Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Memerdekakan Hati yang Terjajah oleh Hawa Nafsu

Memerdekakan Hati yang Terjajah oleh Hawa Nafsu

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
  • visibility 771
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Hanif Syairafi Wiratama

Pentingnya memerdekakan hati dari pengaruh buruk hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan dorongan-dorongan negatif dalam diri manusia yang dapat menghalangi kita untuk mencapai kesucian jiwa dan ketenangan batin. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk berusaha memerdekakan hatinya dari belenggu hawa nafsu tersebut.

Hari kemerdekan telah berlalu, namun apakah selama ini kita menghirup udara kemerdekaan secara spiritual? Apakah merdeka kita hanya sebatas simbolisasi jasad saja?
Selama ini kita bebas melakukan ibadah, berusaha, belajar dan menikmati hari-hari bersama keluarga tanpa khawatir nyawa melayang atau terluka.

Tidak dipungkiri, merdeka dari cengkeraman kaum penjajah merupakan kenikmatan agung yang Allah anugerahkan kepada bangsa Indonesia. Akan tetapi sudah cukupkah bagi kita kemerdekaan dari cengkeraman penjajah?

Bukankah masih banyak belenggu yang harus kita singkirkan agar kita dapat meraih kemerdekaan hakiki dan sejati?

Kemerdekaan hakiki adalah ketika kita sudah mampu memerdekakan diri kita dari jerat hawa nafsu. Kemerdekaan sejati adalah ketika kita telah mampu memerdekakan diri kita dari perangkap jahat setan yang tiada henti membuai kita dengan rayuannya.
Kemerdekaan yang sebenarnya adalah tatkala kita telah mampu memerdekakan hati kita dari penyakit-penyakit hati yang membinasakan.

Kemerdekaan yang sesungguhnya bagi seorang pejabat adalah saat ia mampu memerdekakan dirinya dari mental korup. Pejabat yang korup dan memakan uang rakyat sejatinya ia terjajah dan belum merdeka.

Terjajah oleh angan-angannya bahwa kekayaan dan status sosial yang tinggi akan melambungkan kebahagiaannya. Kemerdekaan yang hakiki bagi orang kaya adalah tatkala ia mampu memerdekakan hatinya dari penyakit sombong dan sikap merendahkan orang lain.

Kemerdekaan bagi seorang pedagang adalah ketika ia mampu memerdekakan dirinya dari kecurangan. Seorang santri atau siswa dikatakan merdeka apabila ia mampu memerdekakan dirinya dari kemalasan dalam menuntut ilmu.

Guru atau dosen yang merdeka adalah yang mampu memerdekakan dirinya dari niat lain selain mengabdi, mendidik, dan mengader. Seorang tetangga yang merdeka adalah apabila ia mampu memerdekakan hatinya dari virus iri, dengki, dan hasud kepada tetangganya. Begitulah seterusnya.Kemampuan melepaskan belenggu yang menghalangi kita dari berbuat baik, itulah kemerdekaan yang hakiki dan sesungguhnya.

Meskipun kita dalam proses memerdekakan diri melawan hawa nafsu, tapi kemerdekaan Indonesia layak disyukuri. Karena ini pondasi utama. Syukur adalah wujud terima kasih kita kepada Allah SWT, bentuk nyatanya kita selenggarakan do’a bersama untuk para pejuang syuhada yang gugur di medan peran serta bagi mereka yang gugur dalam memikirkan nasib bangsa ke depannya.

Allah berfirman di dalam surat al-Araf ayat 96:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرَى اَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَ الْاَرْضِ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”

Dalam al-Qur’an ditegaskan di penghujung surat al-Hasyr ayat 24 :
هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
“Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk rupa, yang mempunyai asmaaul husna. Bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Marilah kita tingkatkan terus darma bakti kita dalam mengisi kemerdekaan ini sesuai keahlian masing-masing. Kita mengabdi untuk bangsa dan negara sesuai dengan kemampuan dan posisi kita masing-masing.

Bagi seorang pegawai maka bekerja dan mengabdilah dengan penuh rasa tanggung jawab, bagi seorang pemimpin, maka pimpinlah dengan penuh kasih sayang dan niat yang tulus, kita tunjukan diri kita kepada Allah swt bahwa kita adalah bangsa yang bersyukur atas segala nikmatnya terutama nikmat kemerdekaan ini.

Janganlah sampai kita berkhianat terhadap negara kita, berkhianat terhadap tugas kita, berkhianat kepada Allah Swt. Karena sesunguhnya penghianatan adalah bentuk kekufuran atas segala nikmat yang telah di berikan oleh Allah sang pemberi rezeki.

إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُوا۟ حِزْبَهُۥ لِيَكُونُوا۟ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ
“Sesungguhnya syaitan itu menjadi musuh bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu.” (QS. Fatir: 6)

Dalil lain yang menjelaskan bahaya hawa nafsu adalah firman-Nya:

وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya hati itu condong kepada kejahatan…” (QS Yusuf: 53)

Dalam Hadis Riwayat Muslim juga disebutkan bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ
“Sebaik-baik jihad adalah berjihad melawan hawa nafsu.” (HR. Muslim)

Bagaimana kita dapat memerdekakan hati dari pengaruh buruk hawa nafsu? Berikut beberapa langkah yang bisa kita lakukan:

1. Menyadari dan Mengakui Dampak Buruk Hawa Nafsu
Langkah pertama dalam memerdekakan hati adalah menyadari betapa berbahayanya pengaruh buruk hawa nafsu terhadap kualitas hidup kita. Kita harus mengakui bahwa hawa nafsu dapat menghalangi kita untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.

2. Meningkatkan Ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Menguatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan langkah penting dalam membebaskan hati dari penjajahan hawa nafsu. Dengan mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah-ibadah yang diperintahkan seperti shalat, puasa, sedekah, serta membaca Al-Qur’an dengan penuh tadabbur dan tajwid, hati akan semakin terpaut pada Sang Pencipta.

3. Mengasah Kemampuan Kendali Diri
Kemampuan kendali diri sangat penting dalam menghadapi godaan-godaan negatif dari hawa nafsu. Kita perlu belajar menolak godaan tersebut dan menjaga perilaku agar selalu sesuai dengan ajaran agama. Dalam menjaga kemampuan kendali diri, kita bisa melatih disiplin dalam beribadah, menjaga pola makan yang sehat, serta menghindari lingkungan dan situasi yang memicu hawa nafsu negatif.

4. Meningkatkan Pengetahuan Agama
Menggali pengetahuan agama juga merupakan langkah penting dalam memerdekakan hati dari pengaruh buruk hawa nafsu. Semakin banyak ilmu agama yang kita miliki, semakin kuat pula keyakinan dan kesadaran kita untuk menolak godaan-godaan negatif tersebut.

Memerdekakan hati dari pengaruh buruk hawa nafsu adalah perjalanan panjang dan tidak mudah. Namun dengan tekad yang kuat, usaha berkelanjutan, serta kerja sama antara individu dan komunitas Muslim, kita dapat mencapai pembebasan hati ini.


Hanif Syairafi Wiratama, Ketua Bidang Kader PK IMM Hajjah Nuriyah Shabran 2023


Sumber: Makna Kehidupan; Refleksi dan Harapan

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (1)

  • Binance代码

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    15 October 2026 8:18 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Milad IPM ke-63, PP IPM Akan Gelar Resepsi Termegah

    Semarak Milad IPM ke-63, PP IPM Akan Gelar Resepsi Termegah

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 289
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Dalam rangka mewarnai semarak Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pimpinan Pusat Ikatan Pelajaran Muhammadiyah (PP IPM) akan mengadakan Resepsi Milad IPM ke-63, pada Selasa (30/7/2024) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Acara Resepsi Milad ke-63 ini berkenaan akan dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Perdagangan […]

  • Selamat Jalan Ir Mohammad Nadjikh

    Selamat Jalan Ir Mohammad Nadjikh

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.307
    • 1Komentar

    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185). “Semoga amal dan Ibadah Pak Najikh diterima Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.” KABARMUH.COM – CEO PT Kelola Mina Laut, Ir Mohammad Nadjikh (57) meninggal dunia, Jumat (17/4/2020) pukul 10.05 WIB. Mohammad Nadjikh dilahirkan di Gresik, 8 Juni 1962. Munarjo, ayahnya, […]

  • Syawalan AMM Banjar: Perkuat Kaderisasi dan Siapkan Muhammadiyah Kabupaten Banjar Menuju Satu Abad

    Syawalan AMM Banjar: Perkuat Kaderisasi dan Siapkan Muhammadiyah Kabupaten Banjar Menuju Satu Abad

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANJAR – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Syawalan pada Sabtu, 28 Maret 2026, bertempat di Aula BPBAT Mandiangin. Kegiatan ini mengusung tema “Kader Tangguh, Amanah Utuh, Menuju 1 Abad Muhammadiyah Kab. Banjar” sebagai bagian dari refleksi sekaligus proyeksi gerakan Muhammadiyah dalam menyongsong abad kedua. Ketua Panitia, Ahmad Tsaaqib, dalam laporannya menyampaikan […]

  • Meretas Ketimpangan Iklim! Eco Bhinneka Muhammadiyah Perkuat Suara Kelompok Rentan dalam Adaptasi dan Mitigasi

    Meretas Ketimpangan Iklim! Eco Bhinneka Muhammadiyah Perkuat Suara Kelompok Rentan dalam Adaptasi dan Mitigasi

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Dalam rangka menyambut agenda Walk for Peace and Climate Justice, Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim bagi Kelompok Rentan”, yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 13 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari organisasi kepemudaan lintas iman serta komunitas penyandang disabilitas. Diskusi […]

  • BRI Goes to Campus Hadir di UMS, Bahas Peluang Karier di Industri Sepak Bola

    BRI Goes to Campus Hadir di UMS, Bahas Peluang Karier di Industri Sepak Bola

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi tuan rumah kegiatan kolaboratif antara dunia pendidikan dan industri. Kali ini, UMS menerima kunjungan BRI Goes to Campus yang digelar di Auditorium Moh. Djazman, Kampus 1 UMS, Kamis (6/11). Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian program BRI Goes to Campus yang menyasar 18 kampus di Indonesia, […]

  • Sambut Peringatan Bulan PRB, MDMC bersama STIKes Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar Nasional

    Sambut Peringatan Bulan PRB, MDMC bersama STIKes Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar Nasional

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 170
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Aceh – Menyambut Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2024, MDMC PP Muhammadiyah bekerja sama dengan STIKes Muhammadiyah Aceh, serta didukung oleh BNPB dan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, mengadakan seminar nasional dengan tema “Peran Komunitas dan Rumah Sakit dalam Kesiapsiagaan Bencana dan Dukungan pada Klaster Kesehatan”. (8/10/2024) Seminar ini menghadirkan berbagai pakar […]

expand_less