuhur berjamaah, jenazah akan diberangkatkan menuju pemakaman keluarga di Gang Walet, Jalan A. Wahab Syahrani, Samarinda.

PWM Kalimantan Timur juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat luas untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga Allah mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, dan menempatkan beliau bersama orang-orang saleh,” demikian ajakan PWM Kaltim dalam pernyataan resminya.

Ucapan belasungkawa terus mengalir sejak kabar wafatnya almarhum tersebar. Banyak pihak menilai K.H. Siswanto merupakan tokoh yang memiliki dedikasi tinggi dalam dakwah dan pengembangan Muhammadiyah di Kalimantan Timur.

Bagi warga Muhammadiyah, kepergian K.H. Siswanto bukan hanya kehilangan seorang pemimpin organisasi, tetapi juga kehilangan sosok pembimbing yang selama ini menjadi teladan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Suasana duka tampak terasa di lingkungan Muhammadiyah Kaltim. Sejumlah tokoh dan kader Muhammadiyah mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Kepergian K.H. Siswanto menjadi pengingat tentang pentingnya melanjutkan perjuangan dakwah dan pengabdian yang selama ini beliau lakukan. Dedikasi dan keteladanan almarhum diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda Muhammadiyah di Kalimantan Timur.(ay.1)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button