Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Manipulasi Kebaikan: Permainan Moral di Balik Jebakan Rasa “Nggak Enakan”

Manipulasi Kebaikan: Permainan Moral di Balik Jebakan Rasa “Nggak Enakan”

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis: M. Nur Isholattudin

Pernahkah anda ketika sesorang meminta bantuan kepada kita, kita hamper tidak bisa menolaknya padahal ingin menolak? Ya, itu perasaan sungkan atau sering kita sebut tidak enakan (people pleser) yang mungkin tanpa sadar kita sudah termasuk golongan people pleasure. Sering terjadi di kehidupan kita, mungkin sesorang akan menganggap kita orang yang jahat atau tidak bisa diandalkan Ketika kita menolak ajakannya, padahal tidak semua itu harus diterima, terkadang hal itu dilakukan agar memuaskan orang lain tanpa memperdulikan kenyamanan, waktu, bahkan energi prbadi dan sebenarnya kita merasa terbebani juga. Hal tersebut sangat rawan dan dapat menjadi sasaran empuk bagi manipulator yang mengatasnamakan kebaikan tanpa memperdulikan si korban. Dalam ranah interaksi sosial, kebaikan sering kali dipandang sebagai nilai moral tertinggi yang tak berbantah. Namun, ada batas tipis antara ketulusan yang murni dan sifat “tidak enakan” yang berlebihan. Ketika empati berkembang tanpa diimbangi oleh batasan diri (boundaries) yang tegas, kebaikan justru berisiko menjadi pintu masuk bagi manipulasi. Seseorang yang selalu merasa bersalah jika tak menolong orang lain sangat rentan dijebak dalam relasi yang mengeksploitasi, di mana ketulusan mereka ditunggangi oleh motif yang tidak sehat. Dinamika ini jarang terjadi secara mendadak, melainkan berproses secara halus dan bertahap. Dalam psikologi sosial, pola ini sejajar dengan fenomena Foot-in-the-Door Technique yang dipopulerkan oleh Jonathan L. Freedman dan Scott C. Fraser (1966). Eksploitasi dimulai dari permintaan bantuan yang terkesan kecil, wajar, dan tulus. Karena merasa iba dan enggan menolak, individu yang “tidak enakan” akan dengan senang hati membantu. Namun, perlahan tapi pasti, skala dan frekuensi permintaan tersebut mulai meningkat. Pihak yang memanipulasi memanfaatkan rasa sungkan tersebut untuk menciptakan ketergantungan parasitik. Mereka sengaja melimpahkan tanggung jawab pribadinya kepada korban, hingga bantuan yang tadinya bersifat sukarela berubah menjadi kewajiban yang mengikat secara sepihak. Jebakan utama dari kondisi seperti ini adalah kontrol emosional yang dimainkan oleh pelaku. Psikolog klinis Harriet B. Braiker dalam bukunya, The Disease to Please: Curing the People-Pleasing Syndrome, menjelaskan bahwa orang dengan kecenderungan people-pleasing memiliki ketakutan mendalam akan penolakan, konflik, dan label “orang jahat”. Ketakutan inilah yang dimanfaatkan oleh manipulasi psikologis (guilt-tripping). Begitu korban mencoba menunjukkan keengganan, pelaku akan memasang narasi seolah-olah korbanlah yang jahat, tidak peduli, atau tega membiarkan orang lain menderita. Akibatnya, korban terperangkap dalam rasa bersalah buatan dan memilih untuk terus menuruti kemauan pelaku demi mempertahankan citra diri sebagai orang baik. Untuk memutus rantai eksploitasi ini, kunci utamanya terletak pada dekonstruksi dan rekonstruksi pemaknaan atas kata “tidak”. Henry Cloud dan John Townsend dalam buku Boundaries: When to Say Yes, How to Say No to Take Control of Your Life menekankan bahwa menetapkan batasan bukanlah bentuk tindakan egois atau kejam. Batasan diri ibarat pagar yang menentukan apa yang menjadi tanggung jawab kita dan apa yang bukan. Menolak permintaan yang tidak wajar bukan berarti kita kehilangan empati, melainkan cara kita menghargai kapasitas dan integritas diri sendiri. Kebaikan tidak bisa lagi dijalankan secara buta, melainkan harus bertransformasi menjadi tindakan yang selektif dan solutif. Secara akademis, sikap selektif ini sejalan dengan prinsip Effective Altruism yang digagas oleh filsuf Peter Singer, serta konsep penetapan batasan emosional dari Henry Cloud dan John Townsend dalam buku Boundaries. Selektif berarti kita bersikap rasional dalam memilah mana permintaan yang benar-benar membutuhkan uluran tangan mendesak, dan mana yang sekadar dorongan malas atau manipulasi eksploitatif. Menolak permintaan yang tidak wajar bukanlah tanda kejahatan, melainkan langkah sadar untuk menjaga kapasitas dan integritas diri sendiri. Sementara itu, sikap solutif diwujudkan melalui apa yang dipaparkan oleh psikolog sosial Arie Nadler (2002) sebagai Empowerment-Oriented Help (bantuan yang berorientasi pada pemberdayaan), bukan Dependency-Oriented Help (bantuan yang menciptakan ketergantungan). Menjadi solutif artinya kita memberikan bantuan yang mendidik dan melatih kemandirian orang lain, bukan dengan cara mengambil alih seluruh beban mereka hingga membuat kita diperbudak. Menolong dengan cara memberdayakan justru membantu orang tersebut untuk belajar bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Pada akhirnya, kebaikan sejati tidak boleh berdiri di atas kepasifan yang mengorbankan diri. Tanpa ketegasan untuk memilih dan membatasi, moral baik akan selalu rentan disetir dan dimanfaatkan oleh moral buruk. Melindungi diri dari manipulasi dengan berani berkata “tidak” secara selektif dan memberikan solusi yang mendidik bukanlah bentuk egoisme, melainkan wujud rasa tanggung jawab tertinggi terhadap kesehatan mental kita sekaligus penghormatan atas hakikat kebaikan itu sendiri. Kita tak perlu sungkan untuk mengatakan kata “tidak”, toh nantinya orang juga bakal mengerti akan kesanggupan dan alasan pribadi mengapa kita bisa menolak hal tersebut

Tags
  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS dan UTHM Perkuat Kerja Sama Akademik Lewat Visiting Lecturer

    UMS dan UTHM Perkuat Kerja Sama Akademik Lewat Visiting Lecturer

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Visiting Lecturer bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) pada Senin (25/5). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia UMS Library tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama akademik antara kedua perguruan tinggi. Kegiatan Visiting Lecturer ini menjadi ruang perjumpaan intelektual […]

  • MM Al-Ghozali Psikologi UMS Optimalkan Kampung Tani Desa Catur melalui Catur Cerdas

    MM Al-Ghozali Psikologi UMS Optimalkan Kampung Tani Desa Catur melalui Catur Cerdas

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bertajuk “Catur Cerdas: Ciptakan Edukasi, Resiliensi, Digitalisasi, dan Kemandirian Masyarakat melalui Optimalisasi Rasa Handarbeni sebagai Pendekatan Nguri-Uri Kampung Tani.” Kegiatan pembukaan berlangsung di Balai Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Kamis (18/6/2026). […]

  • Bangun Soliditas, ASKUI PTMA Gelar Diskusi Strategis dan Trip Kebersamaan di Karanganyar

    Bangun Soliditas, ASKUI PTMA Gelar Diskusi Strategis dan Trip Kebersamaan di Karanganyar

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Asosiasi Kantor Urusan Internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ASKUI PTMA) menggelar pertemuan untuk membahas berbagai rencana strategis pengembangan kerja sama internasional antar-PTMA. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini (20-22 Oktober 2025) diikuti oleh para kepala dan staf Kantor Urusan Internasional (KUI) dari berbagai Universitas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia. Pertemuan […]

  • Tim Fisioterapi UMS Lolos Pendanaan SAPIN X BRIN Lewat Riset Koreksi Postur Santri Penghafal Al-Qur’an

    Tim Fisioterapi UMS Lolos Pendanaan SAPIN X BRIN Lewat Riset Koreksi Postur Santri Penghafal Al-Qur’an

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang riset biomedis. Mereka berhasil lolos pendanaan dari program Riset Kesehatan Pesantren (RISKESTREN) yang diselenggarakan oleh Yayasan Santri Peduli Negeri (SAPIN) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2025. Melalui penelitian berjudul “Efektivitas Exercise dan Koreksi Head […]

  • Satu-satunya PTMA Tembus Semifinal, UMS Harumkan Nama Muhammadiyah di POMPROV Jateng 2025

    Satu-satunya PTMA Tembus Semifinal, UMS Harumkan Nama Muhammadiyah di POMPROV Jateng 2025

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim bola voli putri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mencetak prestasi membanggakan dengan meraih medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) Jawa Tengah 2025. Pembina tim voli putri UMS, Vera Septi Sistiasih, S.Pd., M.Or., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian anak didiknya. Ia menilai raihan ini merupakan buah dari kerja keras […]

  • Pemuda Muhammadiyah Grogol Launching Panggung Entrepreneur, Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda

    Pemuda Muhammadiyah Grogol Launching Panggung Entrepreneur, Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Grogol, 22 Juni 2025 – Dalam upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Grogol bersama Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (NA), Tapak Suci, dan Mahad Ki Bagus Hadikusumo resmi melaunching “Panggung Entrepreneur” pada Ahad, 22 Juni 2025 bertempat di Aula LKSA Panti Yatim Putra Muhammadiyah Grogol. Kegiatan ini turut dihadiri […]

expand_less