Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » BEM Berdampak UMS Resmi Luncurkan Program Sewu Santun, Dorong Edukasi Bencana, Cegah Stunting, dan Perkuat UMKM Lokal

BEM Berdampak UMS Resmi Luncurkan Program Sewu Santun, Dorong Edukasi Bencana, Cegah Stunting, dan Perkuat UMKM Lokal

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – BEM Berdampak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Sewu Santun, sebuah program kolaboratif berbasis pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan edukasi mitigasi bencana, pencegahan stunting, serta penguatan UMKM lokal berbasis kearifan sejarah Kampung Sewu, Kota Surakarta.

Peluncuran program ini menjadi implementasi nyata dari skema BEM Berdampak yang menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Program Sewu Santun dilaksanakan oleh 20 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM F) UMS sebagai wujud sinergi lintas organisasi mahasiswa dalam menjawab persoalan sosial di tingkat akar rumput.

Ketua tim kegiatan, Siti Azizah Susilawati, Ph.D., menyampaikan bahwa program Sewu Santun dirancang sebagai ruang belajar bersama antara mahasiswa dan masyarakat.

“BEM Berdampak mendorong mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi sebagai mitra masyarakat. EduBoard dan panel surya ini menjadi sarana pembelajaran bersama agar masyarakat semakin sadar akan mitigasi bencana, kesehatan keluarga, dan pentingnya energi berkelanjutan,” jelasnya, Jumat, (26/12).

Ia menyampaikan Kampung Sewu memiliki karakteristik sosial yang kompleks. Berada di kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo, wilayah ini rawan bencana banjir, memiliki tantangan kesehatan keluarga termasuk isu stunting, sekaligus menyimpan potensi sejarah dan ekonomi lokal yang kuat melalui UMKM berbasis kuliner tradisional.

Salah satu agenda utama dalam launching Sewu Santun adalah peresmian EduBoard, media edukasi inovatif yang dirancang dan dikembangkan langsung oleh tim mahasiswa BEM Berdampak UMS. EduBoard berfungsi sebagai sarana edukasi publik yang menyajikan informasi mitigasi bencana dan pencegahan stunting secara visual, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Keunggulan EduBoard terletak pada integrasinya dengan panel surya sebagai sumber energi utama. Panel surya tersebut juga merupakan hasil perancangan tim mahasiswa, sehingga EduBoard tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi, tetapi juga menjadi contoh penerapan teknologi ramah lingkungan dan energi terbarukan di tingkat komunitas.

“Pendekatan ini sejalan dengan semangat BEM Berdampak dalam mendorong solusi berbasis keberlanjutan dan adaptasi perubahan iklim,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ika Candra Sayekti, M.Pd., menekankan bahwa isu stunting membutuhkan pendekatan edukatif yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Menurutnya, media edukasi yang sederhana, kontekstual, dan berkelanjutan akan lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap gizi dan kesehatan anak.

Sementara itu, M. Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa lintas latar belakang keilmuan menjadi kekuatan utama program ini. “Kolaborasi mahasiswa BEM U dan BEM F memungkinkan integrasi pengetahuan sosial, pendidikan, dan teknologi untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat,” ujarnya.

Selain peluncuran EduBoard, lanjutnya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan launching produk UMKM Sewu Santun, yaitu telur pindang batik dan apem kelor. Kedua produk tersebut dikembangkan bersama pelaku UMKM lokal sebagai upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mengangkat identitas sejarah Kampung Sewu sebagai bagian dari warisan budaya Kota Surakarta.

Hasil Produksi Tim Sewu Santun dan UMKM Sewu Rasa UMS

Telur pindang batik merepresentasikan nilai filosofis batik sebagai identitas Solo, sedangkan apem kelor dipilih karena memiliki kandungan gizi tinggi yang relevan dengan upaya pencegahan stunting. Inovasi kuliner ini diharapkan mampu memperkuat posisi UMKM lokal sebagai pelaku ekonomi kreatif yang berdaya saing sekaligus peduli terhadap isu kesehatan masyarakat.

Kegiatan launching Sewu Santun turut dihadiri oleh Lurah Sewu, Mei Andrianto, S.T., M.T., yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UMS melalui skema BEM Berdampak. Ia menilai program ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat Sewu dan mampu menjadi contoh kolaborasi positif antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa BEM UMS yang tidak hanya melakukan kegiatan seremonial, tetapi menghadirkan solusi nyata bagi warga Sewu, baik melalui edukasi bencana, kesehatan, maupun penguatan UMKM,” ungkapnya.

Turut hadir pula Karang Taruna Sewu serta para pelaku UMKM Sewu Santun yang terlibat aktif dalam implementasi program. Keterlibatan pemuda lokal dan UMKM menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan program agar manfaatnya dapat terus dirasakan meskipun kegiatan mahasiswa telah selesai.

“Program ini diharapkan menjadi model praktik baik BEM Berdampak yang dapat direplikasi di wilayah lain, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai mitra strategis pembangunan sosial berbasis nilai keislaman, kemanusiaan, dan keberlanjutan,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Editor: Farhan Shiddiq

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menanti Al-Mahdi: Mengapa Umat Islam Tidak Boleh Menjadi Penonton Zaman?

    Menanti Al-Mahdi: Mengapa Umat Islam Tidak Boleh Menjadi Penonton Zaman?

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Oleh: Najib Maulana Alfikri Dengan melihat rentetan berita akhir-akhir ini, banyak dari kita telah menyaksikan teater tragedi yang diputar berulang-ulang. Jet tempur serta rudal selalu ada di langit malam dan warga sipil serta anak-anak tak berdosa menangis di atas puing-puing peradaban mereka sendiri. Di sisi lain, para pemimpin negara berbalut jas rapi sedang menandatangani kesepakatan […]

  • Pemuda Lintas Iman Belajar Toleransi dan Budaya dari Rumah Ibadah dan Kesultanan di Ternate

    Pemuda Lintas Iman Belajar Toleransi dan Budaya dari Rumah Ibadah dan Kesultanan di Ternate

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ternate – Eco Bhinneka Muhammadiyah Ternate, Maluku Utara, menggelar ‘Tagilom’ bertajuk ‘Keberagaman Budaya dan Lingkungan Lintas Iman’, dengan berkunjung dan diskusi di rumah-rumah ibadah yaitu Gereja dan Klenteng, serta Kedaton Kesultanan Ternate. Kegiatan yang dilaksanakan pada 30 Agustus 2025 tersebut menjadi puncak sekaligus penutup program Inisiatif Bersama untuk Aksi Keagamaan yang Strategis (Joint Initiative […]

  • Perempuan dan Difabel dalam Krisis Iklim: Meneguhkan Peran di Tengah Ketimpangan

    Perempuan dan Difabel dalam Krisis Iklim: Meneguhkan Peran di Tengah Ketimpangan

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Dalam rangka menyambut agenda Walk for Peace and Climate Justice, Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan diskusi publik edisi kedua bertajuk “Perjuangan Perempuan Pembela Tanah Air” pada Jumat (20/06). Diskusi ini bertujuan menggali pemahaman tentang keterkaitan perempuan dengan tanah air, tantangan berlapis yang dihadapi oleh perempuan dan penyandang disabilitas, serta peran strategis mereka dalam […]

  • TAHNI’AH BI MAWLIDI RASŪLILLĀH ﷺ

    TAHNI’AH BI MAWLIDI RASŪLILLĀH ﷺ

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Oleh: Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Peringatan maulid Nabi Agung Muhammad ﷺ merupakan peristiwa budaya, dan bukan ibadah mahdlah. Peristiwa ini mengingatkan kita tentang pencahayaan Ilahi atas kemanusiaan yang tampak dalam risalah kenabian Muhammad ﷺ sebagai penutup dan penyempurna seluruh risalah kenabian yang diturunkanNya di semesta ini. Dengannya Allah Ta’ala […]

  • Ilustrasi: http://m.muhammadiyah.or.id

    Kyai Dahlan: Ulama’-Intelektual Penggagas Pendidikan Islam Berkemajuan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.424
    • 0Komentar

    Kyai Dahlan: Ulama’-Intelektual Penggagas Pendidikan Islam Berkemajuan Oleh : M. Andhim   Siapa yang tak kenal dengan Muhammadiyah? Sebuah ormas Islam yang dikenal dengan kiprahnya dalam bidang sosial, kesehatan dan tak lupa juga pendidikan. Tercatat jumlah AUM dalam bidang pendidikan pada tahun 2016 yaitu lembaga pendidikan yang berada dibawah majelis DIKDASMEN PP Muhammadiyah sebanyak 5.527 […]

  • Deklarasi “RG for KNPI Banyumas” : Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Kepemimpinan Ideologis

    Deklarasi “RG for KNPI Banyumas” : Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Kepemimpinan Ideologis

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purwokerto, Banyumas – Pemuda Muhammadiyah Daerah Banyumas menyalakan kembali semangat persatuan pemuda melalui deklarasi “RG for KNPI Banyumas” dalam Sarasehan Kepemudaan dan Persiapan Doa Bersama Akhir Tahun 2025, Jumat (26/12/2025) di Resto Pecel Kampung Dukuhwaluh. Deklarasi ini sekaligus menjadi panggilan ideologis untuk menghidupkan kembali Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang selama beberapa tahun terakhir […]

expand_less