Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » PDM Ponorogo: Al-Qur’an sebagai Sumber Inspirasi Keilmuan

PDM Ponorogo: Al-Qur’an sebagai Sumber Inspirasi Keilmuan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024
  • visibility 175
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Ponorogo – Griya Qur’an Al-Inayah terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah santri yang menimba ilmu di griya. Salah satu prasarana yang ditingkatkan adalah pembangunan asrama.

Untuk itu, Griya Qur’an Al-Inayah Pulung Ponorogo mengadakan kegiatan launching asrama lantai 2 asrama dan mushola santri VIP class 1 asatidzah/pendamping yang dirangkai dengan tausiyah yang dihadiri oleh Drs. Muh Syafruddin, MA Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Jumat (29/3/24).

Kegiatan ini sukses dilaksanakan, pasalnya selain diikuti para santri, kegiatan ini juga dihadiri wali santri, para tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah serta pejabat pemerintahan Pulung.

Dalam tausiyahnya, Drs Muh Syafruddin MA menyampaikan tentang menyelami ilmu Al-Qur’an. Al-Quran merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini adalah sumber ilmu dan hukum. Oleh karena itu, mengetahui dan memahaminya adalah suatu keniscayaan.

“Al-Quran merupakan petunjuk bagi manusia, sebagai pedoman hidup (way of life) yang dengannya dijamin akan keselamatan di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Selain itu Al-Quran merupakan sumber inspirasi dan Ilmu Pengetahuan bagi umat Islam, didalamnya terdapat berbagai informasi tentang ilmu alam, sains, peradaban, dan teknologi. Karena itu Al-Quran perlu dieksplorasi dan digali.

“Semakin kita memiliki ilmu yang canggih dan komplit maka kita akan mendapatkan nikmat Al-Qur’an. Al-Qur’an sebagai hidayah untuk manusia”, kata Drs Muh Syafruddin MA

Ada tiga pemahaman Al-Qur’an yang biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan “membaca”, yaitu: qira’ah, tartil, dan tilawah sebagaimana tercantum dalam tiga surat berikut:

• Al-‘Alaq (iqra’ bismi rabbik) = bacalah dengan nama Tuhanmu,
• Al-Jumu’ah (yatlu ‘alaihim ayatina) = membacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, dan
• Al-Muzzammil (wa rattilil Qur’ana tartiila) = dan membacalah Al-Qur’an secara perlahan-lahan).

Secara umum, menerjemahkan bahasa ketiga tersebut sebagai “membaca” memang tidak salah, namun kurang lengkap dan belum sempurna . Dalam penggunaan bahasa Arab maupun Al-Qur’an sendiri, ketiganya bisa saling menggantikan. Namun, dengan penelitian kamus-kamus dan kitab-kitab tafsir, akan terlihat jelas bahwa kata “membaca” dalam bahasa Indonesia tidak mampu mewakili makna asli dari qira’ah, tartil dan tilawah secara sempurna. Mau tidak mau kita harus menganalisis ketiganya secara lebih rinci jika ingin memahami maksudnya secara utuh.

Makna Qira’ah. Asalnya, kata ini berarti menyatukan huruf atau kalimat dengan selainnya dalam suatu bacaan. Makna Tartil Arti dasar tartil adalah sesuatu yang terpadu (ittisaq) dan tersistem secara konsisten, yaitu melepaskan kata-kata dari mulut secara baik, teratur, dan konsisten.

Makna tilawah awalnya adalah mengikuti secara langsung dengan tanpa benang, yang secara khusus berarti mengikuti kitab-kitab Allah, baik dengan cara qira’ah atau menjalankan apa yang terkandung di dalamnya.

Ia juga menambahkan bahwa ketiga macam metode membaca Al-Qur’an ini, yakni qira’ah, tartil, dan tilawah, masing-masing memiliki fungsi yang khas. Fungsi-fungsi tersebut harus diseimbangkan secara proporsional agar pengaruh ayat-ayat Al-Qur’an benar-benar meresap dan membekas dalam perilaku serta karakter seorang muslim.

Kontributor: Dita Fitria Wati

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • INDONESIA BUTUH PERUBAHAN DARI MUHAMMADIYAH

    INDONESIA BUTUH PERUBAHAN DARI MUHAMMADIYAH

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 319
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta  – Peran kebangsaan yang dilakukan oleh Muhammadiyah diharapkan oleh banyak pihak, termasuk para pelaku media yang saat ini merasakan berbagai tantangan dan tekanan dalam konteks berbangsa dan bernegara. Salah satu harapan tersebut disampaikan oleh Pimred Kumparan, Arifin Asyidhad saat Media Gathering yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Kamis (28/12) di Gedung […]

  • Ustadz Suwoko: Kemenangan Sejati Adalah Saat Iman Membuahkan Amal

    Ustadz Suwoko: Kemenangan Sejati Adalah Saat Iman Membuahkan Amal

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Menindaklanjuti Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, PCM Anggana menggelar Salat Idul Fitri di Halaman Perguruan Muhammadiyah, Desa Sidomulyo, pada Jumat (20/3). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur pimpinan cabang hingga ranting, serta warga persyarikatan dan masyarakat umum. Kehadiran Ustadz Dr. H. Suwoko, SE., MM, sebagai khatib memberikan bobot literasi keagamaan yang mendalam bagi jamaah di […]

  • Kokam, Garda Muda Muhammadiyah Penjaga Moral Bangsa

    Kokam, Garda Muda Muhammadiyah Penjaga Moral Bangsa

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sleman – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus Panglima Tinggi Kokam, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyampaikan orasi yang membakar semangat dalam Apel Akbar Kokam 2025 di Stadion Tridadi, Sleman, Yogyakarta, Ahad (20/7/2025). Di hadapan puluhan ribu kader Kokam dari seluruh Indonesia serta tokoh nasional seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Umum PP […]

  • Pendidikan Menurut Paulo Freire

    Pendidikan Menurut Paulo Freire

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 860
    • 0Komentar

    Oleh : Indri Awy Prathiwi (202110230311008) Saat ini Indonesia sedang sampai pada titik menentukan berhasil atau tidaknya cita-cita yang terkandung dalam pembukaan undang-undang dasar 1945. Yaitu cita- cita untuk memajukan kesejahteraan Bersama, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Namun meskipun sudah berdiri selama 76 tahun Pendidikan di Indonesia masihlah kurang dan perlu banyak […]

  • Lulusan Muhammadiyah, Harus Mampu Menjadi Penggerak Khaira Ummah!

    Lulusan Muhammadiyah, Harus Mampu Menjadi Penggerak Khaira Ummah!

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Oleh : Alung Prasetya, Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader di Universitas Ahmad Dahlan. Muhammadiyah didirikan 100 tahun lebih yang lalu adalah untuk menjawab tantangan tantangan umat islam, “Islam yang berkemajoean” adalah idaman idaman dan cita cita besar para founding father Muhammadiyah, dalam bidang pengelolaan pembelajaran, institusi pendidikan sampai harus mentransfer dan mengadopsi cara hingga sistem di […]

  • Pengajian di Masjid Mujahiddin: Kebahagiaan Sejati Ada pada Qalbun Salim

    Pengajian di Masjid Mujahiddin: Kebahagiaan Sejati Ada pada Qalbun Salim

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Anggana – Dalam pengajian pekanan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Sidomulyo yang digelar di Masjid Mujahiddin pada Selasa malam (21/10/2025), Ustadz Alias Candra mengingatkan jamaah agar tidak salah memahami makna kebahagiaan. Menurutnya, kebahagiaan sejati bukan terletak pada tumpukan harta, jabatan tinggi, atau popularitas, melainkan pada kesehatan hati yang dipenuhi iman kepada Allah. “Banyak orang yang sukses […]

expand_less