Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Fonds Dachlan: Wujudkan Generasi Emas Ala Muhammadiyah

Fonds Dachlan: Wujudkan Generasi Emas Ala Muhammadiyah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Kens Geo Danuarta

Mewujudkan generasi emas masih menjadi sebuah cita-cita dan harapan besar Indonesia seiring umur Indonesia yang sudah hampir menyentuh satu abad. Menciptakan generasi yang terbaik merupakan sebuah visi yang begitu luhur dan teramat mulia.

Kita semua sebagai warga negara berharap cita-cita tersebut benar-benar terwujud dan terlaksana, bukan hanya menjadi slogan atau teriakan-teriakan tanpa makna. Cita-cita ini memerlukan dukungan di segala bidang, bukan hanya terfokus dalam satu bidang saja. Pemerintah diharap mengambil langkah konkret di semua bidang untuk mendukung terciptanya cita-cita ini.

Menciptakan generasi emas bukanlah hal mudah apalagi dalam waktu yang singkat perlu proses yang memakan banyak waktu dan biaya, mengingat Indonesia adalah negara dengan rakyat yang majemuk, dengan daerah yang begitu luas, menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk menggapainya. Dengan luasnya daerah Indonesia, banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan generasi emas, dengan banyak kelemahan dan kekurangan yang terdapat di dalamnya. Muhammadiyah mungkin bisa dijadikan sebagai sebuah rujukan bagaimana mewujudkan generasi emas, persyarikatan yang sudah berusia satu abad  lebih ini sudah bergelut dalam bidang pengkaderan, sudah berjuang bagaimana menciptakan generasi yang akan melanjutkan kepengurusan. Muhammadiyah berhasil berdiri tegak dengan usia sudah menyentuh satu abad lebih, ini menjadi salah satu bukti bahwa Muhammadiyah telah berhasil menciptakan generasi penerus yang baik. Jika tidak, maka jangankan usia satu abad, usia lima puluh tahun saja mungkin akan sulit digapai. Indonesia dapat merujuk kepada Muhammadiyah, tentang perencanaan juga pelaksanaan menciptakan generasi emas itu.

Muhammadiyah sebagai persyarikatan Islam, telah memulai dan memberikan sebuah contoh yang bisa dilakukan dan diadaptasi oleh Indonesia guna mendukung terwujudnya cita-cita dan visi yang mulia ini.

Satu abad yang lalu, Muhammadiyah pernah membuat gerakan bernama Fonds Dachlan, yang merupakan sebuah gerakan penggalangan dana yang akan digunakan untuk memberikan beasiswa kepada para kader muda. Gerakan ini pertama kali terbentuk pada 1923 saat kiai Ibrahim sedang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Diinisiasi oleh Cabang Muhammadiyah Banjarnegara pada Jaarvergadering (Perkumpulan Tahunan) Muhammadiyah, berisi sebuah usulan agar Muhammadiyah memiliki sebuah program untuk mendanai para angkatan muda supaya bisa belajar Islam di negara yang menjadi pusat pembelajaran agama Islam, maka terbentuklah sebuah gerakan bernama Fonds Dachlan.

Sebulan setelah Perkumpulan Tahunan Muhammadiyah itu, kemudian maklumat dibuat yang kala itu masih di tanda tangani  oleh Kiai Ibrahim sebagai Ketua Djojosoegito sebagai sekretaris, menandakan bahwa saat itu Fonds Dachlan masih di bawah kepengurusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kemudian setelah beberaoa waktu barulah terbentuk kepengurusan gerakan ini dengan Haji Fachrodin sebagai Ketua. Antusias Masyarakat sangat luar biasa kala itu, terbukti dengan banyaknya para donatur yang menginfakkan hartanya agar digunakan untuk memberikan beasiswa melalui Fonds Dachlan. Hingga akhirnya empat pemuda Jawa kala itu bisa dikirimkan untuk melanjutkan studi ke luar negeri pada 1924.

Fonds Dachlan saat itu menjadi lembaga beasiswa pertama yang dibentuk oleh Muhammadiyah mengirimkan para angkatan muda untuk melanjutkan studi ke luar maupun dalam negeri, kemudian lembaga ini berfokus memberikan beasiswa ke luar negeri, karena saat itu masih sedikit sekali lembaga pendidikan yang berkualitas baik di negeri ini, terutama pendidikan Islam.

Ini merupakan langkah konkret yang dilakukan oleh Muhammadiyah sebagai bentuk mempersiapkan generasi emas baik bagi Muhammadiyah secara khusus maupun bagi bangsa Indonesia secara umum.

Dilihat dari beberapa hal, cara Muhammadiyah membentuk generasi emas bisa dibilang sangat luar biasa. Pertama, Muhammadiyah memahami bahwa pendukung utama dalam mewujudkan generasi emas adalah Ilmu. Pimpinan dan juga partisipan Muhammadiyah kala itu sadar bahwa mereka belum memiliki lembaga pendidikan serta belum adanya sumber daya manusia yang memiliki keilmuan yang mendukung. Maka, berdasarkan kesadaran akan hal itu langkah konkret yang dilakukan adalah belajar dari negeri yang memiliki lembaga pendidikan yang berkualitas serta pendidik dengan keilmuan yang berkelas. Tidak berhenti di belajar, tetapi bagaimana para pelajar itu juga bisa menyebarkan kembali ilmu yang didapat saat selesai melaksanakan studinya. Poin ini menjadi poin utama untuk mendukung terwujudnya generasi emas, yaitu menciptakan manusia dengan kepala berisi.

Kedua, Muhammadiyah dengan kesadaran atas kekurangannya mengetahui langkah konkret yang harus ditempuh adalah keluar dari lingkaran kecil untuk bisa maju dan berkembang juga mewujudkan generasi terbaik kedepan. Muhammadiyah sadar, untuk mewujudkan generasi terbaik perlu ilmu dari luar, karena ilmu dari dalam hanya ilmu yang diwariskan generasi ke generasi, keilmuan mereka hanya terbatas dengan ingatan para orang tua, yang mungkin banyak dari ilmu-ilmu itu terselip dari ingatan, dalam arti mereka lupa dengan ilmu tersebut. Maka perlu pembaruan, dengan cara mengirim anak-anak muda keluar dari lingkaran Muhammadiyah, untuk menyegarkan kembali ilmu dan pengetahuan di dalam lingkaran Muhammadiyah. Dua poin yang bisa dipertimbangkan dan diadaptasi untuk mewujudkan generasi emas, pertama adalah ilmu dan kedua adalah menyegarkan kembali ilmu tersebut dengan keluar dari lingkaran kecil sebuah organisasi atau negara.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puasa, Bukan Halangan KOKAM Sepaku untuk Galang Dana Kemanusiaan

    Puasa, Bukan Halangan KOKAM Sepaku untuk Galang Dana Kemanusiaan

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 892
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Sepaku – Penggalangan dana untuk korban terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun gempa yang menggocang Malang dan musim dingin di Palestina terus bermunculan. Salahsatunya dilakukan oleh Komando Kesiap-siagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kecamatan Sepaku. Terhitung sejak kamis (15/04) sampai pada minggu (18/04), 15 personil KOKAM […]

  • IKA PonpesMU Manafiul Ulum Sambi Siapkan Reuni Akbar untuk Seluruh Alumni

    IKA PonpesMU Manafiul Ulum Sambi Siapkan Reuni Akbar untuk Seluruh Alumni

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sambi (26/03/2025) – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafiul Ulum Sambi tengah bersiap menggelar Reuni Akbar yang akan mempertemukan para alumni dari angkatan pertama hingga lulusan tahun 2024. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 6 April 2025, bertempat di kompleks PonpesMU Manafiul Ulum, Sambi. Ketua IKA PonpesMU Manafiul Ulum, Joko Priyanto, […]

  • Sambut Semester Genap, PERSADA UAD Kuatkan Internalisasi AIK

    Sambut Semester Genap, PERSADA UAD Kuatkan Internalisasi AIK

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 365
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Kegiatan akademik di Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) akan segera dimulai kembali, setelah sebelumnya diganti dengan kegiatan pengabdian masyarakat selama bulan Ramadhan, atau tepatnya dua pekan dengan membina anak-anak TPA di masjid-masjid binaan PERSADA. Usai libur idul fitri 1445 H ini, seiring dengan memasukinya semester genap di PERSADA, para dosen yang […]

  • Dorong Lahirnya Pengusaha Berkemajuan, SUMU Tulungagung Sukses Gelar Rakerda dan Halal Bihalal

    Dorong Lahirnya Pengusaha Berkemajuan, SUMU Tulungagung Sukses Gelar Rakerda dan Halal Bihalal

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal, mengusung tema “Menyatukan Langkah untuk Menjadi Pengusaha Berkemajuan Bersama SUMU Tulungagung.” Kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid Al Fattah Tulungagung pada Jum’at (17/4/26) ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota SUMU Tulungagung. Acara berjalan lancar dengan suasana […]

  • PAI UMS Dorong Penguatan Profil Guru PAI dan Kurikulum Adaptif Hadapi Tantangan Pendidikan

    PAI UMS Dorong Penguatan Profil Guru PAI dan Kurikulum Adaptif Hadapi Tantangan Pendidikan

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Profil Guru PAI: Tantangan dan Peluang Pengembangan Kurikulum PAI di Sekolah”, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang FAI UMS Lantai I tersebut menghadirkan akademisi, praktisi pendidikan, serta guru PAI […]

  • MI Aisyiyah Ngunut Gandeng Tiga Adik Lembaga Aisyiyah Semarakkan Ramadhan 1446 H

    MI Aisyiyah Ngunut Gandeng Tiga Adik Lembaga Aisyiyah Semarakkan Ramadhan 1446 H

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Sabtu, 22 Maret 2025 – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Aisyiyah Ngunut bersama dengan tiga lembaga naungan Pimpinan Cabang (PC) Aisyiyah Ngunut, yaitu Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) 3, menggelar serangkaian kegiatan yang penuh makna dan […]

expand_less