Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Formulasi Hijrah dan Kebermanfaatan: Metafora Transformasi Geometri dalam Pembangunan Karakter Spiritual

Formulasi Hijrah dan Kebermanfaatan: Metafora Transformasi Geometri dalam Pembangunan Karakter Spiritual

  • account_circle Oldi Rezza Putra
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pernahkah Anda duduk di kelas matematika, menatap papan tulis yang dipenuhi oleh rumus-rumus yang rumit. Terbersit di benak Anda “untuk apa sebenarnya mempelajari matematika yang begitu banyaknya, dan manfaat apa yang akan diperoleh secara langsung ke kehidupan sehari-hari?”.

Matematika seringkali dianggap sebatas alat komputasi teknis semata seperti enkripsi data, logika pemrograman, dan artificial intelligence. Padahal, jika ditelaah lebih mendalam, matematika dapat berguna pada ranah pribadi yang mencakup sifat, etika, moral, hingga akhlak dari seseorang.

Akhlak merupakan kemauan yang kuat tentang sesuatu yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan yang mengarah kepada kebaikan maupun keburukan (Mz, 2018). Untuk membentuk suatu akhlak yang mulia bukanlah proses yang instan.

Diperlukan optimisme diri serta kekonsistenan dalam memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik (berhijrah). Di sinilah materi transformasi geometri hadir untuk memberikan analogi visual seseorang dalam berhijrah. Konsep-konsep transformasi geometri dapat berguna untuk memperjelas tahap-tahap perbaikan karakter itu terjadi.

Transformasi geometri sendiri memiliki empat subtema yakni translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi. Subtema yang mendasari dalam materi transformasi geometri adalah translasi. Translasi merupakan pergeseran atau bagian dari perubahan informasi atau data asal menjadi bentuk lain yang semakna (Rahmah, 2024).

Pemahaman translasi menurut Subiyanto adalah kemampuan dalam memahami suatu gagasan yang dinyatakan dengan cara lain dari pernyataan asal yang dikenal sebelumnya. Dari kedua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa translasi merupakan suatu cara dalam transformasi geometri untuk membentuk bentuk baru dalam geometri dengan cara menggeser data awal.

Dalam konteks pembentukan akhlak, translasi menjadi fondasi awal seseorang dalam berhijrah. Seseorang tidak akan pernah berubah dari kebiasan buruknya jika nilai pergeseran dalam hidupnya nol. Hal ini sejalan dengan definisi translasi, walaupun hanya menggeser 0,1 setiap hari, perubahan pada diri seseorang akan mulai terlihat.

Implementasi pada kehidupan sehari-hari dapat berupa menggeser kebiasaan menunda waktu, berpindah dari lingkungan yang tidak produktif, hingga memindahkan fokus kepada hal-hal yang lebih bermanfaat. Perubahan besar terlahir dari langkah yang kecil namun dilakukan secara konsisten. Langkah keberanian untuk menggeser diri walau hanya satu milimeter setiap harinya.

Tanpa adanya pergeseran yang nyata, niat baik akan selamanya menjadi mimpi yang tidak akan pernah terealisasikan. Subtema kedua dalam transformasi geometri adalah refleksi atau pencerminan.

Menurut (Nugroho et al., 2018), refleksi merupakan suatu fungsi transformasi yang memindahkan setiap titik pada bidang ke titik bayangannya dengan menggunakan sifat bayangan cermin datar, di mana jarak dari objek ke cermin sama persis dengan jarak bayangan ke cermin tersebut. Dalam proses pembentukan akhlak, refleksi menjadi analogi untuk seseorang mengevaluasi dirinya atas setiap tindakan yang telah dilakukannya.

Sebelum melangkah lebih jauh dalam berhijrah, seseorang perlu bercermin untuk mengakui dosa, mengenali kekurangan pada dirinya, serta menilai kualitas perilaku yang telah  dilakukan hingga saat ini. Sifat cermin tidak pernah memanipulasi objek yang dipantulkannya.

Dari sifat cermin, didapat suatu pelajaran tentang pentingnya untuk berintrospeksi diri. Tanpa adanya intropeksi diri atau evaluasi diri, pergeseran akhlak pada sebelumnya berpotensi kehilangan arah. Seseorang bisa saja merasa bahwa tindakan yang menyimpang itu sudah baik sebelum ditranslasikan atau digeser ke arah kebaikan.

Oleh sebab itu, perlu adanya evaluasi diri terkait tindakan yang telah dilakukan selama ini. Apakah tindakan yang telah dilakukan selama ini sudah berada pada jalan yang benar atau sebaliknya yang mengarah pada kesesatan.

Pembentukan akhlak dan spiritual juga tidak lepas dari rotasi. Hal ini berkaitan dengan konsep matematika transformasi geometri pada subtema ketiga, yakni rotasi. Rotasi merupakan pemetaan yang memindahkan titik-titik dengan cara memutarnya sejauh sudut tertentu terhadap suatu titik pusat. Rotasi yang berpusat pada titik tertentu dapat menjadi analogi untuk menentukan arah perilaku seseorang.

Orang yang memiliki niat lurus tentu akan mengatur perilakunya serta sudut pandang hidupnya agar senantiasa berporos pada Allah SWT. Hal ini sesuai dengan definisi niat menurut (Luthfil et al., n.d.) yang mengatakan secara istilah bahwa niat merupakan keinginan kuat untuk melakukan ibadah sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah.

Definisi tersebut diperkuat oleh definisi dari Imam Al-Baidhawi rahimahullah bahwa niat adalah keinginan hati terhadap apa yang dirasa cocok untuk mendapatkan manfaat dan menangkal mudharat. Dalam konteks pembentukan akhlak, rotasi menjadi analogi visual yang sangat tepat untuk meluruskan niat.

Dalam setiap tindakan dan perbaikan diri, niat berfungsi sebagai titik pusat atau poros. Jika pusat niatnya keliru atau bergeser kepada selain Allah, maka arah perubahan hidup seseorang juga akan menyimpang dari tujuan.

Tanpa adanya niat yang lurus dan poros pada Allah, pergeseran kebiasaan dan evaluasi diri pada sebelumnya tidak akan memberikan makna yang berarti. Subtema terakhir dalam keterkaitan perbaikan akhlak dengan konsep transformasi geometri adalah dilatasi.

Dilatasi merupakan transformasi yang mengubah ukuran suatu bangun baik itu diperbesar ataupun diperkecil dengan menggunakan titik pusat tertentu dan faktor skala (k). Meskipun ukuran fisik bangun tersebut berubah, bentuk dasar bangun datar tersebut tetap sama tanpa terdistorsi sediki tpun.

Hal ini juga berlaku pada pembentukan akhlak, dilatasi menjadi gambaran mengenai skala kebermanfaatan seseorang hidup dalam masyarakat. Pembentukan karakter yang baik tidak hanya berhenti pada skala individu, melainkan harus terus diperbesar hingga dampaknya dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar.

Faktor skala dalam dilatasi mengajarkan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk melipatgandakan nilai kebaikan yang dimiliki oleh seseorang. Ketika seseorang telah berhasil melakukan pergeseran kebiasaan baik itu secara perilaku atau lisan, mengevaluasi diri, dan menata niatnya dengan lurus, maka tahap terakhir adalah memperbesar dampak positif dari perubahannya.

Hal ini sejalan dengan prinsip khoirunnas anfauhum linnas (Pesantren Al-Risalah Batetangnga & Mandar, n.d.), sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat pada orang lain. Dengan demikian, proses perbaikan akhlak tidak hanya membentuk kesalehan individual, tetapi juga mewujudkan kesalehan yang berdampak luas, nyata, dan positif.

Daftar Pustaka

Luthfil, M. F., Muhamad, H., Ziyadatul, B., Wina, M., Eriko, W., Daje, E., Hanna, V., Peny, R., & Alifa, Y. P. (n.d.). Bunga Rampai Islam dalam Disiplin Ilmu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia Edisi Dakwah Mahasiswa. Retrieved https://gerai.uii.ac.id/;

Mz, S. R. (2018). AKHLAK ISLAMI PERSPEKTIF ULAMA SALAF. Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam, 7(01), 67. https://doi.org/10.30868/ei.v7i01.212

Nugroho, A. A., Rahmawati Noviana Dini, & Kartini. (2018). Buku Geometri Transformasi. UPGRS.

Pesantren Al-Risalah Batetangnga, P., & Mandar, P. (n.d.). Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam Institutionalizing Islamic Social Responsibility through Khairunnas Anfa’uhum Linnas: A Pesantren-Based Character Education Study. https://doi.org/10.35905/al-ishlah.v24i1.16629

Rahmah. (2024). DokumenTesis-Skripsi Repositori UMG (BAB II Kajian Pustaka).

  • Penulis: Oldi Rezza Putra

Rekomendasi Untuk Anda

  • PRM Ketenong Resmikan TPQ Matahari Fajar, Siapkan Generasi Qurani Sejak Dini

    PRM Ketenong Resmikan TPQ Matahari Fajar, Siapkan Generasi Qurani Sejak Dini

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Semangat dakwah Muhammadiyah terus bergema dari pelosok negeri, bahkan dari daerah terpencil di lereng Bukit Barisan. Pada momen Ramadhan tahun ini, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ketenong kembali menunjukkan eksistensinya dalam membangun peradaban Islam melalui pendidikan. Hari ini (9/04/2025), PRM Ketenong meresmikan berdirinya TPQ Matahari Fajar, sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an yang menjadi Amal […]

  • UMS Terima Penghargaan Top Kampus Penggerak Prestasi Mahasiswa Nasional dari Jawa Pos Radar Solo

    UMS Terima Penghargaan Top Kampus Penggerak Prestasi Mahasiswa Nasional dari Jawa Pos Radar Solo

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Anugerah Pendidikan 2025 yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Solo, Selasa (28/10) di The Sunan Hotel Surakarta, UMS melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi meraih penghargaan kategori Top Kampus Penggerak Prestasi Mahasiswa Nasional. Wakil Rektor I UMS, Prof. […]

  • Kampanye Bebas TBC: UNISA Yogyakarta bersama Dinas Kesehatan DIY selenggarakan Pelatihan Kader ‘Satriya’

    Kampanye Bebas TBC: UNISA Yogyakarta bersama Dinas Kesehatan DIY selenggarakan Pelatihan Kader ‘Satriya’

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 204
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dinas Kesehatan DIY, melalui program Kampus Bebas TBC, mencanangkan pelatihan kader dengan nama Kader “Satriya,” singkatan dari Siaga Tanggap TBC di Yogyakarta, dengan tagline “Mentes” (Menuju Eliminasi Tuberkulosis). Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Kesehatan DIY, Yayasan Siklus Indonesia, dan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Pada hari Jumat, 2 Agustus 2024, Universitas […]

  • Teknik Sipil UMS Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana melalui Seminar Nasional XV

    Teknik Sipil UMS Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana melalui Seminar Nasional XV

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Nasional XV di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah. Seminar tahunan tersebut menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, hingga praktisi untuk membahas tantangan pembangunan infrastruktur di tengah ancaman bencana dan perubahan iklim. Ketua panitia, Agus […]

  • PEMIKIRAN PAULO FREIRE DI MATA ISLAM

    PEMIKIRAN PAULO FREIRE DI MATA ISLAM

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 757
    • 0Komentar

     Oleh : Audry Thalia Caroline (202110230311004) Siapa Paulo Freire? Apa isi bukunya? Bagaimana jadinya jika membedah buku Freire menggunakan pandangan Islam? Mari kita simak di bawah ini!   SIAPA PAULO FREIRE? Paulo Freire dikenal sebagai tokoh pendidikan dan teoretikus pendidikan yang  terbilang menarik dan hasil dari pemikirannya selalu diabadikan ke dalam sebuah karya buku. Paulo […]

  • UMS Buka Pendaftaran Mahasiswa Kelas Internasional, Kuota 250 Setiap Tahunnya

    UMS Buka Pendaftaran Mahasiswa Kelas Internasional, Kuota 250 Setiap Tahunnya

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membuka penerimaan mahasiswa baru kelas internasional untuk tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi https://pmb.ums.ac.id. Program ini dirancang untuk menjaring mahasiswa baik dari dalam maupun luar negeri yang siap menempuh perkuliahan dengan pengantar bahasa Inggris dan Arab. Staf Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) […]

expand_less