Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Teguhkan Peran Dosen dan Tendik untuk Pengembangan AUM Muhammadiyah

UMS Teguhkan Peran Dosen dan Tendik untuk Pengembangan AUM Muhammadiyah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Workshop dan Pelatihan bertajuk “One Dosen – One Tendik – One AUM”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Ruang Seminar Lantai 7, Gedung Induk Siti Walidah UMS. Diikuti oleh segenap dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan kampus, workshop ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran civitas academica dalam memperkuat dan menggerakkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta organisasi Muhammadiyah di tingkat Cabang dan Ranting.

Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., menekankan bahwa keberadaan LP3A merupakan pilar penting yang berfungsi sebagai jembatan tali silaturahmi antara pihak universitas dengan struktur persyarikatan di akar rumput. Ia menekankan bahwa program “One Dosen – One Tendik – One AUM” didesain agar tidak hanya membawa dampak positif internal bagi persyarikatan, melainkan juga memberikan dampak balik yang kuat terhadap ekosistem lingkungan kampus.

“Kami berharap besar dengan adanya program ini, UMS mampu memberikan kontribusi yang jauh lebih masif dan nyata bagi persyarikatan Muhammadiyah. Saat ini, Muhammadiyah dinilai mengalami penurunan jumlah keanggotaan dan kader muda dalam beberapa tahun terakhir, ini tentu menjadi paradoks di internal Muhammadiyah yang seharusnya AUM dapat menghasilkan kader & keanggotaan jauh lebih banyak,” ujar Wakil Rektor III, Selasa (19/5).

Senada dengan hal tersebut, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam opening speech-nya menyampaikan visi besar mengenai pemerataan dakwah persyarikatan. Menurut Harun, esensi dari program sinergi antara dosen, tendik, AUM, dan persyarikatan ini adalah terwujudnya sebaran Ranting dan Cabang Muhammadiyah yang merata di setiap wilayah. Hal tersebut harus didasarkan pada akurasi data warga yang ber-Muhammadiyah.

Secara khusus, Rektor mendorong LP3A untuk segera menginisiasi dan merumuskan sebuah sistem pendataan berbasis teknologi digital.

“Sistem data ini nantinya harus mampu memonitor dan memetakan secara real-time siapa saja dosen maupun tendik yang telah menjalankan peran aktifnya sebagai pendiri, pengurus, atau pengelola di masing-masing AUM daerah. Ini berlaku adil, baik untuk wilayah yang sudah memiliki AUM yang mapan, maupun wilayah-wilayah perintis yang belum memiliki AUM sama sekali. Dengan data yang valid, intervensi pembinaan akan jauh lebih terukur,” tegas Harun.

Sambutan Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum

Pada sesi pertama acara inti workshop, Dr. Bambang Sukoco Menekankan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bukanlah sekadar institusi bisnis atau sosial biasa.

“AUM adalah instrumen utama dakwah amar ma’ruf nahimunkar yang berfungsi merealisasikan cita-cita luhur Muhammadiyah, yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” ujarnya.

Bambang Sukoco tidak menampik bahwa dalam perjalanannya, UMS akan menghadapi tantangan transisi yang tidak mudah. Tantangan tersebut meliputi, transformasi budaya kerja, peningkatan kapasitas SDM, hingga penyelarasan struktur organisasi.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa UMS berkomitmen penuh untuk membangun budaya organisasi yang progresif. Langkah ini diambil demi mewujudkan masyarakat yang berkemajuan, sekaligus mengokohkan posisi UMS sebagai pusat penggerak dakwah dan kaderisasi yang berdampak nyata.

Memasuki sesi materi inti, pembicara menampilkan potret keberhasilan (best practice) pengembangan AUM berbasis desa yang dipaparkan oleh Yusuf Aziz Rahma, S.Pd., M.M., selaku Kepala Desa Wonorejo, Polokarto, Sukoharjo. Yusuf membagikan formula sukses kolaborasi sosio-religius antara Pemerintah Desa Wonorejo dengan struktur Muhammadiyah setempat yang terbukti mampu mendongkrak kesejahteraan sosial masyarakat secara nyata.

Kehadiran Muhammadiyah juga menyentuh aspek jaminan sosial melalui pemberian beasiswa pendidikan bagi siswa Muhammadiyah yang berprestasi dan kurang mampu, penyediaan layanan kesehatan gratis melalui Jaminan Kesehatan Desa (JAMKESDES), hingga penyelenggaraan turnamen sepak bola komunitas bertajuk Wonorejo Cup. Model kolaborasi kelembagaan ini menjadi bukti sahih bahwa kemandirian, produktivitas, dan kemajuan desa dapat di akselerasi melalui keterlibatan aktif organisasi keagamaan.

Sesi dilanjutkan dengan materi mengenai strategi Menuju Cabang dan Ranting Unggul Berbasis PTMA. Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) seperti UMS memegang mandat strategis untuk mengantarkan Cabang dan Ranting menuju predikat unggul.

Yang tidak kalah penting, materi ini menegaskan kembali amanat regulasi bahwa setiap pegawai AUM, baik dosen maupun tendik, mengemban tanggung jawab moral dan organisatoris untuk membina dan menghidupkan ranting Muhammadiyah di lingkungan tempat tinggal atau domisili mereka masing-masing.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, penegasan hasil lokakarya, serta doa penutup oleh panitia pelaksana. (Mahen/Fika/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Dibidik Jadi Mitra IAIC dan AI Talent Factory Komdigi RI

    UMS Dibidik Jadi Mitra IAIC dan AI Talent Factory Komdigi RI

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat posisinya sebagai kampus berorientasi inovasi dengan menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Artificial Intelligence Talent Factory” pada Senin (24/11) di Ruang Rapat BPH Gedung Induk Siti Walidah. Kegiatan ini menjadi momentum penting UMS dalam mempersiapkan pengembangan talenta dan inovasi kecerdasan artifisial di lingkungan kampus. FGD dihadiri jajaran […]

  • Belajar Seni Hidup Bersosial dari Penyair Jahiliyah

    Belajar Seni Hidup Bersosial dari Penyair Jahiliyah

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.418
    • 1Komentar

    |Oleh: M. Andhim| Manusia merupakan makhluk sosial. Di mana komunikasi dan interaksi antar sesamanya menjadi kebutuhan yang mendasar. Menjalani sesuatu sendirian akan terasa berat. Tentu akan lebih mudah jika mau melibatkan banyak pihak. Maka tak salah ungkapan pepatah, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Nasehat mulia untuk saling terus bekerja sama. Jika air di lautan […]

  • Kolaborasi LDK dan LazisMu PP Muhammadiyah Hadirkan Mualaf Learning Center di Pedalaman Jambi

    Kolaborasi LDK dan LazisMu PP Muhammadiyah Hadirkan Mualaf Learning Center di Pedalaman Jambi

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 207
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jambi – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang didukung oleh LazisMu PP Muhammadiyah, meresmikan Mualaf Learning Center (MLC) di Desa Balai Rajo, Kecamatan VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi pada 21 Desember 2024. Acara tersebut dilaksanakan di rumah singgah Muhammadiyah yang terletak di kawasan pedalaman Jambi. Selain dihadiri oleh beberapa […]

  • PEMILU 2024 : APAKAH RIANG GEMBIRA ?

    PEMILU 2024 : APAKAH RIANG GEMBIRA ?

    • calendar_month Rabu, 14 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Oleh : Ikhwan Saifudin* Pemilihan umum 2024 tinggal sejengkal lagi, esok hari akan menjadi penentu oleh siapa dan seperti apa arah bangsa ini akan dibawa 5 tahun kedepan,  nyatanya pemilu kali ini menjadi sorotan dan tunai kritik dari masyarakat sipil, dinamika serta kontroversi yang mengitarinya menjadi bumbu-bumbu yang mengkhawatirkan bagi proses kewarasan berdemokrasi. Pertanyaan mendasar […]

  • PWNA Lampung Gelar Dialog Interaktif Moderasi Beragama, Hadirkan Lima Tokoh Agama

    PWNA Lampung Gelar Dialog Interaktif Moderasi Beragama, Hadirkan Lima Tokoh Agama

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Bandar Lampung, 2 Mei 2025 — Dalam rangka puncak kegiatan Breaking Down The Walls Day (BDWD) Faith In Harmony: Best Friends Forever, Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Lampung menyelenggarakan Dialog Interaktif Moderasi Beragama yang menghadirkan lima tokoh agama dari lintas keyakinan. Kegiatan ini dihadiri oleh pemuka agama Islam Bapak Sudarman, Bhante Pannajoto […]

  • Gandeng MPKSDI PPM, BPSDM UMS Resmi Buka Darul Arqam Pimpinan UMS

    Gandeng MPKSDI PPM, BPSDM UMS Resmi Buka Darul Arqam Pimpinan UMS

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 383
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) gandeng Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Muhammadiyah resmi buka kegiatan Darul Arqam Pimpinan UMS. Kegiatan yang diikuti sejumlah 48 peserta itu diselenggarakan pada Senin, (15/01/2024) di Hotel Grand Johan, Yogyakarta. Pada pembukaan Darul Arqam Pimpinan UMS, Budi Murtiyasa menyampaikan bahwa […]

expand_less