Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Atlet UMS Persembahkan Medali Emas bagi Indonesia di 10th Asian Pencak Silat Championship 2026

Atlet UMS Persembahkan Medali Emas bagi Indonesia di 10th Asian Pencak Silat Championship 2026

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id di kancah internasional. Atlet Tapak Suci UMS, Kirana Tias Savira, sukses mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 yang berlangsung di Dong Nai, Vietnam, pada 15-23 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut turut mengantarkan Indonesia meraih posisi Juara Umum II dengan koleksi enam medali emas, empat perak, dan sembilan perunggu. Dari enam medali emas yang diraih kontingen Indonesia, satu di antaranya disumbangkan oleh Kirana sebagai satu-satunya atlet UMS yang dipercaya memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Pelatih Timnas Pencak Silat Indonesia sekaligus dosen dan pelatih UMS, Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or, menjelaskan bahwa pencapaian Kirana merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal dirinya menjadi mahasiswa UMS.

“Kirana memang menjadi salah satu atlet muda yang masuk dalam pantauan tim nasional. Dasar pemanggilannya karena berhasil menjuarai dua event nasional secara beruntun, yaitu POMNAS yang saat itu diselenggarakan di UMS dan PON Bela Diri di Kudus,” ujarnya, Sabtu, (25/7/2026).

Foto Atlet UMS dan Pelatih di 10th Asian Pencak Silat Championship 2026

Menurutnya, persiapan menuju Kejuaraan Asia telah dilakukan jauh sebelum keberangkatan. Sejak diterima sebagai mahasiswa UMS melalui jalur beasiswa prestasi, Kirana telah menjalani program pembinaan yang terintegrasi antara akademik dan olahraga.

“Sejak semester pertama kami sudah menyiapkan Kirana agar prestasinya tetap konsisten. Di Vietnam ini merupakan debutnya di level Asia. Alhamdulillah penampilannya sesuai harapan, baik dari aspek fisik, teknik, taktik, maupun mental,” ungkap Nur Subekti.

Ia menambahkan, tantangan terbesar sudah dihadapi Kirana sejak pertandingan pembuka. Atlet asal Klaten tersebut langsung bertemu wakil tuan rumah Vietnam yang dikenal sebagai salah satu kekuatan besar pencak silat di Asia.

“Secara teknis Kirana mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik dan berhasil menguasai pertandingan,” tambahnya.
Meski Indonesia tidak menurunkan kekuatan penuh dalam kejuaraan tersebut, kontingen Merah Putih tetap mampu menunjukkan performa terbaiknya.

“Tuan rumah tentu ingin menjadi juara umum. Sementara Indonesia hanya mengirim atlet-atlet potensial, bukan full team. Alhamdulillah kita tetap berhasil menjadi Juara Umum II. Dari enam medali emas Indonesia, UMS menyumbangkan satu emas dari satu-satunya atlet yang kami kirim,” jelasnya.

Bagi Kirana, keberhasilan meraih emas menjadi pengalaman berharga sekaligus pencapaian penting dalam kariernya sebagai atlet.

“Alhamdulillah senang. Karena ini laga perdana saya di level Asia, jadi pasti sempat grogi dan banyak tekanan. Tapi saya bersyukur bisa mewakili Indonesia dan menyumbangkan medali emas,” tutur mahasiswa angkatan 2024 tersebut.

Sebelum memperkuat Timnas Indonesia, Kirana pernah mewakili UMS pada ajang internasional di Thailand. Kini, ia berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal untuk menembus kompetisi yang lebih tinggi.

“Harapannya bisa kembali mewakili Indonesia di World Championship atau SEA Games,” katanya.

Perjalanan Kirana sebagai atlet dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengenal Tapak Suci melalui kegiatan ekstrakurikuler saat kelas tiga SD, kemudian berlanjut mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga bergabung dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Konsistensi itulah yang akhirnya mengantarkannya menjadi mahasiswa UMS sekaligus atlet nasional.

Di balik prestasi yang diraih, Kirana mengakui terdapat banyak pengorbanan sebagai seorang atlet.

“Dukanya harus siap menerima kekalahan, membagi waktu antara latihan, kuliah, keluarga, dan teman. Tapi ketika bisa berprestasi dan membanggakan keluarga, semuanya terbayarkan,” ujarnya.

Atlet UMS Berjaya di 10th Asian Pencak Silat Championship 2026

Ia juga membagikan pesan bagi atlet muda agar mampu bangkit setelah mengalami kegagalan.

“Harus selesai dulu dengan diri sendiri. Setelah itu bangkit lagi dan memperbaiki mindset supaya semangat untuk latihan dan bertanding kembali,” pesannya.

Nur Subekti menambahkan, Kirana merupakan penerima Beasiswa Prestasi 100 persen UMS, sehingga selain menyelesaikan studi, ia juga memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional.

“Setelah berhasil menjadi juara di beberapa event, termasuk Kejuaraan Asia ini, Kirana menjadi kandidat atlet yang dipanggil mengikuti Pelatnas jangka panjang. Namanya sudah masuk daftar untuk seleksi World Championship 2026 dan diproyeksikan menuju SEA Games 2027. Secara hasil, semuanya sudah sesuai dengan harapan,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Atlet UMS Sumbang Emas untuk Indonesia di 10th Asian Pencak Silat Championship 2026

SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id di kancah internasional. Atlet Tapak Suci UMS, Kirana Tias Savira, sukses mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 yang berlangsung di Dong Nai, Vietnam, pada 15-23 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut turut mengantarkan Indonesia meraih posisi Juara Umum II dengan koleksi enam medali emas, empat perak, dan sembilan perunggu. Dari enam medali emas yang diraih kontingen Indonesia, satu di antaranya disumbangkan oleh Kirana sebagai satu-satunya atlet UMS yang dipercaya memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Pelatih Timnas Pencak Silat Indonesia sekaligus dosen dan pelatih UMS, Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or, menjelaskan bahwa pencapaian Kirana merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal dirinya menjadi mahasiswa UMS.

“Kirana memang menjadi salah satu atlet muda yang masuk dalam pantauan tim nasional. Dasar pemanggilannya karena berhasil menjuarai dua event nasional secara beruntun, yaitu POMNAS yang saat itu diselenggarakan di UMS dan PON Bela Diri di Kudus,” ujarnya, Sabtu, (25/7/2026).

Menurutnya, persiapan menuju Kejuaraan Asia telah dilakukan jauh sebelum keberangkatan. Sejak diterima sebagai mahasiswa UMS melalui jalur beasiswa prestasi, Kirana telah menjalani program pembinaan yang terintegrasi antara akademik dan olahraga.

“Sejak semester pertama kami sudah menyiapkan Kirana agar prestasinya tetap konsisten. Di Vietnam ini merupakan debutnya di level Asia. Alhamdulillah penampilannya sesuai harapan, baik dari aspek fisik, teknik, taktik, maupun mental,” ungkap Nur Subekti.

Ia menambahkan, tantangan terbesar sudah dihadapi Kirana sejak pertandingan pembuka. Atlet asal Klaten tersebut langsung bertemu wakil tuan rumah Vietnam yang dikenal sebagai salah satu kekuatan besar pencak silat di Asia.

“Secara teknis Kirana mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik dan berhasil menguasai pertandingan,” tambahnya.
Meski Indonesia tidak menurunkan kekuatan penuh dalam kejuaraan tersebut, kontingen Merah Putih tetap mampu menunjukkan performa terbaiknya.

“Tuan rumah tentu ingin menjadi juara umum. Sementara Indonesia hanya mengirim atlet-atlet potensial, bukan full team. Alhamdulillah kita tetap berhasil menjadi Juara Umum II. Dari enam medali emas Indonesia, UMS menyumbangkan satu emas dari satu-satunya atlet yang kami kirim,” jelasnya.

Atlet UMS, Kirana Tias Savira Berjaya di 10th Asian Pencak Silat Championship 2026

Bagi Kirana, keberhasilan meraih emas menjadi pengalaman berharga sekaligus pencapaian penting dalam kariernya sebagai atlet.

“Alhamdulillah senang. Karena ini laga perdana saya di level Asia, jadi pasti sempat grogi dan banyak tekanan. Tapi saya bersyukur bisa mewakili Indonesia dan menyumbangkan medali emas,” tutur mahasiswa angkatan 2024 tersebut.

Sebelum memperkuat Timnas Indonesia, Kirana pernah mewakili UMS pada ajang internasional di Thailand. Kini, ia berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal untuk menembus kompetisi yang lebih tinggi.

“Harapannya bisa kembali mewakili Indonesia di World Championship atau SEA Games,” katanya.

Perjalanan Kirana sebagai atlet dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengenal Tapak Suci melalui kegiatan ekstrakurikuler saat kelas tiga SD, kemudian berlanjut mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga bergabung dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Konsistensi itulah yang akhirnya mengantarkannya menjadi mahasiswa UMS sekaligus atlet nasional.

Di balik prestasi yang diraih, Kirana mengakui terdapat banyak pengorbanan sebagai seorang atlet.

“Dukanya harus siap menerima kekalahan, membagi waktu antara latihan, kuliah, keluarga, dan teman. Tapi ketika bisa berprestasi dan membanggakan keluarga, semuanya terbayarkan,” ujarnya.

Ia juga membagikan pesan bagi atlet muda agar mampu bangkit setelah mengalami kegagalan.

“Harus selesai dulu dengan diri sendiri. Setelah itu bangkit lagi dan memperbaiki mindset supaya semangat untuk latihan dan bertanding kembali,” pesannya.

Nur Subekti menambahkan, Kirana merupakan penerima Beasiswa Prestasi 100 persen UMS, sehingga selain menyelesaikan studi, ia juga memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional.

“Setelah berhasil menjadi juara di beberapa event, termasuk Kejuaraan Asia ini, Kirana menjadi kandidat atlet yang dipanggil mengikuti Pelatnas jangka panjang. Namanya sudah masuk daftar untuk seleksi World Championship 2026 dan diproyeksikan menuju SEA Games 2027. Secara hasil, semuanya sudah sesuai dengan harapan,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Editor : Amtsal Ajhar

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • About Us – 6057

    About Us – 6057

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Welcome to our website. We are dedicated to providing quality content and services to our visitors. Magius

  • Jawab Tantangan Pengembangan Cabang Ranting Muhammadiyah Ke-depan, LPPIK UMS Sukses Adakan Daurah LPCR

    Jawab Tantangan Pengembangan Cabang Ranting Muhammadiyah Ke-depan, LPPIK UMS Sukses Adakan Daurah LPCR

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 623
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Surakarta, Menjadi organisasi Islam besar dan lengkap dengan ratusan ribu amal usaha dalam bidang Pendidikan, kesehatan dan sosial ternyata memiliki tantangan tersendiri. Persyarikatan Muhammadiyah setidaknya memiliki dua tantangan besar. Sebagaimana yang dituturkan oleh guru besar Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof. Fattah Santoso, bahwasannya Muhammadiyah harus mampu “menginternalisasi” dan “menginternasionalisasikan” ideologi dan gerakannya secara massif. […]

  • Raker I PCPM Gempol Lahirkan Gagasan Gemilang untuk Persyarikatan

    Raker I PCPM Gempol Lahirkan Gagasan Gemilang untuk Persyarikatan

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pasuruan – Meski hanya dihadiri kurang dari sepuluh kader, Rapat Kerja I Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Gempol yang digelar pada 29–30 November 2025 di SD Muhammadiyah 2 Kejapanan berlangsung penuh semangat dan menghasilkan berbagai gagasan progresif untuk kemajuan persyarikatan. Undangan resmi kegiatan ini telah diedarkan sejak 19 November 2025 sebagai bentuk penegasan pentingnya […]

  • Kajian Tafsir UMS Bahas Gambaran Neraka dan Para Penghuninya

    Kajian Tafsir UMS Bahas Gambaran Neraka dan Para Penghuninya

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA- Pembahasan mengenai neraka kini cenderung terabaikan seiring perkembangan zaman. Banyak anak sekarang tidak mengetahui bagaimana gambaran penghuni neraka. Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I, M.Th., mengupas bagaimana gambaran neraka serta penghuni di dalamnya menurut QS. Al-Mudatsir. Ia memaparkan kondisi neraka ketika kiamat tiba. Neraka Saqar digambarkan […]

  • Tim Mahasiswa UMS Raih Hibah Innovillage, Kembangkan Karpet Terapi Multi-Tema untuk Anak Disabilitas

    Tim Mahasiswa UMS Raih Hibah Innovillage, Kembangkan Karpet Terapi Multi-Tema untuk Anak Disabilitas

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. SURAKARTA – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih hibah dana tahap awal melalui kompetisi Innovillage 2025. Program Innovillage merupakan hasil kolaborasi antara Telkom Indonesia, Telkom University, dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yang telah terlaksana di Bandung, Tahun ini, Innovillage hadir dengan tema “Drive Innovation, Create Impact, Build a Lasting Future”, bertujuan menjadi […]

  • Ajarkan Peduli Sesama, Hizbul Wathan UMS Adakan Donor Darah

    Ajarkan Peduli Sesama, Hizbul Wathan UMS Adakan Donor Darah

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 165
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar Donor Darah di Balai Pengobatan Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah Gonilan, Kartasura. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (26/05/2024). Kegiatan Donor Darah ini diadakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Surakarta sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Hizbul Wathan UMS terhadap kebutuhan masyarakat dibidang Kesehatan. Ketua Panitia […]

expand_less