Audiensi dengan MPKSDI PP Muhammadiyah, DPD IMM Jawa Tengah Perkuat Kaderisasi Berkelanjutan

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah di Gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (29/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat sistem kaderisasi, regenerasi kepemimpinan, serta tata kelola organisasi yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Delegasi DPD IMM Jawa Tengah dipimpin oleh Abdul Afif Amrulloh, S.Psi., M.Psi., didampingi M. Adam Ilham Mizani, S.Pd., M.Pd., M. Fatahillah, S.T., Jundi Abdulloh, S.Sos., Fika Annisa Sholihah, S.Ars., M.Arch., serta perwakilan Pimpinan Cabang IMM se-Jawa Tengah. Sementara itu, MPKSDI PP Muhammadiyah diwakili oleh Drs. Mohammad Saleh Tjan dan Sucipto, Ph.D.
Dalam audiensi tersebut, DPD IMM Jawa Tengah menyampaikan perkembangan organisasi yang saat ini memiliki 22 cabang, lebih dari 130 komisariat, dan sekitar 13 ribu kader aktif hingga akhir 2025. Besarnya jumlah kader dinilai menjadi potensi besar yang perlu diimbangi dengan sistem kaderisasi yang mampu menjaga keberlanjutan regenerasi kepemimpinan.
Sekretaris DPD IMM Jawa Tengah, Abdul Afif Amrulloh, menyampaikan bahwa tantangan utama organisasi saat ini bukan lagi pada kuantitas kader, melainkan bagaimana memastikan kader mampu bertahan dan berkembang hingga jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi.
“Kami berharap memperoleh arahan dari MPKSDI PP Muhammadiyah untuk membangun sistem kaderisasi yang lebih berkelanjutan, memiliki indikator keberhasilan yang jelas, serta mampu mencetak kader yang siap memimpin organisasi maupun Persyarikatan,” ujarnya Selasa, (30/6/2026).
Ketua Bidang Kader DPD IMM Jawa Tengah, M. Adam Ilham Mirzani, mengungkapkan selain membahas regenerasi kepemimpinan, DPD IMM Jawa Tengah juga mengangkat sejumlah persoalan strategis, di antaranya perlunya standarisasi administrasi perkaderan, penyusunan Key Performance Indicator (KPI) kaderisasi, sistem monitoring dan evaluasi yang baku, hingga pemetaan diaspora kader berdasarkan potensi dan bidang pengabdiannya.
DPD IMM Jawa Tengah juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Pelatihan Instruktur Madya (PIM) yang akan berlangsung pada 8-12 Juli 2026 di Kebumen. Pada kesempatan tersebut, MPKSDI PP Muhammadiyah diharapkan dapat berpartisipasi sebagai narasumber, khususnya pada materi yang berkaitan dengan sistem perkaderan IMM.
Menanggapi berbagai isu yang disampaikan, MPKSDI PP Muhammadiyah, Drs. Mohammad Saleh Tjan menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi kader melalui proses permusyawaratan yang bebas dari politik praktis maupun kepentingan transaksional. IMM dipandang sebagai organisasi kader yang dipersiapkan untuk melahirkan calon pemimpin Muhammadiyah, sehingga setiap proses demokrasi organisasi harus tetap berlandaskan nilai-nilai perjuangan Persyarikatan.
“Kami juga mengingatkan bahwa tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap Muhammadiyah merupakan aset yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, setiap kebijakan organisasi, termasuk penyelenggaraan kegiatan dan pemilihan narasumber, perlu mempertimbangkan kompetensi serta dampaknya terhadap citra Muhammadiyah dan IMM,” tegasnya.
Dalam pembahasan mengenai kaderisasi, MPKSDI PP Muhammadiyah, Sucipto menegaskan bahwa proses pembentukan kader tidak berhenti pada pelatihan formal seperti Darul Arqam. Internalisasi nilai melalui keteladanan senior, penguatan ideologi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan menjadi bagian penting dalam membangun kader Muhammadiyah yang berkemajuan.
Selain itu, kader IMM didorong untuk memiliki orientasi kepemimpinan jangka panjang yang tidak semata-mata mengejar jabatan organisasi. Setiap kader diharapkan mampu merancang pengembangan karier sejak dini, baik sebagai akademisi, dosen, peneliti, profesional, wirausahawan, politisi yang berintegritas, maupun penggerak organisasi sosial.
“Kami turut mendorong penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah melalui kolaborasi antarkader maupun kerja sama dengan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Di bidang dakwah, kader IMM juga diharapkan mampu mengoptimalkan hasil pelatihan jurnalistik, kepenulisan, dan dakwah digital, termasuk memanfaatkan strategi optimasi mesin pencari (SEO) agar pesan-pesan dakwah Muhammadiyah semakin luas menjangkau masyarakat,” pungkasnya.
Audiensi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara DPD IMM Jawa Tengah dan MPKSDI PP Muhammadiyah dalam membangun sistem kaderisasi yang lebih terukur, adaptif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, diharapkan IMM mampu melahirkan kader-kader unggul yang memiliki karakter, integritas, kapasitas akademik, serta kesiapan memimpin organisasi dan berkontribusi bagi kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah maupun bangsa.



