Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Membaca Realitas Pelajar Hari Ini: Tantangan IPM ke Depan

Membaca Realitas Pelajar Hari Ini: Tantangan IPM ke Depan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID – Sejak didirikannya pada tahun 1961, Ikatan Pelajar Muhammadiyah telah banyak menunjukkan eksistensinya hingga kini, di usianya yang hampir berusia 65 tahun. Usia yang cukup matang bagi sebuah organisasi untuk menjaga keberlanjutan, meluaskan dampak, ber-inovasi, dan meregenerasi kader berkualitas sepanjang zaman. IPM didirikan dengan sebuah amanah besar yaitu dakwah amar ma’ruf nahi munkar di kalangan pelajar dan membentuk kader Muhammadiyah dengan nuansa islam yang sebenar-benarnya. Tentu ini menjadi falsafah IPM itu sendiri dalam melangkah.

Melihat saat ini, IPM tumbuh dengan adaptif. IPM hadir diseluruh penjuru Indonesia dengan jumlah hampir 1 juta basis pelajar. Hal ini menjadi sebuah potensi dan juga tantangan bagi IPM untuk menciptakan ruang tumbuh seluas-luasnya. Ruang tumbuh yang dimaksud adalah ruang bagi pelajar untuk mendapatkan banyak hal yang relevan. Penyesuaian kebutuhan pelajar jangan sampai ditinggalkan oleh IPM. Mari kita melihat realitas pelajar hari ini khususnya tantangan yang harus dihadapi oleh IPM sekarang dan yang akan datang.

Pertama, Perubahan zaman yang begitu cepat. IPM yang dulu berbeda dengan yang sekarang dalam konteks situasi. Minat pelajar makin kompleks, IPM mulai dikesampingkan. Pelajar banyak memilih jalur alternatif untuk menunjang masa depan mereka. Bahkan sampai ada isu organisasi tak lagi relevan. Apalagi didunia digital hari ini yang menawarkan kemudahan akses untuk belajar banyak hal. Maksudnya ini adalah tantangan pragmatisme yang harus dihadapi. Kalau hal ini dibiarkan, lama-kelamaan IPM akan kehilangan kader potensial yang nantinya akan melanjutakan estafet kepemimpinan.

Kedua, persoalan akar rumput (grass root). Ternyata, masih banyak sekolah yang minim pengetahuannya tentang IPM itu sendiri, bahkan ada juga sekolah yang masih belum ada IPM nya. Sebenarnya penyebab hal ini ada beberapa faktor, yang penulis temui diantaranya seperti kurangnya dukungan sekolah kepada IPM, SDM IPM nya itu sendiri, kurangnya pendampingan dan perkaderan, dan keterbatasan akses jarak, Biasanya sekolah yang terlalu jauh jarang mendapatkan perhatian. Padahal akar rumput adalah kunci. Akar yang kuat akan menghasilkan daun yang lebat. Persoalan grass root lainnya bukan tentang itu saja. Hari ini pelajar khususnya kader IPM banyak juga yang tak menemukan arah atau bahkan kehilangan arah. Dalam ranah pimpinan, mereka sulit untuk melakukan sebuah gerakan. Kalau dilingkungan sekolah paling-paling kegiatan yang sifatnya normatif dan minim inovasi. Dalam ranah individu juga begitu, mereka sulit untuk berkembang secara mental, pengetahuan dan ideologi. Maka, IPM kedepan juga harus memberikan solusi terkait hal ini yang kemudian bagaimana persoalan tersebut bisa terselesaikan dengan algoritma yang baik.

Ketiga, krisis identitas pelajar Muhammadiyah, Banyak kader yang aktif di organisasi, tetapi kehilangan identitas dan orientasi perjuangan. Mereka aktif hanya sebatas menjalankan program, bukan memahami nilai. Akibatnya, IPM berpotensi menjadi organisasi yang ramai kegiatan tetapi sepi makna. Padahal tantangan terbesar bukan sekadar mempertahankan jumlah kader, melainkan menjaga ruh gerakan agar tetap hidup di tengah arus modernitas.

Pelajar Muhammadiyah hari ini hidup di era yang serba cepat, instan, dan penuh validasi sosial. Mereka lebih mudah mengenal tokoh media sosial dibanding tokoh-tokoh persyarikatan. Lebih tertarik membangun citra dibanding membangun kapasitas diri. Jika IPM gagal menghadirkan nilai yang relevan dan membumi, maka kaderisasi hanya akan menjadi formalitas tahunan.

Keempat, terkait literasi dan daya pikir kritis, Realitas menunjukkan bahwa banyak pelajar hidup dalam banjir informasi, tetapi minim kemampuan menyaring dan memahami informasi. Pelajar mudah terpengaruh opini, tren, bahkan provokasi digital tanpa kemampuan berpikir kritis. Ini menjadi ancaman serius, karena pelajar seharusnya menjadi kelompok intelektual yang mampu membaca realitas sosial dengan jernih.

IPM perlu hadir bukan hanya sebagai organisasi kegiatan, tetapi juga ruang intelektual bagi pelajar. Ruang untuk berdiskusi, membaca, menulis, dan membangun kesadaran sosial. Sebab tanpa budaya literasi yang kuat, pelajar akan sulit menjadi generasi yang mampu membawa perubahan.

Pada akhirnya, realitas pelajar hari ini memang tidak mudah untuk dihadapi. Perubahan zaman bergerak begitu cepat, pola pikir pelajar terus berubah, tantangan sosial semakin kompleks, dan dunia digital perlahan membentuk cara hidup generasi muda. Dalam situasi seperti ini, IPM tidak bisa hanya berjalan dengan pola lama dan merasa cukup dengan rutinitas organisasi semata. Sebab tantangan hari ini bukan hanya tentang mempertahankan eksistensi, tetapi tentang bagaimana IPM tetap relevan dan benar-benar dibutuhkan oleh pelajar.

IPM selalu butuh sosok pemimpin yang berintegritas tinggi. Karena, IPM harus terus mampu menjaga marwah serta menjadi rumah yang memberi arah, bukan sekadar tempat singgah. Menjadikan ruang tumbuh bagi pelajar untuk menemukan makna perjuangan, membangun kapasitas diri, dan menyiapkan masa depan. Sebab banyak pelajar hari ini sebenarnya bukan kehilangan potensi, tetapi kehilangan ruang untuk bertumbuh dan kehilangan sosok yang mampu menggerakkan mereka.

Karena itu, IPM ke depan perlu membangun gerakan yang lebih dekat dengan realitas pelajar. Gerakan yang tidak hanya sibuk pada seremonial saja, tetapi benar-benar hadir menjawab keresahan pelajar. IPM harus kembali menjadi gerakan pelajar yang hidup, progresif, dan berdampak, bukan terjebak pada orientasi seremonial dan simbolik semata.

Oleh: Ahmad Fauzi Almubarok

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SMP Muhammadiyah 1 Samarinda: Meneladani Semangat Kejuangan Para Pahlawan

    Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SMP Muhammadiyah 1 Samarinda: Meneladani Semangat Kejuangan Para Pahlawan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 84
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Suasana khidmat dan penuh semangat nasionalisme mewarnai pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di SMP Muhammadiyah 1 Samarinda, Senin (17/8/2026).   Upacara diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan SMP Muhammadiyah 1 Samarinda, serta mahasiswa dari Universitas Mulawarman Samarinda yang […]

  • Prodi Arsitektur UMS Matangkan Kurikulum Internasional Menuju Akreditasi KAAB

    Prodi Arsitektur UMS Matangkan Kurikulum Internasional Menuju Akreditasi KAAB

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyiapkan kurikulum bertaraf internasional sebagai langkah strategis menuju akreditasi dari Korean Architecture Accreditation Board (KAAB). Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Prodi Arsitektur UMS menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kurikulum Internasional (4+1)” pada Senin, 19 Mei 2025 di […]

  • Muhammadiyah dan Aisyiyah Laren telah Sukses Memilih Nahkoda Baru dalam Musyawarah Ranting

    Muhammadiyah dan Aisyiyah Laren telah Sukses Memilih Nahkoda Baru dalam Musyawarah Ranting

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 227
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Laren Cabang Bumiayu Daerah Brebes mengadakan Musyawarah Ranting (Musyran) secara bersamaan di Masjid al-Mujahidin, Ahad, (15/10/2023 M/29 Rabi’ul Awal 1445 H). Sebagai rangkaian agenda lima tahunan dalam Persyarikatan Muhammadiyah diselenggarakannya Musyawarah Ranting. Tak terkecuali Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Laren yang menggelar ajang […]

  • Peran Masjid Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan

    Peran Masjid Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam. Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Suwinarno, M.Pd.I., menjelaskan bahwa masjid sejak masa awal Islam memiliki peran yang sangat luas dalam membangun peradaban umat. Suwinarno menyampaikan, Al-Qur’an menegaskan bahwa […]

  • UMS Dorong Inovasi Pendidikan Lewat Game Edukasi Berbasis Penelitian, Sasar PAUD hingga Perguruan Tinggi

    UMS Dorong Inovasi Pendidikan Lewat Game Edukasi Berbasis Penelitian, Sasar PAUD hingga Perguruan Tinggi

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan teknologi pendidikan melalui inovasi game edukasi. Hal ini disampaikan oleh Dosen PTI UMS, Ryan Rizki Adhisa, S.Kom., M.Kom., dalam wawancara yang bertepatan dengan momentum International Day of Play atau yang dikenal sebagai Hari Permainan Internasional. Ryan mengungkapkan […]

  • Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

    Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Ainur Rhain, M.Th.I., bersama tim peneliti berhasil mengungkap temuan baru mengenai manuskrip mushaf Al-Qur’an peninggalan Kasunanan Surakarta yang diperkirakan berusia lebih dari 200 tahun. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional ZAD Al-Mufassirin Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026 […]

expand_less