Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Fonds Dachlan: Wujudkan Generasi Emas Ala Muhammadiyah

Fonds Dachlan: Wujudkan Generasi Emas Ala Muhammadiyah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Kens Geo Danuarta

Mewujudkan generasi emas masih menjadi sebuah cita-cita dan harapan besar Indonesia seiring umur Indonesia yang sudah hampir menyentuh satu abad. Menciptakan generasi yang terbaik merupakan sebuah visi yang begitu luhur dan teramat mulia.

Kita semua sebagai warga negara berharap cita-cita tersebut benar-benar terwujud dan terlaksana, bukan hanya menjadi slogan atau teriakan-teriakan tanpa makna. Cita-cita ini memerlukan dukungan di segala bidang, bukan hanya terfokus dalam satu bidang saja. Pemerintah diharap mengambil langkah konkret di semua bidang untuk mendukung terciptanya cita-cita ini.

Menciptakan generasi emas bukanlah hal mudah apalagi dalam waktu yang singkat perlu proses yang memakan banyak waktu dan biaya, mengingat Indonesia adalah negara dengan rakyat yang majemuk, dengan daerah yang begitu luas, menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk menggapainya. Dengan luasnya daerah Indonesia, banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan generasi emas, dengan banyak kelemahan dan kekurangan yang terdapat di dalamnya. Muhammadiyah mungkin bisa dijadikan sebagai sebuah rujukan bagaimana mewujudkan generasi emas, persyarikatan yang sudah berusia satu abad  lebih ini sudah bergelut dalam bidang pengkaderan, sudah berjuang bagaimana menciptakan generasi yang akan melanjutkan kepengurusan. Muhammadiyah berhasil berdiri tegak dengan usia sudah menyentuh satu abad lebih, ini menjadi salah satu bukti bahwa Muhammadiyah telah berhasil menciptakan generasi penerus yang baik. Jika tidak, maka jangankan usia satu abad, usia lima puluh tahun saja mungkin akan sulit digapai. Indonesia dapat merujuk kepada Muhammadiyah, tentang perencanaan juga pelaksanaan menciptakan generasi emas itu.

Muhammadiyah sebagai persyarikatan Islam, telah memulai dan memberikan sebuah contoh yang bisa dilakukan dan diadaptasi oleh Indonesia guna mendukung terwujudnya cita-cita dan visi yang mulia ini.

Satu abad yang lalu, Muhammadiyah pernah membuat gerakan bernama Fonds Dachlan, yang merupakan sebuah gerakan penggalangan dana yang akan digunakan untuk memberikan beasiswa kepada para kader muda. Gerakan ini pertama kali terbentuk pada 1923 saat kiai Ibrahim sedang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Diinisiasi oleh Cabang Muhammadiyah Banjarnegara pada Jaarvergadering (Perkumpulan Tahunan) Muhammadiyah, berisi sebuah usulan agar Muhammadiyah memiliki sebuah program untuk mendanai para angkatan muda supaya bisa belajar Islam di negara yang menjadi pusat pembelajaran agama Islam, maka terbentuklah sebuah gerakan bernama Fonds Dachlan.

Sebulan setelah Perkumpulan Tahunan Muhammadiyah itu, kemudian maklumat dibuat yang kala itu masih di tanda tangani  oleh Kiai Ibrahim sebagai Ketua Djojosoegito sebagai sekretaris, menandakan bahwa saat itu Fonds Dachlan masih di bawah kepengurusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kemudian setelah beberaoa waktu barulah terbentuk kepengurusan gerakan ini dengan Haji Fachrodin sebagai Ketua. Antusias Masyarakat sangat luar biasa kala itu, terbukti dengan banyaknya para donatur yang menginfakkan hartanya agar digunakan untuk memberikan beasiswa melalui Fonds Dachlan. Hingga akhirnya empat pemuda Jawa kala itu bisa dikirimkan untuk melanjutkan studi ke luar negeri pada 1924.

Fonds Dachlan saat itu menjadi lembaga beasiswa pertama yang dibentuk oleh Muhammadiyah mengirimkan para angkatan muda untuk melanjutkan studi ke luar maupun dalam negeri, kemudian lembaga ini berfokus memberikan beasiswa ke luar negeri, karena saat itu masih sedikit sekali lembaga pendidikan yang berkualitas baik di negeri ini, terutama pendidikan Islam.

Ini merupakan langkah konkret yang dilakukan oleh Muhammadiyah sebagai bentuk mempersiapkan generasi emas baik bagi Muhammadiyah secara khusus maupun bagi bangsa Indonesia secara umum.

Dilihat dari beberapa hal, cara Muhammadiyah membentuk generasi emas bisa dibilang sangat luar biasa. Pertama, Muhammadiyah memahami bahwa pendukung utama dalam mewujudkan generasi emas adalah Ilmu. Pimpinan dan juga partisipan Muhammadiyah kala itu sadar bahwa mereka belum memiliki lembaga pendidikan serta belum adanya sumber daya manusia yang memiliki keilmuan yang mendukung. Maka, berdasarkan kesadaran akan hal itu langkah konkret yang dilakukan adalah belajar dari negeri yang memiliki lembaga pendidikan yang berkualitas serta pendidik dengan keilmuan yang berkelas. Tidak berhenti di belajar, tetapi bagaimana para pelajar itu juga bisa menyebarkan kembali ilmu yang didapat saat selesai melaksanakan studinya. Poin ini menjadi poin utama untuk mendukung terwujudnya generasi emas, yaitu menciptakan manusia dengan kepala berisi.

Kedua, Muhammadiyah dengan kesadaran atas kekurangannya mengetahui langkah konkret yang harus ditempuh adalah keluar dari lingkaran kecil untuk bisa maju dan berkembang juga mewujudkan generasi terbaik kedepan. Muhammadiyah sadar, untuk mewujudkan generasi terbaik perlu ilmu dari luar, karena ilmu dari dalam hanya ilmu yang diwariskan generasi ke generasi, keilmuan mereka hanya terbatas dengan ingatan para orang tua, yang mungkin banyak dari ilmu-ilmu itu terselip dari ingatan, dalam arti mereka lupa dengan ilmu tersebut. Maka perlu pembaruan, dengan cara mengirim anak-anak muda keluar dari lingkaran Muhammadiyah, untuk menyegarkan kembali ilmu dan pengetahuan di dalam lingkaran Muhammadiyah. Dua poin yang bisa dipertimbangkan dan diadaptasi untuk mewujudkan generasi emas, pertama adalah ilmu dan kedua adalah menyegarkan kembali ilmu tersebut dengan keluar dari lingkaran kecil sebuah organisasi atau negara.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa PLP 2 FKIP UMS Dampingi Program Sarapan Matematika, Perkuat Budaya Numerasi di SD Muhammadiyah PK Baturan

    Mahasiswa PLP 2 FKIP UMS Dampingi Program Sarapan Matematika, Perkuat Budaya Numerasi di SD Muhammadiyah PK Baturan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program Sarapan Matematika di SD Muhammadiyah PK Baturan. Program yang menjadi salah satu budaya sekolah tersebut dilaksanakan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai sebagai upaya membiasakan peserta didik berpikir logis, […]

  • Prestasi Gemilang! SMP Muhammadiyah 2 Balikpapan Antar Siswinya Juara Pencak Silat Nasional

    Prestasi Gemilang! SMP Muhammadiyah 2 Balikpapan Antar Siswinya Juara Pencak Silat Nasional

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Balikpapan. Bunga Ayu Setioningrum, siswi kelas 9 SMP Muhammadiyah 2 Balikpapan, sukses meraih medali emas dalam Kejuaraan Seni Tunggal Putri Pencak Silat Tingkat Nasional yang digelar pada 25–27 April 2025 di Parepare, Sulawesi Selatan. Atas prestasi gemilang ini, Bunga Ayu dianugerahi Penghargaan Siswa Berprestasi Tingkat Nasional, […]

  • UMS Latih Guru SD/MI Gunakan Base Ten Block untuk Perkuat Number Sense

    UMS Latih Guru SD/MI Gunakan Base Ten Block untuk Perkuat Number Sense

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema “Pelatihan Pembelajaran Matematika Berbasis Base Ten Block untuk Menguatkan Number Sense Siswa SD/MI” di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini diikuti guru dari MIM Karanganom, MIM Pantirejo, dan MIM Slogo, serta didukung pendanaan Program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan […]

  • Konpicab PC IPM Sukoharjo 2025: Refleksi Tengah Periode dan Peneguhan Arah Kepemimpinan

    Konpicab PC IPM Sukoharjo 2025: Refleksi Tengah Periode dan Peneguhan Arah Kepemimpinan

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo — Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Kecamatan Sukoharjo menyelenggarakan Konferensi Pimpinan Cabang (Konpicab) pada Ahad, 14 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam rangka penyampaian laporan pertanggungjawaban tengah periode, evaluasi kinerja kepemimpinan, serta penataan ulang struktur kepemimpinan organisasi. Konpicab dihadiri oleh Ketua PC ‘Aisyiyah Sukoharjo Ibunda Hj. Sri Harjanti, S.Pd., Ketua PC […]

  • PWM Lampung Gelar Leadership Camp di Edupark Metro untuk Perkuat Sinergi dan Karakter Kepemimpinan

    PWM Lampung Gelar Leadership Camp di Edupark Metro untuk Perkuat Sinergi dan Karakter Kepemimpinan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Metro – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Leadership Camp yang berlangsung di kawasan Edupark 29, Kota Metro. Agenda yang digelar selama dua hari, yakni Jumat hingga Sabtu 30-31 Januari 2025, merupakan hasil kolaborasi strategis antara PWM Lampung dengan Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Lampung. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum […]

  • UMS Gelar Edukasi Kesehatan di Korea, Ajarkan Pencegahan Cedera dan Sarcopenia

    UMS Gelar Edukasi Kesehatan di Korea, Ajarkan Pencegahan Cedera dan Sarcopenia

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kegiatan Edukasi Kesehatan Fisik bagi warga Muslim Korea Selatan sukses diselenggarakan di Masjid Al Falah Seoul sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS). Program ini bertujuan mengoptimalkan peran masjid supaya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan dan pendidikan […]

expand_less