Dukung Sekolah Adiwiyata, Tim P2M UMS Edukasi Siswa MI Muhammadiyah Gedongan Pilah Sampah
- account_circle Muhammad Faisal Dwi Rifqi
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID., SURAKARTA – Penanaman kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini menjadi langkah penting dalam membangun budaya sekolah yang bersih dan sehat. Untuk mendukung upaya tersebut, tim Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengedukasi siswa MI Muhammadiyah Gedongan mengenai pemilahan sampah melalui program Gerakan Sekolah Ceria: Cerdas Sains, Sehat, dan Peduli Lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim P2M Fakultas Farmasi UMS ini mengombinasikan edukasi pemilahan sampah dengan praktik kreatif melukis tempat sampah berbahan galon bekas. Program tersebut merupakan wujud pelaksanaan Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini.
Ketua tim P2M, Anisa Dewi Rahayu, S.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya menanamkan kepedulian lingkungan melalui edukasi yang menarik dan aplikatif. Menurutnya, pemahaman mengenai pemilahan sampah perlu disertai praktik langsung agar siswa tidak hanya mengetahui konsepnya, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana di sekolah. Pemanfaatan galon bekas sebagai tempat sampah juga menjadi cara untuk mengenalkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) kepada siswa melalui kegiatan yang menyenangkan dan mudah dipahami,” jelasnya, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini turut didampingi dosen Farmasi UMS, apt. Wahyu Utami, M.Si., Ph.D., bersama tenaga kependidikan UMS, Nindy Samira Rahmi, S.Si., sebagai anggota tim. Pelaksanaannya juga melibatkan 13 mahasiswa Fakultas Farmasi UMS dari jenjang sarjana, magister, dan doktor.
Dalam kegiatan tersebut, siswa kader Adiwiyata kelas V dan VI mendapatkan edukasi mengenai jenis-jenis sampah, perbedaan sampah organik dan anorganik, serta pentingnya membuang sampah sesuai kategorinya. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan pendekatan interaktif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Anisa menambahkan, pembiasaan memilah sampah sejak usia sekolah dasar diharapkan dapat membantu mengurangi pencampuran sampah, mempermudah pengelolaan sampah, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Siswa juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan mengajak teman dan keluarga menerapkan kebiasaan serupa.
Edukasi tersebut dilanjutkan dengan diskusi mengenai contoh sampah yang sering dijumpai di lingkungan sekitar. Siswa kemudian diajak mempraktikkan pemanfaatan kembali barang bekas melalui kegiatan melukis galon bekas yang digunakan sebagai tempat sampah organik dan anorganik.
Sebanyak empat kelompok siswa mengikuti kegiatan melukis dengan menggunakan peralatan yang telah disediakan tim. Para siswa tampak antusias menyalurkan kreativitas melalui beragam lukisan pada galon bekas. Selain menjadi aktivitas yang menyenangkan, praktik tersebut memperkenalkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang.
Untuk memperkuat pesan edukasi, tim P2M UMS turut memasang poster informatif di sejumlah titik strategis di sekitar tempat sampah. Poster tersebut berfungsi sebagai pengingat visual bagi siswa agar membuang sampah sesuai kategori serta membiasakan perilaku menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Hasil evaluasi kegiatan pada Rabu (30/9/2026) tersebut menunjukkan adanya peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan evaluasi sebelumnya. Siswa juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam membedakan sampah organik dan anorganik serta memahami pentingnya pemilahan sampah. Antusiasme peserta selama penyampaian materi dan praktik melukis menjadi respons positif terhadap pendekatan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif.
Sebagai tindak lanjut, tim P2M UMS berharap tempat sampah hasil kegiatan dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi berkelanjutan. Guru dan kader Adiwiyata dapat dilibatkan untuk mengingatkan siswa, memantau kebersihan kelas, serta membangun kebiasaan membuang sampah sesuai kategorinya.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya peduli lingkungan yang diterapkan secara konsisten. Dengan pembiasaan sederhana sejak usia dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi agen perubahan yang turut berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berbudaya lingkungan. (Fika/Humas)
- Penulis: Muhammad Faisal Dwi Rifqi