Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Serahkan Sistem Monitoring Kualitas Udara Berbasis IoT ke Desa Sidokelar pada Tutup KKN UMLA Kelompok 11

Serahkan Sistem Monitoring Kualitas Udara Berbasis IoT ke Desa Sidokelar pada Tutup KKN UMLA Kelompok 11

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID,— Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) Kelompok 11 Desa Sidokelar, Kabupaten Lamongan, resmi ditutup pada hari ini melalui kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sidokelar. Salah satu agenda utama dalam penutupan tersebut adalah penyerahan inovasi teknologi berupa sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) kepada Pemerintah Desa Sidokelar. Rabu (12/8/2026).

Inovasi yang diberi nama AERIS (Air Environment Real-time Intelligent Sensor) tersebut merupakan sistem pemantauan kualitas udara yang dirancang untuk membantu Pemerintah Desa Sidokelar memperoleh informasi kondisi udara secara real-time. Sistem ini dipasang di pendopo Balai Desa Sidokelar dan dikembangkan dengan memanfaatkan sejumlah komponen teknologi, antara lain ESP32, DHT22, ZH03B, MQ-135, serta LCD I2C.

AERIS mampu memantau beberapa parameter lingkungan, meliputi suhu udara, kelembapan, konsentrasi PM2.5, serta indeks gas secara relatif. Data tersebut kemudian ditampilkan melalui layar LCD pada perangkat, dashboard jarak jauh menggunakan Blynk, serta disimpan sebagai arsip historis melalui ThingSpeak. Sistem juga dilengkapi dengan fitur notifikasi peringatan ketika kondisi kualitas udara berada pada tingkat yang kurang baik.

Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Desa Sidokelar dalam meningkatkan kesadaran dan pemantauan kondisi lingkungan, khususnya karena wilayah tersebut berada dalam konteks lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas industri. Data historis yang tersimpan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dokumentasi, evaluasi, serta pendukung pengambilan kebijakan terkait lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Perwakilan Pemerintah Desa Sidokelar melalui Kepala Dusun Sentul, Bapak Taufik, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UMLA Kelompok 11 yang telah menghadirkan inovasi teknologi bagi masyarakat Desa Sidokelar.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa KKN UMLA Kelompok 11 yang telah memberikan inovasi berupa sistem monitoring kualitas udara ini. Tentunya alat ini sangat bermanfaat bagi desa, khususnya untuk membantu memantau kondisi kualitas udara dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kami berharap teknologi ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kepentingan masyarakat Desa Sidokelar.”

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rohmat, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa kegiatan KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar bermasyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.

“KKN bukan sekadar hadir di tengah masyarakat, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang memberikan manfaat dan dapat dilanjutkan setelah program KKN selesai. AERIS menjadi salah satu bentuk nyata inovasi mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi untuk membantu masyarakat dan pemerintah desa melakukan pemantauan kualitas lingkungan secara lebih informatif dan berkelanjutan.”

Lebih lanjut, sistem AERIS menyediakan tampilan lokal yang dapat memperlihatkan suhu, kelembapan, PM2.5, kualitas gas, dan status kualitas udara. Pada kondisi tertentu, sistem juga dapat memberikan notifikasi pada perangkat pengurus desa melalui Blynk.

Penyerahan perangkat tersebut menjadi salah satu bentuk legacy atau keberlanjutan program KKN Kelompok 11 di Desa Sidokelar. Dengan adanya perangkat dan data yang dihasilkan, Pemerintah Desa diharapkan dapat terus melakukan pemantauan serta menggunakan informasi tersebut sebagai salah satu bahan evaluasi kondisi lingkungan desa.

Kegiatan penutupan KKN ini sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa Kelompok 11 untuk menyerahkan hasil program kepada Pemerintah Desa Sidokelar dan mengakhiri rangkaian pengabdian mereka selama berada di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, KKN UMLA Kelompok 11 menunjukkan bahwa kolaborasi antara pendidikan tinggi, mahasiswa, dan pemerintah desa dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi memiliki potensi untuk terus dimanfaatkan dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.

Penulis: Icha Aisyah Dewi

Editor: Hammam Alghazy

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Small is Beautiful: Cerita Komunitas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

    Small is Beautiful: Cerita Komunitas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Oleh: Hening Parlan, Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah Tahun 2020, di tengah pandemi, saya menyampaikan teori ABCD kepada Ibu-ibu LLH Pimpinan Pusat Aisyiyah di sebuah pertemuan on line. Setelah itu kami melakukan system belajar bareng bagaimana memahami teori ini. Sebuah teori yang saya dapatkan setelah belajar bersama Inspirit, yang […]

  • Fakultaria FIK UMS Kenalkan Lingkungan Fakultas dan Layanan BPJS Kesehatan kepada Mahasiswa Baru

    Fakultaria FIK UMS Kenalkan Lingkungan Fakultas dan Layanan BPJS Kesehatan kepada Mahasiswa Baru

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Fakultaria sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan, layanan, serta sistem yang ada di fakultas, Senin (7/9/2026). Ketua Panitia Fakultaria FIK UMS 2026, Keisha Marcia, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah […]

  • MDMC DAERAH TANGGAMUS MENJADI FASILITATOR PENGURANGAN RESIKO BENCANA DI KEGIATAN FORTASI ATAU MPLS AMAL USAHA MUHAMMADIYAH TANGGAMUS – KOTAAGUNG

    MDMC DAERAH TANGGAMUS MENJADI FASILITATOR PENGURANGAN RESIKO BENCANA DI KEGIATAN FORTASI ATAU MPLS AMAL USAHA MUHAMMADIYAH TANGGAMUS – KOTAAGUNG

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 204
    • 0Komentar

    KABARMUH..ID, Tanggamus – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tanggamus sejak hari Senin, 15 Juli 2024 sampai dengan hari Sabtu, 20 Juli 2024 akan menjadi Fasilitator dalam Kegiatan Fortasi/MPLS di sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Tanggamus mulai tingkat SMP hingga SMA atau SMK. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program MDMC […]

  • PWM Kaltim: Lulusan UMKT Harus Jadi Kader Berilmu, Beriman, dan Berkemajuan

    PWM Kaltim: Lulusan UMKT Harus Jadi Kader Berilmu, Beriman, dan Berkemajuan

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Samarinda – Wisuda ke-13 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) yang digelar pada Selasa (14 Oktober 2025) di Convention Hall Sempaja Samarinda bukan hanya seremoni akademik, melainkan juga peristiwa dakwah yang penuh makna bagi Persyarikatan Muhammadiyah Kalimantan Timur. Suasana khidmat wisuda ke-13 UMKT menjadi saksi kolaborasi antara dunia akademik dan semangat dakwah Muhammadiyah dalam membangun manusia […]

  • Akan Kau Bawa Kemana Hidupmu?

    Akan Kau Bawa Kemana Hidupmu?

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Oleh: Fathimah Khoirun Nisa “sebuah renungan di zaman penuh distraksi menuju akhirat” Adakalanya dalam hidup ini kita didatangkan dengan kekosongan, keheningan, dan tanda tanya tentang hidup ini, baik ketika dengan banyak orang, maupun hanya kita seorang, bahkan dalam kekosangan tersebut terkadang kita menanyakan pada diri sendiri “mau apa aku sebenanya”, “apa yang aku cari”, atau […]

  • Ketenangan dalam Kesederhanaan

    Ketenangan dalam Kesederhanaan

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Oleh: Fathan Faris Saputro Dalam dunia yang serba cepat dan kompleks saat ini, begitu banyak dari kita merasa tertekan dan cemas. Teknologi, pekerjaan, dan tuntutan hidup sehari-hari sering membuat kita terjebak dalam siklus stres yang tidak berkesudahan. Namun, ada sebuah paradoks menarik dalam upaya kita untuk menemukan ketenangan dalam kehidupan ini. Paradoks tersebut adalah bahwa […]

expand_less