
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Akademi Riset DPD IMM Jawa Tengah masih berlangsung hingga siang hari Ahad, 1 Februari 2026 di Ruang Siti Badilah Perpustakaan UMS.
Kali ini, DPD IMM Jawa Tengah menghadirkan Dr. Ginanjar Rahmawan,S.E., M.M., M.H. sebagai pemateri sesi terakhir riset Bootcamp.
Pada sesi terakhir tersebut, beliau menyampaikan tentang metodelogi riset yang biasa ia gunakan.
“Ya, metode kan ada banyak, tapi biasanya saya pakai metode RMC (Research Model Canvas)”. Ucapnya pada wawancara yang tim Kabarmuh.id lakukan seusai sesi materi.

Dalam wawancaranya, beliau mengaku takjub dengan antusiasme para peserta Riset Bootcamp siang itu. Pasalnya, sesi beliau adalah sesi materi terakhir dan dilakukan di siang hari. Sempat khawatir akan kondisi peserta yang mengantuk dan jenuh, namun ternyata dugaannya salah. Justru Pak Gin —begitu beliau akrab disapa— mendapati para peserta sangat semangat dan antusias mengikuti sesi materi beliau.
Selain itu, Pak Gin juga menyampaikan kesannya pada agenda Akademi Riset DPD Jawa Tengah ini.
“Jujur, saya takjub dengan DPD IMM Jawa Tengah yang menaruh perhatian besar pada dunia riset. Dimana riset biasanya dipandang sebagai momok menakutkan bagi mahasiswa, namun dengan adanya agenda Akademi Riset ini, DPD IMM Jawa Tengah menghilangkan mindset itu, dan membangun mindset baru, dengan menggaungkan kalimat “Riset itu asik”, saya juga berharap agenda ini dapat berlanjut agar tidak hanya berjalan satu kali saja”. Ucapnya.
Menurut Pak Gin, benar apa yang digaungkan IMM Jawa Tengah bahwa riset itu asik. Namun sayangnya, banyak mahasiswa zaman sekarang yang enggan melakukan riset karena tantangan-tantangan yang ada.
Menurutnya pula, tantangan dalam melakukan riset bukan pada teknis riset itu sendiri, melainkan tekanan dari dalam diri sendiri seperti bosan, tidak sabar, dan malas sehingga riset mandeg di tengah jalan.
Dengan adanya Akademi Riset ini, beliau berharap akan ada output dari peserta berupa publikasi karya riset yang nantinya akan berdampak baik pada diri peserta, dosen, juga universitas.
Kontributor: Astyra Gita Kinanti
Editor: Choiril Amirah Farida



