IMM FKIP UMS Kembangkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan
- account_circle Adi Kurnia
- calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Siti Munjiyah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ berkolaborasi dengan IMM Fakultas Teknik dan IMM Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) mengembangkan sistem ketangguhan bencana berbasis teknologi dan inklusif. Program tersebut didesiminasikan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jumat (4/9/2026), setelah pembuatan video edukasi penanggulangan bencana pada Rabu, (2/9/2026) yang mendapat dukungan dari berbagai kalangan.
Mengusung tema “Kalibuntung Resilien: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Ketangguhan Banjir Terintegrasi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Inklusif Menuju Desa Carikan Tangguh Bencana”, program ini telah dilaksanakan selama tiga bulan di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.
Salah satu luaran program berupa Early Warning System (EWS) yang dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh peringatan dini ketika ketinggian air sungai mulai meningkat sehingga dapat melakukan persiapan dan evakuasi sebelum banjir terjadi.
Dosen Pembimbing PPK Ormawa UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan oleh mahasiswa.
“Kami dari tim PPK Ormawa UMS. Ini merupakan program dari kementerian dan bentuknya adalah pengabdian yang dijalankan oleh adik-adik mahasiswa. Alhamdulillah, kegiatan ini telah berjalan selama tiga bulan di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring,” ungkapnya.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi UMS, Ahmad Kholid Al Ghofari, S.T., M.T., menyampaikan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Klaten yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Kami dari UMS sangat berterima kasih karena telah menerima kami dan menerima tim mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian ini. Hari ini akan dilaporkan seluruh kegiatan yang telah dilakukan oleh adik-adik mahasiswa, termasuk alat early warning system untuk penanggulangan bencana banjir,” tuturnya.
Sekretaris BPBD Kabupaten Klaten, Sri Yuwana Haris Yuliyanta, S.T., M.T., mengapresiasi kontribusi mahasiswa UMS dalam mendukung program Desa Tangguh Bencana, khususnya dalam menghadapi ancaman banjir di Desa Carikan.
“Program yang dilaksanakan oleh adik-adik IMM ini telah membantu program Desa Tangguh Bencana, terutama banjir di Desa Carikan. Kita harus berkompeten dalam bidang yang telah kita pilih, termasuk penanggulangan bencana, memberdayakan masyarakat, memanfaatkan potensi desa, berpikir kritis, dan membangun sinergitas,” jelasnya.
Camat Juwiring, Nindyarini Budi Wardhani, S.IP., M.M., turut menyampaikan apresiasi atas dukungan UMS melalui teknologi tersebut.
“Kami dari Kecamatan Juwiring berterima kasih banyak kepada UMS karena telah memberikan alat canggih untuk mendeteksi banjir, yaitu early warning system,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan laporan tim PPK Ormawa IMM FKIP UMS dan diskusi bersama sejumlah pihak terkait.
Koordinator Lapangan PPK Ormawa, M. Afif Muwaffaq, menjelaskan bahwa pelaksanaan program diawali dari penyusunan proposal hingga membangun partisipasi masyarakat yang semula masih minim.
“Awalnya partisipasi desa masih minim. Alhamdulillah, lama-kelamaan desa mulai terbuka dan menerima program. Sampai akhirnya kami bisa melaksanakan simulasi yang mengundang pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa,” jelasnya.
Afif menerangkan, sistem yang dikembangkan memiliki tiga tingkatan peringatan, yaitu normal, waspada, dan bahaya. Peringatan dikirimkan melalui WhatsApp kepada operator desa. Apabila jaringan terganggu, sistem dilengkapi sirine sebagai alternatif.
“Peringatan bahaya berarti air sudah melewati batas kritis, tetapi belum terjadi banjir. Peran utama sistem ini memberikan peringatan bahwa akan terjadi banjir sehingga bisa dilakukan evakuasi segera,” katanya.
Sistem tersebut juga dirancang dengan mempertimbangkan aspek inklusivitas. Tim telah melakukan pemetaan warga rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, di tiga titik strategis. Data tersebut diintegrasikan dalam sistem pemetaan sehingga lokasi warga rentan dapat diketahui sebagai dasar prioritas evakuasi.
Dalam diskusi, peserta memberikan sejumlah masukan, di antaranya penambahan titik koordinat lokasi evakuasi dan titik kumpul, pengembangan infografis serta peta yang dapat ditempel di lokasi strategis, hingga pengembangan sensor tiga dimensi agar kondisi sungai dapat dipantau lebih detail.
Relawan sekaligus perangkat Desa Carikan, Victor Ilham Baskoro atau kerap kali disapa Mas Itong, menilai keberadaan EWS membantu masyarakat menghadapi banjir yang kerap terjadi saat musim penghujan.
“Minimal kita sudah mempunyai indikator ketika sungai akan meluap. Sebelum terjadi banjir yang lebih besar, kita sudah tahu melalui alarm atau informasi WhatsApp kepada operator desa,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan alat tersebut dapat memberikan waktu bagi warga untuk mengamankan barang-barang penting sebelum banjir terjadi. Menurutnya, keberlanjutan alat juga perlu diperhatikan melalui penunjukan operator dan perawatan secara berkala.
Terakhir, Afif selaku Korlap berharap program tersebut dapat terus memberikan manfaat setelah PPK Ormawa selesai dan Desa Carikan mampu menjadi percontohan bagi desa lain.
“Harapannya bisa berlangsung dan memberikan kebermanfaatan secara berkelanjutan. Jangan sampai setelah program PPK Ormawa ini selesai, desa tidak merawat dan mengembangkan sistem ini. Ke depan, Desa Carikan bisa menjadi pilot sehingga desa-desa lain bisa mengambil kebermanfaatan dan menirunya,” pungkasnya. (Adi/Humas)
- Penulis: Adi Kurnia
Saat ini belum ada komentar