Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Waspadalah dari Sengkuni Zaman Now!

Waspadalah dari Sengkuni Zaman Now!

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
  • visibility 7.662
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Waspadalah dari Sengkuni Zaman Now!

| Oleh: M. Andhim | Editor: AM |

Semasa kecil, saya suka mendengarkan cerita dari ayah.  Namun, tidak seperti teman-teman  pada umumnya.  Kebanyakan mereka diberikan cerita oleh orang tuanya tentang dongeng “kancil mencuri timun”, “ayam dan elang” ataupun “kisah mulia para nabi dan rasul yang penuh keteladanan”. Sebelum tidur, saya terbiasa mendengar kisah-kisah pewayangan yang kisahnya heroik, dramatis dan sesekali jenaka. Di sela-sela itu ayah selalu menyampaikan pesan tersirat dibalik apa yang telah diceritakan.

Banyak kisah yang telah saya dengarkan dari beliau. Namun kisah yang sampai saat ini masih saya ingat ialah kisah perang Mahabharata. Perang saudara antara putra-putra dari Destrarata dan istrinya Gendari yang masyhur dengan sebutan kurawa. Melawan pasukan  pandawa yang taklain ialah putra-putra dari adiknya Destrarata sendiri yakni prabu Pandu. Dalam perang ini pihak pandawa sebagai simbol kebaikan (protagonis) sedangkan kurawa beserta sekutunya adalah simbol kejahatan (antagonis). Perang ini terjadi karena pandawa yang terus didzholimi oleh pasukan kurawa. Di sisi lain pihak kurawa dengan jumawanya merasa benar sendiri. Sehingga pertempuran 18 hari yang dikenal dengan perang Mahabharata ini terjadi. akhir tragis menimpa kurawa karena kemenangan telak ada di tangan pandawa.

Di balik huru-hara Mahabharata ada banyak tokoh yang terlibat di dalamnya. Dan hemat saya, salah satu tokoh yang masih populer sampai detik ini ialah Sengkuni. Buktinya hari ini jika ada seseorang yang namanya dinisbatkan sebagai Sengkuni maka ia akan merasa risih dan tidak menyukainya. Mengapa Sengkuni?

Sengkuni merupakan biang-keladi dari huru-hara di kerajaan Kurusetra dalam kisah Mahabharata. Ia adalah aktor intelektual yang bekerja di balik layar sehingga terjadi perang saudara yang maha dahsyat.  Kebencian Sengkuni bermula sejak melihat saudarinya (Gendari) menikah dengan Destrarata si buta. Baginya menjadi istri dari orang yang buta merupakan sebuah penghinaan terhadap kehormatan keluarganya. Sehingga ia bersumpah akan membuat keluarga dari Destrarata dan adiknya (Pandu) menjadi hancur sehancur-hancurnya. Karena baginya hanya dengan melihat kehancuran yang ada pada keluarga merekalah, kehormatan keluarganya bisa kembali sedia kala.

Singkat cerita Sengkuni ditunjuk oleh saudarinya untuk mengasuh putra-putranya yang tak kurang dari 100 bersaudara. Anak yang paling tua dari mereka bernama Duryudhana. Dialah yang menjadi pemimpin pasukan kurawa ketika pecah perang mahabharata. Sejak kecil pasukan kurawa ditanamkan rasa kebencian oleh sang paman (Sengkuni). Sehingga dendam yang membara memenuhi ruang dada mereka terhadap lima bersaudara dari pandawa. Mereka berlima ialah Puntadewa, Werkudara, Arjuna, dan si kembar Nakula-Sadewa. Berbeda dengan Kurawa, para pundawa mendapat asuhan dari punakawan yang selalu mengajarkan kebaikan.

Dalam dunia pewayangan tokoh Sengkuni ini digambarkan dengan sosok yang lebar mulutnya. Filosofinya ialah karena ia ahli dalam bersilat lidah. Dengan kefasihan bertutur kata membuat orang yang bicara dengannya selalu menjadi terperdaya oleh manis bibirnya. Banyak kedustaan yang terucap dari mulutnya. Ketika ia mendapat kabar tentang sesuatu, dengan ‘kreatifitasnya’ ia pun merubahnya. Bisa dibilang dia ini  tidak amanah dalam menyampaikan suatu pesan berita. Kecerdikan dalam bersiasat yang ia punya,  menjadikan banyak orang tertipu oleh muslihatnya. Ia juga terkenal pandai merayu dan meyakinkan seseorang dengan susunan kata-kata yang ia racik. Sehingga Duryudhana dan para saudaranya tak bisa lepas dari pengaruh pamannya itu.

Sosok Sengkuni yang sakti mandraguna, tubuhnya kebal dari berbagai macam senjata. Ia terlampau besar kepala seakan tak ada yang mampu menggagalkan aksinya. Tragis, sayang sekali ia mati di hari terakhir peperangan Mahabharata. Kematiannya oleh tangan keponakannya sendiri si Duryudhana, setelah babak belur dihajar oleh Werkudara. kisah ini saya cukupkan sampai di sini. Jika penasaran seperti apa kisah lengkapnya, silahkan baca sendiri dalam kisah pewayangan.

Sahabat-sahabati yang budiman. Ada banyak hal yang dapat kita ambil pelajaran dari kisah tragisnya Sengkuni. Betapa cerdasnya ia, betapa kuatnya ia dan betapa hebatnya ia. Semua pemberian dari Yang maha kuasa telah ia salah gunakan. Kecerdikan telah berubah menjadi kelicikan dan melahirkan kepicikan sehingga ia tak mampu lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah.  Semua terjadi karena nafsu telah membutakan mata dzohir dan mata batinnya. Tetapi ternyata setiap keburukan akan berakhir pada kehancuran.

Sosok Sengkuni ini menjadi simbol keburukan yang sempurna dalam pewayangan. Di dalam ajaran Islam karakter yang melekat pada dirinya diabadikan dalam al-Qur’an maupun al-Hadits sebagai tanda-tanda kemunafikan. Ketika ia bicara, ia berdusta. Ketika diberikan amanat, ia berkhianat. Dan ketika berjanji, ia suka mengingkari. Sikap takabur atau besar kepala yang ia punya juga pernah disebutkan sebagai sikap yang dimiliki oleh iblis yang dulunya pernah di surga. Dari sikap takabur itulah, yang menyebabkan iblis dikeluarkan dari surga. Sehingga kebencian dan dendam membara iblis lampiaskan kepada Adam dan keturunannnya. Padahal di balik itu semua, sebenarnya Sengkuni memiliki tujuan yang mulia. Karena ia ingin mengangkat kehormatan keluarganya. Namun, jalan sesat yang ia pilih menjadikan kehancuran harus ia tebus sebagai konsekwensinya.

Beberapa sikap buruk di atas sering kali kita jumpai dalam kehidupan nyata. Bahkan tak jarang nampak  pada diri orang-orang di dekat kita. Atau justru mendarah daging dalam tubuh kita. Hanya kita yang tahu tentunya. Maka dari itu mari kita hindari. Dan sebisa mungkin kita perbaiki diri dari karakteristiknya  Sengkuni. Jika kita tidak mau dijuluki sebagai sengkuni-sengkuninya zaman ini.

Dalam tulisan kali ini selain mengajak saudara-saudari untuk mengambil ibrah dari pewayangan. Penulis juga ingin menyampaikan bahwa ada titik temu antara agama dan budaya yang terletak pada “nilai luhur” yang terkandung pada keduanya. Hal inipun pernah dicontohkan oleh raden Mas Said atau yang terkenal dengan Sunan Kalijaga. Beliau pernah berdakwah melalui pendekatan budaya berupa wayang sebagai media dakwahnya. Sayang sekali jika generasi saat ini lebih menyukai budaya luar daripada budaya bangsanya sendiri. Padahal darinya ada banyak hal yang dapat kita jadikan pelajaran untuk perbaikan diri.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Experiencia online de alta calidad para España con Spinanga Casino

    Experiencia online de alta calidad para España con Spinanga Casino

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Al examinar la experiencia de juego online de alta calidad que ofrece Spinangacasino, no podemos pasar por alto la asombrosa gama de juegos ofrecidos para los jugadores en España. Desde tragamonedas tradicionales hasta juegos exclusivos, las opciones parecen infinitas. Además, las llamativas promociones pueden captar nuestra atención. Es esencial entender cómo estos elementos se combinan […]

  • Meramu Iman dan Ilmu! Olimpiade Qur’an-Sains Nasional Digelar oleh PPM Qursains Wonogiri

    Meramu Iman dan Ilmu! Olimpiade Qur’an-Sains Nasional Digelar oleh PPM Qursains Wonogiri

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Wonogiri – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PPM) Qur’an dan Sains (QURSAINS) SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri sukses menyelenggarakan Olimpiade Al-Qur’an dan Sains Nasional pada Senin, 14 April 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 450 pelajar tingkat SMP/MTs dari berbagai daerah di Indonesia secara daring melalui sistem Computer-Based Test (CBT). Mengangkat tema integrasi antara nilai-nilai Al-Qur’an dan sains […]

  • Orientasi Ijtihad Ikatan: IMM Harus Kembali ke Jalan Dakwah!

    Orientasi Ijtihad Ikatan: IMM Harus Kembali ke Jalan Dakwah!

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Oleh: IMMawan Albi Almahdy, Ketua Korps Mubaligh PC IMM Kota Surakarta Fenomena arak arakan DPP IMM mengantarkan diaspora mantan ketua umum DPP IMM Abdul Musawir Yahya ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kemarin, memang menimbulkan pro dan kontra di berbagai lini, mulai dari viralnya video arak arakan sekelompok kader yang dengan bangganya membawa bawa atribut IMM, […]

  • FAI UMS Kirim Mubaligh Internasional ke Kamboja, Jalin Kolaborasi dengan SEPAMA

    FAI UMS Kirim Mubaligh Internasional ke Kamboja, Jalin Kolaborasi dengan SEPAMA

    • calendar_month Jumat, 29 Jul 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 181
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta– Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI UMS) mencetak sejarah dengan mengirimkan mubaligh internasional untuk pertama kalinya ke Kamboja. Program ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara FAI UMS dan Southeast Asia Preachers and Academicians (SEPAMA), sebuah organisasi yang bergerak dalam pengembangan dakwah dan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara. Mubaligh dikirim […]

  • 1xBet Casinò Online in Italia – Giochi con Croupier Live

    1xBet Casinò Online in Italia – Giochi con Croupier Live

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 27
    • 0Komentar

    1xBet Casinò Online in Italia – Giochi con Croupier Live ▶️ GIOCARE Содержимое Iscrizione e Bonus di Benvenuto per i Giocatori Italiani Tipologie di Slot Live con Croupier e Strategie di Gioco Metodi di Pagamento Sicuri ed Efficienza del Customer Service 1XBet si è affermato come riferimento per chi cerca un’esperienza di casinò autentica. Il […]

  • Muchamad Arifin Tegaskan MLC Bukan Akhir, tapi Awal Dakwah

    Muchamad Arifin Tegaskan MLC Bukan Akhir, tapi Awal Dakwah

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah meluncurkan Mualaf Learning Center (MLC) Muhammadiyah di RS Universitas Muhammadiyah Semarang, Sabtu (13/9). Peresmian dilakukan oleh Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, dan dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari tokoh Muhammadiyah, akademisi, aparat kepolisian, jajaran LDK se-Jawa Tengah, serta beberapa utusan […]

expand_less