Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Membaca Realitas Pelajar Hari Ini: Tantangan IPM ke Depan

Membaca Realitas Pelajar Hari Ini: Tantangan IPM ke Depan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID – Sejak didirikannya pada tahun 1961, Ikatan Pelajar Muhammadiyah telah banyak menunjukkan eksistensinya hingga kini, di usianya yang hampir berusia 65 tahun. Usia yang cukup matang bagi sebuah organisasi untuk menjaga keberlanjutan, meluaskan dampak, ber-inovasi, dan meregenerasi kader berkualitas sepanjang zaman. IPM didirikan dengan sebuah amanah besar yaitu dakwah amar ma’ruf nahi munkar di kalangan pelajar dan membentuk kader Muhammadiyah dengan nuansa islam yang sebenar-benarnya. Tentu ini menjadi falsafah IPM itu sendiri dalam melangkah.

Melihat saat ini, IPM tumbuh dengan adaptif. IPM hadir diseluruh penjuru Indonesia dengan jumlah hampir 1 juta basis pelajar. Hal ini menjadi sebuah potensi dan juga tantangan bagi IPM untuk menciptakan ruang tumbuh seluas-luasnya. Ruang tumbuh yang dimaksud adalah ruang bagi pelajar untuk mendapatkan banyak hal yang relevan. Penyesuaian kebutuhan pelajar jangan sampai ditinggalkan oleh IPM. Mari kita melihat realitas pelajar hari ini khususnya tantangan yang harus dihadapi oleh IPM sekarang dan yang akan datang.

Pertama, Perubahan zaman yang begitu cepat. IPM yang dulu berbeda dengan yang sekarang dalam konteks situasi. Minat pelajar makin kompleks, IPM mulai dikesampingkan. Pelajar banyak memilih jalur alternatif untuk menunjang masa depan mereka. Bahkan sampai ada isu organisasi tak lagi relevan. Apalagi didunia digital hari ini yang menawarkan kemudahan akses untuk belajar banyak hal. Maksudnya ini adalah tantangan pragmatisme yang harus dihadapi. Kalau hal ini dibiarkan, lama-kelamaan IPM akan kehilangan kader potensial yang nantinya akan melanjutakan estafet kepemimpinan.

Kedua, persoalan akar rumput (grass root). Ternyata, masih banyak sekolah yang minim pengetahuannya tentang IPM itu sendiri, bahkan ada juga sekolah yang masih belum ada IPM nya. Sebenarnya penyebab hal ini ada beberapa faktor, yang penulis temui diantaranya seperti kurangnya dukungan sekolah kepada IPM, SDM IPM nya itu sendiri, kurangnya pendampingan dan perkaderan, dan keterbatasan akses jarak, Biasanya sekolah yang terlalu jauh jarang mendapatkan perhatian. Padahal akar rumput adalah kunci. Akar yang kuat akan menghasilkan daun yang lebat. Persoalan grass root lainnya bukan tentang itu saja. Hari ini pelajar khususnya kader IPM banyak juga yang tak menemukan arah atau bahkan kehilangan arah. Dalam ranah pimpinan, mereka sulit untuk melakukan sebuah gerakan. Kalau dilingkungan sekolah paling-paling kegiatan yang sifatnya normatif dan minim inovasi. Dalam ranah individu juga begitu, mereka sulit untuk berkembang secara mental, pengetahuan dan ideologi. Maka, IPM kedepan juga harus memberikan solusi terkait hal ini yang kemudian bagaimana persoalan tersebut bisa terselesaikan dengan algoritma yang baik.

Ketiga, krisis identitas pelajar Muhammadiyah, Banyak kader yang aktif di organisasi, tetapi kehilangan identitas dan orientasi perjuangan. Mereka aktif hanya sebatas menjalankan program, bukan memahami nilai. Akibatnya, IPM berpotensi menjadi organisasi yang ramai kegiatan tetapi sepi makna. Padahal tantangan terbesar bukan sekadar mempertahankan jumlah kader, melainkan menjaga ruh gerakan agar tetap hidup di tengah arus modernitas.

Pelajar Muhammadiyah hari ini hidup di era yang serba cepat, instan, dan penuh validasi sosial. Mereka lebih mudah mengenal tokoh media sosial dibanding tokoh-tokoh persyarikatan. Lebih tertarik membangun citra dibanding membangun kapasitas diri. Jika IPM gagal menghadirkan nilai yang relevan dan membumi, maka kaderisasi hanya akan menjadi formalitas tahunan.

Keempat, terkait literasi dan daya pikir kritis, Realitas menunjukkan bahwa banyak pelajar hidup dalam banjir informasi, tetapi minim kemampuan menyaring dan memahami informasi. Pelajar mudah terpengaruh opini, tren, bahkan provokasi digital tanpa kemampuan berpikir kritis. Ini menjadi ancaman serius, karena pelajar seharusnya menjadi kelompok intelektual yang mampu membaca realitas sosial dengan jernih.

IPM perlu hadir bukan hanya sebagai organisasi kegiatan, tetapi juga ruang intelektual bagi pelajar. Ruang untuk berdiskusi, membaca, menulis, dan membangun kesadaran sosial. Sebab tanpa budaya literasi yang kuat, pelajar akan sulit menjadi generasi yang mampu membawa perubahan.

Pada akhirnya, realitas pelajar hari ini memang tidak mudah untuk dihadapi. Perubahan zaman bergerak begitu cepat, pola pikir pelajar terus berubah, tantangan sosial semakin kompleks, dan dunia digital perlahan membentuk cara hidup generasi muda. Dalam situasi seperti ini, IPM tidak bisa hanya berjalan dengan pola lama dan merasa cukup dengan rutinitas organisasi semata. Sebab tantangan hari ini bukan hanya tentang mempertahankan eksistensi, tetapi tentang bagaimana IPM tetap relevan dan benar-benar dibutuhkan oleh pelajar.

IPM selalu butuh sosok pemimpin yang berintegritas tinggi. Karena, IPM harus terus mampu menjaga marwah serta menjadi rumah yang memberi arah, bukan sekadar tempat singgah. Menjadikan ruang tumbuh bagi pelajar untuk menemukan makna perjuangan, membangun kapasitas diri, dan menyiapkan masa depan. Sebab banyak pelajar hari ini sebenarnya bukan kehilangan potensi, tetapi kehilangan ruang untuk bertumbuh dan kehilangan sosok yang mampu menggerakkan mereka.

Karena itu, IPM ke depan perlu membangun gerakan yang lebih dekat dengan realitas pelajar. Gerakan yang tidak hanya sibuk pada seremonial saja, tetapi benar-benar hadir menjawab keresahan pelajar. IPM harus kembali menjadi gerakan pelajar yang hidup, progresif, dan berdampak, bukan terjebak pada orientasi seremonial dan simbolik semata.

Oleh: Ahmad Fauzi Almubarok

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Insight Bahas Hujan Ekstrem dan Banjir Bandang, Pakar Geografi UMS Soroti Rapuhnya Tata Ruang

    UMS Insight Bahas Hujan Ekstrem dan Banjir Bandang, Pakar Geografi UMS Soroti Rapuhnya Tata Ruang

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Anomali iklim yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak. Fenomena hujan ekstrem, banjir bandang, dan potensi bencana hidrometeorologis dinilai bukan sekadar peristiwa musiman, tetapi berkaitan erat dengan kondisi geografis, perubahan iklim global, serta perilaku manusia dalam mengelola lingkungan. Guru Besar Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. […]

  • Ketua LDK PWM Sumsel: Akademi Dai Digital Muhammadiyah Siapkan Generasi Dai Cakap Teknologi

    Ketua LDK PWM Sumsel: Akademi Dai Digital Muhammadiyah Siapkan Generasi Dai Cakap Teknologi

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palembang – Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, Hazmin, M.Pd, menegaskan bahwa Akademi Dai Digital Muhammadiyah merupakan ikhtiar Muhammadiyah untuk menyiapkan generasi dai yang tidak hanya fasih dalam ilmu agama, tetapi juga cakap menggunakan teknologi dan media sosial. Hal tersebut ia sampaikan dalam pembukaan ADD Muhammadiyah Batch 3 di Balai […]

  • Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qobilah KH.Ahmad Mudzakir Pangkalan PPM MBS Bumiayu Gelar LDK dan UKT Tingkat Pengenal dan Penghela

    Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qobilah KH.Ahmad Mudzakir Pangkalan PPM MBS Bumiayu Gelar LDK dan UKT Tingkat Pengenal dan Penghela

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 566
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Sebanyak 80 santri Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu Brebes mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan Latihan dasar Kepemimpinan (LDK) selama dua hari, sabtu-ahad, 9-10 September 2023 di Halaman PPM MBS Bumiayu dan Halaman SMP Muhammadiyah Bumiayu, Ahad (10/9/2023). Acara ini dibuka dengan Apel Pembukaan yang berlangsung secara khidmat dengan Ramanda […]

  • Beraksi di Tengah Pandemi, KOKAM Kutai Kartanegara Kompak Gelar Bakti Sosial

    Beraksi di Tengah Pandemi, KOKAM Kutai Kartanegara Kompak Gelar Bakti Sosial

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.485
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Sebulu -Situasi pandemi tidak menyurutkan semangat KOKAM kecamatan Sebulu untuk tetap berbagi. Ahad (11/10/2020) kemarin, sejumlah pemuda yang tergabung di dalam Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah itu sedang menggelar aksi bakti sosial. Kegiatan dalam rangka semarak milad KOKAM ke 55 ini mengangkat tema “KOKAM Tangguh dalam Kemanusiaan dan Berkemajuan untuk Alam Semesta”. Lihat Video […]

  • UMS Gelar Workshop Strategi Menulis Riset dan Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi

    UMS Gelar Workshop Strategi Menulis Riset dan Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. SURAKARTA – Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Workshop Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Pascasarjana mengusung tema “Strategi Menulis Karya Riset untuk Menembus Jurnal Internasional Bereputasi”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang Seminar Pascasarjana, Jumat (12/12). Kegiatan workshop ini, diikuti oleh mahasiswa jenjang studi S2 dan S3 UMS. Direktur Direktorat Pascasarjana UMS, […]

  • Sukseskan Musycab, PCM Pekuncen Gelar Pawai dan Ciptakan Thamesong Mars Ngapak

    Sukseskan Musycab, PCM Pekuncen Gelar Pawai dan Ciptakan Thamesong Mars Ngapak

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 225
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Kesuksesan Musyawarah Cabang (Musycab) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Pekuncen periode Muktamar ke-48 ditandai dengan telah ditetapkannya Ketua PCM baru terdiri dari Basirin, S.Pd.I (Ketua), Ma’arifuddin, M.Pd., (Sekretaris) dan H. Misbah (Bendahara), sedangkan Ketua PCA, Hj. Dwiana Rosna Devianti dan sekretaris Hj. Kamsinah. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, (26/08/2023) […]

expand_less