Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Masuki Pertemuan Kelima, Pelatihan Mujawwad ‘Aisyiyah Makamhaji Gandeng Mahasantri Shabran UMS

Masuki Pertemuan Kelima, Pelatihan Mujawwad ‘Aisyiyah Makamhaji Gandeng Mahasantri Shabran UMS

  • account_circle Anqiya Zaki Mushoddiq
  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA — Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Makamhaji Kartasura, Dr. Siti Rahmawati, S.Ag., M.Psi., memfasilitasi pelatihan Al-Qur’an metode mujawwad di kediamannya, Makamhaji, Kartasura, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang menghadirkan mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Fitriyanor, sebagai pengajar ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Pelatihan tersebut telah memasuki pertemuan kelima. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan ruang belajar bagi warga ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an sekaligus mengembangkan kemampuan membaca secara mujawwad.

Dr. Siti Rahmawati mengungkapkan, pelatihan tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap keterbatasan kader Muhammadiyah yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara mujawwad. Menurutnya, kader yang siap tampil dalam berbagai kegiatan keagamaan masih perlu diperkuat.

“Saya prihatin ketika acara-acara kita kalah dengan organisasi lain. Mereka kok bagus-bagus suaranya, sedangkan kita dari pihak Muhammadiyah itu minim sekali. Harus nyari, terus orangnya itu-itu aja,” ujarnya.

Ia menilai, usia bukan menjadi penghalang untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Pelatihan ini menjadi upaya membuka kesempatan bagi warga persyarikatan untuk mengembangkan potensi tersebut.

Siti Rahmawati juga menekankan bahwa kader Pondok Shabran perlu terus mengasah kemampuan dan mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.

“Kita kader dari seluruh Indonesia, tentu mengharapkan karena kita militan, dituntut untuk serba bisa,” jelasnya.

Menurutnya, proses kaderisasi tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan. Ilmu yang diperoleh harus terus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Setelah dapat gelar, kita sebenarnya tidak berhenti di situ. Itu awal mau mulai karir sebenarnya di situ,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Fitriyanor menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam pelatihan tersebut didorong oleh keinginan untuk memberikan manfaat bagi umat melalui pengajaran Al-Qur’an.

“Ketika ada yang semangat belajar, tapi tidak ada yang memfasilitasi, itu sangat disayangkan. Dengan semangat seperti ini, masa saya nggak hadir?” ungkapnya.

Mahasantri asal Kapuas, Kalimantan Tengah, tersebut mengaku menghadapi tantangan dalam menyesuaikan teknik mujawwad dengan kemampuan peserta, terutama dalam mengatur napas dan mengikuti variasi nada.

Untuk memudahkan pembelajaran, ia memilih menyederhanakan variasi lagu agar peserta dapat mengikuti bacaan secara bertahap.

“Kita di sini belajar menyederhanakan nada. Cengkok-cengkok itu saya sederhanakan supaya teman-teman merasa mudah untuk belajar,” terangnya.

Peserta pelatihan, Dra. Muslihah, yang juga alumni Pondok Shabran, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut merupakan upaya melestarikan seni membaca Al-Qur’an.

“Kalau saya ingin melestarikan saja, supaya membaca itu bisa dinikmati, bisa dirasakan. Jadi ada seninya juga, bisa dirasakan dalam hati,” tuturnya.

Muslihah berharap kegiatan tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak peserta yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

“Bisa berlanjut sampai berkembang banyak, semua bisa melantunkan ayat suci Al-Qur’an yang lebih baik didengar, diresapi,” harapnya.

Dr. Siti Rahmawati berharap pelatihan ini dapat memperluas keterlibatan warga ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah dalam pembelajaran mujawwad. Dengan demikian, kader persyarikatan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih baik dan siap berkontribusi dalam berbagai kegiatan keagamaan.

“Kita nggak repot lagi ketika ada acara-acara, udah tinggal tunjuk aja. Ke depannya kader Muhammadiyah bisa mengikuti ini untuk memperbaiki bacaan Qur’annya,” pungkasnya.

Kontributor: Anqiya Zaki Mushoddiq

  • Penulis: Anqiya Zaki Mushoddiq
  • Editor: Annisa' Yasfa Azzahra

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hizbul Wathan UMS Menjadi Pemateri pada Perkemahan Pandu Pengenal SMP Muhammadiyah Kottabarat.

    Hizbul Wathan UMS Menjadi Pemateri pada Perkemahan Pandu Pengenal SMP Muhammadiyah Kottabarat.

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 307
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) menjadi pemateri pada kegiatan Perkemahan Pandu Pengenal pada tanggal 2-3 Februari 2024. Bertempat di SMP Muhammadiyah program khusus Kottabarat Surakarta. Pada kegiatan perkemahan yang diikuti oleh 126 siswa, Hizbul Wathan UMS mengirim sepuluh personil untuk menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Bapak Ihsan Hidayanto selaku ketua […]

  • Solusi Baru Budidaya Kepiting, Riset Dosen UMS Gagas ‘Crab House Vertikal’

    Solusi Baru Budidaya Kepiting, Riset Dosen UMS Gagas ‘Crab House Vertikal’

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Inovasi lahir dari keberanian untuk melihat peluang di balik keterbatasan. Hal itulah yang diwujudkan oleh Dr. Doan Perdana, M.T., dosen Prodi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang berhasil meraih Hibah Riset RIIM Kompetisi Gelombang 9 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Riset yang didanai hingga Rp 1,419 miliar ini akan […]

  • Pelantikan PK IMM Buya Hamka Pekalongan : Membangun Kader Adaptif dan Berkemajuan

    Pelantikan PK IMM Buya Hamka Pekalongan : Membangun Kader Adaptif dan Berkemajuan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Buya Hamka Pekalongan periode 2026-2027 telah dilantik secara resmi. Prosesi pelantikan dilakukan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pekajangan, Sabtu (21/2/2026). Kepemimpinan baru dari PK IMM Buya Hamka ini diharapkan mampu meneguhkan komitmen dalam menjalankan roda organisasi yang sesuai dengan nilai, ideologi, dan garis perjuangan Ikatan Mahasiswa […]

  • UMS dan SIT Selandia Baru Jajaki Kerja Sama Strategis, Siapkan Pilot Project

    UMS dan SIT Selandia Baru Jajaki Kerja Sama Strategis, Siapkan Pilot Project

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menerima kunjungan balik dari Southern Institute of Technology (SIT) Selandia Baru. UMS sendiri telah melakukan kunjungan ke SIT pada Mei lalu. Kegiatan kunjungan ini berlangsung hangat dan terbuka, Rabu (22/7/2026) di Gedung Induk Siti Walidah. Kedua belah pihak saling berdiskusi dan membuka peluang kerja sama yang bisa […]

  • Bikersmu Didorong Bangun Persaudaraan Melintas dan Dakwah Sosial

    Bikersmu Didorong Bangun Persaudaraan Melintas dan Dakwah Sosial

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bantul — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerima kunjungan silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Ciparay–Cimenyan, Bandung, yang tergabung dalam Bikersmu Chapter Kabupaten Bandung. Pertemuan berlangsung hangat pada Sabtu (10/5/2025) di kediaman Haedar Nashir di Kasihan, Bantul. Sebagai tuan rumah, Siti Noordjannah Djohantini menyambut rombongan dengan penuh kehangatan dan mengapresiasi gerakan Muhammadiyah di […]

  • AL YAUM AL MARHAMAH (HARI KASIH SAYANG)

    AL YAUM AL MARHAMAH (HARI KASIH SAYANG)

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Oleh : Rendra Aradea, S.Sos.I* Abu Sufyan menemui dan berbicara kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam di Madinah, tetapi Beliau tidak menjawab sama sekali. Kemudian Abu Sufyan menemui Abu Bakar meminta bantuannya untuk membicarakan persoalan yang dibawanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tetapi Abu Bakar, Ia lalu pergi menemui Umar bin Khathab untuk tujuan […]

expand_less