
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjalin kerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kartasura dalam upaya meningkatkan kualitas kelembagaan dan keseragaman laporan keuangan sekolah dan madrasah di wilayah Kartasura.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan kelembagaan bagi kepala sekolah dan pelatihan penyusunan laporan keuangan yang dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 19 hingga 20 Januari 2026 dan diikuti oleh perwakilan dari 11 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK di bawah naungan PCM Kartasura. Setiap sekolah mengirimkan dua bendahara serta kepala sekolah sebagai peserta.
Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE menjelaskan bahwa pelatihan ini diawali dengan audit kelembagaan dan audit keuangan untuk memetakan kondisi riil sekolah. Hasil audit tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan perencanaan strategis sekolah agar mampu bergerak dari kondisi aktual menuju kondisi ideal.
“Pengembangan paling dasar dalam manajemen strategi itu berangkat dari keuangan. Karena itu bendahara kami latih agar mampu menyusun laporan keuangan yang benar dan seragam,” ujarnya saat diwawancarai Kamis, (22/1).
“Program ini akan dilanjutkan dengan pendampingan berjenjang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Peserta diminta untuk mempraktikkan langsung hasil pelatihan di sekolah masing-masing, kemudian dievaluasi secara berkala”, tambahnya.
Melalui kerja sama ini, Muhammadiyah berharap pengelolaan lembaga pendidikan, khususnya di Jawa Tengah, dapat semakin profesional, modern, dan berbasis ilmu pengetahuan, sehingga mampu meningkatkan kualitas organisasi dan daya saing sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua PCM Kartasura, Drs. Qomarudin, M.Pd menjelaskan bahwa kerja sama ini dilatarbelakangi oleh kesulitan dalam mengevaluasi laporan keuangan sekolah yang selama ini tidak memiliki format yang seragam.
“Selama ini laporan keuangan sekolah berbeda-beda semua, tidak ada yang sama. Hal itu menyulitkan kami untuk melihat keberhasilan pengelolaan keuangan,” ujarnya..
Ia menambahkan, perbedaan latar belakang sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan utama dalam pengelolaan keuangan sekolah. Banyak bendahara sekolah yang tidak memiliki latar belakang akuntansi sehingga laporan keuangan disusun berdasarkan pemahaman masing-masing.
Melihat kondisi tersebut, PCM Kartasura kemudian menggandeng FEB UMS sebagai mitra kerja sama. Pada bulan September lalu, FEB UMS melalui tim pendamping mulai melakukan pendataan dan menemukan bahwa memang diperlukan penyeragaman sistem dan akun laporan keuangan antar sekolah.
“Kami bekerja sama dengan FEB UMS untuk membuat satu model laporan keuangan, karena ternyata setiap sekolah memiliki akun yang berbeda-beda,” jelasnya.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali bendahara dan kepala sekolah dengan pemahaman dasar akuntansi serta kemampuan menyusun laporan keuangan yang rapi, transparan, dan sesuai standar. FEB UMS dipilih sebagai mitra karena dikenal memiliki reputasi yang baik dalam bidang akuntansi.
“Kami berharap laporan keuangan sekolah-sekolah di Kartasura bisa mendekati kualitas laporan keuangan di Jawa Timur. Setidaknya bisa meniru dan mengikuti jejak yang sudah baik,” ungkapnya. (Sarah/Humas)
Editor: Muhammad Farhan



